
Sore hari, seperti rencananya Mommy safa sore ini ingin menemui Nisa secara langsung dan berbicara masalah tentang kesalah pahaman semuanya. Mommy safa meminta informasi dari Doni kapan Nisa pulang. Dan ketika sudah mengetahui sekarang adalah waktu Nisa pulang dari resto, Mommy safa langsung meminta izin kepada Daddy Albert untuk menemui Nisa di rumahnya.
“Dad, Mommy pergi dulu ya” pamit Mommy safa sembari meraih tangan Daddy Albet untuk di cium.
“Mau kemana Honey?” Tanya Daddy Albert tanpa melepas genggaman tangan pada istrinya.
“Kan mommy tadi sudah bilang, kalau Mommy mau ke rumah calon menantu mommy, mumpung mommy ada waktu” jawab Mommy safa
“Kamu yakin tidak mau Daddy temani?” Tanya Daddy Albert menatap wajah Mommy safa, memastika siapa tahu mommy safa berubah pikiran.
“Tidak usah Daddy, mommy mau bicara sesama perempuan saja, nanti kalau ada Daddy, suasananya jadi tegang lagi” ucap Mommy safa
“Ya sudah hati hati, kalau sudah sampai kabarin” ucap Daddy Albert melepas genggaman tangan istrinya.
“Lagian mana ada Mommy gak pernah kasih kabar, emangnya situ kalau sudah pergi sendiri lupa waktu, apalagi kalau lagi main golf pasti lupa sama yang di rumah karena disana banyak Caddy yang lebih menggoda” sindir Mommy safa
“Kalau itu Daddy bukan karena Caddy Honey, tapi karena Daddy keasikan mengobrol dengan rekan bisnis Daddy jadi lupa kasih kabar” bela Daddy Albert.
“Sudah ah, aku mau pergi sekarang supaya pulangnya tidak kemalaman” pamit Mommy safa
__ADS_1
“Ya sudah yuk Daddy antar sampai bawah” ucap Daddy Albert langsung meraih tangan istrinya untuk di gandeng dan mereka berdua langsung bergegas keluar kamar dan melangkah menuruni anak tangga, seampainya di depan mansion Mommy safa pamit lagi kepada Daddy Albert, dan Daddy Albert pun memberi kecupan di kening sang istri sebelum Mommy safa memasuki mobilnya.
Sopir membawa Mommy safa menelusuri jalan macetnya jakarta karena sekarang waktunya orang kantor pulang kerja, dengan kecepatan sedang mobil melaju menuju rumah Nisa.
Sesampainya di rumah Nisa ketika mobil sedang parkir ternyata Nisa juga baru pulang kerja dan hendak memasuki rumahnya, tetapi di urungkan niatnya ketika melihat ada mobil mewah yang sedang parkir di tepi jalan tepat depan Rumahnya.
Nisa terus memperhatikan siapa gerangan yang keluar dari mobil tersebut, kenapa mobilnya terparkir di tepi jalan tepat depan rumahnya. Ketika melihat siapa yang turun seketika Nisa terasa gugup kenapa Mommy safa datang menemui dirinya. Malah Nisa berfikir apa Mommy safa mau menegur dia karena kemarin dia sudah berani menemui Kelvin.
Mommy safa keluar dari mobil, melihat Nisa tengah terdiam dan berdiri di depan pintu rumahnya, mommy safa berjalan memasuki halaman rumah dan langsung menghampiri Nisa, sampainya Mommy safa di hadapan Nisa, Mommy safa langsung memeluknya.
“Kamu apa kabar sayang, maafin mommy ya baru datang menemui kamu” ucap mommy safa ketika sedang memeluk Nisa, sedangkan Nisa masih sibuk dengan pikiranya sendiri. Padahal ketika mommy safa sedang berjalan menghampiri dirinya Nisa sudah tegang dan pikir dia mommy safa akan memarahinya karena sudah lancang menemui Kelvin.
“Hei sayang, ko diam saja, mommy tidak di suruh masuk nih” ucap mommy safa
Nisa tersadar dari lamunannya ketika mommy safa mengelus pipinya, “oh iya, maaf bu” ucsp Nisa langsung membuka kunci pintunya dengan gugup setelah terbuka pintunya dia langsung mempersilahkan mommy safa untum masuk, “ silahkan Masuk bu” ucap Nisa sembari membuka lebar lebar pintu rumahnya.
“Silahkan duduk bu, saya tunggal ke belakang dulu bu” ucap Nisa mempersilahkan Mommy safa untuk duduk ketika sudah memasuki ruang tamu. Nisa tidak berani memanggil Mommy safa dengan panggilan Mommy karena takut Mommy safa marah.
Sepeninggalan Nisa ke belakang, ketika Mommy safa baru saja mendudukan pantatnya di sofa dam melihat sekelilingnya, ada sesuatu yang mengalihkan perhatian mommy safa yaitu foto keluarga yang terpasang di dinding tepat di hadapannya, dia seperti mengenal sosok wanita yang ada di dalam foto tersebut, lalu Mommy safa bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri bingkai foto yang terpasang di dinding.
__ADS_1
Di pandangnya dengan lekat foto tersebut, setelah di lihat dari dekat, benar sesuai dugaannya seorang wanita yang ada di dalam foto tersebut adalah sahabatnya yang selama ini dia cari keberadaannya, terakhir mereka bertemu yaitu ketika Kelvin usia 3 tahun.
Ya ternyata Mamanya Nisa adalah sahabat masa sekolah mommy safa yang selama ini di cari keberadaannya, terakhir mereka bertemu ketika Nisa berusia satu tahu dan Kelvin berusia 3 tahun, yang Mommy safa tahu Mama Risa yang tak lain ibu dari Nisa itu tinggal di rumah lamanya yang di ambil paksa oleh tantenya Nisa, tetapi ketika 2 dua tahun terkahir Mommy safa kembali ke tanah air setelah sekian lama tinggal di jerman dia ingin menemui sahabatnya kembali tetapi tak kunjung menemukan keberadaannya.
Lamunan Mommy safa tersadar ketika Nisa datang dengan membawa nampan berisi minuman untuknya, “silahkan di minum bu, maaf rumahnya kecil” ucap Nisa sembari meletakan Minumannya di meja.
“Iya gak papa sayang, kalau boleh Mommy tahu ini foto siapa saja ?” Tanya Mommy safa sembari menunjuk bingkai foto yang menempel di dinding.
Mendengar pertanya Mommy safa Nisa pun ikut menghampiri mommy safa, “ini Mama dan papa, yang di sebelah mama itu nenek dari Papa dan ini aku saat umur 5 tahun” jelas Nisa sembari menunjuk satu persatu orang yang ada di dalam foto tersebut.
Mendengar penjelasan Nisa, Mommy safa tidak menyangak jika Nisa adalah putri dari sahabatnya, “jadi kamu putri dari Risa dan mas Arman?” Tanya Mommy safa Memastikan dan Nisa pun hanya mengagukkan kepalanya, Nisa merasa bingung kenapa Mommy safa bisa mengetahui nama kedua orang tuanya.
Melihat Nisa menganggukan kepalanya, otomatis Mommy safa langsung memeluk Nisa, “akhirnya aku menemukannya ya Allah” ucap Mommy safa ketika memeluk Nisa.
“Maafkan Mommy ya sayang baru menemukan kamu” ucap Mommy safa melerai pelukannya dan menatap wajah Nisa dengan lekat.
“Maksud ibu, ibu mengenal kedua orang tua aku?” Tanya Nisa yang masih bingung dengan ucapan Mommy safa.
Mendengar pertanyaan Nisa, Mommy safa meraih tangan Nisa untuk duduk di sofa, dan dia mulai menceritakan jika mama Risa itu adalah sahabatnya ketika sekolah dulu, yang pernah mommy safa ceritakan juga kepada Nisa, lalu Mommy safa juga menceritakan selama dia kembali dari jerman dia mencoba mencari keberadaan Mama Risa san keluarga kecilnya tetapi tidak kunjung menemukannya.
__ADS_1
Mommy safa menceritakan kenangan bersama sahabatnya itu sampai meneteskan air matanya begitu pun dengan Nisa dia mendengar cerita dari mommy safa tentang ibunya ikut menangis juga.