
Para tetangga yang mengenal Misya selama jadi istri Niko mereka pun mulai pada berdatangan ketika mengetahui Misya telah meninggal, Amel langsung menghubungi suaminya untuk segera pulang karena kakak iparnya meninggal.
Mita dan Bagas pun menanyakan bagaimana kronologi kejadiannya, dan Niko pun menjelaskan seperti apa yang di jelaskan oleh polisi, disitu Mama Erina dan juga Amel bisa mendengar cerita dari Niko.
“Ya Allah, maafkan hamba yang selama ini sudah menyakiti dan menyianyiakan menantu sebaik Nisa” batin mam Erina mendengar cerita dari Niko dia baru sadar jika dirinyalah yang membuat rumah tangga putranya menjadi hancur.
Mama Erina metap Niko penuh dengan rasa bersalah, Niko yang merasa di tatap oleh sang ibu dia pun mencoba mendekati mama Erina.
“Kenapa mah?” tanya Niko yg kinu sudah di hadapan ibunya.
Di lihat mata sang ibu sudqh berkaca2, “ma..af,m...mah” ucap mama Erina dengan terbata bata.
“maaf buat apa mah?” Tanya Niko.
“S..dah u..at Sa E..gi” ucap Mama Erina. Dengan tangannya perlahan mencoba untun meraih tangan sang putra. (Sudah buat Nisa Pergi).
“Sudah lah mah, Niko sudah maafin semua kesalahan mama, dan Niko berharap mama mau berubah untuk kedepannya menjadi orang yang lebih baik lagi” ucap Niko melihat tangan mamanya ingin meraih tangannya Niko pun langsung meraih tangan sang mama dan menggenggamnya.
Mama Erina hanya menganggukkan kepalanya, “maafin Niko juga jika selama ini belum bisa membahagiakan mama” ucap Niko dan langsung dapat gelengan kepala dari mama Erina.
“enggak nak, kamu sudah membuat mama bahagia tetapi malah mama yang menghancurkan kebahagiaan kamu, mas maafin aku yang sudah menghancurkan kebahagiaan putra kita” batin Mama Erina dia merasa gagal menjadi seorang ibu dan dia meminta maaf kepada almarhum suaminya.
***
Kelvin selesai melesaikan pekerjaannya dia langsung bergegas menuju butik untuk fitting baju pengantinnya.
“Assalamualaikum tante” sapa Kelvin ketika memasuki butik langsung menyapa nyonya Boa yang sedang melayani pembeli.
“waalaikum salam, ya allah vin tante hampir gak ngenalin kamu loh, tambah ganteng saja, apa kabar sayang?” sahut Nyonya Boa mendekati Kelvin langsung memeluknya.
“alhamdulilah baik tante, tante sendiri gimana kabarnya sekarang, Kelvin dengar tante habis melakukan pengobatan di London, gimana sekarang sudah sembuh?” tanya Kelvin, dia sampat dengar berita tentang teman mommynya itu katanya sempat terkena penyakit kanker.
“Alhamdulillah nak, tante masih di beri umur panjang sama Allah, kamu mau ke mommy dulu apa langsung fitting?” tanya nyonya Boa.
“ke mommy dulu deh tan” jawab Kelvin
“ya sudah kamu ke ruangan tante saja dulu ya, mommy mu ada disana, nanti tante nyusul deh” ucap Nyinya Boa
“baik tan, Kelvin tinggal dulu kalau begitu ya tan” pamit Kelvin sebulan menghampiri Mommy safa dan juga Nisa.
“iya sayang” sahut Nyonya Boa, Kelvin langsung berjalan menuju ruangan Nyonya Boa dimana disitu ada Mommy safa dan juga Nisa.
“Hai mom, hai sayang” sapa Kelvin ketika memasuki ruangan Nyonya Boa.
“hai sayang kamu sudah sampai” sahut Mommy safa ketika melihat Kelvin.
Kelvin langsung menghpiri mommy safa dan juga Nisa sembari memberikan kecupan di puncak kepala sang ibu dan juga calon istrinya, setelah itu baru dia mendudukkan pantatnya tepat di samping Nisa.
“Gimana tadi sayang sudah feetingnya, ada yang kurang pas tidak dari gaun dan kebayanya?” tanya Kelvin
__ADS_1
“Alhamdulillah semuanya pas dan aku suka” jawab Nisa
“Syukur deh kalau kamu suka, mas mau lihat dong pas kamu pakai gaunnya sayang” ucap Kelvin sembari menggenggam tangan Nisa.
“tidak boleh dong, nanti gak jadi suprise dong” bukan Nisa tapi Mommy safa yang menyauti ucapan putranya.
Saat mereka sedang mengobrol tentang pernikahan Nisa dan juga Kelvin, Nyonya Boa pun memasuki ruangannya lalu Kelvin langsung bersiap untuk fitting baju untuk ijab dan juga resepsi.
“Gimana jeng?” tanya Nyonya Boa ketika Kelvin sudah memakai setelan pakaian untuk ijab kabulnya.
“Bagus jeng” jawab mommy safa, lalu beralih bertanya kepada calon menantunya, “kalau menurut kamu gimana sayang?” tanya Mommy safa.
Nisa yang mendapatkan pertanyaan dari calon ibu mertuanya, dia bingung mau memuji calon suaminya tapi malu sampai wajahnya sudah memerah ”bagus ko mom” jawab Nisa
“Yang benar dong sayang jawabnya, mas tampan tidak?” tanya Kelvin.
“Iya mas terlihat tampan” ucap Nisa dengan malu malu karena terdengar oleh Mommy safa.
“akhirnya calon istriku memuji aku juga” ucap Kelvin dan terlihat sangat senang mendapat pujian dari calon istrinya.
“Sudah vin jangan godaain menantu mommy dong, tuh lihat Nisa sudah sangat merah wajahnya” sambung Mommy safa, otomatis Nisapun memegang kedua pipinya.
Setelah fitting baju, Kelvin, Mommy safa, dan juga Nisa siap siap untuk pulang, disaat mereka hendak pamit pulang, tiba tiba Kelvin dapat telfon dari sang asisten.
“tunggu sayang, Doni telfon” ucap Kelvin kepada Nisa.
“maaf tuan saya hanya mau kasih kabar dari pihak kepolisian menginformasikan bahwa nona Misya telah meninggal” ucap Doni
“ko bisa?” tanya Kelvin
“Katanya nona Misya meninggal di meja operasi ketika sedang melakukan operasi karena pendarahan pada otaknya tuan”jelas Doni
“Ok, kami cari tahu don, dibawa kemana iti jenazahnya dan langsung informasikan ke saya” pintah Kelvin
“Baik tuan” sahut Doni
Nisa menatap wajah Kelvin dengan penasaran, sepertinya calon suaminya itu tengah ada masalah, pikir Nisa mungkin ada masalah di kantornya.
“kenapa mas?” tanya Nisa sembari menepuk lengan Kelvin ketika melihat Kelvin sudah mengakhiri sambungan telfonnya.
“Doni dapat laporan dari pihak polisi bahwa Misya meninggal di meja oprasi” jawab Kelvin
“Inalilahi wainailihi roji’un” ucap Nisa sembari menutup mulutnya dia tidak percaya jika Misya dengan cepat meninggal dunia.
“ko bisa mas, apa gara gara tertabrak mobil tadi pagi?” tanya Nisa
“bukan sayang, katanya sih meninggal di meja oprasi pas sedang melakukan tindakan operasi karena Misya mengalami pendarahan pada otaknya” jelas Kelvin.
“terus sekarang jenazahnya dibawa kemana dan siapa yang mengurus jenazahnya?” tanya Nisa
__ADS_1
“Mas juga gak tahu sayang, mas lagi Doni suruh cari informasi tentang itu”jawab Kelvin
“kalau sudah tahu, aku mau melayat ya mas” ucap Nisa
“Ngapain sayang, toh dia juga tidak pernah baik sama kamu, malah dia mau mencelakai kamu” sahut Kelvin.
“ya mau gimana lagi juga aku pernah tinggal satu rumah dengan dia mas, masa kita harus jadi orang jahat juga sama orang yang sudah meninggal, ya mas please” mohon Nisa dengan memasang wajah imutnya.
“Kenapa sayang?” tanya Mommy safa datang dari belakang ketika melihat calon menantunya seperti sedang meminta sesuatu.
“Ini mom, mas Kelvin masa Nisa mau melayat orang meninggal gak boleh” ucap Nisa
“Vin temenin lah masa Nisa mau berbuat baik gak boleh” bela Mommy safa
“masalahnya mom, mommy tahu gak siapa yang meninggal?” tanya Kelvin, mommy safa pun menggelengkan kepalanya, “dia Misya orang yang selalu jahat sama Nisa dan juga yang ingin mencelakai Nisa, ngapain kita repot2 melayat kesana” jelas Kelvin dengan kesal jika mendengar nama Misya, membuat mommy safa langsung membulatkan matanya.
“bener sayang, kamu mau melayat perempuan itu?” tanya Mommy safa, dan Nisapun menganggukkan kepalanya.
“Kalau gak boleh juga gak papa mas, maksud aku kan buat apa kita harus dendam sama orang yang sudah meninggal,toh dia juga sudah tidak bisa ngapa-ngapain, aku hanya ingin melayat walau bagaimana pun aku dan dia sempat tinggal dalam satu atap” jelas Nisa dengan lirih dan menundukkan kepalanya, dia paling takut kalau nada bicara Kelvin sudah mulai meninggi itu tandanya Kelvin tidak suka dengan apa yang dia mau.
Mommy safa dan Kelvin pun saling pandang mendengar penjelasan Nisa, “yuk mom kita pulang” ajak Nisa langsung menggandeng calon ibu mertuanya keluar dari butik meninggalkan Kelvin sendiri.
Kelvin melihat Nisa marah padanya dia pun mengusap wajahnya dengan kasar lalu mengikuti Nisa dari belakang, ketika Nisa ingin memasuki mobil Mommy safa tiba tiba tangannya di tahan oleh Kelvin sedangkan mommy safa sudah masuk mobil terlebih dahulu, “ngapain sih mas, lepasin tangannya aku mau masuk” ucpa Nisa ketika pergelangan tangannya di tahan oleh Kelvin.
“ikut mas sekarang” ucap Kelvin
“ngapain, aku mau pulang sama Mommy” tolak Nisa, lalu Kelvin menutup pintu mobil yang di buka oleh Nisa “pak jalan antar mommy ke mansion” pintah Kelvin kepada supir pribadi Mommy safa.
“Baik tuan muda” sahut pak joko
“Bye mom, sampai jumpa di mansion ya, nanti aku sama Nisa nyusul” pamit Kelvin sembari menundukkan kepalanya berbicara lewat jendela mobil.
“awas jangan buat putri mommy nangis ya” pintah Mommy safa
“ya gak mungkin lah mom, Kelvin buat Calon istri sendiri nangis” ucap Kelvin, lalu jendela mobil sudah tertutup rapat dan langsung melaju meninggalkan Nisa dan juga Kelvin.
Nisa hanya menurut mengikuti langkah Kelvin dengan tangan yang di gandneg dengan erat oleh Kelvin takut Nisa pergi sembari mencerutkan bibirnya, “masuk” pintah Kelvin ketika sudah membukakan pintu mobil untuk Nisa.
Nisa hanya mengikuti pintah Kelvin dengan wajah yang masih di tekuk, setelah Nisa masuk Kelvin pun langsung memasuki pintu mobil pengemudi dan sekilas melirik Nisa yang sedang cemberut sembari menatap ke luar jendela, “sayang hei liat mas” panggil Kelvin sembari menggenggam tangan Nisa.
“hei liat mas dulu, mas mau bicara” ucap Kelvin lalu Nisa pun langsung menghadap ke arah Kelvin.
“ok kita akan melayat Misya tapi kita hanya datang ke pemakamannya saja ok, tidak ke rumah mantan suami kamu mas gak mau, karena jenazah Misya sedang di urus di rumah mantan suami kamu, mau tidak?” tanya Kelvin dan Nisa pun langsung menganggukkan kepalanya. Pikir Nisa dari pada tidak sama sekali.
“senyum dulu dong, baru mas jalan, kalau gak senyum mobilnya gak jalan jalan” Goda Kelvin agar Nisa tidak ngambek lagi.
“hiiii” Nisa dengan senyum unjuk giginya.
Akhirnya Kelvin memutuskan menemani Nisa melayat tetapi tidak ke rumah Niko, dia takut istrinya masih trauma dengan mantan ibu mertuanya dan selain itu juga Kelvin takut calon istrinya akan mengenang masa masa dia waktu masih jadi istri Niko.
__ADS_1