Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 49


__ADS_3

Sesampainya Kelvin di lobby rumah sakit, tenaga medis langsung membantu Kelvin dengan membawakan brankar, lalu Kelvin meletakan Nisa di brankar dan tenaga medis langsung membawa Nisa menuju ruang UGD.


“Tolong selamatkan calon istri saya dok, tadi punggungnya tertimpa kayu, pastikan dia baik baik saja dok” ucap Kelvin panik tanpa sadar dia menyebutkan Nisa sebagai calon istrinya.


“Tunggu disini tuan, kami akan segera memeriksanya” ucap Salah satu perawat lalu langsung menutup pintu ruang UGD utnuk menangani pasien lebih lanjut.


“Tuan.., ya sabar tuan, nona Nisa pasti akan naik baik saja” ucap Doni yang baru saja datang setelah melewati macetnya jalanan.


“Kenapa Nisa melakukan ini sama gua don, dia menyelamatkan gua don” racau Kelvin dengan posisi terduduk lemas dan bersandar di dinding depan ruang UGD masih lengkap dengan pakaian kerjanya, sesekali Kelvin menarik rambutnya dengan kasar.


“Sabar tuan, tuan harus kuat demi Non Nisa yang sudah menyelamatkan tuan dari bahaya, tuan harus yakin kalau Nona Nisa akan baik baik saja” ucap Doni mencoba menenangkan bosnya agar tidak panik.


“Hemm” sahut Kelvin, lalu Doni membantu Kelvin untuk berdiri dan duduk di kursi tunggu depan ruang UGD, “Don cari tahu ini real kecelakaan atau ada orang yang menyelakai gua” pinta Kelvin, dia tidak tahu ini kecelakaan apa ada orang yang niat jahat kepadanya. Dan yang dia bingung kenapa Nisa bisa berada di tempat yang sama dengan dirinya.


“Baik tuan, saya akan memerintahkan anak buah saya untuk menyelidiki semuanya” ucap Doni, lalu beranjak sedikit menjauh dari bosnya, untuk menghubungi anak buahnya.


Pintu ruang UGD tekah di buka oleh perawat, otomaris mata Kelvin tertuju ke arah pintu. Kelvin segera berdiri dan langsung menghampiri dokter ketika dokter sudah berdiri depan pintu dan menanyakan keluarga dari pasien.


“Saya calon suaminya dok, apa yang terjadi sama calon istri saya dok, semuanya baik baik saja kan dok?” Kelvin langsung mencecer dokter dengan pertanyaan, karena rasa khawatirnya terhadap Nisa.


Lalu dokter menjelaskan kalau Nisa mengalami cedera di bagian syaraf tulang belakangnya, dan setelah Nisa siuman dokter menyarankan untuk melakukan CT scan pada bagian punggungnya.


“Apa saya sudah bisa melihat calon istri saya dok?” Tanya Kelvin


“Silahkan tuan, tapi pasien masih tidak sadarakan diri, dan dari pihak kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat inap, karena kami masih memantau kondisi pasien” ucap Dokter

__ADS_1


“Terimaksih ya dok” ucap Kelvin sebelum memasuki ruangan.


“Sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu, mari tuan” ucap Dokter dan di angguki langsung oleh Kelvin.


Setelah kepergian dokter dan dokter sudah mengizinkannya untuk melihat keadaan Nisa, Kelvin langsung masuk ke ruang UGD. Dan Kelvin berjalan mendekati ranjang pasien milik Nisa.


Di dalam ruangan Kelvin langsung menggenggam tangan Nisa dan mencium keningnya, terlihat wajah Nisa yang masih pucat dan tak berdaya di atas ranjang.


“Kamu cepet sembuh ya sayang, maaf mas selama ini sudah cuekin kamu, tapi kamu malah tetap peduli dan menyelamatkan nyawa mas, cepet bangun ya sayang, mas gak sanggup melihat kamu terbaring lemah seperti ini, mas janji setelah kamu bangun mas tidak akan cuekin kamu lagi walaupun kamu mau balikan sama mantan suami kamu, mas akan coba ikhlas dan akan menganggap kamu sebagai adik dan juga wanita yang mas cintai dalam hati mas” ucap Kelvin lalu duduk di bangku samping ranjang pasien dan terus menggenggam tangan Nisa dan mengecupnya berkali kali tidak terasa air mata Kelvin pun akhirnya terjatuh juga dan membasahi tangan Nisa yang sedang dia genggam.


Tidak lama kemudian ada perawat memasuki ruangan ingin memindahkan Nisa ke ruang rawat inap, dan Kelvin meminta untuk memberikan ruang rawat yang terbaik di rumah sakit. Dan perawat pun memindahkan Nisa di ruang VIP. Kelvin meminta Doni untuk mengurus semua data tentang Nisa.


Setelah mengurus data tentang Nisa, Doni langsung menghampiri Kelvin yang tengah menunggu Nisa di ruangnya, dia ingin melaporkan hasil anak buahnya atas kejadian tadi di lokasi proyek. Setelah sampai di ruangan Nisa, Doni langsung memberi tahu tentang penyelidikan anak buahnya dengan suara yang sangat pelan karena takut memganggu Nisa.


Setelah memberi tahu Kelvin, Doni langsung meninggalkan ruangan Nisa dan di minta untuk kembali ke kantor menggantikan dirinya, karena Kelvin harus menemani Nisa di rumah sakit, Doni akan melaporkan kejadian ini semua kepada Nyonyanya, karena dari kejadian yang Kelvin tidur di kantor itu mommy safa meminta untuk Doni melaporkan semua yang di lakukan putranya.


“Nisa kamu sudah sadar” ucap Kelvin ketika melihat Nisa sudah membuka matanya.


“Mas, mas Kelvin ko biasa ada disini, ini bukan mimpi kan, ini mas kelvin beneran?” tanya Nisa ke diri sendiro dalam hati, ketika membuka matanya melihat wajah tampan yang selama ini dia rindukan.


“Tunggu sebentar ya mas panggil dokter dula” ucap Kelvin sembari meraih tombol darurat untuk memanggil tenaga medis dan Nisa hanya menganggukan kepalanya dengan pelan, “apa yang kamu rasakan?” Tanya Kelvin.


“Punggung ku nyeri banget mas” ucap Nisa ketika merasakan nyeri pada bagian punggungnya ketika ingin menggerakan badannya, “yang sabar ya tunggu Dokter dulu” ucap Kelvin menenangkan Nisa sedangkan pandangan Nisa matanya tertuju kepada wajah tampan Kelvin dia belum percaya kalau orang yang di hadapnya adalah Kelvin, lalu dia mengingat -ingat kejadian tadi di lokasi Proyek sebelum dia masuk rumah sakit dan memang benar ketika di lokasi proyek dia melihat Kelvin ada di tempat yang sama dengannya.


Seketika suasana ruangan jadi sunyi karena dua insan yang tengah sibuk dengan pikiran masing masing, tidak ada percakapan lagi sampai Dokter dan juga perawat memasuki kamar inap milik Nisa.

__ADS_1


“Gimana nona apa yang anda rasakan sekarang?” Tanya Dokter


Lalu Nisa menjelaskan apa saja yang dia rasakan, dia merasakan nyeri di bagian punggungnya jika badanya bergerak.


“Ok, jadi nona, seperti yang tadi saya katakan dengan calon suami anda jika anda mengalami cidera pada bagian syaraf tulang punggungnya, setelah ini kami akan membawa Nona Nisa untuk melakukan CT Scan ya, saya mau melihat ada retakan pada tulangnya atau tidak” ucap Dokter, mendengar ucapan Dokter yang menganggap Kelvin sebagai calon suaminya, membuat Nisa langsung memandang ke arah Kelvin, dan Kelvin yang melihat pandangan Nisa beralih kepadanya langsung memalingkan wajahnya yang sudah memerah karena malu.


“Baik dok, lakukan lah yang terbaik dok” ucap Kelvin, dia mencoba meneyralkan perasaannya lagi.


“Pastinya tuan, kalau begitu kami permisi sebentar lagi akan ada perawat yang akan mengantar nona Nisa untuk ke ruang CT scan” ucap Dokter


“Baik dok, terimakasih dok” ucap Nisa


“Sama sama Nona” sahut Dokter meninggalkan ruangan Nisa.


Sepeninggalan Dokter, ruangan menjadi sunyi lagi hingga tiba tiba secara bersamaan Nisa dan Kelvin sama sama mengucapkan kata yang sama.


“Maaf” ucap Nisa dan Kelvin secara bersamaan, hingga membuat mereka berdua sedikit tertawa.


“Maafin aku ya mas yang selama ini sudah mengabaikan pesan dan panggilan telfon dari mas Kelvin sampai Nisa ganti Nomor, karena waktu itu Nisa takut kalau Nisa gak boleh dekat dekat dengan mas Kelvin dan Nisa juga merasa tidak pantas untuk dekat dengan mas Kelvin” ucap Nisa dengan lirih


“Maafin mas juga ya, kemarin kemarin sudah cuekin kamu, harusnya mas tidak boleh bersikap seperti itu, dan terimakasih karena kamu sudah menyelamatkan mas tadi, kalau tidak ada kamu mas tidak tahu kejadiannya akan seperti apa” ucap Kelvin sembari mengelus kepala Nisa.


“Mungkin Allah menggerakan aku untuk datang ke tempat yang sama dengan mas Kelvin datangi agar aku bisa menyelamatkan mas Kelvin dari bahaya” ucap Nisa


Mendengarkan ucapan Nisa, Kelvin pun menanyakan alasan Nisa ada di tempat yang sama dengannya, “oh ya kalau boleh tahu kenapa kami bisa berada di lokasi proyek?” tanya Kelvin memposisikan dirinya untuk duduk kembali di kursi.

__ADS_1


“Oh itu aku menggantikan driver untuk mengantar makanan catring yang di pesan tuan siapa gitu, mungkin buat para pekerja disana, karena di resto gak ada yang bisa menyetir mobil, dengan terpaksa Nisa lah yang gantiin drivernya” jelas Nisa


Ketika mereka sedang asik mengobrol dengan senyum sudah saling mengembang tiba tiba ada sesorang yang memasuki kamar Nisa membuat Nisa kaget dari mana orang tersebut mengetahui kalau dirinya tengah di rawat di rumah sakit ini. Dan kehadiran orang tersebut membuat Kelvin cemburu dan rasa ingin pergi dari ruangan Nisa tetapi ketika dia hendak pergi tangannya di tahan dan di genggam oleh Nisa.


__ADS_2