Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra Part 9


__ADS_3

Waktu terus berlalu kini tiba saatnya pernikahan Niko dan Rina akan di laksanakan, satu minggu sebelum hari H Niko sudah menanyakan lagi kepada calon istrinya itu, mau di buat pesta atau masih tetap denagn keinginan yang semula hanya mengadakan ijab kabul saja, Rina pun tetap dalam pendiriannya dia tidak mau membuat pesta, dia hanya ingin mengadakan ijab kabul saja di kediaman Niko.


Semua tamu undangan telah berdatangan, Rina hanya mengundang teman teman seprofesinya. Teman teman Rina tidak menyangka dan tidak percaya ketika mengetahui siapa yang akan menjadi calon suami dari Rina tapi mereka pun ikut senang melihat Rina sekarang sudah menikah. Begitu pun dengan Dokter Faisal dia datang bersama sang mama, dengan segala rayuan dan bujukan dari dokter Faisal agar mamanya bisa hadir di acara pernikahan adik sepupunya itu.


“Hebat juga tuh anak bisa dapat suami kaya, baguslah supaya dia tidak menyusahkan kamu lagi cal” ucap Ibu Ratna mama dari Dokter Faisal sekaligus istri dari almarhum Omnya Rina.


“Apaan sih mah, selama ini Rina gak pernah merepotkan ical” ucap Dokter Faisal


“Gak mungkin lah dia bisa jadi perawat kalau tanpa ikut campur tangan kamu” ucap Ibu Ratna dengan jutek.


“Mah, kan Ical sudah pernah jelasin Rina itu kuliah dia karena dapat beasiswa bukan Ical yang biayayai, dia bisa masuk rumah sakit sama dengan ical juga karena Rumah sakitnya yang merekrut dia bukan karena ada ikut campur tangan ical sebagai orang dalam, asal mama tahu dia walaupun sedang susah atau apa dia gak pernah meminta bantuan ichal kalau tidak ichal yang kasih secara diam diam” jelas Dokter Faisal, dia merasa kesal dengan mamanya yang terus membenci Rina karena menganggap jika Rina anak pembawa sial karena keluarganya yang sudah membuat suaminya meninggal dunia.


Ibu Ratna pun mendenagar penjelasan dari putranya hanya diam tidak lagi menyauti ucapan putranya.


Rina merasa senang ketika melihat kakak sepupunya datang dengan menggandeng tantenya dia merasa masih punya keluarga walau pun tantenya itu tidak pernah bersikap baik dengannya.


“Kenapa rin?” Tanya Rere yang kini sedang menemani Rina di kamar tamu, Rina melihat kedatangan dokter Faisal dan ibu Ratna dari balik jendela.


“Aku seneng Re tante Ratna mau datang di hari spesial ini serasa aku masih punya keluarga selain ka Ichal, walaupun tante Ratna selalu benci aku tapi aku tahu tante Ratna itu sebenarnya sayang sama aku Re” jelas Rina


“Yang sabar ya Rin semoga suatu saat nanti tante kamu bersikap baik lagi seperti dulu” ucap Rere mencoba menenangkan sahabatnya itu. Rina tetap stay di kamar tamu dengan di temani oleh Rere sahabatnya,hingga saatnya dia akan keluar ketika ijab kabul sudah di terucap dari bibir Niko.


Ijab Kabul akan segera di mulai, Kini Niko akan mengucapkan janji suci di hadapan Allah dan para tamu undangan untuk yang ke tiga kalinya, dia berharap dan terus berdoa semoga ini adalah menjadi pernikahan terakhir untuknya sampai maut memisahkan.


“Apa kah anda sudah siap tuan Niko?” Tanya pak penghulu.


“Bismillahhirokhmanorokhim siap pak” jawab Niko dengan tegas yang kini sudah duduk berhadapan dengan pak penghulu dan juga wali hakim, karena Dokter Faisal adalah anak dari kakak mamanya Rina jadi dia tidak bisa menjadi wali nikahnya Rina, karena Dokter Faisal keluarga dari pihak ibu bukan pihak ayah.


“Bissmillahhirokhmannirokhim, saya nikahkan engkau saudara Niko Paratama bin Pratama dengan saudari Rina Indriyani binti Indra Susanto dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas sebesar 250 gram di bayar tunai”


“Saya terima Nikah dan Kawinnya Saudari Rina indriyani binti Indra Susanto dengan mas kawin tersebut di bayar tunai” ucap Niko dengan lantang.


“Bagaikman para saksi, Sah?” Tanya pak penghulu.

__ADS_1


“SAH” sahut semuanya.


“Alhamdulillah” semua yang hadir di kediaman keluarga pratama mengucapkan syukur atas kelancaran ijab kabul yang di ucapakan oleh Niko, sekarang Niko dan Rina sudah sah menjadi sumi istri. Setelah itu langsung di lanjutkan doa yang di pimpin oleh pak penghulu.


Rina yang ada di dalam kamar ikut mendengar ketika Niko mengucapkan ijab kabulnya dengan sangat lantang tanpa ada hambatan sedikit pun dia sampai meneteskan air matanya ketika kata SAH yang ia dengar dari seluruh tamu undangan yang hadir. Selesai Berdoa kini saatnya Rina keluar dari kamar dengan di gandeng oleh Rere sahabatnya menuju dimana pria tampan pujaan hatinya yang kini sudah sah menjadi suaminya itu berada.


Sesampainya Rina duduk di samping Niko, dia langsung di minta mencium tangan Niko dengan Niko mengelus kepala Rina dan membacakan sebuah doa tepat di ubun ubun istrinya, setelah itu bergantian Niko yang mencium kening istrinya.


“Kamu cantik banget sayang” bisik Niko membuat wajah Rina memerah.


Kini saatnya mereka menyalami satu persatu anggota keluarga yang hadir menyaksikan ijab kabulnya.


“Selamat ya sayang, semoga pernikahan kamu kali ini bisa langgeng sampai maut memisahkan kalian, maafkan mama yang sebelumnya sudah membuat rumah tangga kamu berantakan, mulai sekarang mama janji mama tidak akan ikut campur lagi dalam rumah tangga kamu nak” ucap mama Erina.


“terimkasih atas doanya mah, Niko sudah memaafkan semua nya, jadi kita tidak usah ingat ingat masa lalu lagi biar itu menjadi pelajaran buat kita, yang penting sekarang yang Niko butuh adalah doa dari mama untuk Niko dan juga Rina” ucap Niko


“Itu pasti nak, mama akan selalu mendoakan kalian semua anak anak mama” sahut mama Erina lalu mereka berdua saling memeluk.


Dan kini bergantian Rina yang menyalami mama mertuanya.


“Sama sama mah, Rina juga berterimaksih kepada mama yang sudah menerima Rina sebagai anggota keluarga mama” ucap Rina


“Ya itu karena memang pantas kamu jadi menantu keluarga pratama, mama doakan semoga pernikahan kalian awet sampai maut memisahkan, mama juga berterimaksih kamu sudah mau menerima putra mama yang kamu tahu dia punya kekurangan” ucap Mama Erina.


“Yang penting kita akan berusaha dan berdoa mah, semua Rezeki yang nagtur Allah, kita berusaha dan berdoa semoga di beri kelancaran untuk aku dan mas Niko mempunyai momongan, aminn” ucap Rin


“Aminn ya allah” sahut mama Erina, laku mereka berdua pun saling berpelukan setelah itu Rina mengikuti suaminya menyalami para tamu satu persatu.


Semuanya sudah selesai mengucapkan selamat kepada kedua mempelai, ketika sore hari semua tamu undangan satu persatu sudah pergi dari rumah Niko. Melihat tamu sudah pada pulang Niko pun izin kepada mamanya untuk istirahat bersama sang istri.


Dengan jantung yang terus berdebar, kini Rina dan Niko sudah di dalam kamar mereka, Rina merasa gugup baru pertama kalinya dia memasuki kamar mantan majikannya itu.


“Kenapa sayang?” Tanya Niko ketika melihat istrinya seperti kebingungan.

__ADS_1


“Gak papa mas” jawab Rina


Lalu Niko mendekat kepada istrinya yang tengah duduk si tepi ranjang lalu dia meraih kedua tangan Rina membuat Rina menjadi panas dingin.


“Apa mas Niki mau minta haknya sekarang ya” batin Rina sambil menundukkan kepalanya.


“Hei lihat mas dong apa ada sesuatu di bawah yang lebih menarik perhatian kamu dari pada mas suami kamu yang tampan ini” ucap Niko membuat Rina otomatis menggelengkan kepalanya lalu menegakkan kepalanya seketika pandangan mereka saling bertemu. Lalu tangan Niko terulur mengelus pipi gadia cantik yang kini sudah sah menjadi istrinya, Rina seperti terhipnotis akan tatapan Niko membuat dia terdiam, lalu Niko mendekatkan wajahnya dengan wajah Rina dan langsung mencium bibir istrinya yang sedari tadi sudah begitu menggoda bagi Niko, mendapat serangan dari suaminya seketika Rina langsung membulatkan matanya tetapi semakin lama Rina pun terhanyut ikut membalas ciuman suaminya walaupun masih terasa kaku karena ini baru pertama buat Rina.


“Itu DP dulu buat malam pertamanya ya sayang” ucap Niko ketika mereka sudah melesaikan ciumannya dengan tangan terulur untuk mengusap sisa ciuman mereka di bibir sang istri.


Mendengar ucapan suaminya membuat wajah Rina memerah karena malu, “Apaan sih mas DP memangnya beli mobil pake DP” ucap Rina


“gemes banget sih kalau liat kamu blusing begini, oh ya mas punya sesuatu, tunggu sebentar ya” ucap Niko lalu dia beranjak menuju meja Rias yang dia sediakan di kamar untuk istrinya, sedangkan Rina hanya memperhatikan gerak gerik suaminya. Rina melihat Suminya kembali dengan membawa sebuah amplop yang Rina tidak tahu apa itu isinya.


“Apa ini mas?” Tanya Rina ketika menerima amplop tersebut dari suaminya.


“Buka saja sayang” ucap Niko, lalu Rina pun membuka amplop tersebut, dia terkejut dengan isi amplopnya yaitu 2 tiket pesawat yang dia baca tujuannya kemana membuat dia tidak percaya.


“Mas kita...”


“iya sayang kita berdua akan pergi Honeymoon sekalian umroh selama 2 minggu” ucap Niko menyambungi ucapan istri ya.


“Alhamdulillah, terimkasih mas” ucap Rina langsung memeluk suaminya.


“Hanya dapat peluk saja nih” ucap Niko menggoda istrinya.


“Terus mas mau apa, maaf aku malah gak siapin hadiah apa apa buat mas Niko” ucap Rina merasa bersalah melerai pelukannya dan menatap wajah suaminya dengan sendu.


“Mas mau cium disini, disini, disini dan diaini” icap Niko sembari menunjuk kening, kedua pipinya dan yang terakhir dia menunjuk bibirnya.


Mendengar permintaan suaminya membuat Rina malu.


“Gak papa kali yah aku cium mas Niko, toh mas Niko suami aku” batin Rina

__ADS_1


“Mas Niko tutup mata atuh, aku malu” ucap Rina, dan Niko pun langsung menutup matanya dengan cepat Rina memberikan ciuman kepada Niko sesuai permintaannya, tapi ketiak Rina memberi ciuman di bibirnya Niko langsung menahan tengkuknya, yang tadinya hanya sekedar ingin mengecup nya kini menjadi sebuah cumbuan yang begitu lembut yang Niko berikan sampai keduanya kehabisan nafas baru Niko melepas ciumannya.


“Sudah dulu ya, mas takut kebablasan, kita istirahat dulu baru nanti kita bersiap setelah makan malam kita langsung berangkat ya sayang” ucap Niko sembari mengelus pipi istrinya. Rina hanya menganggukkan kepalnya karena malu atas apa yang telah dia lakukan dengan suaminya.


__ADS_2