
Di sebuah pemakaman umum, sorang wanita tengan mengadu di depan makam kedua ornagtuanya atas apa yang telah terjadi pada dirinya selama di tinggal oleh kedua orang tuanya.
Ya wanita itu adalah Nisa, selepas pergi dari mansion Osmond dia menaiki taksi menuju sebuah tempat pemakaman umum dimana kedua orang tuanya di makamkan, sesampainya di makan kedua orang tuanya hal yang pertama dia lakukan adalah menabur bunga dan juga memanjatkan doa untuk kedua orang tuanya, sudah lama dia tidak mengunjungi makam kedua orang tuanya, biasanya dia akan menyempatkan ke makam kedua orang tuanya 1 bulan sekali sewaktu masih bersama Niko, setelah Niko makin sibuk dan dirinya di rundung berbagai maslah yang terus berdatangan, itu yang membuat Nisa belum sempat mengunjungi makam kedua orang tuanya.
Kini dia datang ke makam kedua orang tuanya, dia duduk di tengah tengah antara makam mama dan papa nya.
"Mah, pah, mama sama papa, apa kabar? Nisa berharap kalian selalu bahagia di atas sana, dan mah, pah aku rasanya ingin ikut bersama kalian Nisa sudah gak sanggup lagi memjalani hidup ini mah pah, apa Nisa tidak pantas untuk bahagia, kenapa di saat aku sudah menemukan orang yang tulus sayang sama aku dan dia sudah aku anggap sebagai mama kedua bagi aku, tapi aku sudah mengecewakannya mah, Nisa harus bagaimana? Rasanya Nisa ingin ikut kalain" ucap Nisa menangis dihadapan makam kedua orang tuanya, sembari mengusap Nama mama papahnya yang tertulis di Nisannya.
Rasa Nisa ingin ikut kedua orang tuanya, dia tidak snaggup lagi untuk menjalani hidup ini, kenapa masalah terus bertubi tubi menghampirinya, apakah dia tidak pantas untuk bahagia, apa dia tidak pantas untuk di cintai dan di sayangi oleh orang.
***
Sedangkan Di mansion osmond kini Kelvin tengah di sidang di depan kedua orang tuanya di ruang tengah, ketika pulabg tadi Kelvin sampai mansion langsung mencari Nisa dari lantai bawah sampai lantai atas tepatanya dia mencari di kamarnya sendiri, karena terakhir dia berbalas pesan dengan Nisa kalau Nisa mengatakan sedang istirahat di kamarnya tetapi dia tidak mendapatkan Nisa di kamarnya , ketika keluar kamar bersamaan dengan Mommy safa dan Daddy Albert keluar dari ruang kerja yang letaknya sama sama di lantai dua dan tidak jauh dari kamar Kelvin.
Dan ketika melihat kedua orang tuanya, Kelvin langsung menanyakan diaman keberadaan wanita pujaan hatinya itu, bukannya menjawab tetapi Mommy safa sengaja memasang wajah galaknya dan meminta Kelvin untuk Ke ruang tengah karena ada yang ingin di sampaikan oleh momny safa, dan Kelvin yang melihat wajah galak sang mommy berarti dia sudah tahu bahwa momennya sedang ingin bicara serius dan terlihat marah padanya, dan Kelvin pun langsung memandang wajah sang Daddy, matanya mengisyaratkan menanyakan ada apa dengan mommynya tetapi Daddy Albert tidak menjawab dia hanya menaikan bahunya bertanda dia tidak tahu apa apa.
Dan kini semuanya sudah duduk di sofa yang tersedia di ruang tengah, yang dimana Daddy Albert dengan setia duduk di samping sang sitri dengan tangan memluk pinggang mommy safa. Sedangkan Kelvin harap harap cemas dia duduk di sofa tepat di hadapan mommy safa dan Daddy Albert.
"Mom, sebenarnya Nisa kemana kenapa aku cariin di mansion tidak ada, terus aku hubungin nomornya tidak aktif" tanya Kelvin
"Sebelum mommy jawab perrtanyaan kamu, sekarang kamun jawab pertanyaan mommy terlebih dahulu, kenapa kamu gak pernah cerita tentang Nisa ke Mommy, tentang siapa dia, setatusnya apa, keluarganya siapa?" Tanya balik Mommy safa dengan nada tegas kepada putra.
"Mom, mommy suruh Nisa pergi dari mansion, Mom ini semua bukan salah Nisa mom, ini semua salah Kelvin, dan untuk masalah kenapa Kelvin belum cerita ke mommy, karena Kelvin mau Mommy mengenal Nisa terlebih dahulu giman karakternya dan juga sifatnya dia, agar mommy tidak salah menilai tentang Nisa mom, dan untuk masalah status Nisa, apa itu yang mempermasalahkan buat mommy, yang sekarang setatus Nisa adalah seorang janda, asal mommy tahu selama ini kelvin yang mengejar dia, Kelvin yang mendekati dia dan sudah beberapa kali Kelvin sering menyatakan perasaannya kepda Nisa mom tetapi Kelvin selalu di tolak, karena apa, karena dia sepertinya sudah trauma untuk menikah lagi lebih tepatnya mungkin dia trauma punya suami orang kaya, orang memandangnya menikah karena harta, takut keluarga dari suaminya tidak bisa menerima dia seperti pernikahan dia sebelumnya. , itulah yang di takutkan oleh Nisa, dan kalau Kelvin boleh memilih lebih baik Kelvin tidak punya apa apa agar bisa hidup bersama sama Nisa Mom, kan Mommy pernah bilang ke Kelvin, Mommy akan terima siapa pun yang akan menjadi pasangan hidup aku asalkan dia adalah wanita baik baik, tepi kenap sekarang Mommy tidak memberi restu kepada Kelvin dan Nisa Mom" Jelas Kelvin menatap sang mommy lalu dia menarik rambutnya fruatasi kenapa semuanya jadi seperti ini, tiba tiba Kelvin menundukan kepalanya dengan kedua tangannya memegangi kepalanya.
Mommy safa melihat reakai putranya seperti itu merasa tidak tega, dia baru melihat ternyata putranya sudah Benar benar jatuh cinta kepda wanita yang bersetatus janda tanpa anak itu. "Kata siapa mommy tidak merestui kalian" ucap Mommy secara tiba tiba.
Mendengar ucapaan sang mommy otomatis Kelvin langsung menegakkan kepalanya dan menatap sang mommy." Maksud momny, Mommy merestui hubungan Kelvin dan juga Nisa?" Tanya Kelvin memastikan kalau dia tidak salah dengar, dan mommy safa pun langsung menganggukkan kepalanya menandakan kalau dia merestui hubungan mereka berdua.
Melihat jawaban mommynya, otomatis kelvin langsung berajak dari duduknya dan memeluk mommynya yang tepat di hadapannya."thank you mom, cup cup" ucap Kelvin lalu memberikan kecupan di pipi kiri kanan mommy safa, setelah itu langsung kembali ke tempat duduknya semula dan langsung dapat tatapan tajam dan lemparan bantal dari Daddy Albert.
"Terus sekarang Nisa kemana Mom?" Tanya Kelvin
"Nisa pergi dari mansion, sepertinya Nisa salah paham sama Mommy, dikira dia Mommy marah sama dia, soalnya tadi ada mantan merutnya Nisa di salah satu teman arisan Mommy, dia memberitahu mommy kalau Nisa ini lah itu lah, dan Momny hanya diam, maksud mommy diam tuh bukan marah sama Nisa, tetapi Mommy diam biar kesannya terlihat kalau mommy itu percaya dengan kata katanya jeng erina dan mommy mau mlihat sampai sejauh mana dia menghina calon menatu mommy itu, tetapi Nisa menganggap kalau mommy marah sama dia, lalu dia pergi dari mansion sembari menangis kata penjaga mansion di luar" jelas Mommy safa.
__ADS_1
Mendengar ucapan mommynya kalau Nisa keluar mansion sembari menangis, Kalvin langsung beranjak dari duduknya untuk memcari Nisa tetapi baru selangkah dia maju lengannya langsung di tahan oleh Mommy saf. "Mau Kamana kamu?" Tanya Mommybsafa
"Mau cari Nisa lah mom, pasti dia sekarang sedang sedih banget dan pastinya dia akan marah dengan kelvin, yang kelvin takuti hanya takut Nisa tidak mau bertemu dengan Kelvin lagi mom" ucap Kelvin
"Tenang Boy, Daddy sudah suruh orang untuk ngikutin calin menantu Daddy ko, dia baik baik saja, biarkan saja dia tenang dulu mungkin dia sedang butuh waktu sendiri janagn di ganggu dulu" ucao Daddy Albert
"Iya sayang, mendingan besok saja nyamperin Nisanya, nanti juga mommy mau datang ke rumahnya untuk jelasin semuanya ke dia kalau mommy tidak marah sam dia" ucap Mommy safa
"Thank you mom dad" ucap Kelvin, dia sedikit marasa lega karena Daddy Albert sudah memerintahkan orang untuk mengikuti Nisa, walaupun sebenarnya dia masih kepikiran karena belum liat secara langsung giman keadaannya sekarang.
***
Sedangkan mama Erina sepanjang jalan pulang dari mansion Osmond menuju kediamannya, dia terngiang-ngiang akan ucapan mommy safa, apa benar kalau selama ini putranya lah yang mandul bukan Nisa, tetapi sebisa mungkin mmama erina menyangkal itu semua.
Sesampainya di rumah, turun dari mobil Mama Erina langsung mencari Niko, tetapi tidak Mendapatkan Niko di mana pun.
"Jah, ijah" panggil Mama Erina
"Iya nyah, nyonnya manggil saya?" Tanya Bi ijah
"Oh itu nyah tadi tuan Niko membawa non Misya ke rumah sakit sepertinya mau melahirkan" jelas bi ijah, mendengar jawaban salah satu pembantunya seketika mama Erina langsung panik karena mendengar menantunya akan melahirkan.
"Ko kamu tidak ngabarin saya dari tadi kalau Misya mau melahirkan" omel mama Erin
"Saya takut ganggu acara Nyonya" ucap bi ijah, tanpa menanggapi ucapan bi ijah, mama Erina langsung mengambil tasnya kembali di dalam kamar dan langsung beranjak meminta sopir untuk mengantarkan rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit mama Erina langung menanyakan kedatangan pasien bernama Misya, ternyata pihak rumah sakit mengatakan kalau Misya tengah memnjalani oprasi caesar, mama Erina pun langsung bergegas menuju ruang oprasi dimana menantunya tengah di oprasi.
Dari kejauhan mama Erina sudah melihat Niko yang sedang duduk di kursi tunggu, lalu mama erina pun mempercepat jalannya dan langsung menghampiri Putranya.
"Nik, gimana keadaan Misya dan cucu mama?" Tanya Mama Erina tidak kunjung dapat jawaban dari putranya.
"Niko, mama tanya gimana keadaan Misya dan cucu mama?" Tanya mama erina lagi.
__ADS_1
"Dia bukan cucu mama" ucap Niko lansung berdiri menatap mamanya.
" maksud kamu apa Niko?" Tanya mama erina.
"Mama mau tahu maksud aku apa iya, jadi selama ini kita di tipu oleh Misya, anak yang dia kandung adalah anak laki laki lain" ucap Niko
"gak mungkin Niko, dia itu cucu mama" bantah mama Erina
"Terserah mama mau percaya atau tidak, yang jelas aku sudah punya buktinya dan setelah anak itu lahir, aku akan melakukan tes DNA kembali, dan asal mama tahu saja selama ini yang susah untuk punya anak itu aku bukan Nisa, selama ini Nisa menutup nutupi semunya dari kita hanya karena dia tidak mau kita sedih, tapi apa yang dia dapat hanya penghinaan dari mama, dan aku kecewa sama mama nyatanya selama ini mama merencanakan semuanya untuk memisahkan aku dan juga Nisa, mama tahu Kenapa Miko tidak mau tinggal di rumah karena dia tidak mau nasib Amel sama seperti Nisa, dia tidak mau pernikahannya hancur karena di campuri oleh mama" ucap Niko dengan dingin.
Mama Erina seketika mematung mendengar ucapan dari putranya, seakan akan dia merenungi apa yang telah dia lajukan selama ini, dengan tubuh yang sudah panas dingin, jantungnya berdetak lebih cepat, lalu mama Erina memegang dadanya dan secara tiba tiba nafas nya tersengal sengal dengan bersandar di kursi tunggu rumah sakit.
Niko panik ketika melihat keadaan mamanya, Niko langsung memanggil suster dan mereka langsung membawa mama Erina ke ruang IGD untuk di tangani oleh dokter, Niko bingung harus menunggu dimana, dia mau nungguin mamanya tapi takut operasinya sebentar lagi selesai, akhirnya Niko memutuskan untuk menghubungi Miko sang adik untuk datang ke rumah sakit untuk menemani mamanya.
Selang beberapa menit kemudian setelah Niko menghubungi Miko adiknya, Dokter keluar dari ruang oprasi.
"Gimana keadaan istri dan anak saya dok?" Tanya Niko menghampiri dokter.
"Selamat anda mendapatkan seorang putri yang cantik, anak anda sehat tanpa kekurangan apa paun tapi maaf karena istri Anda mengalami pendarahan yang sangat banyak, mengakibatkan istri anda mengalami koma" ucap Dokter
"Apa dok, Koma?" Tanya Niko lagi
"Iya pak, itu saja yang ingin saya sampaikan, saya permisi dulu pak mari" ucap Dokter langsung berjalan meninggalkan ruang oprasi namun baru beberapa langkan, langkahnya terhenti ketika Niko memanggilnya.
"Tunggu dok" panggil Niko berjalan menghampiri dokter
"Iya ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya doktwr
"Saya minta tolong kepada dokter untuk melakukan tes DNA kepada saya dan anak saya yang baru lahir, hanya untuk bukti saja dok" ucap Niko dengan memohon.
"Baik pak, nanti saya meminta suster untuk mengambil sempel dari bapak, kalau begitu saya permisi pak: ucap Dokter
"Iya maksih ya dok" ucap Niko lalu menyalami tangan dokter.
__ADS_1
"Sama sama pak" sahut dokter.