Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra Part 13


__ADS_3

Setelah Nisa siuman, Kelvin langsung memanggil Dokter untuk memeriksa istrinya, karena Nisa terus minta untuk melihat putra dan putrinya, Kelvin belum mengizinkan sebelum dia konfirmasi terlebih dahulu dengan Dokternya, sedangkan Mommy safa dan Daddy Albert kini tengah menuju ruang bayi untuk melihat cucu cucu mereka.


“Mas, aku mau lihat anak anak kita boleh ya” ucap Nisa dengan memasang wajah memelasnya.


“Tunggu dokter cek kamu dulu sayang, nanti mas tanya kamu sudah boleh tidak turun dari tempat tidur ya” ucap Kelvin dan Nisa pun hanya pasrah menerima keputusan suaminya, tidak lama kemudian Dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Nisa


“Bagaimana dok keadaan istri saya?” Tanya Kelvin


“Keadaannya sudah stabil tuan, yang penting mulai sekarang Nyonya Nisa berusaha untuk makan makanan yang bergizi agar Asinya tambah banyak apalagi Nyonya mau menyusui 3 bayi sekaligus, oh ya jangan lupa juga Nyonya jika Nyonya merasakan ingin buang air kecil harus segera di keluarkan karena itu salah satu hal yang pali g penting untuk ibu melahirkan dengan normal” jelas Dokter yang menangani Nisa.


“Bik dok” sahut Nisa dan Kelvin.


“Oh ya dok, istri saya sudah boleh menjenguk anak anak tidak dok?” Tanya Kelvin


“Kemungkinan besok pagi baru bisa ya Nyonya, kalau sekarang saya sarankan nyonya untuk istirahat total dan mengembalikan setaminanya, dan untuk tuan Kelvin saya sarankan anda harus menjaga emosi dan suasana hati nyonya Nisa agar selali happy agar menghindari terjadinya baby blues syndrom atau kata lainnya biasa orang bilang gangguan mental paksa melahirkan” ucap Dokter


“Baik dok” sahut kelvin


“Ya sudah nyonya, tuan saya permisi dulu, mari” ucap Dokter


“Iya dok” sahut Kelvin


“terima kasih dok” ucap Nisa sebelum dokter meninggalkan ruangannya.


“Sama sama nyonya” sahut Dokter, dokter pun langsung pergi meninggalkan ruang rawat Nisa.


Sedangkan Daddy Albert dan Mommy safa tidak kalah senangnya mereka kini tengah menemui cucu cucunya.

__ADS_1


“Dad, lihat mereka bertiga lucu lucu banget yah” ucap Mommy safa


“iya Honey, tidak terasa yah kita sudah menjadi oma opa sekarang, sekaligus dapat cucu tiga lagi” ucap Daddy Albert swmbari merangkul pundak sang istri.


“Iya dad” sahut Mommy safa.


“Hai cucu cucu oma, sehat sehat selalu ya sayang, supaya kita bisa pulang ke mansion” ucap mommy safa yang melihat cucu cucunya dari balik inkubator.


“Masya allah, pasti ini si cantiknya oma ya, kamu cantik sekali sayang seperti mama” ucap Mommy safa ketika beralih ke inkubator punya cucu bungsunya.


“Maaf tuan nyonya waktu kunjungan sudah habis” ucap Perawat yang bertugas di ruang bayi.


“Oh, baik sus” sahut Mommy safa


“Bye cucu cucu oma, oma dan opa pamit dulu ya sayang nanti besok kesini lagi” pamit Mommy safa.


Sesampainya di ruang rawat Nisa, mommy safa dan Daddy Albert langsung dapat berbagai macam pertanyaan dari menantunya.


“Mom, Dad, bgaiamana keadaan mereka?” Tanya Nisa ketika melihat kedua mertuanya masuk ke ruangannya.


“Mereka baik sayang, anteng banget mereka, ganteng ganteng dan cantik sayang seperti kamu” jawab mommy safa.


“Ya iya dong siapa dulu papa nya” sambung Kelvin dengan pede.


“Eh jangan salah boy, siapa dulu opanya, Daddy gitu loh” sambung Daddy Albert yang tak mau kalah dengan putranya.


“Apa hubungannya sama Daddy coba, kan mereka anak anak Kelvin ?” ucap Kelvin

__ADS_1


“Ya ada lah, coba kalau Daddy kamu joko mana ada kamu setampan sekrang coba iya kan, nah karena opa mereka Daddy makanya mereka tampan tampan seperti Daddy dan si Princess cantik seperti omanya ya gak honey” jelas Daddy Albert.


“Iya deh terserah daddy aja lah” sahut Kelvin males mengikuti perdebatan dengan Daddynya lagi, sedangkan dua wanita yang berbeda usia di hadapan merek pun hanya geleng geleng kepala melihat ayah dan anak itu yang kalau bertemu selalu berdebat.


“Nih sayang tadi mommy juga fotoin mereka” ucap mommy safa sembari menunjukkan foto cucu cucunya.


***


Keesokan harinya setelah Nisa melakukan pemeriksaan, kini dia sudah di izinkan oleh dokter untuk mengunjungi ketiga anaknya, dia sangat senang ketika dokter mengatakan itu semua, dia tidak sabar untuk melihat putra putra dan putrinya.


Kini tiba saatnya Nisa akan menuju ruang bayi dimana anak anaknya berada, dengan di temani oleh sang suami, Kelvin tidak mengizinkan Nisa untuk berjalan walaupun dari ruang rawat menuju ruang bayi itu tidak terlalu jauh akhirnya Nisa pun pasrah dengan sikap posesif suaminya yang menginginkan dirinya untuk duduk di kursi roda, dari pada tidak di izinkan pikir Nisa jadi lwbih baik dia mengalah dan tidak mau berdebat hanya karena hal sepele karena dia sudah tak sabar bertemu dengan anak anaknya.


“Hai jagoan jagoan papa dan princessnya papa, apa kabar sayang, nih lihat papa bawa siapa” ucap Kelvin langsung menempatkan Nisa di hadapan ketiga anak anak mereka.


“Assalamualaikum sayang sayangnya mama, Ya allah mas mereka lucu lucu sekali, rasanya mama gak sabar ingin menggendong kalian satu persatu sayang” ucap Nisa sembari menjangkau jemari jemari anak anaknya dari sela lubang inkubator.


“Mas akhirnya aku sudah jadi ibu mas, kita sudah menjadi orang tua” ucap Nisa yang udah meneteskan air matanya, dia sangat bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepada keluarga kecilnya, yang sudah menitipkah ketiga anak yang tampan tampan dan cantik.


“Iya sayang, kita sama sama belajar nanti ya untuk merawat dan membesarkan mereka ya” ucap Kelvin sembari mengelus kedua lengan istrinya lalu di akhiri dengan memberi kecupan di puncak kepala Nisa.


Sedangkan di lain tempat tepatnya di waktu yang sama, Rina dan mama Erina sedang siap siap untuk pergi ke rumah sakit, karena kemarin Rina sudah membuat jadwal dengan dokter yang menangani mama Erina untuk mengecek keadaan kaki mama mertunya itu.


Ketika menjemput Tasya, Bagas dan Mita pun mendapat cerita dari Rina tentang kejadian tadi siang menjadi menghawatirkan keadaan mama Erina, akhirnya sebelum mereka pulang mereka menemui mama Erina di kamar terlebih dahulu mereka mau melihat keadaan mama Erina secara langsung.


Din karena kan kemarin kursi roda mama Erina rusak dan tidak bisa di pergunakan lagi, akhirnya mama Erina pun jika ingin ke mana-mana selalu di gendong oleh Niko, hingga ketika malam pun Rina dan Niko tidur di kamar mama Erina, karena mereka berdua takut tengah malam mama Erina membutuhkan bantuan, salah satunya tengah malam takut mama Erina ingin ke kamar mandi.


“Sudah siap sayang?” Tanya Niko

__ADS_1


“Sudah mas, yuk” sahut Rina, sedangkan mama Erina sudah di dalam mobil. Kini mobil yang di kendarai oleh Niko berjalan meninggalkan rumah Pratama menuju rumah sakit dimana tempat biasa mama Erina terapi.


__ADS_2