Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 65


__ADS_3

Nisa sekarang sudah mulai tenang dan tidak histeris lagi karena Mommy safa selalu menamaninya, dan sekarang mereka sedang menikmati makan malam diruang makan terkecuali dengan Kelvin, Kelvin belum pulang dari markas.


“Mom, mas Kelvin kemana ya?” Tanya Nisa


“Oh dia lagi ada kerjaan sayang, makanya dia balik ke kantor lagi, iya kan dad” jawab Mommy safa lalu meminta persetujuan sang suami agar Nisa tidak curiga.


“Iya sayang, nanti benatar lagi juga pasti pulang, kamu tenang saja ya” sambung Daddy Albert dan langsung di angguki oleh Nisa.


“Mas Kelvin gak marah sama Nisa kan mom, dad?” Tanya Nisa dengan lirih dan menundukkan kepalanya.


“Marah kenapa sayang?” Tanya Mommy safa lalu meraih tangan Nisa yang duduk tepat di sampingnya.


“Karena Nisa di sentuh oleh pria lain, Mas Kelvin tidak jijik kan sama Nisa?” Tanya Nisa dia mengira perginya Kelvin itu karena Kelvin marah dengannya dan merasa jijik dengannya, karena dirinya merasa sudah di sentuh oleh pria lain.


“Hey sayang dengarkan mommy, Kelvin gak marah maupun jijik sayang sama kamu, dia tadi tidak sempat pamit sama kamu karena ada kerajaan di kantor secara mendadak, jadi kamu gak usah berpikir seperti itu ya, nanti Mommy suruh dia pulang lebih cepat deh ya” ucap Mommy safa sembari mengelus kepala Nisa.


“Eh.., jangan mom nanti kerajaan mas Kelvin gak selesai selesai, biarkan saja mas Kelvin selesaikan pekerjanya dulu” ucap Nisa sembari menggalangkan kepalanya langsung menegakkan kepalanya menatap wajah calon ibu mertuanya.


“Baiklah, sekarang anak mommy mau nambah lagi atau tidak makannya sayang?” Tanya Mommy safa dan Nisa pun langsung menggelengkan kepalanya.


“Nisa mau istirahat di kamar saja boleh mom?” Tanya Nisa


“Boleh dong sayang, apa mau mommy temani?” Tanya Mommy safa balik.


“Gak usah mom, Nisa sendiri saja gak papa ko” ucap Nisa


“Ya sudah, kalau kamu butuh sesuatu kamu tinggal panggil mommy pelayan ya” ucap Mommy safa


“Iya mom, kalau begitu Nisa ke kamar dulu ya mom, dad” ucap Nisa langsung berdiri dari duduknya.


“Iya sayang” sahut Mommy dan Daddy bersamaan, Nisa pun berjalan menuju kamar tamu yang tadi di tempatinya.


Sepeninggalan Nisa Daddy Albert izin kepada Mommy safa untuk ke ruang kerjanya, sepeninggalan Nisa dan suaminya Mommy safa berjalan memuju kamaranya untuk menghubungi sang putra.


“Hallo, iya mom” sahut Kelvin

__ADS_1


“Kamu dimana sayang, ko lama sekali gak pulang2 tadi Nisa nyariin kamu karena kamu gak ikut makan malam, dikira dia kamu marah sama dia dan merasa jijik katanya karena dia sudah sempat di sentuh oleh pria lain” jawab Mommy safa


“Yang benar mom?” Tanya Kelvin balik


“Iya, makanya kamu cepatan pulang” pintah mommy safa.


“Iya mom, ini Kelvin mau pulang ko” sahut Kelvin.


“Ya sudah mommy tunggu ya, jangan lama2” pintah Mommy safa.


“Iya mom” sahut Kelvin.


***


Setelah sepeninggalan Miko dan Bagas, Kelvin dapat telfon dari pihak kepolisian untuk datang ke kantor polisi dan akhirnya dengan terpaksa Kelvin menunda hukuaman untuk Misya sampai dia kembali lagi ke markas.


Setelah dari kantor polisi, Kelvin langsung balik menuju markas, dia tidak sabar untuk memberi hukuman kepada Misya.


“Kalian kasih dia makan dan kasih obat ini di makanannya” pintah Kelvin meminta anak buahnya untuk memberi Misya makan terlebih dahulu dengan di campurkan dengan obat perangsang.


10 memit kemudian Misya mulai bergerak gelisah di balik jeruji besi, Misya mulai merasakan panas, ketika Kelvin sudah melihat efek dari obat yang dia berikan kepada Misya sudah mulai bereaksi Kelvin langsung meninggalkan markas.


“Saya tinggal dulu, kalian awasi wanita itu biarkan dia mau ngelakuin apa saja, jangan ada yang membantunya, awas saja kalau sampai salah satu dari kalian ada yang membantu dia akan tahu akibatnya” pintah Kelvin.


“Baik tuan”


“Jika efek obatnya sudah hilang, kalian boleh menikmati tubuhnya jika kalian mau, besoknya kalian antar dia ke kantor polisi” pintah Kelvin


“Baik Tuan” sahut anak buah Kelvin, dan Kelvin pun langsung pergi meninggalkan markas, baru saja Kelvin memasuki mobil Kelvin dapat telfon dari Mommynya, mengabarkan kalau Nisa tengah mencari dirinya, dan Kelvin pun langsung bergegas mengendarai mobilnya menuju mansion.


Sedangkan Misya di dalam markas dia sudah mulai keringat dingin karena merasakan hawa panas dari efek obat yang Kelvin berikan, satu persatu dia sudah mulai melepas pakaiannya.


“Brengsek kalian, apa yang kalian lakukan kepada ku hah” teriak Misya sembari tubuhnya menggeliat dengan gelisah.


Hawa panas terus menyerang tubuh Misya sampai seluruh pakaian yang dia gunakan sudah terlepas dari tubuhnya, ******* demi ******* keluar dari bibirnya, sembari memainkan bukit kembarnya sendiri.

__ADS_1


“Mas Niko tolong aku mas, badanku panas sekali dan itu aku rasanya gatal sekali mas, aku butuh sentuhan kamu mas Niko” racau Misya sembari tangannya mulai memainkan area sensitifnya sendiri. Sedangkan anak buah Kelvin yang menyaksikan apa yang di lakukan oleh Misya semuanya sudah mulai menegang ikut terpancing gairahnya tetapi dia tidak berani untuk menyentuh Misya karena perintah dari tuannya langsung.


***


Seampainya di mansion, Kelvin langsung memasuki mansion baru saja dia ingin beranjak menuju kamar Nisa, tiba tiba telinganya ada yang menarik dari belakang.


“Mau apa kamu hah?” Tanya Mommy safa sembari menarik telinga putranya.


“Awww..., mom lepasin sakit ini” ucap Kelvin sembari menggosok gosok telinga yang bekas di tarik.


“Kamu mau ngapain hah?” Tanya Mommy safa lagi.


“aku mau menemui Nisa lah mom, katanya tadi dia nyariin aku” jawab Kelvin


“Gak ada, gak ada, kamu bersih bersih dulu sana baru boleh temui calon menantu mommy, orang kamu dari mana mana asal mau masuk kamar saja” omel Mommy safa sembari mendorong putranya untuk segera ke kamarnya untuk mandi.


“Come on mom” rengek Kelvin


“Mandi dulu atau tidak boleh bertemu sama sekali” ancam Mommy safa membuat Kelvin akhirnya memutuskan untuk mandi terlebih dahulu di kamarnya, nanti setelah mandi dia akan langsung menemui calon istrinya itu.


Sedangkan Nisa di dalam kamar dia masih meringkuk di bawah selimut, dia terus meningkat kata kata yang di ucapkan Misya, jika Misya akan membuat Kelvin jijik dengan dirinya jika di sentuh oleh pria lain, dia terus mengusap-usap pipinya dengan kasar sampai memerah, seperti orang habis terkena tamparan karena baru bagian pipi yang di sentuh oleh anak buah Misya.


Kelvin setelah mandi dia langsung bergegas menuruni anak tangga menuju lantai bawah, diaman dia akan menemui Nisa yang kini tengah menempati kamar tamu. Dia buka dengan perlahan pintu kamarnya takutnya Nisa sedang tidur, tetapi dugaannya salah dia melihat Nisa yang tengah menutupi badannya dengan selimut dan ada gerakan di bawah selimut Kelvin tidak tahu apa yang sedang Nisa lakukan di bawah selimut itu.


Kelvin pun mendekat ke arah ranjang dan mendudukan diri di pinggir ranjang dengan menghadap ke arah Nisa.


“Hei sayang, kamu ngapain?” Tanya Kelvin sembari menyentuh selimut yang menutupi Nisa.


Nisa kaget langsung duduk dan memundurkan badannya menghidar dari Kelvin, “ini mas sayang, katanya kamu tadi nyariin mas, kamu kangen sama mas?” Tanya Kelvin dengan sedikit bercanda, Nisa pun menjawab hanya dengan gerakan tubuhnya, lalu dia mengangguk tapi setelah itu langsung menggelengkan kepalanya.


“Mas Kelvin pergi karena marah dan jijik ya sama aku?” Tanya Nisa sembari menundukkan kepalanya memeluk kedua lututnya.


“Hey, kata siapa mas marah sama kamu sayang, mas gak marah ko sama kamu dan mas juga gak jijik sama kamu, mas itu tadi pergi karena ada kerjaan mendadak sayang di kantor, mas tadi buru2 lupa pamit sama kamu maaf ya” ucap Kelvin langsung di angguki oleh Nisa, lalu Kelvin pun mulai memberanikan diri mendekat ke arah Nisa yang sedang duduk di ranjang, dia raih tangannya lalu langsung membawa Nisa dalam dekapannya.


“Dan mulai sekarang kamu harus melawan rasa takut itu ya, karena bisa melukai diri kamu sendiri, orang itu belum menyentuh kamu ko sayang kamu masih bersih” ucap Kelvin dan Nisa hanya mengagukkan kepalanya, “nih lihat pipinya sampai merah begini, seperti habis kena tamparan, jangan lakuin ini lagi ya sayang, mas gak mau kamu terluka” ucap Kelvin sembari mengelus kepala Nisa.

__ADS_1


__ADS_2