
Semua berlari ke arah jalan dimana Misya tertabrak oleh sebuah mobil box yang lewat, bukan salah mobilnya tetapi salah Misya yang berlari ke jalan tanpa melihat kanan kiri, polisi langsung membawa Misya menuju rumah sakit.
Sedangkan Nisa langsung dibawa oleh Kelvin masuk ke dalam mobil, tadinya Nisa ingin melihat bagaimana keadaan Misya tetapi di larang oleh Kelvin, karena pikir Kelvin ngapain masih peduli sama orang yang jahat dengan kita.
Sementara Misya di bawa ke rumah sakit oleh polisi, Nisa di bawa Kelvin menuju kantornya untuk menemani Kelvin bekerja, “mas kita mau kemana, ini kan bukan jalan ke mansion?” Tanya Nisa yang melihat mobil melaju bukan ke arah jalan pulang.
“Sekarang giliran kamu nemenin mas kerja, tadi kan mas sudah menemani kamu ke kantor polisi” jawab Kelvin semabri melirik ke arah Nisa yang duduk tepat di sampingnya.
“Tapi nanti kalau di cariin mommy gimana mas, memangnya nanti aku gak ganggu kamu kerja?” Tanya Nisa
“Kalau masalaha mommy tenang saja sayang, pasti mommy ngijinin ko, dan untuk masalah mas kerja di temenin kamu yah mas tambah semangat dong di temani kerja sama calon istri tercinta” ucap Kelvin
“ gombal” sahut Nisa dengan pipi yang sudah memerah karena gombalan Kelvin, dulu mana pernah Niko membawanya ke kantor untuk menemaninya kerja gak pernah, hanya sesekali suka mengantar makan siang ke kantor tapi setelahitu ya sudah Nisa langsung pulang.
Sesampainya di kantor Doni memberhentikan mobil tepat di lobby, lalu dia turun membukakan pintu untuk tuannya setelah Kelvin sudah turun Kelvin berjalan menuju pintu penumpang satunya untuk membukakan pintu untuk Nisa. Dia menggandeng Nisa menelusuri gedung Osmond Group banyak kariyawan yang menatap ke arah mereka, mereka bertanya tanya apakah wanita yang di gandeng oleh tuan muda Osmond adalah calon istrinya, karena kabar pernikahan Kelvin dan juga Nisa sudah tersebar di perusahaan banyak fans fans Kelvin yang pada kecewa karena Kelvin akan melepas masa lajangnya.
“Mas lepas ah tangannya, aku malu tuh kariyawan kamu menatap aku kaya mau apa saja” ucap Nisa berusaha melepas tangannya dari genggaman Nisa karena dia merasa tidak enak banyak kariyawan yang menatap ke arahnya.
“Gak papa sayang, gak usah ngeladenin mereka, mereka tuh hanya iri saja sama kemesraan kita” sahut Kelvin malah semakin mempererat genggamannya.
Akhirnya Nisa pasrah membiarkan Kelvin untuk menggenggam tanangnya sampai mereka menghilang di balik lift yang memang khusus untuk presdir.
***
Sedangkan Misya sesampainya di rumah sakit dia langsung di tangani oleh Dokter, lalu polisi memberi kabar kepada Niko, karena status Niko masih tercatat sebagai suami dari Misya.
“Hallo” sahut Niko
“Apa betul ini dengan bapak Niko suami dari ibu Misya” ucap Polisi
“Iya, maaf ini dari mana ya pak?” Tanya Niko
“Saya dari kepolisian, ingin memberi tahu jika istri bapak mengalami kecelakaan dan sekarang sedang di tangani oleh dokter di rumah sakit, saya minta bapak untuk datang ke rumah sakit bisa?” Jelas Polisi
__ADS_1
“Baik pak saya akan datang, ke rumah sakit mana kalau boleh tahu?” Tanya Niko
“Di Sj Hospital pak” jawab polisi
“Ok, saya akan segera kesana pak, terimkasih atas informasinya” ucap Niko
“Sama sama pak, kami tunggu kedatangan bapak secepatnya” sahut polisi
Setelah panggilan berakhir pun Niko langsung bergegas menuju rumah sakit, sebelumnya dia menyerahkan semua jadwal kerjaan dia hari ini kepada sang adik Miko.
Sesampainya di rumah sakit, Niko langsung menghampiri Ruang UGD diaman di depan pintu ruang UGD sudah ada beberapa polisi yang memang mungkin tengah menunggu perkembangan Misya, karena setausnya Misya disini menjadi tersangka atas otak penculikan Nisa dan juga Tasya.
“Permisi pak, gimana keadaan Misya sekarang?” Tanya Niko ke salah satu polisi.
“Maaf anda siapanya ibu Misya?” Tanya balik polisi.
“Saya orang yang bapak hubungi tadi” jawab Niko
Niko pun menanyakan gimana kronologi kejadiannya, lalu polisi pun menjelaskan dari Misya datang di antar oleh beberapa orang, lalu ketika Misya hendak masuk kantor polisi Misya mengambil pistol milik dari salah satu anggota polisi dan menodong senjatanya sembari keluar dari halaman kantor polisi ketika Misya ingin kabur dan berlari tanpa melihat di jalan ada kendaraan lewat atau tidak.
“Maaf dengan keluarga ibu Misya” ucap Dokter yang tiba tiba keluar dari ruang UGD
“Saya dok, gimana keadaannya?” Tanya Niko
“Maaf pak, kami harus melakukan tindakan oprasi karena ada pendarahan pada otaknya” ucap Dokter
“Lakukan saja dok giman yang terbaik buat pasien” ucap Niko
“Baik pak, dari pihak rumah sakit akan meminta persetujuan bapak selaku wali dari ibu Misya” ucap Dokter.
“Baik dok” sahut Niko.
Setelah Niko menandatangani surat persetujuan, Misya pun langsung di bawa oleh tenaga medis menuju ruang oprasi karena akibat kecelakaan tadi dia mengalami pendarahan pada otaknya, dan dokter pun memberi tahu Niko jika harapan nya hanyalah 20% untuk bisa kembali pulih, dan semisalkah oprasi nya berjalan lancar kemungkinan Misya akan mengalami kelumpuhan pada tubuhnya.
__ADS_1
***
“Mas kamu nagpain sih liatin aku terus?” Tanya Nisa yang memperhatikan Kelvin dari tadi kerjanya seperti tidak fokus, matanya terus aja melirik kepada dirinya.
“Ya masa ada wanita cantik di hadapan mas di anggurin gak di lihat kan mubazir sayang” ucap Kelvin, sembari menatap calon istrinya yang kini tengah duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerjanya.
“Gombal, tuh kan apa kata aku juga pasti kalau aku ada disini mas jadi keganggu kerjanya, mendingan Nisa pulang saja ya, minta pak Doni anterin aku ke mansion” ucap Nisa
“Kata siapa kamu ganggu mas sayang, mas gak rasa ke ganggu ko nih buktinya karena ada kamu disini pekerjaan mas hampir selesai” ucap Kelvin sembari memperlihatkan beberapa berkas yang tengah dia kerjakannya.
Di tengah tengah obrolan mereka tiba tiba ada yang memasuki ruangan Kelvin.
“Dasar anak nakal, bukanya bawa calon menantu mommy pulang dulu, ini malah di bawa kabur ke kantor gimana sih” omel Mommy safa yang datang dengan tiba tiba.
“Mommy” ucap Nisa dan Kelvin bersamaan ketika melihat Mommy safa memasuki ruangan kerja Kelvin. Nisa dan Kelvin pun bergantian menghampiri mommy safa untuk menyalaminya.
Sudah lama mommy safa menunggu Nisa pulang, karena niat mommy safa ingin mengajak untuk fitting baju pengantin ke butik temannya dan sekalian ingin bertemu temannya yang katanya baru pulang ke Indonesia. Dan akhirnya Mommy safa mencoba menghubungi Kelvin tidak diangkat sedangkan ingin menghubungi Nisa ponsel Nisa ketinggalan di kamar dan akhirnya mommy safa memutuskan untuk menghubungi Doni asisten pribadi Kelvin, dan Doni pun memberi tahu jika Kelvin membawa Nisa ke kantornya.
“Wah penganggu datang deh” gumam Kelvin
“Apa kamu bilang?” Tanya Mommy safa yang mendengar dengan samar gumaman putranya.
“Enggak aku gak bikang apa apa, mommy ngapain kesini?” Tanya Kelvin.
“Mommy mau ajak Nisa fitting baju ke butik sekalian mommy mau bertemu teman mommy, yuk sayang dari pada kamu disini hanya bengong nungguin anak nakal mommy kerja” ucap Mommy safa.
“Yah mom, kenapa gak sama Kelvin saja nanti fitting bajunya” ucap Kelvin
“Ya kamu nanti sekalian jemput kita kamu sekalian fitting nanti, selesaikan dulu kerjaanya bentar lagi mau cuti juga, mau nanti gak di izinin cuti sama daddy kalau kerjaannya belum beres” ancam Mommy safa
“Baiklah” sahut Kelvin dengan lesu.
Mommy safa dan Nisa pun pergi meninggalkan kantor, dan Kelvin pun terpaksa harus secepatnya menyelesaikan pekerjaannya karena 3 hari lagi dia sudah mulai cuti untuk persiapan pernikahan mereka.
__ADS_1