Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 53


__ADS_3

3 hari berlalu kini saatnya Nisa sudah di perbolehkan pulang oleh dokter dari rumah sakit, hanya saja setiap seminggu sekali Nisa harus melakukan fisioterapi untuk menyembuhkan cedera di syaraf punggungnya. Dan Daddy Albert pun menepati janjinya dia sudah menyediakan dokter fisioterapi untuk Nisa.


Kemarin pagi Kelvin dari bandara langsung menuju rumah sakit, dia hanya menginap 1 malam di singapore keesokan harinya Kelvin langsung bergegas untuk pulang ke tanah air, karena dia tidak tenang meninggalkan bisa di rumah sakit sendirian. Mommy safa mengetahui putranya akan kembali, selepas Nisa selesai sarapan dia dan juga Daddy Albert langsung pamit pulang.


Setelah Kelvin kembali dari singapore, pihak SJ Group selaku pemilik proyek Rumah Sakit yang sedang di bangun, Hotman sebagai perwakilan datang langsung ke rumah sakit untuk minta maaf kepada Nisa dan juga Kelvin atas kecelakaan yang terjadi. Nisa sudah memaafkan semuanya karena pikir dia di semua kejadian pasti ada hikmahnya buktinya dengan dia menyelamatkan Kelvin semua kesalah paheman dengan Kelvin semuanya sudah kelar dan dia juga sudah berani mengungkapkan tentang perasaannya. Sedangkan Kelvin awalnya tidak terima tetapi dengan bujukan dari Nisa akhirnya mengikhlaskan semuanya toh benar kata Nisa kalau semuanya sudah terjadi mau di apain lagi.


Dan kini semuanya sudah siap untuk pulang, tadi Kelvin sudah meminta utuk Doni mengurus semua administrasi rumah sakitnya. Awalnya Kelvin mengajaknya untuk tinggal di mansion agar dia bisa memantau Nisa setiap saat dan juga dia mau mendekatkan mommy safa kembali dengan Nisa, begitupun Momny safa dia juga sempat menawarkan untuk Nisa pulang ke masnion tetapi Nisa menolak karen dia tidak mau merepotkan banyak orang, dan akhirnya Kelvin memutuskan untuk memanggil salah satu perawat untuk menjaga Nisa di rumahnya.


"Sudah siap sayang?" Tanya Kelvin yang sedang membereskan barang barang milik Nisa yang akan di bawa pulang.


"Sudah mas" ucap Nisa yang sednag dusuk di tepi ranjang sembari memperhatikan Kelvin.


"Tunggu Doni dulu lagi ambil kursi roda" ucap Kelvin


"Padahal aku juga bisa jalan loh mas, kenapa harus pakai kursi roda segala" protes Nisa


"tidak ada penolakan sayang, mas gak mau kamu kecapean dan banyak gerak nanti sakit lagi punggungnya" ucap Kelvin dengan tegas


"Terserah mas saja lah" sahut Nisa


Tidak menunggu waktu lama Doni datang sembari membawa kursi roda untuk Nisa, lalu Kelvin membantu Nisa untuk duduk di kursi roda dengan perlahan, sudah memastikan Nisa duduk dengan nyaman Kelvin langsung mengambil alih kursi rodanya untuk dia dorong dan Doni membawakan barang2 Nisa yang sudah di rapihkan oleh Kelvin tadi menuju mobilnya.


Sesampainya di rumah Nisa, Kelvin langsung membantu Nisa untuk turun dari mobil dan memasuki rumahnya, kali ini Nisa di perbolehkan oleh kelvin utnuk berjalan karena dari mobil menuju rumah jaraknya sangat dekat. Setelah memastikan Nisa aman Kelvin langsung pamit untuk pergi ke kantor.


"Mas pergi dulu ya sayang" pamit Kelvin sembari mengusap kepala Nisa. Dan Nisa hanya menganggukan kepalanya, lalu sebelum pergi Kelvin mencium kening Nisa.


Sebelum Kelvin pergi meninggalakan rumah Nisa, Kelvin memberi tahu sesuatu mengenai Nisa perawatnya terllebih dahulu.


"Sus, kalau ada apa apa langsung hubungin saya atau asisten saya yah" ucap Kelvin dengan tegas


"Baik tuan" sahut si perawat sembari menundukan kepalanya.


***


Mita yang mengetahui Nisa sudah pulang ke rumahnya, dia memutuakan untuk menjenguk Nisa dengan diantar oleh suaminya Bagas, di karenakan menjenguk Nisa di rumahnya bukan di rumah sakit Mita memutuskan untuk membawa Tasya.

__ADS_1


"Assalmualaikum" ucap Mita yang sembari menggendong baby Tasya denagn di ikuti bagas dari belakang membawa tas keperluan baby tasya.


"Waalaikum salam" ucap Si perawat lalu membuka pintu rumahnya melihat siapa kah yang datang bertamu.


Mita kaget ketika melihat orang uang membuka pintu bukan Nisa tapi orang yang tidak di kenal, "maaf mbak ini bener rumahnya Nisa kan?" Tanya Mita


"Iya bu benar, perkenalkan saya Rina perawat yang di minta untuk menemani ibu Nisa, maaf sebelumnya dengan ibu dan bapak siapa?" jawab Rina


"Oh perkenlakan nama saya Mita dan ini suami saya Bagas, saya sahabatnya Nisa sus, Misanya lagi istirahat ya?" Tbay balik Mita


"Gak bu, silahkan masuk, bu Nisa hanya sedang duduk di tempat tidur belum waktunya istirahat ko" ucap Si perawat mempersilahkan Mita dan juga Bagas untuk masuk.


"Sialhkan duduk bu pak, saya kasih tahu bu Nisa dulu sebentar" ucap Rina bergegas menuju kamar Nisa.


Tok tok


"Masuk" sahut Nisa dari dalam kamar, "kenapa sus?" Tanya Nisa


"Itu bu di luar ada bu Mita dan pak Bagas datang katanya sahabat ibu" ucap Rina


"Iya gak papa bu, kalau begitu saya panggil mereka duduk suruh masuk ya bu" ucap rina denagn sopan.


"Iya sus" sahut Nisa, Rina keluar kamar menuju ke ruang tamu.


"Maaf bu pak, kata bu Nisa di minta masuk saja ke kamar" ucap Rina,


"Ya uda sayang, mas pergi ke kantor sekarang saja ya, salam saja buat Nisa" ucap Bagas dia tidak jika bertamu harus memasuki kamar orang apalagi kamaar perempuan.


"Iya mas, hati hati ya" sahut Mita langsung meraih tangan suaminya untuk di cium.


"Iya, kamu kalau sudah mau pulang hubungin mas ya" ucap Bagas lalu memberi kecupan di kening sang istri.


"Iya mas" sahut Mita


"Ayah pergi dulu ya sayang, cup" ucap Bagas kepada putrinya lalau mencium pipi baby Tasya.

__ADS_1


"Bye bye Ayah" ucap Mita menirukan suara khas anak kecil sembari menggoyangkan tangan baby Tasya.


"Bye" sahut Bagas sebelum meninggalkan anak istrinya.


Setelah melihat suaminya pergi dan tidak terlihat lagi, Mita langsung berjalan memasuki kamar milik Nisa.


"Hai assalamualaikum auty Nisa" ucap Mita ketika memasuki kamar Nisa.


"Waalaikum salam, Ya allah kamu sama baby tasya mit, terus mas bagas mana katanya ada mas bagas?" Tanya Nisa, Nisa ketika Mita masuk membawa baby Tasya di kira Nisa, Mita hanya datang bersama suaminya.


"Mas bagas tadi langsung pamit mau ke kantor, kalau jengukin kamu di rumah mah aku berani bawa Tasya tapi kalau di rumah sakit takut aku bawa tasya" jawab Mita dia langung meletakan Baby Tasya yang sedang tidur tepat di samping Nisa.


"Aduh gemasnya ya Allah, ini nih yang dulu waktu di perut sering nyidam masakan aunty ya" ucap Nisa gemes sembari mengusap usap pipi tasnya dengan jarinya.


Memang dulu Misya sering sekali tiba tiba ingin makan tetapi yang masak harus Nisa, entah itu hanya akal akalan Misya atau memang nyidam beneran, tapi Nisa tidak ambil pusing selama dirinya bisa ya gak papa, dan Nisa hanya menganggap itu adalah menyidam Misya beneran.


"Oh ya nis, nanti uang pengobatannyad biar resto yang nanggung ya, itu kan kecelakaannya pas kamu lagi ngantar catring dari resto masih jam kerja" ucap Mita merasa tidak enak dengan sahabatnya.


"Tidah usah mit, orang aku juga gak ngeluarin uang sepeserpun " ucap Nisa


"Ko bisa" sahut Mita


"Ya orang yang biyayai rumah sakit semuanya mas Kelvin, bahkan Daddynya dia juga yang nyariin dokter spesialis buat fisioterapinya nanti" jelas Nisa


"Yang bener nyampe segitunya, jagan jangan kamu sudah.." ucap Mita, Nisa yang mengerti alur dsri ucapan sahanatnya diapun lansgung menganggukan kepalanya.


"Ya ampun Nis, jado beneran lo sudah jadian sama tuan muda Osmond" tanya Mita sekali lagi ingin memastikan dan Nisa pun menganggukan kepalanya kembali.


"Ko bisa cerita dong cerita" ucap Mita dengan memohon, dia penasaran alhirnta sahabatnya sudah melupakan maslalunya dam sudah mau membuka lembaran baru.


Lalu Nisa menceritakan awal mulany dia jadian denagn Kelvin di rumah sakit, dan Nisa juga menceritakan jika mommy dari Kelvi ternyata sahabat dari mamanya.


"Jadi lo sama tuan muda Osmind sebenarnya sudah kenal dsri kecil, dan mama Risa adalah sahabat dari nyonya Osmond iya" ucap Mita memastikan san Nisa lansgung menganghukan kepalanya.


Nisa juga menceritakan tentang perjodohan anatara dironya dan juga Kelvin, memang dsri oihak orang tuanya dari dulu sudsh berencana akan menjodohkan mereka beesua.

__ADS_1


__ADS_2