Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra Part 3


__ADS_3

Setelah berkeliling kampung dengan menaiki motor, Niko dan Rina kini mereka berhenti di sebuah warung kopi yang ada di pinggir jalan, masih banyak yang ingin mereka bicarakan, Niko menggandeng tangan Rina lalu berjalan memasuki waring kopi tersebut, Rina menatap tangannya yang di genggam oleh Niko dia merasa mimpi, padahal Rina sedang menghindari pria yang di hadapannya ini tapi kenapa di saat Rina ingin belajar melupakannya malah Niko yang malah mendekat.


"Eh... ada mbak suster, mau pesan apa mbak, mas?" Tanya Ibu yang punya warung kopi yang memang seluruh warga desa itu sudah mengenal siapa Rina dan ada kepentingan apa dia di desa ini.


"Kopi hitam satu ya bu gulanya 3 sendok saja, sama teh hangat tanpa gulanya satu" ucap Rina, Niko tersenyum mendengar jawaban Rina, ternyata gadis di sampingnya ini masih ingat kopi kesukaannya.


"Baik mbak, silahkan duduk dulu"


Mereka berdua pun langsung mencari tempat duduk sembari menunggu minuman datang. Tiba tiba suasana menjadi canggung tidak seperti tadi Niko dengan PD nya mengeklem Rina calon istrinya.


"Jadi sebenaranya Tuan Niko kesini ada keperluan apa? Apa ada kerjaan di daerah sini juga?" Tanya Rina yang masih belum mempercayai jika Niko itu ingin serius menjadikan dirinya calon istrinya.


"Eumm, itu mama, mama meminta aku untuk jemput kamu, dia maunya di rawat sama kamu katanya" jawab Niko mendadak ngebleng ketika di tanya oleh Rina.


"Owh..., kalau itu aku sudah jelasin semuanya ke Nyonya Erina tuan, dan mendingan tuan Niko kembali saja ke jakarta, percuma datang kesini saya akan tetap pada keputusan saya, saya gak akan pulang masih banyak orang yang membutuhkan saya disini" ucap Rina mersa hatinya sakit ketika mendengar jawaban Niko jika dia datang kesini karena permintaan mamanya. Dikira Rina, Niko datang ke desa memang benar ingin bertemu dengannya.


"Silahkan mbak, mas diminum" ucap ibu Warung sembari meletakan secangkir kopi dan segelas teh di tambah lagi pisang goreng.


"Loh bu saya todak pesan ini" ucap Rina ketika melihat ada pisang goreng di meja.


"Gak papa mbak geratis dari saya" ucap pelayan warung


"Makasih mbak" ucap Rina


"Sama sama mbak" sahut pelayan warung.


Untuk menetralkan perasaannya yang sedang tidak karuan, dengan ceroboh Rina langsung meminum tehnya yang posisinya masih panas hingga dia pun langsung kepanasan lidah dan bibirnya.


"Auww...sh.." lenguh Rina langsung mengibaskan tangannya tepat di mulutnya.


"Awas dong hati hati, orang masih panas mau langsung di minum, sini aku tiup agar tidak melepuh" ucap Niko beranjak dari dusuknya lalu berdiri dan memposisikan wajahnya tepat di depan wajah Rina lalu dia memulai meniup bibir milik Rina dengan perlahan, pandangan mereka pun bertemu Niko tidak tahan lagi melihat bibir tipis milik Rina dan langsung menciumnya. Rina membulatkan matanya melihat apa yang dilakukan Niko, lalu Rina memukuli lengan Niko meminta Niko menyudahi ciumannya.


"Manis, aku suka" ucap Niko setelah melepas ciumannya lalu tangannya terulur menghapus jejak ciuman mereka tepat di sekitar bibir Rina.


"Ih tuan mah itukan first kiss aku yang nanti akan aku berikan buat suami aku kenapa tuan Niko main nyosor aja sih" omel Rina sembari memukuli dada Niko lalu tangannya langsung di tangkap oleh Niko.

__ADS_1


Niko meraih kedua tangan Rina untuk di genggamnya.


"Memangnya kamu gak mau jadi calon istri aku?" Tanya Niko, melihat Rina diam, Niko pun mencoba akan memancing Rina agar bisa menerima Niko sebagai calon suaminya.


"Oh.., aku tahu kamu pasti gak mau ya, mana ada sih yang mau menikah sama seorang duda, dua kali gagal menikah, apalagi umurnya sudah hampir kepala empat.


"Bukan begitu Tuan" sahut Rina ketika mendengar kata yang di ucapakan Niko


"Gak papa ko, aku juga memaklumi itu" ucap Niko lalu melepas genggaman tangan pada Rina. "Percuma dong datang jauh jauh buat ngungkapin cinta malah di tolak, nasib nasib" gumam Niko pura pura sedih sembari menundukan kepalanya.


"Aku mau" ucap Rina ketika mendengar gumaman Niko jika Niko ingin mengungkapkan perasaannya.


"Bener kamu mau, jadi calon istri aku?" Tanya Niko memastikan nya lagi dan Rina pun menganggukan kepalanya.


Melihat Rina menganggukkan kepalanya, Niko pun langsung memeluk Rina.


"Terimakasih, terimakasih sayang, kamu sudah mau menerima laki laki yang tidak sempurna ini, aku cinta dan sayang banget sama kamu" ucap Niko sampai dia mengeluarkan air matanya terharu ternyata hal yang selama ini dia takuti tidak terjadi.


"Ini beneran seoramg tuan Niko suka sama aku?" Ucap Rina, lalu Niko melerai pelukannya dan kembali duduk tepat di hadapan Rina dengan tangan yang masih saling menggenggam satu sama lain.


"Kenapa masih manggil tuan sih, merusak suasana saja, sekarang gimana dengan perasaan kamu ke aku?" Tanya Niko, mendengar pertanyaan Niko, Rina pun menganggukkan kepalanya.


"Aku cinta sama mas" ucap Rina sembari menundukan kepalanya karena malu.


"Sekarang mas mau tanya, kenapa kamu pergi gak pamit dan izin sama mas dulu ha?" Tanya Niko sembari menarik hidung Rina dengan gemas.


"Ya habisnya mas Niko sikapnya suka berubah rubah, kadang baik, perhatian sama aku terus suka tiba tiba cuek, bersikap dingin sama aku, membuat aku bingung aku takut semakin dalam perasaan aku sama mas jadi aku memilih pergi menjauh dan berusaha melupakan mas Niko" jelas Rina, mendengar penjelasan Rina membuat Niko pun tersenyum, dia bersyukur cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan.


"Kenapa gak jujur dari awal sama mas?" Tanya Niko


"Mana berani aku jujur sama mas Niko, lagian masa cewek duluan yang ngungkapin perasaannya, ketika itu dalam pikirannku hanya, aku harus tahu diri jika aku itu hanya gadis yatim piatu, miskin dan tak punya apa apa, aku merasa tidak pantas bersanding dengan mas Niko, apalagi kalau di bandingkan dengan mbak Nisa mantan istri mas, yang cantik luar dalam" ucap Rina


"Kamu tahu gak, sebenarnya mas suka bersikap seperti itu sama kamu, mas berusaha menyangkal perasaan mas yang sudah mulai jatuh cinta sama kamu, mas takut kamu hanya menjadi pelarian atas perceraian mas dengan Nisa dan mas juga merasa tidak pantas dengan kamu, apalagi mas laki laki yang tidak sempurna, mas laki laki mandul Rin, apa kamu tetap menerima mas menjadi calon suami kamu setelah tahu mas mandul?" Tanya Niko sembari menatap Rina dengan harap harap cemas.


Mendengara pertanyaan Niko, Rina pun mengulurkan tangannya untuk menepuk tangan Niko yang sedang menggenggam tangnya dia atas meja.

__ADS_1


"Mas, Aku yakin mas Niko tidak mandul, sebelumnya aku sudah mengetahui itu semua dari Mama Erina, apa dari awal aku menghindari mas Niko padahal aku sudah mengetahui itu semua?" Tanya balik Rina dan Niko pun menggelengkan kepalanya.


"Mas takdir mati seseorang, jodoh rezeki itu Allah yang mengatur, jika Allah sudah menghendaki seseorang untuk punya anak pasti akan terjadi, cuman kitanya sebagai manusia hanya perlu bersabar, berikhtiar, berusaha dan berdoa" ucap Rina membuat hati Niko merasa lega, ini lah yang di sukai Niko dari Rina walaupun usianya jauh lebih muda darinya tapi pemikirannya lebih dewasa jika menyikapi suatu masalah.


"Jadi kamu masih mau jadi calon istri mas?" Tanya Niko dan Rina pun menganggukkan kepalanya.


"Ya sudah yuk"ajak Niko langsung berdiri dari duduknya.


"Yuk kemana sih mas?" Tanya Rina menatap pria di hadapannya itu.


"Kita pulang ke jakarta, terus minta restu sama mama" jawab Niko


"Mana bisa begitu, orang aku disini kan satu bulan mas" ucap Rina sembari menahan tangan Niko.


Mendengar ucapan calon istrinya tiba tiba semangat Niko menghilang.


"Hah..., satu bulan, apa gak bisa di ganti gitu yank sama teman kamu yang lain" ucap Niko dengan memohon dia kembali duduk di hadapan gadia yang di cintainya itu.


"Mana bisa begitu mas, lagian aku tidak mau mengecewakan pihak rumah sakit, nanti dikira kerjanya gak sungguh sungguh" jelas Rina


"Ya terus gimana dengan aku yank, masa kita mesti LDR an selama satu bulan" ucap Niko dengan wajah memelasnya.


"Kan cuman sebulan mas"


"Yah..., mau gimana lagi, tapi kamu janji harus sering kasih kabar, jangan deket deket sama dokter sok kegantengan itu lagi ya selama jauh dari aku" ucap Niko


"Iya" sahut Rina dia tersenyum ketika mendengar tautan dari Niko


"Janji" ucap Niko lagi.


"Iya mas Niko" ucap rina dengan kesal kenapa tiba tiba pria yang di hadapannya itu bersikap sangat posesif tapi dia senang dengan sikap posesifnya Niko, dia merasa sangat di sayang oleh calon suaminya itu.


Setelah banyak yang mereka obrolin, kini saatnya mereka kembali ke desa, Niko akan mengantarkan Rina pulang ke rumah tempat penginapannya. Sedangkan Dokter Faisal dan yang lainnya tengah bingung mencari keberadaan Rina yang tak kunjung kembali ke rumah.


Ketika melihat Rina turun dari motor dokter Faisal pun langsung menghampiri Rina dan memeluknya, membuat Niko merasa cemburu atas apa yang di lakukan oleh dokter Faisal kepada calon istrinya.

__ADS_1


***


Maaf ya untuk beberapa part ke depan aku up Niko dan Rina dulu.


__ADS_2