
Nisa yang siang ini ingin bertemu dengan Mita sahabatnya, kini sudah siap dengan pakaian perginya dan sedikit memoles wajahnya dengan make Up, ketika dia hendak pergi melewati pintu utama bersamaan degan mama Erina yang baru sampai di rumah.
“mau kemana kamu Nisa?” tanya mama Erina dengan nada juteknya sembari mnyelidik penampilan mennatunya dari atas sampai bawah.
“Nisa mau pergi sebentar mah, Nisa sudah ijin ko sama mas Niko” jawab Nisa
“jangan berfoya foya kamu ya, suami capek kerja uangnya jangan di hamburin” ucap mama erina
“Eggak mah, Nisa cuman mau ketemu sahabat Nisa yang baru pindah ke jakarta” jelas Nisa
“saya gak peduli mau kamu ketemu sahabat kamu ke, keluarga kamu ke saya gak peduli, yang saya peduliin jika ku menghabiskan uang putra saya, ngerti” ucap mama Erina dengan tegas melarang Nisa menggunakan uang suaminya, padahal jelas jelas itu kewajiban putranya untuk memeberi nafkah kepada istrinya.
“iya mah, kalau begitu Nisa pamit dulu” pamit Nisa sembari mencium tangan ibu mertuannya tetpai sebelum di cium oleh Nisa tanganya sudah di tarik lagi sama mama Erina.
“uda sana sana kalau mau pergi” ucap mama Eria
“Assalamualaikum” salam Nisa dan langsung berjalan menuju mobil yang di sediakan suminya untuk dirinya berpergian.
“Waalaikum slama” jawab mama Erina dan langsung bergegas memasuki rumahnya.
Mama Erina memasuki rumah dan Nisa bergegas mengendarai mobilnya menuju tempat diman dia berjanji untuk bertemu dengan Mita sahabtanya.
__ADS_1
Ketika sampai tempat ternyata shabatnya belum datang, dan sekitar 10 enit kemudian sahabatnya baru datanag ketika baru memasuki cafe langsung Nisa panggil sahabtanya.
“Mita” panggil Nisa sembari melembaikan tangannya ketika melihat shabatnya baru emasuki kafe dan Mita puni langsung menghampiri meja yang di tempati oleh Nisa.
“Nisa ya Allah” sahut Mita ketika bertemu dengan sahabatnya, merekapun langsung berpelukan.
“kamu Apa kabar Mit?” tanya Nisa sembari melepas pelukan pada sahbatanya.
“Alhamdulillah baik Nis, kamu sendiri apakabar, kenapa kamu sekarang tambah kurusan?” tanya balik Mita, lalu mereka duduk bersama.
“aku baik, masa sih aku kurusan” ucap Nisa sembari memeperhatikan badanya sendiri memastikan memang dirinya nambah kurus ya padahal dia merasa biasa saja tidak merasa kurusan tidak merasa gemukan.
“Aku seneng banget deh mit bisa ketemu kamu lagi, jadi ada teman untuk aku cerita dan shering, aku selama ini bingung setiap aku punya masalah ingin cerita ke siapa” ungkap Nisa
“aku juga seneng Nis kita bisa ketemu lagi bisa bertukar cerita lagi sama kamu, awal aku mendengar bahwa suamiku mengajak pindah ke jakarta aku senang tetapi aku sedikit curiga kenapa pindahnya secara mendadak, dan Akhir2 ini gua curiga kalau suami ku punya perempuan lain Nis” cerita Mita dia sembari mengingat akhir2 ini suaminya berubah sering pulag sangat larut dan ketika kita punya janji suaminya selalu mengingkari janjinya.
“coba kamu cari tahu dulu mit sebelum kamu mengambil keputusan, jangan terlalu gegabah” nasehat Nisa
“Iya nis, tapi sebenernya ya jika suamiku mau nikah lagi tidak papa, aku ikhlas cuman harus bilang baik2 dan minta ijin sama aku dulu yang disini posisi aku masih menjadi istrinya Nis dan itu uda sering aku bilang ke suamiku” jelas Mita
“kamu yang sabar aja dulu, cari tahu dulu bener tidak kalau suami kamu selingkuh” ucap Nisa, Nisa sadar setelah mendengar cerita sahabatnya dikira diirnya lah orang yang paling menderita karena masalah yanag tengah Nisa Alami.
__ADS_1
“oh ya Nis, niatnya aku akan membuka usaha kecil-kecilan, buka resto, di karenakan aku belum menemukan kokinya, gimana kalau kamu saja yang jadi kokinya, lumayan nuat simpenan kamu uang gajinya" ucap Mita
“tapi mit, aku pasti gak boleh sama suamiku dan pasti ibu mertuaku psti nambah mencecer aku kalau aku sering keluar rumah” ujar Nisa
“atau gini saja nanti gua cari asisten untuk koki jadi kamu perlu mengajari asisten koki dan kamu gak perlu datang ke resto setiap hari yah 1 minggu 2 kali, pasti bolehkan ijin sama sumai lo” ide Mita
Dan Nisa pun berfikir jika dirinya punya penghasilan sendiri, lumayan uangnya untuk dia tabung takut jika suatu saat terjadi sesuatu dengn dirinya, dia sudah siap secara materi.
“boleh deh” lumayan buat nambah nambah uang simpenan.
Sedang kan Niko sedang meeting di suatu restoran dengan kliennya, dan di tempat yang sam adan waktu yang sama juga misya sedang berkumpul dengan teman2nya di restoran itu, tetapi Niko tidak tahu kalau disitu ada Misya.
Misya dan teman temannya baru selesai menyantap maknan yang ada di hadapannya tiba tiba matanya terfokuska dengan Niko yang baru memasuki restoran. Dan dia hampir tidak mengenali kalau yang dia lihat itu adalah Niko, pria yang sudah buat dia jatuh cint aselama masa kuliah sampai sekarag, di lihatnya Niko semakin gagah, dia makin tampan
“hei teman2 bukannya itu pengusaha yang di kabarkan istrinya itu mandul ya” ucap salahs atu teman Misya menunjuk ke arah Niko
“kalian kenal dia siapa?” tanya Misya pura2 tidak megeali orang yang sedang di bicarakan teman2nya.
“msa lo gak kensl dia itu Niko Pratam, Pengusaha yang di kabarkan kalau istrinya itu mandul karena mereka menikah sudah 5 tahun tak kunjung di kasih keturunan” jelas teman Misya dan Misya pun hanya diam dan menyimak omongan temannya.
“oh jadi istri Niko mandul, kesempatan gua nih buat dapetin dia lagi, lewat tante Erina, pasti tante Erina menginginkan cucu dari Niko dari pada gua menunggu kepastian dari mas bagas" gumam Misya
__ADS_1