
Hari ini dimana acara akad Nikah akan di laksanakan di kediaman Niko, hanya beberapa kerabat dan juga teman dekat yang menghadiri pernikahan Niko dan juga Misya.
Semua sudah siap untuk menyaksikan Niko mengucap ijab kabulnya, sedangkan Nisa hanya bisa memandang suaminya yang akan mengucapkan ijab kabul dari lantai atas dia tidak akan sanggup bila secara langsung menyaksikan suaminya menucap ijab di hadapannya langsung.
Nisa hanya bisa menangis sembari menatap ke arah suamimnya bersamaan dengan Niko sebelum mengucapkan ijab dia memandang wajah sang istri dari kejauhan.
"Saya terima nikah dan kawinnya..." ucap Niko melafalkan ijab kabulnya dengan lantang.
"Gimana saksi?" Tanya penghulu
"Sah" ucap bersamaan.
Lalu Misya dan juga Niko saling memasang cincin nikah mereka, lalu Misya mencium tangan suaminya dan Niko mencium kening istri barunya.
Sedangkan Nisa mendengar kata sah dari para tamu seketika tubuhnya langsung melemas dan terduduk di lantai, dadanya terasa seperti tertusuk duri dengan di iringi dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.
"Ya Allah berikanlah kekuatan kepada ku, walaupun ini sangat menyakitkan tapi aku harus ikhlas demi mempertahankan peenikahan hamba dan suami hamba ya Allah" Nisa berdoa dalam hati. Lalu dia langsung berlalu menuju kamarnya.
Malam harinya selesai semua tamu undangan sudah pada pulang kini waktu semuanya untuk istirahat, dan malam ini Niko dan Nisa sudah di dalam kamar tiba tiba pintunya di ketuk dari luar.
Tok tok tok
“Niko, cepetan itu Misya sudah nunggu kamu tuh di kamarnya” suara mama Erina dari luar kamar.
Di kamarnya Niko sebenarnya malas menanggepi omongan mamanya.
“mas itu di panggil sana, kalau kamu gak keluar juga mama akan terus ngetok pintu kamar terus, mendingan sana kamu temani istri kedua kamu, aku mau istirahat” ucap Nisa yang sedang berbaring di tempat tidur.
“tapi sayang, aku males tidur sama dia, aku maunya tidur disini aja sama kamu” tolak Niko
“Tapi aku jadi gak bisa tidur mas, mama kan datang terus sebelum kamu keluar dari kamar, lagian nanti yang di salahin aku lagi sama mama kamu kalau kamu tidur disini, dikira aku ngelarang kamu tidur sama istri baru kamu” ucap Nisa
Dengan terpaksa Niko akhirnya mengikuti permintaan mama nya untuk tidur di kamar yang di tempati Misya istri barunya.
Misya di dalam kamar kesal karna malam pengantin dia suaminya tak kunjung datang ke kamar tetapi ketika pintu kamar terbuka dan melihat suaminya yang datang, misya pun langsung mengembangkan senyumnya.
“mas kamu kemana aja sih, aku dari tadi nungguin kamu loh, nih anak kita juga mau bobo sama papanya katanya” ucap Misya sembari mengelus perutnya yang belum terlihat buncit.
“hemm” sahut Niko dingin langsung membaringkan badannya di tempat tidur.
Misya yang melihat reaksi suaminya masih tetap dingin walaupun mereka sudah jadi suami istri, akhirnya Misya pun merencanakan seasuatu untuk membuat malam pengantin mereka berkesan sukses.
“Aku ke kamar mandi dulu ya mas” izin Misya lalu dia beranjak menuju kamar mandi.
“hemm” sahut Niko yang masih dalam posisi berbaring dengan menumpangkan lengannya di atas dahinya.
__ADS_1
Di kamar mandi Misya mengganti pakaian dengan lingerie yang begitu nerawang hingga bisa kelihatan kain segitiga dan juga penutup gunung kembarnya, setelah selesai mengganti pakaiannya Misya siap siap untuk menjalankan rencananya.
“Aduhh, mas Niko mas, tolong” teriak Misya di dalam kamar mandi.
Niko mendengar teriakan Misya dari kamar mandi dia langsung bergegas melihat apa yang terjadi sama sang istri.
Cecklek
Di lihatnya Misya tengah duduk di atas closet dengan kaki yang di miringkan sembari di pegang oleh Misya.
“kamu kenapa Misya ?” tanya Niko ketika melihat keadaan Misya di kamar mandi, melihat penampilan Misya, Niko menjadi menelan ludahnya sendiri. Karna dengan posisi seperti itu Niko bisa melihat paha mulus Miaya yang terlihat begitu menantang dan menggoda.
“kaki ku kayaknya terkilir deh mas, sakit banget mas kaki ku” ucap Misya pura pura meringis kesakitan.
“makanya lain kalin hati hati, giman kalau samapi terjadi sesuatu sama kandungan kamu” ucap Niko
“Iya mas, maaf ya lain kaki aku akan hati hati” ucap Nisa
“ ya sudah aku gendong ke kamar saja ya” pintah Niko
“iya mas” sahut Misya
Lalu Niko menggendong Misya menuju kamar dan membaringaknnya di tempat tidur.
“tunggu disini, aku panggilkan mama dulu siapa tahu mama bisa ngobatin kaki kamu” ucap Niko
“Baiklah, minyaknya dimana?” tanya Niko
“itu mas ambil aja di laci meja rias ku sebelah kiri” jawab Misya, Niko pun beranjak menuju meja rias Misya untuk mengambil minyak.
Lalu Niko kembali dan duduk di ranjang menghadap ke arah kaki Misya yang sakit, karena dia kan memijat bagian pergelangan kaki Nisa yang terkilir.
Melihat jenjang kaki Misya yang putih dan mulus dan Niko pun dapat melihat pakaian Misya yang terlihat seperti sarang tahu membuat kain segitiga bisa kelihatan dari luar, itu membuat Niko lagi lagi menelan ludahnya, sebagai laki laki normal Niko pasti tergoda dengan penampilan Misya sekarang, apalagi semenjak dirinya mengakui kesalahannya terhadap Nisa, Nisa belum pernah lagi memberikan nafkah batinya kepada Niko, setiap Niko ingin melakukannya Nisa selalu aja menolak dengan berbagai alasan.
Nisa bukannya ingin menolak tetapi setiap ingin melakukan hubungan badan dengan suaminya, Nisa seakan akan terbayang bagaimana jika dia melihat suaminya berhubungan intim dengan wanita lain rasanya sakit hati Nisa, setiap menggingat penghianatan suaminya, walaupun dia tahu kalau kejadian itu pasti semuanya rencana dari Misya.
Niko mulai membalurkan minyak di kaki Misya dengan perlahan dia memijit bagian kaki yang katanya terkilir, Misya awal dapat pijitan dari suaminya pura pura mengeluarkan suara seperti meringis kesakitan tapi lama kelamaan dia sengaja membuat suara ironisnya yang seakan akan dia tengah mendesah.
Niko mendengar suara ironis yang di keluarkan Misya menjadi terangsang, burung kecilnya sudah tidak tahan lagi ingin cepat di keluarkan dari sarangnya, pijitan Niko lama kelamaan semakin naik ke atas itu membuat Misya juga makin terangsang akan sentuhan Niko dan akhirnya pertahannan Niko runtuh juga.
Niko yang sudah tidak tahan lagi menahan hasratnya akhirnya dia langsung menindih Misya, Niko berfikir toh mereka sekarang sudah jadi suami istri jadi sah sah aja kalu mereka melakukannya, Misya yang sudah melihat Niko tepat di hadapannya tetapi seakan akan ragu untuk menyentuh dirinya, Misya pun langsung mencium suaminya terlebih dahulu, tetapi ketika Misya ingin melepas ciumannya Niko menahan tengkuknya dan semakin dalam Niko mecium Istrinya dan di balas dengan Misya dengan begitu lihai karena Misya sudah terbiasa melakukannya.
“Lakukan lah mas, aku sekarang sudah menjadi istri kamu” ucap Misya si tengah tengah pergulatan panas mereka.
Niko tidak menjawab ucapan Misya, ia cium bibir Misya secara perlahan, lama kelamaan semakin memanas sampai sudah tidak tahu keadaan kamar yang sudah berantakan, selimut dan pakaian yang sudah tercecer dilantai akibat kegiatan panas mereka.
__ADS_1
Sedangkan di kamar lantai atas yang di tempati Nisa, Nisa tidak bisa tidur dia terus kepikiran akan apa yang di lakukan pengantin baru itu, dia mengusap usap tempat tidur di sampingnya yang biasa ditempati suaminya, dia mengingat ingat lagi ketika dia dan suaminya baru pertama kali menjalin rumah tangga dengan begitu bahagia karna bisa di cintai oleh laki laki seperti suaminya.
Pagi Hari Niko terbangun terlebih dahulu, betapa terkejutnya melihat dirinya tidak mengenakan pakain, membuat Niko langsung terbangun menjadi duduk di ranjang, lalu Niko mengalihkan pandangannya ke samping nya, melihat seseorang masih terlelap dalam tidurnya dalam keadan polos seperti dirinya.
Lalu Niko mengiangat kembali apa yang terjadi semalam, dari Misya yang minta tolong dan dia membantu istrinya, dengan memijat kaki Misya yang terkilir dan sampai terjadi sesuatu yang tadinya sangat Niko hindari.
“Astaga, kenapa semua ini bisa terjadi, kenapa gua harus tergoda sama dia” ucap Niko sembari mengacak acak rambutnya.
“Nisa maafin mas sayang” gumam Niko
Niko langsung memakai pakainan dan langsung keluar kamar, lalu berjalan menuju kamar Nisa. Di lihat istrinya sudah tidak ada di kamar, dia sudah tahu pasti istrinya tengah menyiapkan sarapan di dapur, dia langsung bergegas memasuki kamar mandi dan membersihkan badannya.
Sedangkan Misya ketika Niko terbangun dari tidurnya sebenarnya Misya sudah bangun dia hanya pura pura tidur dan mendengar semua ucapan suaminya.
Selepas kepergian Niko keluar kamarnya misya langsung membuka matanya langsung terduduk dan bersandar diranjang, dengan tangan memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya, dia kesal dengan ucapan suaminya yang minta maaf kepada Nisa istri pertama suaminya karna suaminya sudah melakukan hubungan intim dengan dirinya, padahal menurut misya sah sah aja jika dirinya melakukan itu dengan suaminya karena mereka sudah suami istri tapi kenapa suaminya sampai mengucapkan maaf kepada istri pertamanya.
Ketika Nisa sedang menata makanan di meja makan datanglah Niko yang sudah rapih dengan pakaian kerjanya tapi dengan dasi yang masih ia genggam di tangannya, Niko datang langsung memeluk istrinya dari belakang.
Nisa beryukur suaminya masih bersikap seperti biasanya walaupun dia sudah mempunyai istri baru.
“Mas, sudah siap?” Tanya Nisa sembari mengelus tangan suaminya yang melingkar di perutnya.
“Sudah sayang, aku cari kamu di kamar kamu sudah tidak ada” uvap Niko
Sembari menumpangkan dagunya tepat di pundak sang istri.
Pandangan Nisa tertuju kepada Misya yang sedang mengintip dirinya dan juga suaminya dari balik dinding kamarnya, karwna kamar posiai kamar misya di lantai bawah, sedangkan Nisa di lantai atas. Melihat itu Nisa sengaja memperlihatkan kemesraan dirinya kepada suaminya dengan cara dielus rahang suaminya yang ada di pundaknya hingga Niko pun merasa aneh dwngan sikap istrinya, semenjak kejadian waktu itu baru kali ini istrinya beraikap manis lagi kepadanya tidak mau ketinggalan kesempatan melihat sikap istrinya yang begitu manis lalu dia berikan kecupan di pipi istrinya.
“Mas geli ih” uvao Nisa ketika Niko sudah milai menciumi jenjang lehernya.
“Mas sudah ah, itu kenapa kamu belum pakai dasinya?” Tanya Nisa
“Kan kaya biasa sayang nunggu kamu pasangin” ucao Niko dan Nisa soun langsung memakaikan dasinya ke leher suaminya.
Ketika Nisa sedang memakaikan dasi tepat di leher sang suami, mama Erina dan juga Misya datang secara bersamaan menuju meja makan.
“Pagi mas, pagi mbak Nisa” sapa Misya pura pura ramah.
“Pagi juga Misya, mamaku sayang” ucap Nisa dengan senyum mengejek ke arah ibu mertuanya dan juga istri kedua suaminya.
“Hemm” sahut Niko dingin.
“Niko harusnya kamu tuh ambil cuti dari kantor biar bisa ajak misya babymoon” ucap mam Erina dengan lantang
“Gak bisa mah, Niko banyak kerjaan di kantor” ucap Niko.
__ADS_1
“Gak papa mah kan babymoon bisa kapan aja, lagian tanpa kita lergi babymoon juga semalam kita sudah melakukannya di rumah” ucap Misya dengan senyum liciknya menatap Nisa.
Niko mendengar ucapan Misya dia langsung menatap Nisa, melihat respon istrinya di lihat Nisa terlihat begitu cuek. Padahal sebenernya hati Nisa begitu sakit mendengar ucapan dari mulut Misya tetapi dia harus terlihat tegar supaya mereka tidak bisa menindas dirinya lagi.