
Nisa sepulang dari pemakaman, dia langsung menuju restoran diaman tempat dia bekerja, Nisa memutuskan untuk sementara dia akan tinggal di restoran karena dia sedang tidak mau di ganggu oleh siapa pun, karena di sudah menduga pasti Kelvin akan mendatangi rumah untuk menemuinya, dia belum siap untuk bertemu dengan Kelvin, bukan belum siap sih lebih tepatnya mulai sekarang dia akan mencoba menjauh dari Kelvin, dia merasa tidak pantas untuk Kelvin, ini lah yang dia takuti selam ini sebagai alasan kenapa sampai sekarang dia belum bisa menerima perasaan Kelvin, ketika Kelvin mengungkapkan perasaannya dan mengajaknya untuk menikah, dia takut keluarganya tidak akan menerima dirinya, yang orang tahu dirinya di cap sebagai wanita mandul, dirinya hannyalah anak yatim piatu yang miskin dan berstatus janda, sedangkan Kelvin, dia pria tampan, sigle anak orang kaya, dan sekarang sudah menjadi pengusaha sukses menggantikan sang Daddy, apa pantas laki laki seperti kelvin bersanding dengan dirinya.
Sesampainya Nisa di restoran dia langsung memasuki ruangan yang biasanya dia tempati, jika dia sedang menginap di restoran atau ketika dia sedang lambur, sebelum Nisa membersihkan dirinya ke kamar mandi Nisa mencoba mengecek Handphone nya ternyata begitu banyak panggilan masuk dari Kelvin dan juga pesan masuk tapi entah itu isinya apa, sengaja Nisa tidak membukanya, karena takut Kelvin akan menghubunginya lagi, dan Nisa pun memutuskan untuk semwntara waktu akan mengganti no kontaknya terlebih dahulu.
Padahal Kelvin menghubunginya karena ingin menjelaskan kalau mommy Safa sebenarnya tidak marah kepada Nisa, setelah telfon tak kunjung dia angkat Kelvin pun mengirimkan pesan, dan menjelaskan semuanya lewat pesan, tetapi oleh Nisa tidak ada satu pesan pun yang di buka.
***
Sedangkan di rumah sakit, setelah Niko selesai melakukan prosedur untuk tes DNA dia menghampiri ruangan Misya terlebih dahulu, dalam hatinya Niko sangat marah dengan Misya tetapi melihat keadaannya sekarang dia juga merasa kasihan walau bagaimanapun Misya sestatusnya masih menjadi istri sahnya Niko.
“Misya semoga lo cepat sadar, jika memang anak itu terbukti darah daging gua, gua mau memperbaiki hubungan kita dan merawat anak kita secara sama sama, tetapi maaf jika anak itu bukan darah daging gua, gua mau setelah lo sadar gua akan menceraikan lo, toh kita selama ini hanya nikah siri” ucap Niko yang kini duduk di bangku samping pasien dengan menatap wajah istrinya dengan kasihan.
Setelah mengunjungi Misya, Niko langsung bergegas menuju ruang IGD dimana tadi sang ibu di tangani oleh dokter, dari kejauhan dia sudah melihat di depan Ruang IGD ada sang adik Miko yang tengah menunggu di depan pintu IGD.
Ya, Miko ketika sedang menikmati hari liburnya dengan anak istrinya di apartemen, tiba tiba dia mendapatkan kabar kalau mamanya masuk IGD dari sang kakak, setelah mendapat kabar seperti itu Miko langsung bergegas pergi dari apartemen menuju Rumah sakit, awalnya Amel sang istri ingin ikut tetapi Miko tidak mengizinkan karena jika amel ikut otomatis anaknya juga ikut, dia tidak mau anaknya yang masih baby di bawa ke rumah sakit yang sudah pasti banyak penyakit dan virus.
“Mik, gimana dokter belum keluar?” Tanya Niko ketika menghampiri sang adik sembari menepuk pundaknya.
__ADS_1
“Belum ka, sebenarnya kenapa tiba tiba mama masuk IGD sih ka?” Tanya Miko karena perasaan dia kemarin mamanya itu baik baik saja dan masih sempat main ke apartemennya untuk sekedar bermain dengan cucunya.
“Mama tiba tiba ngedrop setelah gua kasih tahu kalau ternyata selama ini yang mandul itu gua bukan Nisa, dan yang lebih buat mama terkejut lagi adalah dari bukti yang Nisa kasih ke gua kalau anak yang di kandungan Misya itu bukan darah daging gua, tetapi anak dari mantan pacarnya dulu mungkin mama syok mendengar itu semua dan merasa di bohongi oleh Misya” kelas Niko, kini keduanya sama sama duduk di bangku tunggu depan IGD.
“Terus keputusan lo gimana, apa lo percaya dengan bukti yang di beri ka Nisa ke lo?” Tanya Miko
“Maka dari itu gua sedang melakukan tes DNA antara gua dan bayi itu, jika memang tes DNA itu mengatakan gua ayah biologisnya gua akan perbaiki hubungan gua dan juga Misya, tetapi jika anak itu terbukti bukan darah daging gua setelah Misya bangun dari komanya gua akan menceraikan dia” ucap Niko
“Apa lo bilang tadi, ka Misya koma?” Tanya Miko, dia tidak salah dengarkan, ko bisa kakak iparnya koma dalam hati Miko.
“Yang sabar ya ka, mungkin ini pelajaran buat lo untuk kudepannya harus lebih hati hati lagi untuk percaya sama orang walaupun itu teman kita sendiri” ucap Miko sembari menepuk punggung kakaknya yang terlihat sangat frustasi.
“Yang bikin gua kecewa Mik, mama sendiri yang merencanakan kedekatan gua dan Misya, dan mama juga dari awal memang sudah berencana untuk memisahkan gua dengan Nisa” ucap Niko sesekali dia mengusap wajahnya dengan kasar, ketika Miko ingin menanggapi ucapan sang kakak, tiba tiba ada dokter yang keluar dari pintu ruang IGD.
“Maaf untuk keluarga ibu Erina” ucap dokter yang kini sudah berdiri di depan pintu ruang IGD, otomatis Miko dan Niko pun menghapiri dokter, ketika dokter menyebutkan nama sang mama.
“Gimana dok keadaan mama saya?” Tanya Niko, “iya dok gimana keadaan mama saya?” Sambung Miko, melihat raut wajah dokter, mereka merasakan kalau telah terjadi sesuatu sama mama mereka.
__ADS_1
“Maaf pak, ibu anda mengalami stroke akibat dari meningkatnya tekan darah ibu Erina sehingga membuat pembuluh darah pada jantung dan otaknya pecah” penjelasan dokter, membuat Niko dan Miko tubuhnya rasanya langsung melemas.
“Terus apa bisa di sembuhkan dok?” Tanya Miko yang masih di hadapan sang dokter, sedangkan Niko dia merasa seluruh badannya melemas dan menyandarkan badanya ke dinding dengan mengusap wajah dan rambutnya dengan kasar.
“Ibu anda bisa mengikuti terapi untuk penyembuhannya dan yang paling terpenting harus menjaga agar tekanan darah normal terus kedepannya, untuk saat ini ibu Erina akan kita pindahkan ke ruang rawat dulu ya pak” ucap Dokter
“Baik dok, terimakasih dok” ucap Miko sedangkan Niko dia sudah tidak bisa mikir lagi harus bagaimana.
“Sama sama pak, kalau begitu saya tinggal dulu pak, mari” ucap dokter
“Iya dok” sahut Miko
Niko berfikir apa ini semua balasan atas tindakan mamanya kepada mantan istrinya Nisa, dan Niko juga merasa bersalah seharusnya dia ketika bicara dengan mamanya harus dengan tenang jangan ketika dirinya masih dalam keadaan emosi, dia juga merasa telah gagal menjalankan amanat dari almarhum papanya agar bisa menjaga mamnya dengan baik.
Begitu banyak kejadian akhir akhir ini yang menghampiri Niko, setlah masalah perceraian dengan Nisa sudah selesai, kini masalah datang lagi tentang Misya yang selama ini sudah menjebaknya dia masih bingung dalam hati kecilnya dia ingin percaya dengan bukti yang di berikan oleh Nisa, dan untuk memastikan semuanya ,dia tinggal menunggu hasil tes DNA dari dokter, sampai sekarang pun Niko belum menemui anak yang tadi baru saja di lahirkan oleh Misya, karena dia juga harus mengecek keadaan mamanya terlebih dahulu.
Sedangkan Kelvin di mansion belum bisa tenang juga, karena tidak kunjung dapat kabar atau balasan dari Nisa, dia menvoba menghubungi kembali tetapi nomor kontak Nisa sudah tidak bisa dihubungi, itu membuat Kelvin menjadi semakin khawatir, dan dia pun akhirnya memutuskan untuk menemui Nisa di rumahnya.
__ADS_1