Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra Part 12


__ADS_3

Kini tiba saatnya Nisa sudah siap untuk melahirkan, Dokter sudah mengatakan jika Nisa sudah pembukaan lengkap, tim medis pun sudah bersiap untuk membantu Nisa melahirkan sang buah hatinya, Kelvin dengan setia menemani istrinya dengan menggenggam tangannya dan tidak lupa dia sesekali memberi kecupan di puncak kepala sang istri, memberi kekuatan kepada istrinya agar istrinya semangat untuk melahirkan buah hati mereka, dia terus berusaha memberi istrinya semangat.


“Eughhh....”


“Ayo sayang, kamu pasti bisa, sebentar lagi kamu akan jadi ibu, kita akan menjadi orang tua sayang” bisik Kelvin tepat di telinga istrinya.


Dengan sekuat tenaga Nisa melahirkan anak anaknya, anak pertama sudah berhasil dia lahirkan dengan berjenis kelamin laki laki juga, selang 4 menit kemudian Nisa berhasil melahirkan anak ke 2 dengan berjenis kelamin laki laki juga, dua jagoan sudah berhasil Nisa keluarkan dengan selamat tanpa kekurangan apa pun, Kelvin sampai meneteskan air matanya dan terus menciumi puncak kepala istrinya ketika mendengar suara tangisan sang buah hati mereka.


Karena tenaga Nisa sudah terkuras habis membuat dia sedikit terlambat mengulurkan si bungsu, jarak hampir 7 menit Nisa mengeluarkan si bungsu dengan sisa tenaganya dan akhirnya si bungsu pun lahir ke dunia tapi semua orang di ruangan persalinan pun menatap bayinya dengan heran kenapa tidak ada tangisan yang keluar dari si bayi yang berjenis kelamin perempuan itu.


“Dok istri dan anak saya kenapa dok?” Tanya Kelvin ketika melihat istrinya tidak sadarkan diri dan dia tidak mendengar suara tangisan anak bungsunya.


“Tenang tuan, istri anda hanya kelelahan nanti juga akan siuman, dan untuk putri bapak kami akan berusaha menyelamatkannya” ucap Dokter yang menangani Nisa. Kelvin terus memperhatikan para tenaga medis yang menangani putrinya.


“Dok, apa boleh saya menggendongnya” ucap Kelvin.


“Silahkan tuan” ucap Dokter lalu menyerahkan bayinya kepada Kelvin.


Dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya dia Kelvin menatap putrinya dengan lekat, dia usap wajah putrinya.


“Sayang, princessnya papa, bangun sayang please keluarkan suara kamu papa ingin mendengarnya” ucap Kelvin, masih belum ada respon juga dari bayinya.


“Princessnya papa, ayok bangun sayang menangislah sekencang kencangnya agar mama juga bagun yuk, please papa mohon bangun sayang” racau Kelvin dengan mendekap putrinya ke dadanya.


Tidak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi yang sangat kencag lebih kencan dari kakak kakaknya.


“Alhamdulillah” ucap semua tenaga medis yang ada di ruang bersalin.


“alhamdulillah, terimaksih sayang kamu sudah berjuang buat papa, mama dan kakak kakaknya” ucap Kelvin dengan menciumi kening putrinya, lalu setelah itu dia serahkan kembali putrinya kepada dokter.


“Silahkan pak, adzanin putra putrinya” ucap Salah satu perawat rumah sakit. Kelvin pun langsung mendekat kepada ketiga anaknya dan langsung melantunkan adzan tepat di telinga mereka bertiga.


Selesai mengadzani anak anaknya, Kelvin di minta keluar terlebih dahulu.

__ADS_1


“Maaf tuan, tuan bisa keluar terlebih dahulu setelah itu, kami akan memindahkan nyonya Nisa ke ruang rawat ya, dan untuk bayinya karena mereka lahir belum genap 9 bulan kita akan masukan mereka ke inkubator terlebih dahulu, apalagi yang bungsu barat badanya belum mencapai normal tuan” ucap Dokter


“Baik dok, tolong lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya saya” ucap Kelvin belum keluar dari ruangan bersalin.


“Baik tuan” sahut Dokter, lalu Kelvin mendekat ke istrinya dia cium kening istrinya dengan lama.


“Sayang cepat sadar ya, mas dan anak anak menunggu kamu, cup...” ucap Kelvin setelah itu dia langsung keluar dari ruang bersalin.


Daddy Albert dan Mommy safa yang melihat putranya keluar dari ruang bersalin, mereka pun langsung menghampiri putranya, Kelvin baru mengetahui secara langsung melahirkan seorang anak itu perjuangannya luar biasa, melihat mommynya mendekat diapun langsung memeluk mommynya.


“Mom, maafin Kelvin kalau selama ini kelvin belum bisa membahagiakan mommy, maaf kalau selam ini kelvin suka melawan ucapan mommy, dan terima kasih sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk melahirkan Kelvin” ucap Kelvin, mendengar ucapan putranya mommy safa pun melerai pakukannya dia tatap wajah putranya.


“Hei sayang, dengerin mommy kamu adalah sumber kebahagiaan mommy dan Daddy sayang jadi begitu kamu lahir kamu itu sudah menjadi sumber kebahagiaan kita ya gak dad” ucap Mommy safa


“Iya boy, kenapa kamu jadi cengeng begitu” ucap Daddy Albert dengan becanda.


“Oh ya hampir lupa kan, gimana keadaan istri dan anak anak kamu sayang?” Tanya Mommy safa.


“Nisa sedang tak sadarkan diri karena kelelahan mom, sedangkan anak anak mereka akan di masukan ke inkubator terlebih dahulu agar berat badan mereka normal apalagi si bungsu tadi sempat tidak mengeluarkan suaranya ketika lahir mom, dan badan dia memang lebih kecil dari kakak kakaknya, dan sebentar lagi Nisa akan di pindahkan ke ruang rawat” ucap Kelvin


“Jenis kelaminnya apa boy?” Tanya Daddy Albert.


“Pertama dan kedua jagoan dan yang terakhir itu Princess” jawab Kelvin.


“Alhamdulillah, mommy kebagian cucu perempuan yang nanti bisa mommy ajak ke salon, shopping” ucap Mommy safa merasa bahagia sekali ketika mendengar salah satu dari cucunya ada yang berjenis kelamin perempuan.


***


Kini Nisa sudah di pindahkan ke ruang rawat, Kelvin dan kedua orang tuanya langsung menghampiri istri dan menantunya itu. Kelvin langsung duduk di bangku yang tepat di samping ranjang pasien, dia selalu menggenggam tangan istrinya dan sesekali dia mencoumi tangan istrinya.


“Euh...”lenguh Nisa setelah setengah jam dia menempati ruang rawatnya.


“Sayang, kamu sudah sadar” ucap Kelvin ketika mendengar suara istrinya, otomatis Daddy Albert dan mommy safa pun mendekat ke menantunya.

__ADS_1


“Haus mas” ucap Nisa dengan sigap Kelvin langsung memberikan minum kepada istrinya.


“Mas, anak kita mana?” Tanya Nisa


“Anak kita harus masuk inkubator dulu sayang” jawab Kelvin.


“Tapi anak anak kita gak papa kan mas?” Tanya Nisa dengan khawatir dia takut terjadi apa apa dengan anak anaknya.


“Alhamdulillah mereka tidak kekurangan apa pun sayang, jagoan jagoan kita dan putri kita semuanya lahir dengan sempurna” ucap Kelvin


“Apa mas putri, salah satu anak kita ada yang perempuan?” Tanya Nisa dengan penasaran.


“Iya sayang, si bungsu perempuan dia cantik seperti mamanya” jawab Kelvin.


“Alhamdulillah” ucap Syukur Nisa


“terima kasih ya Allah atas nikmat yang telah engkau berikan kepada ku” sambung Nisa dalam hati.


“Selamat sayang kamu sudah jadi seorang ibu sekarang, dan mommy sudah jadi oma deh” ucap Mommy safa sembari mengelus pundak menantunya.


“terima kasih mom, ini semua berkat doa mommy dan juga daddy” ucap Nisa


“Selamat ya sayang kamu sudah memberikan mainan baru buat Daddy” ucap Daddy Albert.


“Dad, emangnya anak Kelvin boneka apa buat mainan” sambung Kelvin tidak terima dengan ucapan Daddynya.


“Ya elah becanda kali boy, yang penting bagi daddy dan mommy selamat untuk kalian berdua, sekarang sudah resmi menjadi orang tua, pesan Daddy hanya jika kalian menghadapi masalah suatu saat nanti di rumah tangga kalian jangan bertindak gegabah terutama kamu boy” ucap Daddy Albert kepada putranya.


“Ingatlah ada mereka bertiga, jika kalian hancur tidak hanya hati kalian yang terluka tapi hati dan psikis mereka akan terluka, ingat itu ya” sambung Daddy Albert.


“Iya dad, kita akna ingat pesan Daddy, iya gak sayang” ucap Kelvin lalu meminta persetujuan sang istri.


“Iya dad, yang penting doa aku dan mas Kelvin semoga Daddy dan mommy selalu di beri umur panjang dan sehat terus agar bisa membimbing dan mendampingi kita agar bisa menjalani rumah tangga seperti kalian sampai tua sampai maut memisahkan kita” ucap Nisa

__ADS_1


“Amin” ucap bersamaan.


__ADS_2