Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 51


__ADS_3

Mommy safa panik mendengar cerita dari Doni kalau putranya hamir celaka, tapi malah Nisa yang yang menyelamatkannya, pantasan saja dari waktu putranya bilang ingin melihat lokasi proyek perasaan mommy safa seperti tidak tenang.


Rasanya mommy safa ingin sekali menemui Nisa di rumah sakit, tetapi karena di rumah sakit masih ada Kelvin membuat Mommy safa mengurungkan niatnya untuk menemui Nisa.


Sedangkan Nisa setelah melakukan pemeriksaan CT Scan dan dokter melihat hasilnya alhamdulilah tidak ada patah atau retakan pada tulang punggungnya, hingga Nisa hanya perlu di rawat beberapa hari di rumah sakit dan setelah itu hsrus melakukan fisioterapi buat menghilangkan cedera pada syaraf tulang punggungnya.


Malam ini Kelvin akan menginap di rumah sakit karena Nisa tidak punya saudara yang menemaninya, bukan karena itu sih memang Kelvinnya saja yang ingin berduaan dengan Nisa, Nisa merasa tidak enak melihat Kelvin menemaninya di rumah sakit, wajahnya yang tampan itu terlihat sangat lelah sampai sekarang saja Kelvin masih mengenakan pakaian kerjanya hanya jas nya saja dia lepas dan dia letakan di sofa.


“Mas, kamu gak pulang saja, mana enak kamu menginap di rumah sakit nanti tidurnya gimana?” Ucap Nisa


“Kan bisa di sofa sini” jawab Kelvin yang kini tengah duduk di sofa sembari mengotak atik benda pipihnya enatah apa yang tengah dia kerjakan.


“Iya tapi kan pasti gak enak, lagian kamu juga masih pakai baju kerja itu loh memangnya nyaman tidur pakai pakaian kerja begitu” ucap Nisa berusaha membujuk Kelvin untuk pulang.


“Mas sudah minta bawain baju ganti sam Doni, jadi kamu tenang saja gak usah khawatir” jawab Kelvin membuat Nisa terdiam tidak ada akal lagi untuk membujuk Kelvin untuk pulang. “Lagian kenapa sih kamu pengen banget mas pulang dan ninggalin kamu disini sendirian, oh mas tahu kamu mau minta tolong mantan suami kamu iya yang nemenin disini jadi bisa berduaan” sambung Kelvin


“Bukan begitu mas, tau ah terserah mas Kelvin saja lah” ucap Nisa males berdebat dengan Kelvin, dia pun langsung memejamkan matanya pura pura tidur.


Sedangkan Kelvin dia tersenyum melihat Nisa merajuk dan dia tahu kalau Nisa itu pura pura tidur, laku Kelvin bernajak dari sofa mendekat ke arah ranjang lalu dia mengelus kepala Nisa, “mas becanda sayang” goda Kelvin, “ngapain sih panggil panggil sayang” ucap Nisa sembari menepis tangan Kelvin dari rambutnya.


“Memang kamu gak mau jadi sayangnya mas, jika mau mas akan bikang ke mommy untuk membatalkan perjodohan mas dengan anak dari sahabat mommy” ucap Kelvin, mendengar ucapan Kelvin ingin membetalkan perjodohannya yang sebenarnya dengannya, Nisa pun langsung menolak Kelvin.


“Eh jangan mas, Nisa gak mau nanti Mommy mengira aku yang jadi penyebab mas Kelvin membatalkan perjodohan itu, mungkin nanti yang akan di jodohkan mas itu adalah wanita terbaik buat menjadi pendamping mas Kelvin” ucap Nisa, “bisa gawat nih, bisa bisa rencana mommy mau ngerjain mas Kelvin gagal” ucap Nisa dalam hati.


“Tapi masnya maunya sama kamu gimana dong, lagian mas juga belum pernah ketemu sama wanita yang akan di jodohkan oleh mommy itu” ucap Kelvin lalu mendudukkan pantanya di kursi smping ranjang pasien. “Kamu mau kan jadi istri mas?” ucap Kelvin secara tidak langsung dia melamar Nisa.


“Tapi mas..” Nisa berusaha untuk menolak, “sekarang gini saja deh kamu cinta dan sayang gak sama mas?” Tanya Kelvin ingin memastikan perasaannya Nisa.


“Kenapa gak bisa jawab, atau kamu masih cinta sama mantan suami kamu itu” ucap Kelvin ketika melihat Nisa hanya diam saja tidak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


“Bukan itu maksudnya, aku sebenarnya sudah menyadari perasan aku ketika mas Kelvin menjauh dari aku, kalau aku sudah mulai mencintai mas tapi..” ucapan Nisa terhenti kembali ketika Kelvin kegirangan karena mendengar pernyataan cinta dari Nisa, “aku senang banget sayang akhirnya cinta mas terbalaskan juga sama kamu” ucap Kelvin langsung tersenyum senang sembari meraih tangan Nisa lalu memberi kecupan di punggung tangannya.


“Tapi mas kita tidak mungkin bisa bersama” ucap Nisa menatap Kelvin dengan sendu.


“Kenapa sayang, kamu tadi bilang kalau kamu cinta sama mas kenapa kita gak bisa bersatu, kita kan sudah saling mencintai?” Tanya Kelvin sembari tangan satunya mengelus tangan Nisa yang ada di genggamannya.


“Kamu sudah di jodohkan sama Mommy, aku juga sama sama kamu, kemarin aku baru saja bertemu dengan sahabat mama waktu sekolah dulu, kata dia dari aku kecil mereka sudah merencanakan perjodohan untuk aku dan juga nakanya, aku tidak bisa menolak karena itu anggap pesan terakhir mama untuk aku, maafin aku mas, aku gak bisa” ucap Nisa pura pura sedih, Kelvin belum menyadarai kalau sahabat mamanya Nisa yang di maksud adalah Mommy safa.


“Tapi mas akan mencoba bicarakan ini sama mommy dan juga daddy setelah mereka menyetujui permintaan mas, baru mas akan meminta kepada sahabat mama kamu untuk membatalkan perjodohannya” ucap Kelvin, dia nekat ingin mencoba dengan segala cara agar bisa bersatu dengan Nisa.


“Tapi gimana dengan mama mas, aku takut mama akan kecewa sama aku” ucap Nisa


“Eh jangan nangis dong sayang, mas sendiri yang akan datang ke makam mama dan papa untuk meminta izin langsung untuk menikahi kamu ya, mas akan berusaha untuk memperjuangkan cinta kita” ucap Kelvin sembari mengusap air mata Nisa yang sudah jatuh dipipinya, dan Nisa hanya menganggukkan kepalanya.


***


Sedangkan Di mansion mommy safa masih khawatir dengan keadaan Nisa, dalam hatinya dia selalu menggerutu kenapa putranya tidak pulang pulang, dia berharap putranya pulang agar dia bisa mengunjungi Nisa di rumah sakit, walaupun Doni sudah mengatakan kalau keadaan Nisa sudah baik baik saja tetap saja mommy safa masih khawatir jika belum melihat secara langsung.


“Dad, telfon Kelvin suruh dia pulang ke apa ke, Mommy mau ke rumah sakit mau lihat keadaan Nisa” ucap Mommy safa


“Tenang sayang kamu gak usah khawatir begitu, nanti malam kita ke rumah sakit ya jengukin Nisa” ucap Daddy Albert


Mendengar perkataan suaminya, membuat Mommy safa menghentikan langkahnya dan langsung menghampiri daddy Albert duduk di tepi ranjang dengan posisi berhadapan dengan suaminya, “ bener dad, caranya?” Tanya Mommy safa penasaran.


“Mungkin tuh anak lupa kalau nanti malam ada undangan untuk sepuruh perusahaan asia di singapore” ucap Daddy


“Yang benar Dad, coba Daddy telfon anaknya” pintah Mommy safa, dan Daddy Albert pun langsung mengambil handphone yang ia letakan di meja samping tempat tidur lalu langsung menghubungi putranya.


***

__ADS_1


“Siapa mas” tanya Nisa ketika mendengar Handohone Kelvin berdering.


“Daddy, tunggu mas angkat dulu ya” ucap Kwlvin lalu dia menggeser layar handphonenya dan langsung dia letakan tepat di telinganya. “Hallo, kenapa dad?” Tanya Kelvin.


“Boy kamu lagi dimana, kenapa kamu sama Doni belum juga berangkat ke singapore, sudah jam segini kamu lupa kalau nanti malam ada undangan perusahaan seluruh asia” ucap Daddy Albert


“Apa gak bisa di wakilkan Doni saja Dad” ucap Kelvin, mencoba menawar ke Daddynya.


“Memangnya yang sekarang pegang perusahaan Doni dan memangnya putra nya Daddy Doni, sudah cepatan Daddy gak mau tahu kamu harus datang ke acara nanti malam” pintah Daddy Albert


“Hemm” sahut Kelvin dengan lesu.


“Iya apa tidak, kalau tidak ya sudah kalau kamu mau Doni yang datang Daddy rubah kepemimpinan perusahaan menjadi Doni dan kamu menjadi asisten dia mau” ancam Daddy Albert


“Iya iya, aku akan datang, Daddy tenang saja” ucap Kelvin, setelah memastikan putranya akan datang, Daddy Albrt langsung memutuskan sambung telfonnya dan di mansion mommy safa dan Daddy Albert tertawa bersama setelah menghubungi putranya.


“Kenapa mas ko sedih, Daddy bicara apa?” Tanya Nisa, ketika melihat ekspresi sedih Kelvin takut terjadi apa apa dengan Mommy safa ataupun Daddy Albert.


“mas lupa kalau nanti malam ada undangan untuk seluruh perusahaan seasia di singapore” jawab kelvin dengan lesu.


“Alhamdulillah” ucap Nisa


“ko alhamdulillah sih sayang, kamu memang gak mau di temaninmas ya disini” protes Kelvin


“Bukan begitu mas, maksud aku tuh alhamdulilh kalau tadi tuh bukan kabar dari Daddy atau mommy kan, di kira aku kamu sedih karena Mommy safa atau Daddy kenapa kenapa, ya sudah sana ini sudah sore loh mas mau sampai singapore jam berapa kamu” ucap Nisa


“Iya iya, ya sudah mas pergi dulu ya nanti mas suruh mbak yang dulu menemani kamu di apartemen datang kesini ya, buat menemani kamu takut kamu butuh sesuatu.


“gak usah mas biar nanti suster saja yang temani”tolak Nisa

__ADS_1


“Ya sudah, nanti mas bicara pada pihak rumah sakit untuk menyediakan satu perawat untuk menemani kamu disitu” ucap Kelvin dan Nisa hanya menganggukkan kepalanya, lalu Kelvin memberi kecupan di kening Nisa sebelum dia pergi dari ruangan Nisa.


__ADS_2