Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 60


__ADS_3

Suasana menjadi tegang ketika Daddy Albert dengan wajah dinginnya meminta Kelvin dan Nisa untuk ikut ke kamarnya, Nisa menyalahkan Kelvin atas apa yang di lakukan Kelvin dan dirinya meninggalkan pesta seenaknya sendiri padahal pestanya belum selesai itu lah yang di pikiran Nisa, mereka akan di terkwna marah karena meninggalkan pesta.


Sedangkan Kelvin juga ikut merasa tegang, dia tahu dimana ketika becanda dan serius dengan Daddynya, ketika Daddynya sudah memasang wajah garang berarti dia harus serius menghadapi dadynya. Sedangkan Mommy safa menahan tawanya melihat anak dan calon menantunya sudah terlihat tegang.


“Kalian berdua harus di hukum karena sudah meninggalkan pesta seenaknya saja, dan hukumannya adalah...” ucapan Daddy Albert menahan ucapannya itu membuat jantung Nisa dan juga Kelvin berpacu lebih cepat.


“2 minggu lagi kalian akan menikah” sambung Daddy Albert membuat Kelvin dan Nisa menghela nafasnya lega.


“Kenapa wajah kalian pada tegang begitu sih?” Tanya Daddy Albert.


“Nisa kira, Daddy marah karena aku dan mas Kelvin meninggalkan pesta seenaknya, maafin Nisa ya Dad” jawab Nisa dengn lirih.


“Gak papa sayang, Daddy gak mungkin lah marah sama kamu, Daddy tahu pasti yang bawa kamu keluar dari pesta putra Daddy yang nakal itu, maka dari itu dia harus di hukum” ucap Daddy Albert sembari melirik ke arah Kelvin.


“Hukum apa lagi sih dad?” Protes Kelvin


“Kamu Daddy Hukum tidak boleh bertemu dengan Nisa sampai kalian menikah nanti” ucap Daddy Albert dengan tegas.


“Dad, gak bisa begitu lah mas aku gak boleh bertemu sama calon istri aku sih, ini saja baru kangen kangenan masa sudah suruh pisah lagi” rengek Kelvin.


“Kan memang adatnya begitu sayang, menjelang pernikahan calon pengantinnya itu tidak boleh bertemu dulu atau orang bilang namanya di pingit” jelas Mommy safa ikut menyambungi ucapan suaminya.


“Ayo lah mom, kan ini sudah jaman moderen masa masih pakai pingit pingitan segala sih mom” protes Kelvin


“Pokoknya keputusan Daddy dan Mommy sudah bulat, kamu mau nikah sama Nisa tidak?” Tanya Daddy Albert dengan tegas padahal dalam hatinya dia ingin tertawa ketika melihat wajah frustasi putranya. Mendengarkan pertanyaan Daddynya Kelvin pun langsung menganggukan kepalanya, “ya sudah ikutin keputusan Daddy sama Mommy tidak ada bantahan” sambung Daddy Albert.


Kelvin menghela nafasnya sangat berat mendengar keputusan Daddy dan Mommynya yang tidak bisa di ganggu gugat, dari pada dia tidak jadi menikah dengan Nisa.


***

__ADS_1


“Siapa sayang yang nelfon?” Tanya Bagas ketika Handphone miliknya berdering karena Bagas sedang sibuk memperhatikan jalan dia meminta Mita untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


Mita pun langsung meraih Handphone suaminya yang di letakan anatar tempat duduk, lalu Mita langsung melihat siapa yang menghubungi suaminya, “mas Niko mas” jawab Mita


“Coba kamu angkat sayang kamu loudspeaker saja, tumben kenapa bang Niko tiba tiba menghubungi aku ya” ucap Bagas


“Hallo, gas” ucap Niko dari sabrang telfon.


“Hallo iya bang, kenapa?” Tanya Bagas


“Kamu lagi sibuk gak, kalau lagi gak sibuk datang ke SJ Hospital sekarang, Misya sudah sadar katanya dari 2 hari yang lalu dan sekarang dia kabur dari rumah sakit” ucap Niko dengan suara yang berkasan tergesah gesah.


“Apa bang, kabur...,ko bisa” ucap Bagas kaget ketika mendengar Misya kabur dari rumah sakit begitu oun dnegan Mita dia juga kaget mendengar kabar itu dari Niko.


“Gak tahu makanya aku mau ke rumah sakit sekarang” sahut Niko


“Ya sudah, aku tunggu ya” sahut Niko


“Iya bang”


Selepas Niko menelfon, Bagas mengandari mobilnya menuju rumah terlebih dahulu untuk mengantar anak dan istrinya, setelah itu dia akan menyusul Niko ke rumah sakit.


“Mas pergi dulu ya sayang, kamu tidak usah nunggu mas pulang, tidur saja duluan sama Tasya yah” ucap Bagas ketika mereka sudah sampai tepat di depan rumahnya.


“Iya mas, mas hati hati, kabarin aku kalau ada apa apa” sahut Mita lalu meraih tangan Bagas untuk di ciumnya dan di balas olah Bagas dengan memberi ciuman di kening Mita dan tidak lupa dia mencium pipi putrinya Tasya.


Setelah memastikan istri dan anaknya masuk rumah, Bagas langsung mengendarai mobilnya kembali meninggalkan halaman rumahnya untuk menemui Niko di SJ Hospital dimana tempat Misya di rawat.


“Hallo bang” ucap Bagas ketika dia sudah sampai di rumah sakit, dia mencoba menghubungi Niko tepatnya dimana posisinya sekarang.

__ADS_1


“Iya gas, kamu sudah di rumah sakit?” Ta ya Niko


“Iya bang, bang Niko dimana sekarang posisinya?” Tanya Bagas


“Aku di ruang dokter jaga yang tidak jauh dari ruangan yang di tempati Misya” jawab Niko


“Oh ok baiklah, aku Kesana sekarang” ucap Bagas


“Hemmm” sahut Niko lalu mereka langsung memutuskan sambungan telfonnya dan Bagas berjalan dari lobby menelusuri lorong rumah sakit menuju dimana Niko berada.


“Gimana bang?” Tanya Bagas ketika menghampiri Niko yang baru saja keluar dari ruangan Dokter.


Mereka duduk di kursi tunggu tepat di depan ruangan dokter dan Niko pun langsung menjelaskan apa saja yang di sampaikan dokter kepadanya.


“Ternyata Misya sudah sadar dari tiga hari yang lalu” jelas Niko


“Tunggu tunggu 3 hari yang lalu, tiga hari yang lalu aku, Mita dan Tasya siangnya mengunjungi dia di ruangannya tapi masih dalam keadaan koma, tunggu tunggu bang, apa sewaktu Tasya nangis kencang ya dia sadarnya, soalnya pas kita baru 15 menit di ruangan Misya, Tasya tiba tiba nangis sangat kencang” ucap Bagas


“Kemungkinan iya, tadi aku juga lihat cctvnya kamar yang ditempati Misya, setelah kalian keluar dari kamar Misya langsung sadar, tetapi ketika dokter dan perawat datang dia pura pura masih tak sadarkan diri hingga besok siangnya dia keluar dari kamar dan sepertinya izin ke taman rumah sakit kalau dilihat arah jalannya, sepertinya dia menghubungi seseorang dengan meminjam Handphone orang” jelas Niko


“Memangnya rumah sakit gak menghubungi abang pas waktu Misya hilang?” Tanya Bagas


“Nah itulah dia, karena aku tipikal orang kalau ada nomor baru itu males meladeni mereka menghubungi tapi gak pernah di angkat dan mereka juga sudah lapor polisi bahwa mereka kehilangan pasien tapi sampai sekarang polisi belum menemukan keberadaan Misya” jelas Niko lagi.


“Coba gas, kamu kan kenal beberapa teman modelnya, coba kamu tanyakan mereka pernah bertemu Misya tidak” ucap Niko memberi ide kepada bagas, siapa tahu temannya ada ya g tahu atau ada yang pernah melihat keberadaan Nisa.


“Baik bang, nanti coba aku hubungin mereka” sahut Bagas


“Ya sudah yuk kita balik saja sudah malam” ajak Niko, lalu mereka berdua akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah masing masing, karena percuma mereka malam2 mencari Misha tidak akan ada hasilnya.

__ADS_1


__ADS_2