
2 hari berlalu setelah Nisa memberitahu Kelvin tentang kehamilannya, kini Kelvin lebih posesif terhadap istrinya apalagi istrinya hamil 3 calon anaknya sekaligus, jadi Kelvin meminta kepada istrinya untuk berhenti bekerja, jika Istrinya merasa bosan boleh sesekali datang ke resto. Nisa pun menuruti semua permintaan suaminya, karena dia juga ingin bener bener menjaga kehamilannya, karena ini adalah hal yang sangat dinantikan oleh dirinya, dan sekarang dia sudah di beri kepercayaan sekaligus oleh Allah untuk merasakan menjadi seorang wanita seutuhnya, bisa merasakan rasanya hamil dan melahirkan seperti apa nantinya.
Sedangkan Niko dalam hatinya bertanya tanya kenapa sudah dua hari ini dia tidak melihat adanya Rina di rumahnya, dia sempat berfikir apa Rina mengambil cuti atau bagaimana Niko tidak tahu karena tidak ada yang lapor kepadanya.
“Mah, ko aku sudah dua hari ini gak lihat Rina, dia kemana?” Tanya Niko yang kini sedang menikmati sarapannya bersama ibu, adik serta adik iparnya.
“Wih.., kayaknya ada yang kangen nih sama perawat mamah” ledek Miko ketika mendengar sang kakak menanyakan keberadaan Rina.
“Kangen apaan, orang gua cuman nanya doang, maksud gua tuh kalau dia cuti atau tidak masuk kerja tuh lapor dulu ke gua” ucap Niko mencoba menyangkal ucapan adiknya, padahal sebenarnya dia merindukan keberadaan Rina, yang memang hampir setiap malam setelah Rina mengantar Mama Erina ke kamar untuk tidur, mereka sering mengobrol di taman belakang tapi sudah dua hari ini dia tidak melihat keberadaan gadis yang sebenarnya sudah menggantikan nama Nisa di hati Niko.
“Terus saja menyangkal, giliran sudah di ambil orang saja nyesel nanti, awas loh bang, Rina itu banyak yang suka di rumah sakit ada dokter ada perawat cowok pada naksir sama dia, iya gak sayang” ucap Miko dan langsung di angguki oleh Amel.
“Iya bang, kemarin saja Rina cerita sama aku kalau dia sempat di tembak sama dokter siapa gitu namanya aku lupa, dia minta Rina jadi pacarannya” sambung Amel, mereka berdua bekerja sama ingin memanas manasin Niko tentang Rina. Tapi memang benar apa yang di katakan Amel ada beberapa teman kerjanya yang memang menyukai Rina tapi Rina tidak pernah menerima perasaan mereka alasan awal karena ingin fokus untuk kerja dan menjadi perawat yang bisa di banggakan oleh Rumah sakit tempat dia bekerja tapi semenjak dia bertemu Niko, alasannya ya karena hati Rina sudah terlanjur terisi oleh nama Niko Pratama.
“Terus, Rina terima gak cowok itu?” Tanya Niko penasaran.
“Penasaran bang?” Tanya balik Miko sembari menahan senyumnya.
“Tidak, hanya tanya saja, kalau Amel tidak mau kasih tahu juga tidak papa” jawab Niko mencoba menetralkan perasaannya, padahal dia harap harap cemas semoga Rina tidak menerima ajakan cowok yanh di maksud Amel.
“Ya Rina sih jawabnya tidak mau” ucap Amel membuat Niko merasa lega.
“Karena dia sudah jatuh cinta sama laki laki lain, tapi laki2 itu tidak peka peka sama perasaannya” ucap Amel yang sebenarnya menyindir kakak iparnya tapi kakak iparnya tidak sadar.
“Ya gak usah di tungguin bilang kalau laki2nya gak peka mah, mendingan sama yang pasti pasti saja” ucap Niko, membuat semuanya tidak bisa menahan ketawanya lagi.
Melihat Mama, adik dan adik iparnya yang tiba tiba tertawa bersamaan membuat Niko bingung.
“Kenapa kalian pada ketawa sih, oh ya mama belum jawab pertanyaan aku tadi, 2 hari ini Rina kemana mah?” Tanya Niko kepada sang ibu.
“Lah memangnya Rina tidak bicara ke kamu nik?” Tanya balik mama Erina
“Bicara apa mah, gak ada, dia gak bilang apa apa sama Niko” jawab Niko.
“Di kira mama, dia bicara sama kamu, soalnya pas pamit ke mama sama Amel waktu itu, jangan kasih tahu kamu dulu katanya biar dia yang kasih tahu kamu gitu” jelas mama Erina.
“Pamit, pamit kemana sih mah?” Tanya Niko penasaran.
“Dia bilang ke mamah mengundurkan diri dari 1 minggu yang lalu, tapi baru pamit perginya itu baru 2 hari yang lalu. kata Rina, dia ikut bakti kesehatan ke suatu desa bersama beberapa teman perawatnya dan juga beberapa dokter” jelas mama Erina, membuat Niko menjadi panas dingin.
“Kenapa main keluar kerja seenaknya sendiri sih, dan kenapa kalian gak ada yang lapor sama saya jika Rina mengundurkan diri” ucap Niko
__ADS_1
“Ya di kira mama, Rina sudah kasih tahu kamu, orang kamunya aja diam diam saja” jawab mama Erina.
“Makanya bang jadi laki laki tuh jangan suka PHP in anak orang jadinya kabur kan” sindir Miko, mendengar itu semua Niko langsung beranjak dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan ruang makan dia akan menemui Rina ke kontrakannya terlebih dahulu.
“Semoga saja tidak terlambat” gumam Niko yang kini tengah mengendarai mobilnya. Sesampainya di kontrakan tempat tinggal Rina, kontrakannya pun sepi seperti kosong tidak ada orang di dalamnya, lalu dia melanjutkan mengendarai mobilnya menuju rumah sakit tempat Tina bekerja.
“Maaf sus, kenal dengan perawat Rina tidak?” Tanya Niko kepada salah satu perawat di SJ Hospital tempat Rina bekerja.
“Oh mbak Rina tuan, mbak Rina sedang ikut dinas bakti kesehatan ke Kalimantan tuan, baru saja kemarin pagi mereka berangkat” ucap perawat tersebut membuat Niko tiba tiba lemas dan langsung duduk di kursi tunggu.
“Ya Allah kenapa hati hamba rasanya sakit ketika mendengar dia pergi, apa aku sudah bisa melupakan Nisa, ldan mulai suka dengan Rina, ya Allah berikankah petunjuk kepadaku” batin Niko, dia langsung pergi meninggalkan rumah skait dan langsung menuju kantornya.
****
Seminggu berlalu, kini hari weekend dimana biasanya Tasya akan main ke rumah Niko untuk beramin bersama papanya. Seperti biasa sekitar jam 10 pagi Mita mengantarkan Tasya ke rumah Niko. Mama Erina juga sudah menerima dan menganggap Tasya seperi cukunya sendiri ketika dia sudah berubah dan menyadari kealahannya di masa lalu.
“Mas Niko kemana mel?” Tanya Mita yang kini mereka bersua sednag dusuk di ruang keluarga sembari mengawasi anak anak mereka main tepat di hadapannya.
“Biasa mbak, lagi galau karena di tinggal pergi sama Rina” jawab Amel
“Tunggu tunggu, maksud kamu mas Niko suka sama Rina perawat pribadinya mama Erin?” Tanya Mita, semenjak Niko bercerita dan memutuskan untuk merawat Tasya bersama sama dengan Bagas selaku Ayah kandung Tasya, mama Erina juga meminta kepada Mita dan juga Bagas untuk memanggilnya mama, karena mama Erina juga akan menganggap mereka seperti anaknya sendiri. Bagas dan Mita pun senang dengan perubahan mama Erina dan bisa menganggap mereka anak karena posisinya mereka juga sudah tidak memiliki orang tua.
“Tapi mbak bang Niko masih suka menyangkal kalau dia itu sebenarnya suka sama Rina, sampai aku kemarin tuh sama mas Miko manas manasin dia supaya sadar gitu sama perasaannya terhadap Rina” ucap Amel dengan kesal.
“Aku punya rencana agar mas Niko mau mengakui perasaannya kepada Rina, di jamin manjur, sini aku bisikin” ucap Mita lalu membisikan idenya itu tepat di telinga Amel.
“Ngertikan, nanti kalau mas Niko kesini nemuin Tasya kita buat saja seolah olah ceritanya seperti itu” ucap Mita
“Sip mbak” sahut Amel. Tidak lama kemudian Niko keluar dari ruang kerjanya berjalan menuju ruang keluarga.
“Mel tahu tidak, kemrin aku kan imunisasi Tasya, ada gosip terbaru loh di rumah sakit” ucap Mita sembari mengedipkan matanya memberi kode kepada Amel memberitahu jika Niko sedang menghampiri mereka.
“Gosip apaan mbak?” Tanya Amel pura pura penasaran, mereka sengaja meninggikan suaranya agar bisa terdengar oleh Niko.
“Itu loh dokter ganteng itu yang agak ke bule bulean siapa sih ya namanya, dokter frans, iya dokter frans dia katanya akan melamar salah satu perawat di rumah sakit itu tapi tidak tahu siapa perawat yang di sukai dokter ganteng itu” jawab Mita
“Yang mana sih mbak aku jadi penasaran orangnya, mbak punya fotonya tidak?” Tanya Amel.
“Tunggu sebentar ya coba mbak cari di sosial medianya” ucap Mita sembari meraih handphonenya yang ada di tasnya.
“Hai dek, sudah lama datangnya, bagas mana?” Tanya Niko yang kini sudah ada di runag keluarga.
__ADS_1
“Sudah dari tadi kali mas, mas Bagas di teras belakang lagi sama Miko, tuh anaknya mendekat mas, papa kelamaan ya sayang, gak keluar keluar ya” ucap Mita ketika melihat Tasya merangkak ke arah Niko ketika tahu papanya datang.
“Aduh princessnya papa ini, kangen ya sama papa” ucap Niko sembari meraih Tasya untuk di gendong dan langsung menciumi wajah Tasya dengan gemes.
“ini loh mel fotonya dokter frans yang mbak maksud” ucap Mita melanjutkan obrolan mereka dan memperlihatkan foto dokter yang di maksud Mita padahal Mita asal cari di google.
“Ini kan dokter yang Rina ceritakan mbak” ucap Amel sembari melirik ke arah kakak iparnya, Niko pun ketika nama Rina disebut sebut oleh adik iparnya dia mulai mendekat ke arah Mita dan juga Amel agar bisa dengar jelas apa yang mereka bicarakan.
“Memang Rina cerita apa sama kamu mel?” Tanya Mita pura pura penasaran.
“Jadi waktu itu dokter frans itu pernah meminta Rina untuk jadi pacarnya, tapi Rina sempat menolak karena dia suka sama laki laki lain tapi laki laki itu tidak pernah mengakui perasaannya, tapi kata Rina dia sudah mulai melupakan laki laki yang di sukainya itu, apa mungkin dokter frans mau melamar Rina mbak” ucap Amel
“Ya bisa jadi, kemungkinan besar Rina juga bakal menerimanya, siapa sih yang tidak mau sama dokter frans sudah ganteng, sukses terus mereka sama sama satu profesi” ucap Mata mencoba memuji dokter frans.
“Iya ya mbak apalagi sekarang mereka berdua sama sama sedang berdinas di desa bersama” ucap Amel membuat Niko membulatkan matanya.
“Bisa jadi dokter frans mau melamarnya pas di desa lagi” ucap Mita
“Bisa jadi mbak” sahut Amel membuat Niko terbakar api cemburu.
“Sayang kamu sama Bunda dulu ya, cup” ucap Niko sembari menyerahkan Tasya ke Mita dan dia langsung berjalan menuju kamarnya.
“Loh mas mau kemana?” Tanya Mita
“Mas tiba tiba ada kerjaan ke luar kota, mas lupa” ucap Niko sembari menengok ke arah ruang keluarga setelah itu dia langsung melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Dia akan bersiap packing seadanya dia memutuskan akan menyusul Rina ke kalimantan, sebelum itu dia akan meminta asistennya untuk menanyakan alamat tempat tinggal Rina selama tinggal di kalimantan dimana.
Setelah seleisai packing dan mengganti pakaiannya dengan rapih, Niko keluar kamar sembari membawa sebuah koper ukuran sedang.
“Mel, tolong pamitin ke mama ya, bilang abang ada kerjaan mendadak ke luar kota” ucap Niko masih berusaha menutupi dari keluarganya.
“Baik bang, hati hati bang” sahut Amel
“Hemm” sahut Niko, lalu dia mendekati Tasya yang ada di pangkuan Mita.
“Papa pergi dulu ya sayang, cup” pamit Niko kepada Tasya lalu mencium kening Tasya.
“Hati hati papa” ucap Mita menirukan suara anak kecil srmbari melambaikan tangan Tasya.
“Bye.., assalamualaikum” ucap Niko
“Waalaikum salam” sahut Mita dan Amel, ketika melihat Niko sudah keluar rumah mereka berdua langsung tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Niko.
__ADS_1