Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra part 14


__ADS_3

Sesampainya di Rumah sakit, Niko memberhentikan mobilnya tepat di depan lobby rumah sakit, karena ini hari minggu supir tidak ada yang masuk kerja akhirnya Niko sendiri yang menyetir mobil, lalu dia turun dan segera meminta kursi roda kepada perawat, setelah dia mendapatkan kursi roda tersebut dia langsung menggendong mama Erina dan mendudukannya di kursi roda.


"Kamu duluan aja ya sayang, mas cari parkir dulu" ucap Niko


"Iya mas" sahut Rina, lalu Niko mencium kuning sang istri sebelum meninggalkan istri dan mamanya. Setelah kepergian Niko, Rina pun mendorong kursi roda yang di naiki oleh ibu mertuanya menelusuri lorong rumah sakit dan langsung menuju ruang dokter yang biasa menangani mama Erina.


Toko tok


"Masuk"


"Permisi dok" ucap Rina ketika membuka sedikit pintu ruang dokter Daniel yang yang biasa menangani mama Erina.


"Hey Rin, masuk masuk silahkan" ucap Dokter Daniel


"Iya dok" sahut Rina langsung membawa ibu mertuanya masuk ke dalam ruangan dokter Daniel.


"Apa kabar Nyonya?" Tanya Dokter Daniel


"Baik dok" jawab mama Erina


"Jadi gimana kronologi kejadiannya kemarin Rin?" Tanya Dokter Daniel yang memang sebelumnya ketika Rina meminta jadwal kepada dokter Daniel dia sempat menceritakan jika mama merutuanya itu sempat bisa berdiri ketika ingin menolong anaknya yang ingin terjatuh ke kolam.


"Aku juga tidak tahu persis dok kejadiannya seperti apa, yang saya lihat mama saya sudah berdiri sembari memeluk anak saya dok, atau mungkin mama yang lebih tahu bagaimana kronologinya mah" jelas Rina


Lalu mama Erina pun menceritakan kronologi kejadian kemarin ketika dia menolong Tasya yang akan terjatuh ke kolam renang.


"Baik, mudah mudahan ini bertanda baik ya" ucap Dokter Daniel


"Aminn" ucap Eina dan mama Erina bersamaan.


"Ayok silahkan bu, mau di bantu Rina apa sama suster?" Tanya Dokter Daniel yang memnag setiap pemeriksaan pasien selalu di dampingi satu perawat, dulu juga Rina pernah menjadi perawat pendampingnya dokter Daniel makanya dia bisa di jadikan perawat pribadi mama Erin.


"Biar saya saja dok" u ap Rina lalu membantu mama merutnya menaiki ranjang pasien untuk melakukan pemeriksaan.


Ketika Rina hendak mengangkat ibu mertuanya , tiba tiba ada suara ketukan pintu dari luar.


"Tok tok"


"Coba lihat sus siapa?" Ucap Dokter Daniel.


"Sepertinya suami saya dok" sahut Rina

__ADS_1


"Oh.., iya masuk" ucap dokter Daniel. Seperti dugaan Rina bahwa suaminyalah yang tadi mengetuk pintu.


"Pagi tuan Niko, apa kabar?" Tahya Dokter Daniel basa basi.


"Baik dok alhamdulillah" jawab Niko


"Mas tolong angkat mama ke ranjang" ucap Rina


"Iya sayang" sahut Niko lalu mendekati istri dan mamanya.


Setelah mama Erina sudah berbaring dokter pun sudah mulai pemeriksaan, dari berbagai pemeriksaan telah mereka lewati, dokter menyarankan untuk melakukan ct scan ulang.


"Dugaan saya Nyonya Erina sudah mulai bisa berdiri dan berjalan lagi, tapi saya belum bisa memutusakn sekarang ti dakan yang akan saya lakukan karena saya harus melihat hasil cct scanya terlebih dahulu ya Rin baru saya akan menindak lanjuti tindakan apa yang harus si lakukan, untuk sementara Nyonya Erina tetap menggunakan kursi roda terlebih dahulu ya" jelas Dokter


"Baik dok" sahut mama Erina


"Terus hasilnya kapan dok?" Tanya Rina


"Nanti saya hubungin kamu deh Rin untuk pastinya ya, paling lama sih hari jumat ya" jawab Dokter Daniel


"Baik dok" ucap Rina


"Kalau begitu kami permisi dulu ya dok" ucap Rina


"Iya Rin, nanti aku hubungin kamu untuk cek up selanjutnya ya" ucap Dokter Daniel


"Iya dok, mari" sahut Rina, sedangkan Niko sedari tadi melihat interaksi anatara dokter Daniel dan sang istri sudah menahan rasa cemburunya soalnya mereka terlihat tidak ada canggung sedikit pun. Makanya dia hanya diam dan memperhatikan obrolan dokter Daniel dan istrinya.


Mereka pun keluar dari ruangan Dokter dan berjalan menelusuri lorong rumah sakit. Ketika melewati lorong rumah sakit, mama Erina melihat seseorang yang sangat ia kenal.


"Nik stop" ucap mama Erina


"Kenapa mah?" Tanya Rina


"Itu bukannya Nisa sama suminya ya, mereka ngapain di rumah sakit?" Tanya Mama Erina ketika melihat Nisa dan kelvin yang hendak ingin kembali ke ruang rawatnya.


"Iya mah, ko mbak Nisa duduk di kursi roda ya, coba kita samperin mereka" sambung Rina penasaran.


"Mbak Nisa" panggil Rina


"Loh kalian, mama habis cek up?" Tnaya Nisa

__ADS_1


"Iya mbak soalnya kemarin sempat ada kejadian tiba tiba pas aku lihat mama tengah berlari karena ingin nolongin Tasya yang mau jatuh di kolam renang rumah" jelas Rina


"Kamu sendiri kenapa duduk kursi roda begini nak, terus perut kamu, kamu sudah melahirkan?" Tanha Mama Erina ketika melihat mantan menantunya itu duduk di kursi roda dalam keadaan perut buncitnya sudah tidak ada.


"Alhamdulillah mah kemarin sore mereka sudah lahir dengan selamat tapi mereka masih harus di inkubator terlebih dahulu karena berat badan mereka kurang normal" ucap Nisa


"yang sabar ya mbak, selamat buat mbak Nisa dan tuan Kelvin sudah menjadi orang tua" ucap Rina.


"Iya nak, selamat ya nak kelvin, Nisa akhirnya kamu sudah membuktikan jika kamu bukan wanita mandul, maafin mama yang dulu sering mengatakan jika kamu wanita mandul" ucap mama Erina.


"Mah, kan Nisa sudah bilang sudah jangan di ingat ingat lagi ya yang penting kan sekarang sudah jadi keluarga, lupakan masa lalu yang penting sekarang mama sudah berubah" ucap Nisa sembari mengelus lengan mama Erina.


"Iya nak" sahut mama Erina


"Selamat ya Nis, dan tuan Kelvin kalian sudah resmi menjadi orang tua"


"terima kasih tuan Niko atas ucapannya" sahut kelvin


"Semoga kalian juga cepat dapat momongan ya Rin mas" ucap Nisa kepada Niko dan Rina.


"Aminn" sahut Semuanya.


"Yang penting jangan putus asa dan terus berusaha dan berikhtiar, Allah pasti sudah merencanakan kebahagiaan yang luar bisa untuk kalian" ucap Nisa


"Iya mbak makasih ya, kalau begitu kita permisi dulu ya mbak" ucap Rina


"Oh iya silahkan, kita juga mau ke kamar" ucap Nisa dan Kelvin


Akhirnya mereka pun berpisah, mama Erina, Rina dan Niko melanjutkan langkahnya dan bergegas pulang ke rumah, sedangkan Nisa dan Kelvin mereka kembali ke ruang rawat Nisa.


Sepulang dari rumah sakit Niko terus diam tidak banyak bicara mungkin dia masih kesal dengan interaksi Dokter Daniel dengan istrinya. Dan kini setelah mereka mengantar mama Erina menuju kamarnya mereka berdua langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


“yank kamu memangnya sering ya kirim pesan dengan dokter ganjen tadi?” tanya Niko tiba tiba.


Mendengar pertanyaan suaminya Rina pun mengerutkan keningnya.


“Maksud mas dokter daniel?, gak gak pernah, kenapa kamu tiba tiba menanya kaya gitu, kamu curiga sama aku?” tanya Rina yang kini sednag membersihkan make upnya di depan meja rias.


“ya tidak, aku hanya tanya, soalnya kan tadi dia bila nanti saya kirim pesan deh ke kamu ya Rin, uda panggilnya hanya pakai nama saja lagi padahal kan setatusnya kamu disitu sebagai keluarga pasien” jelas Niko


“Ya allah mas, aku sama dokter Daniel hanya bertukar pesan juga ngomingin masalah mama, konsultasi tentang terapinya mama gak ada yang kita bicarakan selain itu, cemburu kamu tuh gak bermutu tau gak, kalau kamu gak percaya cek saja tuh handphone aku, toh selama ini juga aku gak pernah melarang kamu untuk mengecek handphone aku” ucap Rina lalu setelah itu dia langsung bergegas menuju kamar mandi dan menguncinya dari dalam.

__ADS_1


__ADS_2