Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 52


__ADS_3

Setelah magrib Mommy safa dengan di temani Daddy Albert bergegas menuju rumah sakit dimana Nisa di rawat, mereka rencananya akan menginap di rumah sakit sampai Kelvin kembali.


Sesampainya di rumah sakit Mommy safa dan juga Daddy Albert langsung menelusuri lorong lorong rumah sakit untuk menuju kamar VIP yang di tempati oleh Nisa, ketika sudah menemukan kamar Nisa, Mommy safa dan Daddy Albert langsung masuk ke dalam ruangan Nisa.


“Assalamualaikum” ucap Mommy dan Daddy bersamaan, di lihat Nisa yang terbaring di ranjang dengan di temani satu perawat dan seperti ingin memberi Nisa makan malam.


“Waalikumsalam, loh mom, dad” jawab Nisa kaget mendapatkan momny safa dan Daddy Albert datang menemuinya.


“Gimana keadaan kamu sekarang sayang, kamu baik baik saja kan, kata Doni kamu kejatuhan kayu karena menyelamatkan anak nakal mommy” Mommy safa mendekat ke arah ranjang pasien dan langsung memborong pertanyaan kepada Nisa.


“Mom, nanyanya satu satu dong, tuh liat sampai Nisa nya bingung mau jawab yang mana dulu” ucap Daddy Albert


“Ya maaf dad, mommy kan hanya khawatir” sahut Mommy safa.


“Aku gak papa mom, dad tadi siang juga sudah CT scan dan alhamdulillah gak ada patah tulang atau retak tulang hanya ada cedera saja di bagian syaraf tulang punggungnya mom” jelas Nisa


“Ya Allah sayang, terus untuk pengobatannya gimana sus?” Tanya Mommy safa kepada suster yang di tugaskan menemani Nisa.


“Tadi kata dokter nona hanya perlu melakukan fisioterapi saja nyonya untuk penyembuhan cederanya” jawab Perawat rumah sakit.


“Nanti Daddy akan cari dokter ahli fisioterapinya yah” sambung Daddy Albert sembari mengelus kepala Nisa.


“Terimakasih dad, apa gak merepotkan Daddy” ucap Nisa


“Ya gak dong sayang kamu kan putri daddy juga, malah daddy senang kalau kamu butuh apa apa mintanya sama daddy atau mommy, iya gak mom” ucap Daddy Albert mengalihkan pandangannya menatap istrinya.


“Iya sayang benar kata daddy, ini anak sayang mau makan malam ya sus?” Tanya Mommy safa ketika melihat di ujung ranjang ada meja kecil yang sudah berisikan makanan.


“Iya nyonya” jawab perawat


“Biar saya yang suapin ya sus, dan malam ini biar saya dan suami saya yang akan menemani putri saya sus” ucap Mommy safa.

__ADS_1


“Baik nyonya kalau begitu saya permisi dulu, mari” pamit perawatnya.


“Iya sus, terimakasih ya sus” ucap Nisa dan Mommy safa bersamaan.


“Sama2 nyonya, nona” sahut si perawatnya, lalu meninggalkan ruangan Nisa.


Sebelum mulai makan, Daddy Albert merubah posisi ranjang pasiennya menjadi setengah duduk agar Nisa lebih enak untuk menikmati makanannya. Mommy safa memposisikan dirinya duduk di kursi samping ranjang sedangkan Daddy Albert duduk di sofa, Nisa menikmati makanannya sembari menceritakan keronologi kejadiannya seperti apa.


Ketika Nisa baru saja melesaikan makan malamnya, dan masih lanjut mengobrol dengan Mommy dan juga Daddy Albert tentang gimana dulu Kelvin waktu masih kecil ketika bertemu Nisa sampai nangis nangis ingin membawa baby Nisa pulang ke rumahnya. Sampai mereka pindah ke Jerman Kelvin jika teringat dengan baby Nisa selalu merengek ingin bertemu dengan baby Nisa. Kelvin tidak mengenali Nisa karena dulu Kelvin memanggil Nisa dengan sebutan baby Al.


Di tengah obrolan mereka, tiba tiba handphone milik Nisa yang tergeletak di meja samping ranjang pasien berdering, karena Nisa susah untuk bergerak Daddy Albert yang duduk di samping ranjang pasien membantu mengambil handphone milik Nisa dan terlihat di layarnya terdapat nama sang putra yang tengah menghubungi Nisa lewat Video call.


“Siapa dad yang nelfon?” Tanya Nisa


“Nih putra nakal Daddy” jawab Daddy Albert sembari menyerahkan handphonenya kepada Nisa.


“Gimana mom, di angkat apa tidak?” Tanya Nisa melihat ke arah mommy safa.


“Hallo mas” sapa Nisa


“Hai sayang, kamu baik kan?” Tanya Kelvin, mendengar Kelvin memanggilnya dengan panggilan sayang membuat Nisa tersipu malu karena bisa terdengar oleh Mommy safa dan juga Daddy Albert selaku orang tua dari Kelvin.


“Aku baik mas, nih baru selesai makan malam” jawab Nisa dengan wajah yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


“Syakurlah kalau baik, perawatnya masih nemenin kamu kan disitu?” Tanya Kelvin dia mau memastikan kalau Nisa ada yang menjaganya.


“Ada mas, dia lagi izin makan malam dulu baru nanti kalau sudah selesai kesini lagi” jawab Nisa, “mas baru selesai dari acara apa baru mau pergi?” Tanya Nisa yang melihat Kelvin menggunakan pakaian rapih dengan setelan tuxedo.


“Mas baru mau pergi sayang, ya sudah ya mas pergi dulu kamu banyak banyak istirahat ya biar cepat sembuh” ucap Kelvin ketika dia mendengar ada suara bell dari luar.


“Hemm” sahut Nisa

__ADS_1


“Kamu gak mau beri pesan apa gitu ke mas yank” ucap Kelvin


“Pesan apa, gak ada” jawab Nisa


“Ya bilang gini ke, mas awas ya matanya jangan lirik lirik cewek lain atau jangan tebar pesona sama cewek lain, gitu ke yank memangnya kamu gak takut mas di goda sama cewek lain” ucap Kevin membuat kedua orang tuanya menahan tawanya.


“Ya gak papa kalau masnya sampai tergoda kan berarti mas Kelvin nya juga mau, aku mah tinggal cari laki laki lain atau balikan sama mantan juga boleh” goda Nisa


“Eh gak boleh kamu lirik2 laki laki lain apalagi sampai balik sama mantan kamu itu, lagian mana ada mas tergoda sama wanita lain selain kamu sayang, malah sama mereka tuh mas lihatnya tuh jijik” ucap Kelvin


“Uda ah sana katanya mau pergi, tuh kasian pasti ka Doni nungguin kamu” pintah Kelvin


“Yah padahal mas sebenarnya malas buat datang ke acara kaya gitu tuh, mendingan mas nemenin kamu di rumah sakit, tapi ya sudah lah, bye sayang jangan kangen ya kalau kangen bilang sama mas biar mas langsung pulang” ucap Kelvin


“Lebay kamu” sahut Nisa


“Ya sudah selamat bobo ya sayang, miss you and love you” ucap Kelvin berhasil membuat Nisa malu karena mereka video call di lihat oleh Daddy Albert dan dan mommy safa yang sekarang sedang duduk di sofa yang sesekali melirik ke arah Nisa.


“Ko gak jawab sayang” tanya Kelvin ketika melihat Nisa hanya diam saja.


“Malu mas” sahut Nisa


“Malu sama siapa sih, kan disitu gak ada siapa siapa, kalau kmu gak bales ucapan mas tadi mas gak bakalan tutup nih telfonya” ancam kelvin.


“Ko gitu sih” sahut Nisa


“Ya makanya jawab dulu ucapan mas, atau jangan jangan kmu gak bener2 cinta ya sama mas ya” Kelvin tetap kekah memancing Nisa agar membalas ucapannya.


“Love you more, sudah puas” ucap Nisa sembari cemberut karena kesal kepada Kelvin.


“puas banget dong, kamu ngegemesin tahu kalau lagi kaya gitu, boleh tambah kiss gak yank” goda Kelvin

__ADS_1


“jangan mimpi” ucap Nisa langsung mematikan sambungan telfonnya, lalu dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena malu saat Video call dengan Kelvin di saksikan langsung dengan kedua orang tua dari Kelvin.


__ADS_2