
Setelah kepergian Rina ke kamar mandi, Niko pun merenungi kesalahannya sendiri, dia merasa insecure bila di bandingkan Dokter Daniel, makanya dia cemburu melihat interaksi istrinya dan juga Dokter Daniel yang begitu akrab. Dia merasa dirinya jauh dari kata sempurna, dia bersama Rina usianya terpaut jauh dan dia mempunyai kekurangan untuk membuat Rina menjadi seorang ibu.
Dia menyadari kesalahannya yang cemburu tidak beralasan itu, padahal istrinya ketika memutuskan untuk menikah dengannya, dia merelakan masa mudanya hanya untuk menikah dengannya dan seharusnya Rina bisa mendapatkan laki laki yang seusianya tapi kini dia bersedia menikah dengan dirinya yang usianya jauh lebih tua darinya.
Lalu Niko pun melangkah menuju kamar mandi tanpa mengecek ponsel sang istri dia ketuk pintunya tidak ada sautan dari dalam kamar mandi karena Rina sedang mandi sedanhkan pintunya Rina kunci dari dalam karena merasa kesal dengan suaminya.
Tok tok
“Sayang, ko di kunci, maafin mas ya, yang cemburu gak jelas, buka dong pintunya” ucap Niko dari depan pintu kamar mandi.
Tok tok
“Sayang please, jangan marah ya, maafin mas” ucap Niko lagi, dia tetap menunggu di depan pintu kamar mandi sampai beberapa menit kemudian Rina sudah selesai mandi.
“Kamu ngapain sih mas berdiri di depan pintu?” Tanya Rina yang masih menghinakan handuknya sebatas dada karena saking kesel dengan suaminya dia lupa bawa baju ganti, melihat penampilan istrinya membuat Niko menelan ludahnya sendiri.
“Maafin mas sayang, mas sudah cemburu yang tak beralasan sama kamu, mas hanya takut melihat keakraban kamu denagn dokter Daniel tadi” ucap Niko lalu memajukan badannya hingga tepat di hadapan sang istri.
Mendengar ucapan suaminya, Rina menjadi tahu jika suaminya itu pasti merasa insecure, lalu dia mengangkat kedua tangannya dia letakan di kedua pipi suaminya.
“Kalau aku sama dokter Daniel akrab wajar mas dulu kan sebelum aku menikah sama kamu aku pernah jadi perawat pendamping dia makanya ketika kamu cari perawat buat mama rumah sakit merekomendasikan aku, dan aku chating sama dia hanya untuk ngomongin masalah mama bukan yang lain, sudah lihat tadi chatannya bagaimana?” Jelas Rina lalu dia bertanya apa suaminya sudah mengecek ponselnya belum. Niko pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Kenapa gak jadi?” Tanya Rina lagi
“Karena mas percaya sama kamu” ucap Niko sembari menarik pinggang istrinya hingga posisi mereka hanya beberapa senti.
“Yank” ucap Niko dengan nafas yang sudah naik turun.
“Kenapa mas?” Tanya Rina dengan polos dia lupa jika masih menggunakan handuk saja.
“Adik mas bangun loh” ucap Niko
“Ka Miko emangnya dia ada disini?” Tanya Rina yang belum mengerti arah pembicaraan suaminya, semakin gemes Niko kepada istrinya melihat kepolosan istrinya lalu dia meraih tangan istrinya yang ada di pundaknya untuk meraih adik kecilnya yang sedari tadi sudah ingin masuk ke sangkarnya.
__ADS_1
“Ah..sayang jangan di remas, di elus saja” ucap Niko ketika tangan Rina dengan refleks meremas adik kecilnya karena kaget.
“Mas apaan sih, uda ah sana mandi” ucap Rina langsung melepaskan genggamannya.
“Kamu harus tanggung jawab sayang, dari tadi kamu sudah menggoda mas tahu gak, makanya adik mas bisa bangun” ucap Niko
“Menggoda apanya sih mas, perasaan aku gak lakuin apa apa” ucap Rina
“Kamu tidak sadar sama penampilan kamu” ucap Niko, mendengar ucapan suaminya membuat Rina mengalihkan pandangannya melihat ke dirinya sendiri.
“Ya allah mas, aku lupa tadi gak bawa baju karena kesel sama kamu, bukan karena ingin menggoda kamu” jelas Rina
“Iya tapi mas sudah tergoda sama istri mas yang sexy ini gimana dong” ucap Niko
“Tapi mas umm....” belum juga Nisa melanjutkan ucapannya Niko sudah membungkam bibir sang istri dengan ciuman yang begitu lembut lalu dia mengangkat sang istri seperti koala, menggendongnya menuju ranjang tanpa melepaskan ciuman mereka.
Niko mulai merebahkan istrinya di ranjang dan melepaskan ciumannya. Mereka saling tatap satu sama lain dengan tatapan yang penuh cinta, di elusnya pipi sang istri dan terjadilah olahraga ranjang pada siang hari ini.
“Cup,cup terimakaih sayang” ucap Niko sembari mengecup kening sang istri dan mengusap keringat yang membasahi di setiap wajah istrinya, sedang Rina dia sudah tidak bertenaga lagi untuk menanggapi ucapan suaminya dia langsung memejamkan matanya dan menuju alam mimpi. Melihat istrinya terlelap lalu Niko meraih tubuh istrinya untuk di dekap dan Niko pun ikut menyusul istrinya ke alam mimpi, mereka sama sama tertidur dalam keadaan polos hanya di baluti oleh selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
Pagi hari rasa bahagia menyelimuti Nisa dan Kelvin, karena kedua putranya sudah di bisa keluar dari inkubator tetapi tidak dengan si bungsu dia masih harus tetap di inkubator.
Ketika dokter visit ke ruangan Nisa ternyata sekaligus di ikuti kedua perawat yang membawa kedua putra mereka.
“Pagi nyonya Tuan, liat siapa nih yang kita bawa” sapa dokter, hanya ada Kelvin dan Nisa di kamar karena mommy safa dan Daddy Albert baru saja pulang ke mansion.
“Mas anak kita” ucap Nisa ketika melihat ada dua perawat tengah membawa kedua box bayi.
“Iya sayang” sahut Kelvin sembari menggenggam tangan sang istri.
“Alhamdulillah nyonya putra putranya strong strong ya, baru di kasih asi sehari semalam mereka sudah langsung kuat kuat ini, karena gak sabar mau di gendong mamanya ya” ucap Dokter
“Alhamdulillah ya Allah” ucap Syukur Nisa
__ADS_1
“Saya priksa mamanya dulu ya” ucap Dokter langsung memulai memeriksa keadaan Nisa.
“Alhamdulillah, keadaannya semakin membaik, apa asihnya masih lancar nyonya?” Tanya Dokter
“Masih dok” jawab Nisa
“Terus makan makan yang sehat dan bergizi ya Nyonya agar asinya banyak terus” ucap Dokter
“Baik dok” sahut Nisa
“Sekarang, waktunya si baby IMD ya nyonya atau bisa di bilang Inisiasi Menyusu Dini, dimana nanti baby akan menyusu dengan mencari putingnya sendiri, boleh tolong tuan Kelvin bantu merubah posisinya Nyonya Nisa senyaman mungkin” ucap dokter, Kelvin pun langsung membantu Merubah ranjang pasiennya menjadi setengah duduk.
“Apa sudah nyaman sayang posisinya?” Tanya Kelvin.
“Sudah mas” sahut Nisa
“Baik ini dia si kakak dulu ya yang menyusu” ucap Dokter mengambil si sulung dari box bayi lalu di berikan kepada Nisa.
“Biarkan dia mencari sumber asinya ya nyonya jangan di bantu” ucap Dokter, Nisa tidak bisa berkata kata lagi dia sangat bahagia sekali ketika putra pertamanya sudah meriah ****** susunya dan langsung menghisapnya sangat kuat.
“Aww, pelan pelan sayang jangan buru buru minumnya” ucap Nisa
“Kenapa sayang?” Tanya Kelvin
“Gak papa mas, cuman hisapnya sangat kencang aku hanya kaget saja” jawab Nisa, tidak terasa air mata Nisa sampai menetes ke pipinya melihat putranya yang kini sudah ada di gendongannya.
“Kenapa menangis sayang?” Tanya Kelvin sembari menghapus air mata istrinya.
“Aku bahagia mas, tapi aku juga sedih karena baby girl belum bisa bersama kita, kira kira kapan ya dok si bungsu keluar dari inkubator?” Tanya Nisa
“Kita tidak bisa memastikan nyonya, tergantung perkembangan dari bayinya, ini saja mereka berdua perkiraan kita itu mereka sampai tiga hari di inkubator dan ternyata mereka cuman sehari semalam beratnya sudah normal, nanti kita kabarin perkembangan si bungsunya ya” ucap Dokter
“Baik dok” sahut Nisa
__ADS_1
“Kita permisi dulu ya Nyonya tuan, mini mal 30 menit ya menyusuinya boleh ganti sebelah kiri setelah itu sebalah kanannya, nanti jika sudah selesai dan mau ganti si tengah tuan Kelvin tinggal bel saja nanti ada perawat yang akan membantu kalian” ucap Dokter
“Baik dok” sahut Nisa dan Kelvin.