Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 76


__ADS_3

3 bulan berlalu, Nisa mulai khawatir kenapa sampai sekarang dia belum kunjung hamil juga, dia takut jika memang dirinya tidak bisa memberikan anak untuk suaminya walaupun hasil tes menyatakan kalau Nisa subur, tidak ada masalah apapun.


Setalah menikah 3 bulan lalu Kelvin mengajak istrinya Honeymoon ke paris selama 2 minggu, kenapa memilih paris dari pada negara yang lain karena dia tahu itu salah satu negara yang mau di kunjungi oleh sang istri. Dan karena istrinya dari dulu memimpikan ingin sekolah chef di paris, Kelvin pun mengabulkan impian istrinya, selama 3 hari berturut turut Kelvin memanggil salah satu chef yang menjadi salah satu guru di sekolah chef yang di inginkan istrinya itu.


Jangan di tanya Nisa sangat senang akhirnya bisa belajar masak langsung dari chef dari negara yang terkenal menara Efelnya itu, tidak membuang kesempatan selama 3 hari itu dia belajar dengan sungguh sungguh agar bisa mengembangkan Restorannya lagi. Ya semenjak mereka menikah dan Nisa masih bekerja di resto, Kelvin memutuskan membeli setengah dari saham Resto milik Mita itu, jadi kepemilikan M&B Resto itu menjadi nama Nisa dan Mita, awal Kelvin mau membeli semua sahamnya tapi sang istri melarangnya.


Hari ini Doni merasakan ada yang aneh dengan bosnya, kenapa ketika bosnya pesan makan siang, pesannya makanan yang belum pernah di makan sama bosnya, seperti somay, cilok, mie ayam, dan bosnya minta ketiga makanan itu harus ada sekrang juga.


Nisa juga merasakan hal yang sama, dia merasa hari ini ingin sekali makan siang bersama suaminya, akhirnya ketika pas waktu jam makan siang Nisa membawa beberapa makanan dari resto menuju ke kantor suaminya dengan menggunakan mobil pribadi yang memang Kelvin siapkan buat istrinya bepergian tapi Nisa tidak boleh menyetir sendiri tentunya Kelvin juga menyiapkan sopir pribadi, dia juga mencarikan sopir untuk istrinya harus seorang perempuan dan bisa bela diri.


Doni sudah mendapatkan apa yang di inginkan bosnya dan tentunya bukan dia yang mencari tetapi OB, dia perintahkan 3 OB untuk mencari 3 makanan itu dengan berpencar dan yang pasti Doni mengiming imingkah bonus untuk OBnya.


Tok tok


“Masuk” sahut Kelvin dari dalam ruangannya. Doni pun langsung memasuki ruangan bosnya dengan menenteng 3 bungkus kantong plastik, masing masing makanan dia beli porsi double karena takut kurang susah nyarinya lagi.


“Dapat gak don?” Tanya Kelvin


“Dapat dong bos” sahut Doni langsung memamerkan kantong plastik yang dia bawa di tangannya. Lalu dia letakan di meja depan sofa, dan langsung di tata dengan rapih di meja.


“Wah..., enak banget nih” ucap Kelvin dengan mata berbinar ketika melihat makanan yang dia inginkan sudah tertata rapih di meja tepat di hadapannya.


“Bos gak ada jatah buat saya gitu bos” ucap Doni yang ikut menelan ludahnya setelah melihat makanan tertata di meja.


“Gak ada, kalau mau beli sendiri sana, sudah sana sana keluar nanti liat saya makan kamu ngiler lagi” ucap Kelvin.


“Iya bos iya” sahut Doni lalu langsung keluar dari ruangan bosnya. Ketika Doni Keluar bersamaan dengan Nisa yang baru saja keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan suaminya.

__ADS_1


“Siang Nona Bos”


“Siang pak Doni, mas Kelvin ada di dalam?” Tanya Nisa sembari menunjuk ke arah pintu ruangan suaminya.


“Ada nona, mari saya antar” ucap Doni lalu dia membuka pintu mempersilahkan masuk Nona Bosnya untuk masuk.


“Apa lagi sih Don?” Tanya Kelvin ketika dia mendengar ada orang yang memasuki ruangannya tanpa melihat siapa yang datang karena sedang sibuk makan mie Ayam.


“Jadi aku gak boleh masuk nih” ucap Nisa membuat Kelvin membulatkan matanya ketika melihat istrinya yang datang.


“Boleh dong sayang” ucap Kelvin langsung menghampiri istrinya dan menuntunnya untuk duduk di sofa.


“Wah mas, kamu dapat makanan ini dari mana, ininm kan makanan kesukaan aku semua, aku boleh gak makan ini semua mas” ucap Nisa, dia lebih tertarik dengan makanan yang di meja dari pada makanan yang dia bawa.


“Boleh sayang, makan saja nanti kalau kurang bisa tambah lagi, biar mas suruh Doni beli lagi” ucap Kelvin lalu beranjak dari sofa menuju meja kerjanya menghubungi Doni untuk membelikan makanan yang sama seperti tadi.


“Loh ko mas gak ikut makan?” Tanya Nisa ketika menyadari jika dia sedang di perhatikan makannya oleh suaminya.


“Buat kamusaja sayang, mas melihat kamu makan saja rasanya sudah kenyang” jawab Kelvin.


Kelvin di kagetkan dengan istrinya yang tiba tiba menangis.


“Hiks..hiks...” Nisa terisak membuat Kelvin khawatir dan panik.


“Loh sayang, kenapa menangis?” Tanya Kelvin.


“Mas Kelvin gak mau ya makan bareng aku ya, padahal aku dari tadi di resto rasanya pengen banget makan sama mas, mas Kelvinnya malah gak mau makan sama aku hiks...hiks..” ucap Nisa sembari terisak.

__ADS_1


Kelvin yang tadinya khawatir menjadi mengerutkan keningnya kenapa istrinya jadi sensitif begini padahal maksud ucap dia tadi tuh bukan menolak ajakan makan istrinya.


“Siapa yang gak mau makan sama istri tercinta, mau lah makan bareng istri mas yang cantik ini, yuk kita makan bareng ya” ucap Kelvin sembari menghapus air mata di pipi sang istri.


Mendengar ucapan suaminya Nisa pun langsung berhenti menangis dan mengaggukan kepalanya.


“Suapin” ucap Nisa dengan manja.


“Siap Ratuku, dengan senang hati” sahut Kelvi laku mereka berdua akhirnya makan bersama dengan telaten Kelvin memberi suapan terhadap istrinya dan terkadang bergantian dia juga menyuap makanannya untuk diri dia sendiri.


***


Mama Erina terus mendekatkan Niko dengan Rina, dan terbukti sekarang mereka sudah mulai dekat tetapi Niko belum menyadari atas persaannya terhadap Rina, dia kadang bersikap dingin kadang bersikap manis terhadap Rina membuat Rina menjadi bingung apa maksud dari perlakuan manis Niko selama ini ke dia.


Rina tidak mau terlalu banyak berharap yang nanti ujung ujungnya dia yang akan sakit hati sendiri. Seperti hari ini dia ingin meminta izin kepada mama Erina untuk kembali lagi kerja di rumah sakit karena dia dapat rekomendasi dari dokter untuk ikut bakti kesehatan di desa terpencil bersama beberapa dokter dan juga teman perawat lainnya.


“Maaf Nyonya, saya ingin mau minta izin kepada Nyonya jika mulai minggu depan saya tidak bisa lagi untuk bekerja disini karena saya akan mengikuti bakti kesehatan ke suatu desa bersama teman saya yang lainnya” pamit Rina


“Ko berhenti sih Rin, padahal mama kan sudah cocok banget sama kamu, iya gak mah” ucap Amel yang mendengar jika perawat pribadi mertuanya ingin mengundurkan diri.


“Iya Rin, kenapa mendadak?” Tanya Mama Erina


“Gak mendadak sih, sebenarnya dokter sudah merekomendasikan ini sudah dari satu bulan yang lalu, karena sekarang Nyonya sudah mulai baikan hanya tinggal melancarkan jalannya saja maka dari itu saya berani mengambil keputusan ini” jelas Rina


“Ya sudah nanti saya bicarakan dulu ke Niko” ucap Mama Erina


“Tidak usah nyonya, biar saya saja yang bicara sama tuan Niko sendiri secara langsung” ucap Rina, sebenarnya dia tidak mau kepergiannya itu di ketahui oleh Niko.

__ADS_1


“Baik lah” sahut mama Erina dengan tersenyum dia merasa senang putranya dan juga perawat pribadinya itu sudah mulai dekat.


__ADS_2