Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra Part 17


__ADS_3

Tiga hari berlalu kini tiba saatnya dimana si princess sudah di perbolehkan untuk pulang, selama itu pula Kelvin dan Nisa selalu menyempatkan untuk melihat putri mereka sekaligus mengantarkan asi buat si bungsu, begitu pun dengan Mommy safa dan juga Daddy Albert bergantian dengan anak menantunya untuk sekedar melihat keadaan cucu perempuannya itu.


“Mas cepetan mandi kita mau ke rumah sakit loh mau jemput adek” pintah Nisa yang masih melihat suaminya masih terlantang di tempat tidur.


“Ini masih pagi sayang, aku tidur sebentar ya” sahut Kelvin


“Ya sudah aku kasih waktu lima belas menit ya, abis itu kamu mandi terus sarapan” pintah Nisa


“Iya sayang” sahut Kelvin, setelah itu Nisa langsung meninggalkan suaminya di kamar, dia langsung turun ke lantai atas untuk menghampiri anak anaknya yang tengah berjemur dengan opa omanya.


“Morning mom, Dad” sapa Nisa ketika menghampiri si kembar dan kedua mertuanya.


“Pagi sayang” sahut Mommy safa dan Daddy Albert bersamaan.


“Loh kamu sudah rapih begitu mau kemana sayang?” Tanya Mommy safa.


“Loh mommy lupa kalau hari ini si adek mau pulang mom” jawab Nisa


“Oh iya ya allah cucu cantiknya mommy mau pulang, mommy lupa, terus suami kamu mana sayang?” Tanya Mommy safa yang sedari tadi tidak melihat keberadaan putranya.


“Masih ngantuk katanya mom, biarin saja lah mungkin semalam anak anak bangun, mas Kelvin gak pernah bangunin Nisa sih kalau anak anak bangun” ucap Nisa, lalu dia ikut duduk di samping ibu mertuanya.


“Ya biarin saja sayang, mungkin dia lagi menikmati peran barunya sebagai papanya si kembar” ucap Mommy safa.


“Ya sudah kamu sarapan dulu gih mumpung anak anak lagi anteng, nanti sebelum pergi kami kasih dia susu dulu ya sayang” ucap Mommy safa


“Iya mom, ya sudah aku bawa makanan ke kamar saja lah, pasti papanya si kembar masih tidur” ucap Nisa


“Mama mam dulu ya sayang sama bangunin papa buat jemput adek ya” ucap Nisa kepada putranya yang ada di pangkuan ibu mertuanya sedangkan si sulung sedang di bawa keliling halaman rumah bersama opanya.


“Aku tinggal dulu ya mom” ucap Nisa


“Iya sayang” sahut Mommy safa, Nisa langsung meninggalkan Mommy safa dan juga putranya langsung menuju dapur mengambil makanan untuk di bawa ke kamarnya. Sesampainya di kamar seperti dugaan Nisa ternyata benar suaminya masih terlelap dalam tidurnya, dia letakan makanannya di meja depan tv kamar lalu Nisa mendekat ke arah suaminya dan duduk di tepi ranjang sembari menatap wajah lelah suaminya.


“Pasti kamu lelah banget ya mas, sampai masih nagntuk begitu mukanya” ucap Nisa sembari mengelus wajah suaminya.


“Euhh..., eh sayang mas kelamaan tidurnya ya, maaf ya” ucap Kelvin ketika melihat istrinya tengah duduk di hadapannya lalu dia pun langsung merubah posisinya menjadi duduk.

__ADS_1


“Masih ngantuk ya?” Tanya Nisa dan langsung dapat anggukan dari suaminya.


“Nanti siang lanjut lagi tidurnya ya, sekarang kamu cuci muka terus kita sarapan aku uda bawa sarapan kita ke kamar yuk” ucap.Nisa


“Iya sayang” sahut Kelvin, langsung beranjak turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Setelah merasa sudah segar Kelvin menghampiri istrinya yang tengah duduk di sofa depan tv kamar.


“Anak anak kemana sayang?” Tanya Kelvin


“Biasa mereka lagi berjemur sama oma opanya di halaman depan” jawab Nisa


Mereka pun menikmati sarapan dengan tenang dan nikmat, setelah sarapan mereka mengobrol sejenak setelah itu Kelvin langsung mandi dan bersiap untuk menjemput putrinya.


Sembari menunggu Kelvin mandi, kini Nisa memandikan anaknya terlebih dahulu dengan di bantu oleh mommy safa tepatnya di kamar si kembar, setelah mandi keduanya bergantian untuk menyusu sebelum mamanya pergi untuk menjemput adik mereka.


“Hai jagoan jagoannya papa, sudah mandi belum sayang?” Ucap Kelvin mencoba mengajak anak anaknya biacra, doa langsung meraih si sulung yang sudah di susui melihat ada papanya langsung minta di gendong.


“Sudah dong papa, kakak sama abang sudah mandi dan sudah wangi, sekarang tinggal nen sebelum mama pergi jemput adek ya” sahut Nisa dengan menirukan suara anak kecil.


“Terus giliran papa kapan sayang nen nya?” Candaan Kelvin dengan melirik istrinya dengan senyuman menggoda.


“Becanda sayang” ucap Kelvin


Setelah Nisa sudah menyusui kedua putranya dengan kebetulan mommy safa telah kembali ke kamar si kembar dengan di temani ada salah satu baby sitter yang memang di tugaskan untuk menjaga si kembar, kenapa Nisa hanya memakai satu baby sitter, karena disini baby sitter hanya di tugaskan untuk membantu bukan mengambil alih tugasnya sebagai seorang ibu, Nisa dan Kelvin sudah sepakat mereka tidak boleh meninggalkan anak anaknya hanya dengan baby sitter sendirian harus ada salah satu dari mereka yang menemaninya.


Dengan hati yang gembira karena putri bungsunya akan dia bawa pulang, Nisa sampai tak berhenti tersenyum sepanjang jalan menuju rumah sakit.


“Senangnya yang mau jemput adek” ucap Kelvin semabri mencium tangan Nisa yang ada di genggamannya.


“Aku senang loh sayang kamu bisa tersenyum seperti ini, gak kemarin kemarin kamu kepikiran adek terus” ucap Kelvin


“Ya gimana gak ke pikiran mas, aku khawatir sama adek, kita semua sudah berkumpul di rumah tapi dia sendirian di rumah sakit, tapi alhamdulillah sekarang adek sudah boleh pulang” jelas Nisa


“iya sayang, alhamdulillah ini semua berkat doa kita semua, mas sudah menyiapkan acara syukuran sekaligus akikah buat si kembar, besok di mansion” ucap Kelvin


“Mas sudah siapain semuanya, ko gak bilang bilang aku mas, aku kan mau ikut siapin juga” ucap Nisa

__ADS_1


“Gak usah sayang, biar semuanya mas yang ngurus, kamu fokus saja sama si kembar apalagi sebentar lagi ada adek” ucap Kelvin


Tidak terasa obrolan mereka terhenti ketika mobil yang mereka naiki telah sampai di lobby rumah sakit, Nisa dan kelvin pun turun dan bergegas untuk menuju ruang bayi dimana anaknya berada.


“Pagi dok” sapa Nisa


“Pagi nyonya Nisa, mau jemput si bungsu ya?” Tanya dokter


“Iya dok” jawab Nisa


“Tunggu sebentar ya” ucap dokter lalu memasuk ke dalam ruangan yang memang di khususkan untuk tenaga medis, setelah beberapa menit kemudian dokter kembali dengan mendorong box bayi.


“Hai mama, papa, aku sudah siap nih bertemu kakak kakak di rumah” ucap Dokter dengen menirukan suara anak kecil.


Nisa dan Kelvin pun langsung menghampiri putri mereka yang ada di box bayi.


“Hai cantiknya mama, apa kabar sayang” ucap Nisa sembari tangannya mengelus pipi putrinya.


“Princessnya papa mau pulang, iya” sambung Kelvin sembari mengelus kepala putrinya.


“Bagaimana dok perkembangannya?” Tanya Nisa


“Alhamdulillah nyonya, si bungsu berkembangnya sangat pesat makanya hari ini saya memutuskan untuk nyonya dan tuan menjemput si bungsu biar bisa berkumpul dengan kakak kakaknya” ucap Dokter


Setelah di beri penjelasan oleh dokter dan banyak pertanyaan yang di ajukan oleh Nisa kepada dokternya kini Nisa dan Kelvin kembali ke mansion dengan membawa serta putri kecil mereka. Sesampainya di rumah mereka langsung di sambut oleh si kembar dan juga oma opanya. Kini semuanya tengah berkumpul di ruang keluarga di depan sofa kini sudah mereka rubah menjadi tempat bermain untuk si kembar seperti mereka menyediakan karpet tebal untuk si kembar tidur dengan berbagai banyak permainan untuk mereka.


“Jadi siapa nama cucu cucu mommy sayang?” Tanya Mommy safa


“Gak tahu mom, tuh papanya yang main rahasia rahasiaan, aku aja gak boleh tahu” ucap Nisa


“Kan biar suprise sayang” sahut Kelvin


“Ya kita manggilnya susah boy” sambung Daddy Albert


“Tunggu sampai besok lah mom, dad, kan tinggal panggil aja si sulung kakak, yang tengah abang dan yang cantiknya papa itu adek, gitu aja repot” ucap Kelvin dengan santai.


“Ya sudah lah terserah kamu saja boy” sahut Daddy Albert

__ADS_1


“Kamu bikin orang penasaran tahu gak sih mas” sambung Nisa


__ADS_2