
“Nisa, gimana keadaan kamu sekarang, kamu gak papa kan, kamu baik baik saja kan?” Tanya Niko dengan raut wajah paniknya menghampiri ranjang pasien yang di tempati Nisa dia tidak melihat kalau disitu ada orang lain selain Nisa.
“Mas Niko, mas Niko tahu dari mana aku di rumah sakit?” Tanya Nisa mengkeratkan kening kenapa mantan suaminya bisa mengetahui kalau dirinya masuk rumah sakit.
“Mas tahu dari Mita pas lagi ke rumahnya mau antar barang punya Tasya yang tertinggal, kata dia kamu habis ngantar catring terus kecelakaan, kamu baik baik saja kan?” Tanya Niko lagi.
“Aku sudah baikkan ko mas, hanya masih perlu perawatan dokter saja” jawab Nisa dengan tangannya masih menggenggam tangan Kelvin agar tidak pergi, dia tidak mau lagi Kelvin menjadi salah paham nantinya. Sedangkan Kelvin sudah dia mencoba menahan rasa cemburunya agar tidak terlihat oleh Nisa, tetapi di lihat dari wajahnya tidak bisa di bohongi, wajahnya terlihat memerah seperti menahan amarahnya.
Mata Niko tertuju kepada genggaman tangan Nisa, dan dia sudah tidak kaget lagi ketika melihat siapa yang tangannya tengah di genggam oleh mantan istrinya itu. Suasana menjadi hening dan di kagetan ada suara dering telfon yang mengagetkan semuanya, ternyata suara dering telfon itu berasal dari Niko.
Niko langsung meraih benda pipihnya yang tepat ada di balik jasnya di lihat siapa yang menghubungi dirinya dan ternyata di layar Handphone tertuliskan nama Mita, lalu Niko langsung mengangkat telfon tersebut mungkin Mita mau menanyakan tentang Nisa kepadanya pikir Niko.
“Hallo, iya dek” ucap Niko
“Mas, gimana? Mas Niko sudah tahu Nisa di bawa ke rumah sakit mana?” Tabya Mita
“Sudah dek, nih mas sudah di ruangannya Nisa, mas alihkan ke videocall ya biar kamu bisa lihat” ucap Niko
“Boleh mas” sahut Mita, dan Niko langsung merubah sambungan telfonnya menjadi video call dan ketika wajah Mita sudah nampak di layar Niko langsung mengarahkan kameranya kepada Nisa.
“Ya allah Nisa, gimana keadaan kamu sekarang, kata Susi kamu kejatuhan kayu bangunan di lokasi proyek tempat kalian ngantar catring” tanya Mita dengan khawatir.
“Aku baik baik saja mit, hanya nyeri nyeri sedikit saja di bagian punggungnya” jawab Nisa
“Terus yang bawa kamu ke rumah sakit siapa?” Tanya Mita
“Mas Kelvin” jawab Nisa lalu dia memberi kode kepada Mita untuk segera meminta Niko pergi dari ruangannya karena situasinya terlihat sangat tegang, melihat gelagat dan jawaban sahabatnya membuat Mita langsung mengakhiri panggilan videonya.
“Ya sudah, kamu cepat sembuh ya, nanati aku akan menyempatkan menjenguk kamu sama mas bagas” ucap Mita
__ADS_1
“Gak usah mit, nanti kalau kamu kesini Tasya sama siapa, kasian Tasya nanti sendirian kalau di tinggal” ucap Nisa merasa tidak enak, padahal dia bisa ngertiin sahabatnya, karena sekarang kan sahabatnya punya aktivitas baru yaitu mengurus Tasya.
“Nanti kan bisa aku titipin ke papanya, bisa kan mas?” Tanya Mita kepada Niko.
“Boleh, toh di rumah juga ada temannya, pasti Melvin juga senang kalau Tasya main ke rumah” jawab Niko, Melvin adalah anak dari adik kandung Niko yaitu Miko, karena semenjak mamanya mengalami stroke Miko dan juga istrinya Amel pindah menjadi tinggal di kediaman Pratama.
“Ya sudah, bye semuanya, makasih ya mas sudah mau di mintain tolong sama aku untuk melihat Nisa” ucap Mita sebelum mengakhiri panggilan telfonnya.
“Iya sama2 dek, ya sudah, bye Tasya “ pamit Niko ketika Mita mengaharahkan kameranya ke arah wajah baby Tasya.
“Bye papa” sahut Mita dengan menirukan suara anak kecil. Panggilan video pun sudah berakhir, suasana masih tegang, Niko tidak sama sekali menyapa Kelvin karena sejujurnya Niko juga merasa cemburu melihat mantan istrinya menggenggam erat tangan Kelvin karena sejujurnya Niko masih mencintai Nisa.
Setelah panggilan tadi berakhir, Niko langsung pamit ke Nisa karena dia harus kembali ke kantor, selepas Niko pergi Kelvin tetap bungkam tidak ada kata yang keluar dari bibirnya.
“Mas” panggil Nisa
“Kenapa sih dari mas Niko datang tadi diam saja?” Tanya Nisa, sebenarnya Nisa tahu pasti Kelvin ingin marah tapi tidak bisa di luapkan.
“Gak papa, harusnya tadi kamu biarin mas pergi, mas merasa gak enak sama tuan Niko mau rujuk sama mantan suami pake pegang pegang tangan laki laki lain” ucap Kelvin
Mendengar ucapan Kelvin membuat Nisa ingin tertawa, dalam hatinya benar apa yang di katakan Mommy safa kalau Kelvin mengira dirinya akan rujuk dengan mantan suaminya.
Kelvin mengerutkan keningny ketika Nisa tertawa“Ko kamu malah tertawa sih” protes Kelvin
“Lagian mas kalau lagi cemburu tuh lucu” ucap Nisa
“Siapa juga yang cemburu, mas gak cemburu” ucap Kelvin mengelak kalau dia sebenarnya cemburu pada Niko.
“Yakin gak cemburu, Ok kalau begitu apa aku terima saja ya tawaran mas Niko untuk rujuk” ucap Nisa pura pura dia hanya ingin memancing Kelvin.
__ADS_1
“Jangan, eh maksud aku..”
“lagian siap juga yang mau rujuk sama dia, kenapa mas Kelvin mengira aku mau rujuk sama dia sih?” Tanya Nisa
“Ya waktu itu mas pernah lihat kamu bahagia banget ngobrol berdua sama dia pakai pegang pegang tangan dia lagi” jelas Kelvin
“Lagian kenapa mas gak menghampiri aku pas melihat aku ada di situ” tanya Nisa
“Memangnya kamu mau nemuin mas, pesan dan telfon mas saja di abaiakan sampai ganti nomor kontak lagi, lagian mas juga gak mau ganggu orang lagi nostalgia” sindir Kelvin.
“Dih siapa juga yang nostalgia, mau dengar ceritanya gak pas ketemu dia ngomingin apa?” Tanya Nisa dan Kelvin pun hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Nisa.
Tanpa menunggu jawaban Kelvin, Nisa pun menceritakan kalau Waktu itu Niko hanya minta maaf atas perlakukan mamanya kepada Nisa, dan Nisa juga menceritakan kalau Niko itu menemui dirinya karena ingin menanyakan perihal ayah kandung dari anak yang di kandung oleh istrinya karena si Misya sudah melahirkan dan sekarang sedang koma di rumah sakit, dan anaknya sekarang di rawat oleh Ayah kandungannya dan juga Mita sahabatnya.
Setelah mendengar cerita Nisa, Kelvin merasa senang dalam hatinya tapi dia sedih ketika mengingat kalau dia sudah mengiyakan permintaan mommynya untuk di jodohkan dengan anak dari sahabat Mommy safa.
“Mas Kelvin gak papa menemani aku disini, nanti pacaranya marah lagi” ucap Nisa
“Pacar dari mana, boro boro pacar sekalinya jatuh cinta juga di tolak melulu” sindir Kelvin.
“Itu yang kemarin di resto siapa kalau bukan pacarnya mas Kelvin, mesra banget kelihatanya?” Tanya Nisa
“Kamu cemburu?” Tanya Kelvin
“Siapa yang cemburu, kan aku hanya nanya” jelas Nisa.
“Dia itu klien mas, itu lah yang buat mas malas meeting dengan klien perempuan tuh kebanyakan kelakuannya kaya gitu suka cari perhatian, makanya mas paling tidak suka meeting dengan klien Perempuan” jelas Kelvin
Terpaksa obrolan mereka berhenti sampai disitu, karena Perawat datang, harus membawa Nisa untuk melakukan CT scan seperti yang di katakan dokter tadi.
__ADS_1