
Satu minggu berlalu, kini mama Erina sudah di perbolehkan pulang, dengan keadaan masih sama, masih dalam keadaan stroke yang menyerang tubuhnya hingga mama Erina susah untuk menggerakan seluruh tubuhnya dengan bibir yang sedikit miring tapi alhamdulilahnya mama Erina masih bisa bicara walaupun terbata bata dan tidak begitu jelas.
Di karenakan mama Erina perlu perawatan khusus, Niko akan mecari seorang perawat khusus untuk merawat mamanya di rumah, Miko dan Amel pun akhirnya memutuskan untuk pindah dari apartemen ke rumah Pratama, agar bisa mereka dengan mudah bisa membantu merawat mama Erina dengan mudah, dan bisa memberikan semangat mama Erina untuk sembuh karena kehadiran cucunya di rumah Pratama.
Hari ini bertepatan dengan keluarnya hasil tes DNA anatara Niko dan anak yang di lahirkan oleh Misya, ya, 3 hari yang lalu Niko sempat menjenguk anak yang di lahirkan Misya itu, dia juga sempat memberikan lantunan adzan tepat di telinga bayi yang berjenis kelamin perempuan itu, walaupun Niko masih ragu itu anaknya atau bukan tetapi apa salahnya jika dia mengadzani anak itu walau bagaimanapun anak itu tidak salah yang salah adalah orangtuanya.
Kini Niko sudah berada di ruangan dokter, dia sudah siap untuk mendengarkan penjelasan dokter atas hasil tes DNA yang Niko lakukan satu minggu yang lalu, dalam hati yang paling dalam Niko merasakan kalau anak itu bukanlah darah dagungnya, karena ketika dia melihat anak yang di lahirkan oleh Misya kemarin di lihat dari wajahnya tidak ada sedikit pun yang mirip degannya.
"Jadi giaman hasil tesnya dok?" Tanya Niko yang kini tengah duduk di hadapan dokter.
"Jadi saya lihat dari hasil tesnya, disini mengatakan bahwa anda bukan Ayah biologis dari bayi yang telah di lahirkan oleh saudari nyonya Misya" jelas dokter sembari tangannya memegang kertas yang berisi tentang hasil tes DNA milik Niko.
Niko nampak biasa saja, dia sudah menduga pasti Nisa memberikan bukti bukti kepada dirinya tidak mungkin palsu, Niko hanya merasa dirinya selama ini sudah sangat bodoh kenapa bisa percaya begitu saja dengan ucapan Misya tidak menyelidiki terlebih dahulu.
Setelah dokter menjelaskan semuanya kepada Niko, Niko langsung berpamitan kepada dokter dan langsung berjalan menuju ruangan Misya, ya selama seminggu ini belum ada perubahan dari Misya, masih dalam keadaan koma terbaring lemah di ranjang rumah sakit, Niko menjadwalka untuk mengunjungi Misha hanya satu minggu sekali selebihnya ia serahkan kepada pihak rumah sakit.
"Misya, hari ini gua sudah membuktikan kalau anak lo itu bukan anak kandung gua, dan sorry setelah lo sadar nanti gua akan menceraikan lo, dan hari ini gua mau mencoba menemui Nisa, untuk menanyakan siapa ayah biologis dari bayi itu, maaf bukan gua gak mau merawat bayi itu tetapi Ayahnya lah yang lebih berhak atas anak itu, kecuali jika ayah biologisnya tidak mau menerima bayi itu insya allah dengan tangan terbuka gua akan merawat bayi itu dan menganggapnya sebagai anak kandung gua" ucap Niko yang kini tengah duduk di samping ranjang pasien yang di tempati oleh Misya.
3 hari yang lalu ketika Niko mengunjungi putri dari Misya, dokter mengatakan kalau putrinya boleh di bawa pulang, tetapi Niko memeinta kepada pihak rumah sakit untuk sementara bayinya tetapi tinggal di rumah sakit terlebih dahulu, karena dia mau memastikan terlebih dahulu siapa ayah kandung dari bayi itu dan semisalkah bayinya di bawa pulang juga belum ada yang bisa mengurus bayinya, karena semuanya sedang fokus mengurus mama Erina.
***
Sedangkan Kelvin hari dia baru pulang dari perjalanan bisnisnya, rencananya dari Airport ia akan menemui Nisa langsung di restoran tempat Nisa bekerja, karena semenjak satu minggu yang lalu Kelvin belum sempat menemui Nisa karena dia harus melakukan perjalanan bisnis yang tidak bisa dia batalakan, kini Kelvin sedang dalam perjalanan menuju restoran milik Mita, karena terkahir dia mendapat informasi dari bodygard yang dia perintah untuk mengikuti Nisa kemana pun Nisa pergi, mengatakan kalau Nisa posisinya sekarang sedang berada di restoran.
"Semoga kamu sudah tidak marah lagi dengan mas, sayang" ucap Kelvin dalam hati dia merasa senang hari ini akan berjumpa lagi dengan wanita pujaan hatinya.
Dengan waktu bersamaan Niko juga hari ini ingin menemui Nisa di restoran, selepas dari rumah sakit dia langsung menuju restoran milik Mita, karena Niko sudah mengetahui dari adik iparnya Amel, jika Nisa masih bekerja di restoran itu.
Sesampainya di restoran ketika Niko baru saja turun dari mobil, dia melihat Nisa juga baru turun dari sebuah mobil bersama dengan seorang wanita yang Niko tebak itu pasti Mita sahabat dari mantan istrinya yang sering di ceritakannya dulu. Karena tidak mau kehilangan kesempatan Niko langsung menghampiri Nisa dan menahan tangannya.
__ADS_1
Nisa yang merasa di tahan tangannaya dengan seseorang, otomatis dia menghentikan langkahannya dan berbalik badan, Mita pun jadi ikut menghentikan langkahannya, awalnya Nisa kira yang menahan tangannya adalah Kelvin ternyata salah yang menahan tangannya adalah Niko mantan suaminya.
"Sadar Nisa kamu yang ingin menjauh dari mas Kelvin, tapi kenapa sekarang malah kamu mengharapkan dia datang" ucap Nisa dalam hati seketika wajahnya berubah sendu ketika melihat siapa yang datang, bukan sesuai orang yang dia harapkan.
Selama seminggu ini Nisa seperti merasa tersiksa menjauhi Kelvin, dia tidak tahu perasaan apa yang tengah ia rasakan yang pasti dia berharap Kelvin akan datang menamuinya, mungkin karena sudah terbiasa setiap hari melihat wajah tampan Kelvin dengan canda tawa dan gombalannya, dan sudah seminggu ini dia tidak merasakan hal itu lagi, di saat berada dekat dengan Kelvin dia merasa aman, terlindungi dan bersikap apa adanya, berbeda dengan ketika bersama Niko, dia merasa ketika bersama Niko seperti tidak ada perlindungan dari Niko apalagi ketika berurusan tentang ibu mertuanya pasti Niko selalu kalah dari mamanya.
"Nisa, mas mohon minta waktunya sebentar ingin bicara berdua sama kamu" ucap Niko memohon.
"Nis aku masuk duluan ya" pamit Mita melihat keadaan, mungkin memang mereka berdua perlu waktu untuk bicara, dan Nisa pun langsung menganggukkan kepalanya.
Sepeninggalan Mita memasuki restorannya, Nisa mengajak Niko untuk berbicara sembari duduk di depan restoran, yang memang resto sediakan untuk para pengunjung yang khusus meroko di luar.
"Mas Niko mau bicara apa, maaf gak bisa lama lama, aku harus kerja lagi" ucap Nisa dingin tanpa menatap mata Niko.
"Baik, yang pertama mas Minta maaf atas semua kesalahan mas dan juga mama terhadap kamu, dan kenapa kamu menyembunyikan masalah hasil tes itu Nisa, dengan begitu kan Kamu di anggap wanita mandul oleh mama dan orang orang, padahal kenyataannya mas lah yang mandul" tanya Niko
"Tanpa aku menyembunyikan itu pun aku sudah di anggap wanita mandul mas sama mama, apa mas pikir aku tega memeberi tahu kenyataan kalau kamu lah yang bermasalah disini, aku tidak tega mas melihat kamu nanti frustasi memikirkan hasil tesnya apalagi mama, aku takut mama tiba tiba ngdrop karena tahu putra sulungnya lah yang bermasalah dalam hal untuk mempunyai anak, apa aku harus setega itu kepada kalian hah, walau pun dokter mengatakan langsung di hadapan mama kalau aku baik baik saja aku tidak ada masalah tapi apa mama malah menuduh aku kalau aku yang sudah membayar dokter untuk memalsukan hasil tesnya" jelas Nisa dengan sedikit emosi sembari memukul mukul dadanya yang terasa sakit dan perih ketika mengingat ingat kejadian itu.
"Sudah lah mas, yang penting sekarang mas jaga keluarga mas dengan hati hati jangan sampai orang lain merusaknya lagi, jujur aku tidak pernah menyesal pernah jadi istri kamu, kamu selama sudah menjadi suami yang baik bagi aku" ucap Nisa sembari menghapus air matanya.
"Sudah terlambat Nisa, aku sudah mengetahui semuanya kebusukan dan kelicikan yang di lakukan Misya, mama sekarang mengalami stroke dan Misya terbaring koma di rumah sakit setelah melahirkan" ucap Niko sembari menundukan kepalanya.
"Apa mas, Mama stroke dan Misya koma?" Tanya Nisa kembali dia merasa terkejut mendengar kabar itu dari mantan suaminya.
"Iya, tepatnya seminggu yang lalu ketika mas membuka map yang di beri kamu waktu di pengadilan, dan mas mengetahui semua kenyataan itu mas berhantem hebat di rumah bersama Misya dan setelah itu Misya mengalami pendarahan hebat yang membuat dia banyak kehilangan banyak darahnya, hingga membuat dia koma seperti sekarang, dan mama seperti tidak terima menerima kenyataan kalau anak yang di kandung Misya adalah bukan darah daging mas, tiba tiba mama langsung koleps dan darah tingginya naik hingga pembuluh darah di otak dan jantungnya pecah itulah yang menyebabkan mama stroke, tapi alhamdulillah kemarin mama sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit" Jelas Niko
"Aku turut perihatin ya mas, sumpah aku memberi bukti itu semua bukan ingin membuat kalian celaka, tapi aku hanya ingin mas Niko tidak terlalu lama di bodoh bodohi oleh Misya" ucap Nisa dia merasa kasihan melihat mantan suaminya itu.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu mas ketika kita belum bercerai Nisa?" Tanya Niko
__ADS_1
"Apa mas akan percaya dengan kata kata Nisa kala itu yang belum puny bukti apa apa, sedangkan mas akhir akhir belakangan sebelum kita bercerai lebih mempercayai omongan Misya dari pada aku" ucap Nisa membuat Niko semakin merasa bersalah.
"Kata mas tadi Misya sudah melahirkan, gimana keadaan anaknya sekarang?" Tanya Nisa
"Oh iya mas sampai lupa ingin menanyakan tentang itu, iya Misya sudah melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik, dan katika Misya sudah melahirkan mas melakukan tes DNA lagi kepada bayi itu dan hari ini mas baru saja menerima hasil tes DNA itu dan dokter mengatakan kalau mas bukanlah ayah biologis bayi itu dan mas mencari kamu kesini karena ingin menanyakan siapa ayah biologis anak itu, kamu pasti tahu Nisa, karena mas ingin tahu dia menginginkan anak itu atau tidak, jika tidak mas dengan ikhlas akan mengangkat dan menggapa dia sebagai anak mas walaupun setelah Misya sadar kita akan bercerai?" Tanya Niko
"Jangan mas, ayah kandungnya sangat mengharapkan bayi itu, malah waktu Misya sedang hamil dia sempat ingin menikahi dan bertanggung jawab tetapi Misya tidak mau, malah mengakui semuanya dan minta pertanggung jawaban itu ke kamu" Jelas Nisa
Mendengar penjelasan Nisa, Niko menjadi merasa laki laki paling bodoh, selama ini merasa gampang di bodohi oleh perempuan seperti Misya.
"Ya terus, siapa sebenarnya ayah kandung bayi itu?" Tanya Niko
"dia adalah bosnya Misya dulu ketika di agensinya sekaligus suami dari sahabat aku Mita wanita tadi yang turun dari mobil bersama aku" ucap Nisa
Ternyata dunia ini sempit sekali ya, ternyata Ayah biologis dari anak yang di kandung Misya adalah suamii dari sahabat mantan istrinya sendiri pikir Niko dalam hati.
"Apa boleh kita melihat bayi itu mas?" Tanya Nisa, dia berencana akan memberi tahu sahabatnya kalau anak itu sudah lahir, pasti sahabatnya akan senang sekali.
"Boleh, maka dari itu kalau bisa dan memang ayah kandungnya mengharapkan anak itu tolong bawa anak itu pulang ke rumahnya karena dari 3 hari yang lalu dokter sudah mengizinkan bayinya di bawa pulang ke rumah" ucap Niko
Mendengar ucapan Niko, Nisa merasa senang karena bisa mempertemukan bayi itu dengan Mita dan juga suaminya, dengan reflek Nisa memegang tangan Niko yang ada di meja, dan sembari mengucapkan terimkasih karena sudah di perbolehkan mengunjungi bayi itu, apalagi sampai bisa membawa pulang bayinya sekaligus.
Mereka tidak sadar dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan gerak ngerik mereka berdua dari dalam mobil, padahal dia tidak mendengar apa yang tengah di bicarakan Nisa dan juga Niko tetapi melihat Nisa tiba tiba tersenyum dan memegang tangan Niko secara tiba tiba, membuat orang itu merasa cemburu dan mengira kalau Nisa dan Niko akan kembali bersama lagi.
"Jalan Don, langsung pulang ke apartemen" ucap Orang tersebut kepada sang asisten.
“Baik tuan” sahut sang asisten.
"Jadi ini alasan kamu selama ini selalu menolak mas, Nisa, karena kamu masih mengharapkan mantan suami kamu itu" ucap Orang tersebut dalam hati.
__ADS_1
Bisa kalian tebak kan siapa orang itu..?