Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 42


__ADS_3

Mommy safa dan Daddy Albert sesampainya di kantor Osmond Group langsung di sambut oleh beberapa scurity yang memang sedang jaga, karena sekarang sudah waktu kariyawan pulang kantor, kini keadaan kantor mulai sepi, ada juga kariyawan yang lembur melihat mereka datang ke kantor langsung memberi hormat kepada tuan besarnya itu.


Mommy safa dan Daddy Albert dengan bergandengan tangan langsung menuju lantai paling atas dimana letak ruangan putranya berada, mereka ke atas dengan menggunakan lift khusus presdir, sesampainya di lantai atas mereka berdua berjalan menuju ruangan Kelvin, ketika memasuki ruangan Kelvin mereka melihat sekeliling tidak mendapatkan putranya disitu, lalu mata mommy safa menatap tajam pintu yang menuju kamar pribadi Kelvin yang ada di dalam ruang kerjanya.


Ketika memasuki kamar dia melihat putranya tengah terlentang di ranjang dengan salah satu lengannya menutupi mata dan kakinya masih menjuntai ke lantai, lalu mommy safa mendekati Kelvin dan mencoba membangunkannya dengan menggerakkan lengan Kelvin tanpa bersuara, hingga Kelvin mengira yang membangunkan dia adalah Doni sang asisten.


“Apa sih don, lo ganggu gua tidur aja sih, uda tahun gua akhir akhir ini susah tidur” ucap Kelvin tanpa membuka matanya, melihat putranya belum juga membuka matanya, mommy safa mencoba menggerakkan lagi lengannya.


“Apalagi sih don, kenapa lo balik lagi sih, kan tadi gua sudah kasih lo pulang cepat, sekarang masih aja ganggu gua tidur” ucap Kelvin masih denagn memejamkan mata, lalu Kelvin merubah posisinya menjadi duduk di ujung ranjang dia belum menyadari kalau yang ngebangunin dia adalah mommynya.


“Hebat ya, sudah 3 hari gak pulang ternyata ada disini orangnya” ucap Mommy safa langung menarik telinga Kelvin, mendengar suara sang mommy dan dapat tarikan di telinganya otimatis Kelvin langung membuka matanya .


“Aduhh mom sakit, nanti kalau telinga Kelvin copot gimana?” Kelvin mengeluh sakit ketika telinganya di tarik.


Mendengar terikaan Kelvin membuat Daddy Albert langung menghampiri mereka berdua di kamar pribadi Kelvin. Ketika memasuki kamar pribadi putranya, Daddy Kelvin tertawa melihat putranya tengah ditarik telinganya oleh sang istri.


“Kenapa telinga Kelvin di tarik sih mom, Daddy juga bukannya nolongin malah ketawa” protes Kelvib menatap kedau orang tuanya bergantian.


“Kenapa, kenapa, orang tua mah khawatir kamu sudah 3 hari gak pulang pulang, ini orangnya lagi asik asik tidur, sekarang jawab pertanyaan mommy, itu baju perempuan siapa yang berserakan di kamar apartemen kamu Kelvin, jangan bilang kamu main perempuan ya, mommy gak suka itu” omel Mommy safa, melepas tarikan di telinga Kelvin lalu Kelvin langsung menggosok gosok telinganya yang bekas di tarik.


“Tunggu, tunggu, mommy tahu dari mana kalau Kelvin punya apartement, pasti dari si doni, kutu kupret tuh orang” ucap Kelvin dalam hati.


“Ayo jawab, ko malah diam saja, jangan coba coba bohong ya sama Momny” ucap Mommy safa menyadarkan Kelvin dari lamunannya.


“Ya allah mom, gak mungkin lah Kelvin main perempuan, masa mommy gak percaya sama anak sendiri” jelas Kelvin

__ADS_1


“Terus itu di apartement kamu baju siapa?” Tanya Mommy safa menatap putranya penuh selidik.


Mendengar pertanyaan sang Mommy membuat Kelvin menghela nafasnya sebelum dia menjawab pertanyaan mommy safa, “itu semua baju Nisa mom, kan pas habis kecelakaan, kaki dia masih di gips Kelvin suruh tinggal disitu sama di temani salah satu pembantu yang biasa pulang pergi, soalnya kalau tinggal di rumahnya dia sendirian gak ada yang bantu” jelas Kelvin


“Yakin kamu jujur sama mommy, gak bohong kan” ucap Mommy safa menatap wajah putranya mencari kebohongan di mata Kelvin.


“Ya bener mom buat apa coba Kelvin bohong sama Mommy, lagian itu apartemen mau aku jual ko makanya aku biarin saja berantakan juga” ucap Kelvin


“Kenapa di jual kan bukannya itu apartemen belum lama kamu beli boy?” Tanya Daddy Albert menyambungi ucapan putranya.


“Ya mau di jual saja, ternyata repot juga punya apartemen lebih enak tinggal di mansion” ucap Kelvin dia tidak mau cerita ke Orang tuanya alasan kenapa dia menjual apartemen itu karena dia mau membuang kenangan tentang Nisa.


“Jangan bilang kamu mau jual apartemen karena 3 hari yang lalu kamu pergokin, terus kamu cemburu melihat Nisa yang sedang berduaan sama mantan suaminya” sindir momny safa


“Mana ada, gak lah mom, gak ada sangkut pautnya sama dia, lagian mau dia berduaan sama mantan suaminya ke sama siapa ke itu terserah dia, toh Kelvin juga buka siapa siapa dia kan” ucap Kelvin


“Ya bener, terserah dia mau siapa saja itu haknya dia” jawab Kelvin bohong dia tidak berani menatap sang mommy, karena dalam hati kecilnya mah, hatinya rasanya sakit jika harus melihat Nisa bersama laki laki lain, dia sudah terlajur mencintai Nisa tapi jika memang Nisa lebih bahagia dengan laki laki lain Kelvin gak mungkin memaksa untuk bersama dirinya, karena dengan begitu Nisa bukannya bahagia tetapi malah tersiksa.


Setelah melihat keadaan putranya yang begitu tidak terurus, yang biasanya Kelvin itu orangnya rapih dan disiplin untuk masalah penampilan tapi yang mommy safa dengar dari asisteen putranya sudah tiga hari ini dia pakai baju kerja juga seenaknya sendiri hanya pakai kemeja tidak pakai dasi biasanya kalau kerja lengkap dengan dasi dan juga jasnya.


***


Keesokan harinya Kelvin ada meeting di restoran M&B Resto dimana tempat Nisa bekerja, sebenarnya Kelvin malas untuk meeting di restoran itu, cuman karena permintaan dari kliennya Kelvin tidak bisa menolak karena itu jadwal sudah di buat dari seminggu yang lalu.


Sesampainya di resto Kelvin langsung di sambut oleh para pelayan di resto karena Kelvin termasuk pelanggan yang sering mengadakan meeting di resto milik Mita, Kelvin dan Doni langsung menuju VIP room seperti biasa, ketika memasuki ruang VIP room ternyata Kliennya sudah datang bersama sekretarisnya dan Kelvin ketika melihat Kliennya seorang perempuan dia langsung menatap tajam sang asisten, karena sebenarnay dia paling malas meladeni Klien perempuan.

__ADS_1


Ketika meeting sudah mulai seperti biasa Doni akan meminta di sajikan minum dan makanan ringan terlebih dahulu untuk menemani meeting mereka. Dengan secara kebetulan ketika pelyaan yang hendak mengantar minuman menuju ruang VIP itu berpapasan dengan Nisa, dan Nisa melihat pelayan itu seperti sedang sakit karena terlihat dari wajahnya yang sangat pucat.


“Tunggu mbak” panggil Nisa


“Iya chef, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Pelayan tersebut.


“Mbak lagi sakit, itu wajahnya sangat pucat?” Tanya Nisa


“Iya chef, lagi sakit perut karena menstruasi dari tadi” jawab pelayan


“Kalau begitu ganti saja sama yang lain, biar mbak bisa istirahat dari pada nanti kenapa kenapa” ucap Nisa


“Tapi chef, yang lain lagi pada sibuk semua gak ada yang bisa gantiin” ucap Pelayan


“Ya sudah, sini saya saja yang ngantar minumannya, ini buat di meja mana?” Tanya Nisa


“Buat di ruang VIP 1 chef, apa gak ngerepotin, chef?” Tanya balik pelayan merasa tidak enak kepada Nisa.


“Gak papa mbak, orang cuman mengantar minuman saja ko repot, sudah sana mbak istirahat saja dulu dari pada tambah parah nantinya” pintah Nisa.


“Baik chef, sekali lagi maksih ya chef sudah di bantuin” ucap Pelayan


“Sama sama mbak” sahut Nisa, setelah itu mereka berdua sama sama berjalan dengan berbeda arah, si pelyan menuju tempat istirahat kariyawan sedangkan Nisa langsung berjalan dengan membawa nampan yang berisi minuman menuju ruang VIP room.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah

__ADS_1


Mohon Maaf Lahir dan Batin ya semuanya 🙏🙏🙏


__ADS_2