
Sepulang dari kantor Kelvin sudah memutuskan untuk membicarakan tentang hubungan dia dan juga Nisa, Kelvin juga ingin meminta ke mommynya untuk membatalkan perjodohan antara dirinya dengan anak dari sahabat mommynya.
Selesai makan malam kini semuanya berkumpul di ruang tengah, karena Kelvin sudah sebelum makan malam tadi mengatakan kepada kedua orang tuanya kalau dia ingin bicara sesuatu yang serius kepada kedua orang tuanya.
“Kamu mau bicara apa sayang?” Tanya Mommy safa yang kini tengah duduk berdua di sofa tepat berhadapan dengan Kelvin.
“Eumm...., sebelumnya Kelvin minta maaf ke Mommy, bisa tidak perjodohannya di batalkan mom?” Tanya Kelvin membuat Mommy safa dan Daddy Albert saling pandang.
“Dengan alasan?” Tanya Mommy safa.
“Karena Kelvin hanya mau menikah dengan Nisa mom, dan Nisa sekarang sudah mau menerima Kelvin mom, dan Nisa mau nikah saman aku” jawab Kelvin
“Kenapa baru sekarang kamu bilang ke mommy kenapa gak dari kemarin kemarin, bukanya kamu bilang Nisa mau balikan lagi sama mantan suaminya” ucap Mommy safa.
Kelvin pun langsung menggelengkan kepalanya, “gak mom, ternyata itu hanya salah paham, akunya saja yang asal tuduh kalau mereka mau balikan ketika Kelvin lihat mereka sedang mengobrol berdua ketika itu” jelas Kelvin
“Sekarang saja belum nikah sudah sering salah paham, gimana nanti pas sudah nikah nambah salah paham salah paham terus kalau sifat kamunya tetap begitu” sindir mommy safa kepada Kelvin.
“Gak mom beneran, Kelvin janji akan berubah ” ucap Kelvin
“Maaf tapi mommy sudah terlanjur mengiyakan perjodohan itu dan semuanya sudah dia siapkan, bulan depan kamu akan bertunangan dengab anak dari sahabat mommy itu” ucap Mommy safa dengan tegas.
“Tapi mom..”
“Pokoknya tidak ya tidak titik” ucap Mommy safa langsung pergi meninggalkan ruang keluarga dan berjalan menuju kamarnya.
Tidak sesuai harapan Kelvin melihat ibunya pergi, dia langsung mengusap wajahnya dengan kasar, “sudah lah boy ikutin saja apa mau mommy mu, Daddy jamin kamu tidak akan menyesal di jodohkan degannya” ucap Daddy Albert semabri menepuk nepuk pundak Kelvin sebelum meninggalkan ruang kelusrga untuk menyusul istrinya ke kamar.
__ADS_1
Kelvin merasa frustasi dan yang ia butuhin sekarang adalah bertemu degan Nisa, lalu dia berlari menaiki tangga meraih jaket dan juga Kunci mobilnya, Kelvin langsung bergegas mengendarai mobilnya keluar dari mansion dengan sangat kencang untuk menuju rumah Nisa.
***
Sesnagkan di kamar Mommy safa sedari tadi ingin sekali tertawa melihat wajah frustasi sang putra, selang berpa menit Mommy safa mendengar seperti ada suara mobil yang sedang menyala ketiak mommy safa mengeceknya lewat jendela ternyata sang putra yang mengendarai mobilnya dengan kencang.
“Dad, ko mommy jadi khawatir ya, tadi Kelvin masih dalam keadaan berantakan loh dad, momny takut dia kenapa kenapa di jalan” ucap Mommy safa tiba tiba menjadi khawatir.
“Tenang sayang, mas sudah suruh orang untuk mengikuti Kelvin” ucap Daddy Albert ketika melihat istrinya mulai khawatir.
Kelvin mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh melewati ramainya jalan ibu kota dengan sesekali memukul setir mobil, dia menyalahkan dirinya sendiri kenapa waktu itu dia tidak menghampiri Nisa saja hingga tidak mengakibatkan salah paham dan dirinya akhirmya menerima perjodohan dari sang Mommy.
Setelah samapi di rumah Nisa, dia langsung bergegas turun dari mobil dan berjalan menuju rumah Nisa.
Tok tok tok
“Iya tunggu” sahut Rina dari dalam rumah, “eh tuan” ucap Rina kaget mendapatkan Kelvin tiba tiba ada di hadapannya, tanpa menyahuti ucapan Rina, Kelvin langsung menerobos masuk dan berjalan menuju kamar Nisa, kebetulan Nisa juga belum tidur karena dia baru selesai makan malam dan minum obat, Nisa juga tak kalah kagetnya dengan adanya Kelvin di rumahnya malam malam begini.
“Mas Kelvin” Nisa yang tenagh menonton tv kaget tiba tiba ada Kelvin di rumah dan memasuki kamarnya.
“Mas kamu kenapa?” Tbya Nisa yang melihat Kelvin seperti terlihat sangat lelah.
Sebelum menjawab pertanyaan Nisa, Kelvin merubah posisinya dan menggeser badannya mendekat ke arah Nisa, karena posisi Nisa sedang duduk bersandar di tempat tidur, Kelvin merubah posisinya menjadi tiduran dengan berbantal pahanya Nisa.
“Kamu nangis mas, kenapa cerita sama aku?” Tanya Nisa ketika melihat sudut mata Kelvin sedikit berair.
Kelvin meraih tangan Nisa dan ia letakan di dadanya, “mommy sayang, mommy tetap kekeh untuk melanjutkan perjodohan itu” ucap Kelvin sembari menutup matanya.
__ADS_1
“Ya mau gimana lagi mas, mungkin kita tidak berjodoh, kamu sudah di jodohkan aku pun sama sudah di jodohkan oleh Almarhum mama dari aku kecil, masa kita mau melawan orang tua, aku gak mau walaupun kita saling mencintai tapi kalau orang tua kita tidak merestui pernikahan kita tidak akan barokah, contohnya kan sudah jelas di depan mata aku dan mas Niko, walaupun dulu aku sama mas Niko saling mencintai dan kenyataannya mama Erina ternyata dari awal aku menjalin hubungan dengan mas Niko tidak merestui, ujung ujungnya hancur juga kan pernikahannya, aku tidak mau hal itu terjadi pada kita nanti” ucap Nisa sembari tangan satunya mengelus kepala Kelvin.
Kelvin mencerna semua yang di ucapkan oleh Nisa tanpa menanggapinya, kalau di pikir benar juga apa yang di katakan oleh Nisa jika kita menikah tanpa restu orang tua selain hubungan keluarga menjadi merenggang dan pernikahan kita pun tidak akan berkah tanpa restu dan doa dari orang tua kita.
“Kan walaupun kita tidak bersama kita bisa menjadi kakak adik mas” sambung Nisa
Tidak ada respon dari Kelvin, Nisa coba memanggil Kelvin tidak ada sautan sama sekali dari Kelvin dan ternyata Kelvin tertidur ketika Nisa mendengar dengkuran halus yang keluar dari bibir Kelvin.
Karena takut mommy safa khawatir mencari Kelvin, Nisa memutuskan untuk menghubungi Mommy safa untuk memberi tahu jika Kelvin tengah berada di rumahnya. 2 jam berlalau kini waktunya Nisa membangunkan Kelvin dan memintanya untuk pulang ke mansion. Bukannya maksud Nisa ingin mengusir, tapi dia merasa tidak enak dengsn para tetangga jika Kelvin sampai menginap di rumahnya walaupun di rumah ada orang lain selain mereka berdua, Nisa hanya takut akan jadi timbul fitnah nantinya.
“Mas, mas Kelvin” panggil Nisa sembati mengelus pipi sang kekasih.
“Eumm” lenguh Kelvin, bukanya bangun ini malah menggenggam tangan Nisa yang ada di pipinya.
“Mas Bangun, ini sudah malam loh kamu gak pulang?” Tanya Nisa
“Eumm..., mas nginap saja ya yank, lagi malas pulang” jawab Kelvin yang masih memejamkan matanya.
“Gak ada, gak ada, nanti kalau Mommy khawatir gimana sama kamu, kamu tadi pergi gak pamit kan?” Tanya Nisa lagi dan Kelvin langsung menggelengkan kepalanya, memang dia tadi langsung pergi dari mansion tanpa pamit ke siapa pun.
“Ya makanya pulang sekarang, kalau tidak aku gak mau ketemu lagi sama kamu nantinya” ancam Nisa membuat Kelvin langsung bangun dari tiduranya dan merubah posisinya menjadi duduk di tepi ranjang.
“Iya ini mas mau pulang sayang” sahut Kelvin bangkit dari duduknya lalau dia berputar mendekat ke arah Nisa, “mas pamit dulu ya sayang, cup” pamit Kelvin lalu dia memberikan kecupan di kening Nisa.
“Eh kamu mau kemana sayang?” Tanya Kelvin ketika melihat Nisa hendak menurunkan kakinya dari ranjang.
“Aku mau antar kamu sampai depan mas” jawab Nisa mendongakkan kepalanya menatap wajah Kelvin.
__ADS_1
“tidak usah mendingan kamu istorahat ya” pintah Kelvin lalu membantu merebshkan Nisa di tempat tidur dan memasangkan selimut sampai batas dada.
“Mas pergi dulu ya, good night sayang” ucap Kelvin sembari mengelus kepala Nisa dan Nisa hanya menganggukkan kepalanya lalu Kelvin pergi meninggalkan kediaman Nisa dan langsung pulang ke mansion Osmond.