Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 74


__ADS_3

Niko takjub dengan perubahan penampilan Rina yang telah di make over oleh Amel, tapi di mencoba menepis kekagumannya itu. Ya kini Niko sedang meminta izin kepada mamanya untuk pergi ke pesta, ketika dia memasuki kamar mamanya bersamaan dengan Rina yang hendak keluar ingin mengambilkan air minum persediaan kamar untuk mama Erina sebelum dia pergi. Niko sempat terbengong ketika melihat penampilan Rina, seketika tatapan mereka saling bertemu dan sama sama berdiri di tengah tengah pintu.


"Eh maaf tuan, silahkan" ucap Runa ketika menyadari tatapannya dan dia langsung menundukkan kepalanya. Sedangkan mama Erina yang kini tengah duduk di tempat tidur memperhatikan tingakah mereka berdua hanya bisa tersenyum.


Niko pun langsung memasuki kamar ibunya setelah itu Rina baru keluar kamar dan menutup pintunya kembali dari luar, "jantung ku ya Allah, kenapa tuan Niko terlihat tampan sekali ya" gumam Rina setelah menutup pintu dia memegang dadanya karena merasakan jantungnya berdetak begitu cepat. "Rina Rina jangan mengharapakan sesuatu yang tidak mungkin, mana mau tuan Niko sama kamu, hanya gadis yatim piatu yang tidak punya apa apa, kuliah aja pakai beasiswa" Rina menggerutu dirinya sendiri dan mencoba menepis perasaan yang ia rasakan sekarang terhadap Niko.


Setelah mengambil air, Rina kembali lagi ke kamar mama Erina dan meletakan botol air minum tersebut di meja samping tempat tidur agar mama Erina tidak susah utnuk mengambilnya.


"Ya sudah ya mah, Niko pergi dulu" pamit Niko yang kini tengah duduk di tepi tempat tidur dengan posisi saling berhadap dengan mamahnya.


"Iya, hati hati ya, sampaikan selamat buat Nisa dan suminya dari mama ya, dan mama minta maaf gitu sama dia" ucap mama Erina.


"Insya allah kalau Niko sempat Niko sampaikan" sahut Niko lalu mencium tangan ibunya dan juga kening ibunya, setelah itu dia melirik Rina yang tengah berdiri si seberang tempat tidur, "Ayo berangkat, mau sampai kapan berdiri terus disitu" ucap Niko dengan dingin.


"Saya tuan?" Dengan bodohnya Rina menanyakan hal seperti itu.


"Ya iya lah siapa lagi, kan kamu yang di suruh mama saya ikut, saya tunggu di mobil tidak pakai lama" ucap Niko


"Oh..baik tuan" sahut Rina, sepeninggalan Niko, Rina pamit kepada mama Erina lalu langsung mengikuti Niko menuju mobil.


"Ngapain kamu duduk disitu, pindah ke depan, memangnya saya supir kamu" ucap Niko dengan ketus ketika melihat Rina duduk di bangku belakang bagian penumpang.


"Baik tuan" sahut Rina lalu pindah duduk di samping pengemudi. Jangan tanyakan kondisi jantung Rina tidak bisa dikendalikan apalagi di tambah wajah Niko tiba tiba ada di hadapannya.


"Bukannya pakai seatbelt malah bengong" ucap Niko sembari memasangkan seatbelt pada Rina.


"Maaf tuan" ucap Rina

__ADS_1


"Hemm" saut Niko


Rina sejak awal bertemu Niko di rumah sakit dia sudah mulai mengagumi sosok Niko, dari taman temannya dia tahu jika Niko setatusnya sudah punya istri maka dari itu dia menganggapnya kepada Niko itu hanya sekedar kagum.


Dan itu juga menjadi salah satu alasan kenapa dia menerima tawaran dari dokter untuk menjadi perawat pribadi mama Erina agar.


***


Di ballroom hotel Osmond Group semua tamu sudah mulai berdatangan, banyak pengusaha pengusaha dari berbagai macam negara pada datang semuanya, semua kariyawan dari kantor pusat, kantor cabang luar negri maupun dalam negri.


Acara kini sudah di mulai, sebentar lagi tiba saatnya para tamu undangan akan menyambut pengantin perempuan yang akan memasuki ballroom hotel, sedangkan Kelvin sendiri sudah di atas pelaminan di temani dengan mommy safa.


Sedangkan Nisa kini sedang bersiap berdiri tepat di depan pintu masuk ballrom degan di gandeng oleh Daddy Albert, para tamu undangan semuanya penasaran dengan sosok istri dari tuan muda Osmond itu.


"Sudah siap sayang?" Tanya Daddy Albert menengok ke wanita cantik tepat do sampingnya itu.


"Insya allah siap dad" sahut Nisa sembari menganggukan kepalanya, "terima kasih Daddy sudah mau menggantikan papa untuk menemani Nisa disini" ucap Nisa dengan lirih.


"Para tamu undangan apa sudah siap untuk menyambut pengantin wanitanya" ucap Pembawa acara membuat para tamu undangan bersorak.


"Mari kita sambut ini dia wanita sepesial yang berhasil menaklukkan hati Tuan Kelvin Osmond, ini dia Nona Arisha Alfatunisa" ucap pembawa acara memanggil nama lengkap Nisa.


Pintu ballroom pun terbuka lebar, semua mata para tamu tertuju ke pintu ballroom dan di sana nampak wanita berparas cantik dengan menggunakan gaun yang begitu sederhana tetapi masih terlihat elegan, dia berjalan dengan anggun dengan di dampingi dan di gandeng oleh pria yang sudah paruh baya tapi masih terlihat begitu gagah dan tampan.


Daddy Albert menggandeng Nisa sampai menuju pelaminan dimana disana sudah ada Kelvin dan juga mommy safa, sesampainya mereka di pelaminan Daddy Albeet langsung menyerahkan Nisa kepada sang putra, dan Kelvin pun menyambutnya dengan senang hati sembari pandangannya tidak luput dari sang istri begitu pun dengan semua tamu undangan menatap kagum kepada pengantin wanitanya, Nisa begitu cantik bagaikan putri kerajaan.


Niko dan Rina baru saja sampai di Hotel, Rina terus mengikuti langkah Niko dari belakang dengan menundukan kepalanya, membuat Niko menjadi kesel lalu tiba tiba memberhentikan langkahnya membuat Rina dengan otomatis menabarak punggung Niko.

__ADS_1


"Aduh, tuan ko tiba tiba berhenti kan jadinya saya nabrak" ucap Rina semabari memegangi keningnya yang terkena punggung Niko.


"Makanya kalau jalan tuh lihat ke depan jangan lihat ke lantai" ucap Niko lalu menarik tangan Rina agar berjalan sejajar dengannya, “kamu tuh ikut saya buat jadi pasangan saya atau pelayan saya?" Tanya Niko dengan kesal.


"Pasangan tuan" jawab Rina tidak berani menatap wajah Niko.


"Kalau jadi pasanagn tuh begini" ucap Niko sembari mengarahkan tangan Rina untuk menggandeng lengan Niko, "senyum dan angkat kepala kamu" dengan otomatos Rina mengikuti ucapan Niko.


"Awas saja kalau saya lihat kamu menundukkan kepalanya lagi saya hukum kamu" ancam Niko lali mereka berdua berjalan menuju pesta dengan Rina terus menggandeng lengan Niko.


Setelah mereka memasuki area pesta, Niko mengajak Rina untuk langsung menuju pelaminan, untuk memberikan ucapan kepada kedua mempelai.


Kelvin melihat Niko berjalan menuju pelaminan dia langsung memeluk pinggang istrinya dengan posesif.


“Selamat ya tuan Kelvin, saya harap anda selalu membuat Nisa bahagia, kalau tidak saya akan ambil lagi dia menjadi milik saya” bisik Niko ketika memeluk Kelvin.


“Jangan terlalu berharap tuan Niko, tanpa anda minta pun saya akan menjaga harkat dan martabat istri saya agar orang di luar sana tidak gampang menghina dan menyakitinya” balas Kelvin membuat Niko terdiam merasa tersindir dengan ucapan pria yang kini sudah resmi menjadi sumi dari mantan istrinya.


Dan setelah Niko mengucapkan selamat kepda Kelvin, kini Niko beralih mengucapkan selamat kepada Nisa ketika mereka hendak berjabat tangan Kelvin langsung menggenggam tangan kanan Nisa sehingga Nisa dan Niko tidak jadi berjabat tangan.


“Selamat ya Nis, semoga pernikahan kamu selalu di berkahi oleh Allah, maafin mas dulu belum bisa membahagiakan kamu” ucap Niko


“Aminn, maksih mas, itu hanya masa lalu lupakan saja mas, aku sudah memaafkan mas Niko ko” ucap Nisa, setelah Niko mengucapkan selamat kepada Nisa kini giliran Rina yang mengucapkan selamat walaupun dia tidak mengenal Nisa tapi dia sering mendengar cerita dari Mama Erina jika wanita yang di hadapannya itu wanita baik.


“Selamat ya mbak, semoga pernikahannya di berkahi sama Allah” ucap Rina


“Terimakasih ya, kamu cantik banget” ucap Nisa

__ADS_1


“Sama2 mbak, mbak bisa saja malah mbak yang terlihat cantik banget” puji Rina


Setelah mereka mengucapkan kepada kedua mempelai mereka pun langsung mencari tempat duduk yang sudah di sediakan, dimana di situ juga ada Mita dan juga Bagas. Sedangkan Tasya, Mita tidak berani membawa Tasya selain sudah malam, di pesta pun pasti Tasya tidak akan nyaman karena banyak orang, akhirnya dia memutuskan meninggalkan Tasya di rumah bersama pembantunya yang sangat dia percaya.


__ADS_2