
Setelah Nisa keluar dari mansion dan menaiki taksi entah kemana, Momny safa tersadar dari lamunannya dan baru menyadari kalau Nisa telah pergi, lalu Mommy safa beranjak dari duduknya berjalan menghampiri mama Erina dan mentap wajah mama Erina dengan tajam.
“Dengar kan saya ya Nona Erina yang terhormat, jangan kira anda saya tidak tahu tentang calon menantu saya, saya sudah tahu semuanya tentang menantu saya, dan untuk anda saya peringatkan jangan pernah menghina dan mengganggu calon menantu saya lagi, harus nya anda itu perhatikan menantu anda itu janagn dikira anda dia baik, dia itu wanita paling licik yang pernah saya tahu” ucap Mommy safa tepat di hadapan mama Erina, lalu mommy safa mebalikan badanya menatap semua teman temannya yang tadi menghina Nisa “ asal kalian tahu ya, yang menggugat cerai itu bukan putranya nyonya Erina yang sombong ini, tetapi calon menantu saya yang menggugat cerai suaminya, dan satu lagi kalian tahu yang mandul itu bukan Nisa tetapi putra dia” ucap Mommy safa sembari menunjuk ke arah mama Erina
Mama Erina tidak terima mendengar putranya di bilang mandul “ anda jangan asal bicara Nyonya Osmond, mentang mentang suami anda orang berkuasa anda bisa membelikan fakta kalau putra saya yang mandul” bantah mama Erina tidak mau kalah menatap mommy safa dengan tajam.
Sedangkan ibu ibu yang lain hanya diam dan mendengarkan perdebatan dua teman mereka hadapanya.
“Kenapa anda tidak terima kalau putra anda di bilang mandul, sama saya juga tidak terima putri saya di bilang mandul, kalau anda tidak percaya tanyakan saja langsung kepada putra anda, kalau memang kenyataannya putra andalah yang bermasalah bukan calon menantu saya yang mandul” ucap mommy safa.
Mendengar ucapan Mommy safa, mama Erina hanya terdiam dan sibuk dengan pertanyaan yang muncul dalam pikirannya, apa bener selama ini putranya yang mandul bukan Nisa ucap mama Erina dalam hati
“Maaf semuanya acaranya cukup sampai disini saja, saya tinggal dulu ingin mengejar calon menantu saya” ucap Mommy safa beranjak dari ruang tengah berlari menuju halama mansion mencari Nisa siapa tahu Nisa belum pergi jauh.
“Pak lihat Nisa keluar mansion?” Tanya Momny safa kepada salah satu penjaga mansion.
“Oh nona Nisa tadi lari keluar gerbang nyah, saya lihat dia sambil menangis terus naik taksi nyah” jawab penjaga mansion Tanpa menanggapi omongan penjaga mansion, Mommy safa memasuki mansion kembali lalu menaiki tangga langsung mencari suaminya di lantai atas.
Mommy safa sudah mengetahui semunya dari Daddy Albert ketika Mommy safa ingin pergi belanja bareng Nisa ke super market.
Flashback
Selepas Momny safa mendapat kabar dari putranya kalau putranya dan juga calon menantunya sudah jalan menuju mansion dan meminta dirinya untuk segera bersiap, lalu mommy safa pun bergegas beriap mengganti pakainya dan sedikit memoles wajahnya dan semua yang di lakukan mommy safa tidak luput dari pandangan Daddy Albert, Daddy Albert melihat istrinya dari awal memasuki kamar terus tersenyum.
“Kenapa honey kamu ko dari tadi daddy perhatikan kayanya lagi senang banget?” Tanya Daddy Albert yang tengah bersandar di headboar ranjang sembari meluruskan kakinya yang tadinya sedang asik membaca buku setelah sang istri memasuki kamar Daddy Albert berhenti membaca, pandangannya langsung tertuju ke mommy safa.
“Aku seneng banget dad, akhirnya ada yang menemani mommy belanja juga, Kelvin sedang dalam perjalanan ke sini dengan Nisa, Nisa mau menemani mommy belanja buat acara besok” jawab Mommy safa tanpa melihat ke arah Daddy Albert, masih sibuk dengan memilih pakaian untuk dia pakai.
__ADS_1
Daddy Albert merasa tidak tega jika nanti istrinya tahu kenyataan kalau wanita yang sedang dekat dengannya dan juga putranya adalah seorang janda, Daddy Albert menunggu putranya untuk cerita sendiri ke mommynya tetapi putranya itu tidak kunjung cerita tentang masalah Nisa.
Akhirnya Daddy Albert memutuskan untuk menceritakan tentang Nisa terklebih dahulu dari pada nanti istrinya tahu dari orang lain. Selesai Mommy safa bersiap Daddy Albert bernajak dari ranjang dan berjalan mendekati istrinya yang tengah duduk di depan meja rias, di peluknya dari belakang dan melingkarkan tangannya di perut sang istri.
“Kenapa dad, tumben lagi manja begini, Daddy mau ikut belanaja juga?” Tanaya Mommy safa mentap wajah suaminya dari pantulan cermin di hadapannya lalu Dady Albert menggelengkan kepalanya.
“Honey, mas mau cerita” ucap Daddy Albert menatap wajah istrinya.
Mommy safa mendengar ucapan suaminya mengkerutkan keningnya aneh dengan suaminya, biasanya suaminya kalau mau cerita ya tinggal cerita kenapa ini harus izin terlebih dahulu.” Cerita apa dad, Mommy pasti dengerin” sahut Mommy safa. mendengar ucapan mommy safa, Daddy Albert langsung melepaskan pelukannya dan langsung meraih tangan sang istri menuntunnya menuju ranjang. Lalu mereka duduk saling berhadapan, sebelum cerita Dadsy Albert menggenggam kedua tangan istrinya, itu membuat Mammy safa penasaran sebenarnya apa yang akan di ceritakan oleh suaminya itu.
Pikiran negatif menyerang isi kepala mommy safa, Apa suaminya punya istri lain, apa suaminya selingkuh, itu lah pikiran yang muncul di kepala mommy safa.
“Mua cerita apa sih Dad, jangan bikin Mommy penasaran, Daddy selingkuh dari mommy” ucap Mommy safa demagn jantung yang berpacu lebih cepat seperti biasanya.
“Hush, mana ada Daddy selingkuh, Daddy tuh gak akan berpaling dari istri Daddy yang paling cantik ini” puji Daddy sembari mencolek dagu istrinya.
“Tapi mommy jangan nyela omongan Daddy dulu kalau belum selesai cerita” pintah Daddy dan di angguki langsung oleh Mommy safa.
Sebelum cerita, Daddy Albert mencoba menarik nafasnya “jadi begini, Daddy kenal seorang wanita” mendengar suaminya menyebutakan kata wanita membuat hati Mommy safa menjadi tidak karuan tetapi dia harus tetap tenang dan mendengar cerita kelanjutan dari suaminya, “dia sudah manikah selama lima tahun tetapi mereka belum juga di berikan keturunan, di saat pernikahan mereka menginjak 2 tahun pasangan suami istri ini di minta untuk cek ke dokter tentang kesuburan mereka oleh ibu dari pihak prianya karena wanita itu sudah tidak punya keluarga siapa pun, ketika mereka menerima hasil tesnya, menyatakan kalau suaminyalah yang bermasalah sedangkan dirinya sehat, tetapi karena dia tidak mau membuat suami dan ibu mertuanya sedih dan frustasi akan hasil pemeriksaanya, dia meminta dokter untuk tidak mengatakan kepada keluarganya kalau suaminyalah yang bermasalah, semenjak itu walaupun hasil pemeriksaan wanita itu di nyatakan baik baik saja, dia di anggap wanita mandul oleh ibu mertuanya dan orang orang sekelilingnya, dia di rumahnya di perlakukan seperti pelayan, dan pada akhirnya suatu ketika suaminya di minta menikah lagi oleh ibunya jika putranya tidak mau menceraikan istrinya, pada awalnya dia menolak tetapi suatu ketika ada teman lama suaminya datang dan ibu mertuanya itu, meminta kepada teman putranya itu, untuk menikah dengan putranya dan menjadi istri kedua putranya, dan ada suatu kejadian yang membuat si suami dari wanita itu untuk menikahi teman lamanya, dan dari situlah penderitaan wanita itu semakin bertambah ,dia sering di fitnah oleh madunya dan juga di perlakukan berbeda oleh ibu mertuanya dan selama satu tahun terakhir dia tidak di beri nafkah oleh suaminya karena kartu yang di beri suaminya di ambil oleh ibu mertuanya, dan yang terakhir dia di fitnah ingin mencelakain madunya dan juga anak yang ada di dalam kandungannya itu, hingga membuat suaminya marah dan mengucap kata talak kepada wanita itu, akhirnya wanita itu pun pergi dari rumah suaminya satu minggu kemudian dia menggugat cerai suaminya di pengadilan dan baru satu minggu yang lalu dia baru resmi bercerai secara Agama maupun negara” cerita Daddy Albert sembari mengisap air mata yang sudah menetes di pipi istrinya.
“Momny kenapa nangis sih?” Tanya Daddy Albert ketika melihat istrinya menangis.
“Kan mommy sedih mendengar cerita Daddy, ternyata di dunia nyata ada orang begitu ya, di kira mommy hanya di sinetron saja” ucap Mommy safa
“Dan momny tahu wanita itu siapa?” Tanya Dadsy Albert menatap wanita yang di cintainya, dan Mommy safa pun langsung menggelengkan kepalanya. “Wanita itu adalah Nisa” sambung Dadsu Albert
“Maksud Daddy, Nisa calon menantu kita?” Tanya Mommy safa dan langsung dapat anggukan kepala sari Daddy Albert. “Ko kelvin tidak pernah cerita ke mommy” sambung mommy safa
__ADS_1
“Ya itulah, Daddy sudah pernah bilang ke anak nakal itu, suruh cerita ke kamu, malah gak cerita cerita kan” ucap Dadsy Albert, “mommy gak beci kan sama Nisa hanya karena karena setatus dia seorang janda” tabya Daddy Albert
“Ya gak lah Dad, malah Mommy gak sabar mau jadikan dia menantu mommy, biar kita bisa membuktikan kepada keluarga mantan suaminya itu kalau Nisa itu tidak mandul” ucap Mommy dengan semangat
“Sabar Honey, calon menantu mu itu masih dalam masa Idah, dan sepertinya putra kita juga belum di terima tuh sama pujaan hatinya” ucap Daddy Albert
“Flashback off”
Sepeninggalan Mommy safa dari ruang tengah dan beranjak ke lantai atas untuk mencari suaminya, ibu ibu di lantai bawah langsung pergi meninggalkan mansion Osmond.
Mommy safa jalan terburu buru menuju kamarnya ketika memasuki kamarnya tidak mendapatkan suaminya, lalu Mommy safa langsung menuju ruang kerja suaminya. Sesuai dugaan setelah masuk ke ruang kerja suaminya, mendapatkan suaminya tengah duduk di kursi kerjanya dengan memandang ke arah laptop di hadapannya. Setelah menutup kembali pintunya dari dalam, mommy safa langsung berlari dan memeluk suaminya
“Hai Honey, sudah selesai arisannya?” Tanya Daddy Albert basa basi padahal sedari tadi dia melihat apa saja yang terjadi di lantai bawah lewat rekaman cctv yang bisa dia lihat di laptop atau handphonenya.
“Dad, mommy minta tolong Daddy untuk suruh bodygard mencari Nisa dan mengikuti keman dia pergi, pasti sekarang pikiran dia sangat kacau, pasti dia menggagap kalau mommy marah sama dia, padahal kan mommy tidak marah sama dia, Mommy hanya geram saja sama jeng Erina itu loh mulutnya, pengen rasanya mommy cabein tuh mulutnya” ucap Mommy safa, meminta suminya untuk memerintahkan salah satu anak buahnya mencari Nisa, Mommy safa hanya takut terjadi sesuatu saja dengan Nisa.
Mendengar permintaan sang istri, Daddy Albert hanya tersenyum sembari mengusap usap punggung mommy safa” Daddy sudah minta mereka untuk mengikuti Misa dari tadi honey” ucap Daddy Albert
Mendengar jawaban suaminya, mommy safa langsung melepas pelukanya dan berdiri di samping suaminya, “ yakin dad, Daddy sudah menunta orang untuk mengikuti Nisa” tanya mommy safa untuk memastikan dan diangguki langsung oleh Daddy Albert.” Thank you dad” Otomatis mommy safa langsung mengecup bibir suaminya sekilas.
“Jangan menggoda Daddy mom, nanti Daddy khilaf di sini mau” ucap Daddy Albert
“Apaan sih dad, siapa juga yang menggoda Daddy, inget umur dad nanti encok lagi” ledek mommy safa
“Oh kamu ngeraguin kekuatan aku honey, nih aku buktikan sekarang juga” ucap Daddy Albet langsung menarik sang istri menjadi duduk di pangkuannya.
Ketika Daddy Albert mau membuktikan ucapannya, tiba tiba mereka saling pandang ketika mendengar suara putranya memanggil manggil nama Nisa.
__ADS_1