Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 41


__ADS_3

Niko sudah mengurus semua berkas dan administrasi untuk kepulangan si baby, kini mereka bertiga sedang berjalan menuju ruang Misya terlebih dahulu sebelum mereka pulang. Dengan Mita yang menggendong si baby berjalan beriringan dengan Bagas, dan di samping Bagas ada Niko, mereka akan meminta izin langsung untuk membawa anaknya pulang di hadapan Misya, walaupun Misya tidak sadarkan diri mereka yakin Misya bisa mendengar suara mereka.


Sesampainya di depan ruangan Misya, Niko membuka pintunya lalu mempersilahkan Mita terlebih dahulu memasuki ruangan sembari menggendong si baby, lalu di ikuti oleh Bagas dan Niko. Kini semuanya berdiri di samping ranjang pasien milik Misya, sebelah kanan terdapat Mita dan Bagas sedangkan sebelah kiri ada Niko, lalu Mita meletakan si baby tepat di samping Misya.


“Hai mbak Misya, perkenalkan aku Mita istri dari mas Bagas, saya kesini dengan mas Bagas ingin meminta izin langsung kepada mbak Misya untuk membawa pulang si baby ke rumah kami, karena Mas Niko juga sibuk mengurus mamanya yang sedang sakit, kasihan babynya kalau tinggal di rumah sakit terus, jika nanti mbak Misya sudah bangun dan mbak Misya mau ambil babynya silahkan kita tidak akan melarangnya karena mbak Misya yang lebih berhak” ucap Mita sembari menatap wajah Misya dan Babynya bergantian.


Setelah Mita berbicara kini giliran Bagas yang berbicara dengan Misya, “Hai Sya, aku mau ngucapin terimakasih kepada kamu, sudah berjuang untuk melahirkan anak kita, untuk sementara anak kita aku bawa pulang terlebih dahulu ke rumah, nanti setelah kamu sudah sadar dan sehat kembali kamu boleh mengambilnya, tapi tolong jangan larang kami untuk bertemu dengannya, karena walau bagaimana pun aku adalah Ayah Kandungnya, semoga kamu mendengarkan ucapan kita semua ya” ucap Bagas sembari merangkul pundak sang istri dari samping.


“Jadi kalian sudah punya nama belum buat baby girlnya?” Tanya Niko, membuat Bagas dan Mita saling bertatap mata.


Mereka berdua baru menyadari kalau si baby belum punya nama.” Siapa mas namanya?” Tanya Mita menatap wajah suaminya.


“Siapa ya, apa pak Niko ada ide?” tanya Bagas


“Apa yah, belum ada ide sih” jawab Niko, lalu mereka pun sama sama berfikir.


“Mas punya ide” ucap Bagas tiba tiba, membuat Niko dan Mita langsung mentap ke arah Bagas,”Gimana kalau namanya Tasya Putri Garendra Paratama, Tasya gabungan antara nama kedua ibunya dan Garendra Pratama gabungan antara nama kedua Ayahnya, giman pak Niko apa berkenan untuk memberikan namanya di belakang putri kita?” Tanya Bagas, dia takut Niko tidak setuju jika nama keluarganya di sematkan di belakang nama putrinya.


“Boleh banget pak Bagas, saya malah senang banget kalau putri pak bagas menganggap saya sebagai papanya” ucap Niko dia juga merasa senang jika dia bisa jadi bagian dari si baby.


“Ya pastinya pak Niko, selama ini kan pak Niko yang selalu menwmani dia waktu di kandungan mamanya, masa papanya tidak di akui ya gak sayang” ucap Bagas menanggapi ucapan Niko lalu beralih meraih jemari putrinya.

__ADS_1


“Ye, tasya punya 2 ibu dan juga 2 ayah ya sekarang” ucap Mita menirukan suara anak kecil sembari menatap wajah si baby.


“Kalau begitu jangan panggil saya bapak dong berasa kaya bapak bapak yang sudah punya banyak anak saja” ucap Niko


“Gimana saya panggil bang Niko saja, kalau panggil nama rasanya gak sopan, saya kan sama bang Niko lebih tua bang Niko usianya” ucap Bagas


“Iya gak papa lah, dari pada di panggil bapak, ya sudah nanti saya akan suruh orang ngirim barang barang baby girlnya ke rumah kalian ya, soalnya di rumah banyak banget yang mamanya sudah siapkan buat dia, pasti kalian juga belum ada persiapan sama sekali kan” sahut Niko


“Oh iya kita belum mikir sampai ke situ mas, ya sudah gak papa mas dari pada di rumah mas Niko gak ke pakai kan, kita juga belum ada persiapan sama sekali soalnya ini sangat mendadak” ucap Mita


Setelah membahas soal nama sudah selesai kini mereka pamita ke Misya untuk pulang, “Mbak, kita pamit pulang dulu ya” pamit Mita sembari meraih si baby untuk di gendong, “bye bye mama, Tasya pulang dulu ya, mama cepat bangun biar bisa main sama Tasya” ucap Mita dengan menirukan seperti anak kecil.


“Kita pamit dulu ya Misya, nanti kapan kapan kita kesini lagi sekalian cek up baby Tasya” ucap Bagas


“Mas kita pamit dulu ya, terimkasih buat semuanya”ucap Misya


“Iya sama sama, hati hati di jalan ya” ucap Niko


“Iya mas, bye bye papa, Tasya pulang dulu ya ke rumah Ayah sama Bunda” ucap Mita sembari menggerakkan tangan si baby untuk say bye ke Niko.


“Bye sayang, jangan rewel ya di rumah Ayah sama Bunda, nanti kapan kapan papa akan main ke rumah Tasya atau Tasya yang main ke rumah papa juga boleh” ucap Niko sembari mengelus kepala Babynya.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Niko, Mita langsung membawa baby Tasya memasuki mobilnya, dan Bagas sebelum melajukan mobilnya dia melambaikakan tangannya ke arah Niko. Setelah Bagas dan Mita pergi, Niko juga langsung beranjak dari lobby menuju mobilnya dan melajukan mobilnya langsung pulang ke rumah.


***


Tiga hari berlalu semenjak Mita mengurus baby Tasya dia jarang ke resto, dan menyerahkan urusan resto kepada Nisa, itu membuat Nisa juga semakin sibuk di resto.


Selam tiga hari itu pun Kelvin tidak pulang ke mansion Osmond, 3 hari yang lalu setelah mengacak ngacak kamar apartemen dan mengeluarkan semua barang barang Nisa dari lemari Kelvin langsung pergi meninggalkan apartemen menuju kantornya, dan selama 3 hari itu Kelvin selalu menginap di kantor, itu membuat mommy safa menjadi hkawatir.


Mommy safa menanyakan kepada Doni kenapa putranya, semenjak pulang dari perjalanan bisnisnya, belum juga pulang ke masnion, dan Doni menceritakan ketika pulang dari bandara si bosnya ingin menemui Nisa ke resto, tetapi sebelum Kelvin menemuinya si bosnya itu sudah melihat terlebih dahulu Nisa sedang berduaan dengan mantan suaminya di depan resto, dan setelah itu si Bosnya langsung meminta dirinya memgantar ke apartemen, setelah itu Doni tidak tahu lagi, setahu Doni Bosnya itu tinggal di apartemennya.


Setelah mendapatkan informasi kalau putranaya selama 3 hari ini tinggal di apartemen, mommy safa langsung mengajak Daddy Albert untuk mengunjungi putranya, karena mommy safa khawatir dengan putranya. sesampainya di apartemen Mommy dan Daddy langsung memasuki apartemen Kelvin, karena sebelumnya sudah di beri tahu sandi apartemennya dari Doni asisten pribadi putranya.


Ketika memasuki apartemen Mommy safa langsung melihat sekeliling apartemen dan langsung menuju kamar, sedangkan Daddy Albert hanya duduk di ruang tengah dan langsung menyalakan tv, momny safa memasuki kamar tidak mendapatkan keberadaan putranya malah dia melihat banyak baju baju perempuan berserakan di lantai, mommy safa pun langsung berteriak memanggil suaminya.


“Dad, daddy” panggil Mommy safa dari dalam kamar.


“Ada apa honey, kamu gak papa kan, mana anak nakal kita” ucap Daddy Albert langsung menghampiri istrinya.


“Kelvin gak ada dad, terus kenapa ini banyak baju perempuan disini, ini baju siapa, apa Kelvin selama ini suka memanggil perempuan ke apartemennya” ucap Mommy safa panik, mendengar ucapan istrinya pandangan Daddy Albert pun beralih ke sekeliling kamar benar kata istrinya kenapa banyak baju perempuan di kamar apartemen putranya.


“Kamu percaya kan sayang sama putra kita, senakal nakalnya dia, dia gak mungkin ngelakuin itu, lebih baik coba kita cari dia ke kantornya, siapa tahu dia selama 3 hari ini dia tinggal disana” ucap Daddy Albert.

__ADS_1


“Hmm, coba aja nanti kalau ketemu mommy tanyain langsung ke dia, kalau memang sampai dia ngelakuin itu semua Mommy bakalan marah sama dia” ucap Mommy safa penuh dengan ancaman.


__ADS_2