
Dua minggu berlalu kini tiba saatnya Niko ingin memberi tahu keluarganya tentang hubungan dia dengan Rina sekaligus meminta Restu kepada mama Erina untuk menikahi Rina secepatnya. Pagi ini rencananya selepas sarapan dia akan menjemput Rina dan mengajaknya ke rumah.
“Mah, hari ini aku mau kenalin seseorang ke mama, jadi mama dan kalian berdua hari ini jangan pergi kemana mana ya” ucap Niko di tengah tengah mereka sedang sarapan di meja makan.
“Padahal mama mau jodohin lo sama seseorang loh bang” ucap Miko
“Come on mah, aku gak mau mah di jodoh jodohin sama siapa pun” sahut Niko ketika mendengar ucapan adiknya.
“Gak usah dengerin adek kamu, siapa juga yang mau jodohin kamu” ucap Mama Erina, sekarang mama Erina tidak lagi mencampuri utusan pasangan untuk putranya, kini dia serahkan semuanya kepada Niko asalkan kelak yang akan mendampingi putranya bisa menerima kekurangan yang putranya itu miliki, sudah cukup mama Erina sudah pernah membuat rumah tangga anaknya hancur dan sampai sekarang dia masih merasa bersalah dengan hal itu, apalagi dengan Nisa, sampai sekarang dia belum bisa menemui Nisa secara langsung untuk minta maaf jadi mama Erina seperti masih ada yang menjanggal di hatinya.
Selesai sarapan Niko langsung bergegas mengendarai mobilnya menuju kontrakan milik Rina.
Tok tok
“Iya tunggu sebentar” sahut Rina dari dalam rumah. Sembari menunggu Rina, Niko duduk di bangku depan kontrakan, tidak lama kemudian Rina pun membuka pintu rumahya dia melihat ada Niko di depan rumah.
“Mas” panggil Rina sembari menepuk pundak Niko.
“Hai sayang” sahut Niko menengok ke arah Rina dan meraih tangan Rina yang ada di pundaknya lalu dia kecup tangan kekasihnya itu.
“Sudah siap belum?” Tanya Niko mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik Rina.
“Sudah, mau langsung pergi sekarang?” Tanya Rina.
“Iya sekarang aja yuk, sebentar lagi Tasya datang ke rumah soalnya” ucap Niko
“Ya sudah tunggu sebentar aku ambil tas dulu” sahut Rina lalu melepas tangannya dari genggaman Niko dan berjalan masuk kedalam rumah kembali.
“Yuk” ucap Rina ketika sudah kembali dengan membawa tas dan ada satu papper bag di tangannya enatah apa Niko tidak tahu.
“Kamu bawa apa sayang?” Tanya Niko
“Oh ini ada kue kering kemarin aku buat sengaja buat mama dan mbak Amel sama oleh oleh kemarin dari Kalimantan, kira kira mama suka gak ya sama kue buatan aku sama oleh olehnya” ucap Rina
“Pasti suka sayang” sahut Niko mencoba membuat Kekasihnya itu supaya tidak minder untuk bertemu mamanya. Mereka berdua pun akhirnya memasuki mobil dan Niko langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.
__ADS_1
“Kenapa sayang?” Tanya Niko sembari meraih tangan Rina untuk di genggam.
“Aku gugup mas” sahut Rina, dia merasa gugup walaupun sudah pernah bertemu dengan mama Erina, tapi biasanya kan dia datang ke rumah Niko dia disana sestatusnya sebagai perawat peribadi mama Erina tapi sekarang berbeda dia datang ke rumah Niko datang sebagai kekasih dari mantan majikannya itu.
“Kaya gak pernah bertemu mama saja, kan sebelumnya sudah sering, eh bukan sering hampir setiap hari di rumah sama mama” ucap Niko
“Ya bedalah mas kemarin kemarin akau disana kerja kalau sekarang kan...” ucap Rina terhenti merasa malu di depan Niko jika dia ingin mengakui jika sekarang dia datang ke rumah itu sebagai kekasihnya Niko.
“Ya gak papa sayang, malah lebih bagus dong, mas bawa calon istri mas ke rumah, supaya mama tidak jodoh jodohin mas lagi sama cewek lain, memangnya kamu mau mas dinjodohin sama cewek lain” ucap Niko niatnya ingin membuat kekasihnya cemburu.
“Ya gak papa kalau mas mau dan mama setuju, masa aku mau melarang, gak mungkin kan yang penting mas Niko bahagia sama cewek itu” sahut Rina
“Becanda sayang, sudah kamu gak usah gugup, insya allah mama dan yang lain bisa menerima kamu, apalagi sebelumnya mama sudah dekat sama kamu” ucap Niko mencoba menenangkan kekasihnya supaya tidak gugup, mendengar ucapan Niko Rina pun menganggukan kepalanya mencoba tidak berpikiran negatif terlebih dahulu terhadap apa yang belum terjadi.
Tidak terasa mobil yang di kendarai Niko kini telah terparkir rapih di depan rumahnya, Rina semakin di buat gugup untuk menemui keluarga Niko.
“Yuk, turun” ajak Niko
“Iya mas” sahut Rina
Ketika memasuki rumah di lihat semua anggota keluarganya tengah duduk di sofa ruang keluarga.
“Assalamualaikum” ucap Niko dam Rina bersamaan.
“Waalaikum salam” sahut semuanya sembari menengok ke arah sumber suara, mereka melihat Niko menggandeng sosok gadis cantik yang sangat mereka kenal.
“Semuanya, seperti yang tadi aku katakan ke mama, kalau aku akan mengenalkan seseorang ke kalian semua” ucap Niko ketika sudah sampai di ruang keluarga, berdiri di samping sofa dengan tangan masih setia menggenggam tangan Rina.
“Ini orangnya maksudnya bang, yang kata abang mau kenalin ke kita, kalau ini mah kita sudah kenal iya gak sayang” sahut Miko meledek sang kakak.
“Mas, kamu mah orang lagi serius juga” ucap Amel menegur suaminya yang suka merusak suasana.
“Maksud aku, aku mau mengenalkan Rina disni sebagai calon istri aku dan aku juga sekaligus mau minta restu ke mama untuk menikahi Rina secepatnya” ucap Niko melepas genggaman tangnya lalu mendekat dan berlurut di hadapan mamanya yang tengah duduk di kursi roda dan menggenggam tangan mamanya, lalu Rina juga ikut berlutut di depan mama Erina sembari menundukkan kepalanya.
“Nyonya, maafkan saya jika saya lancang sudah menyukai tuan Niko, saya sadar saya hanya anak yatim piatu dan juga orang miskin, jika Nyonya tidak mengizinkan saya untuk berhubungan dengan tuan Niko juga tidak papa saya akan terima semua keputusan nyonya, tapi saya berani sumpah kalau saya tidak pernah menggoda atau dengan sengaja mendekati tuan Niko” ucap Rina sembari menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah mama Erina.
__ADS_1
Niko kaget dengan ucapan kekasihnya.
“Yank, ko bilangnya begitu, kan kita sudah sepakat untuk minta restu ke mama” sahut Niko
“Tapi mas, jika mamanya mas Niko tidak merestui kita, kita gak bisa memaksa aku tidak papa ko, setelah aku pikir pikir aku memang tidak pantas buat jadi pasangan kamu mas” ucap Rina dia melihat diamnya mama Erina itu dia mengira jika mama Erina tidak merestui hubungannya dengan Niko.
“Tapi yank...” ucapan Niko terhenti ketika mamnya angkat bicara.
“Sudah sudah, mama akan merestui kalian dengan dua syarat yang harus Rina penuhi” ucap mama Erina
Mendengar ucapan mama Erina, Rina dan Niko pun saling pandang lalu mereka sama sama menatap wajah mama Erina dengan penasaran apa syarat yang di ajaukan oleh mama Erina.
“Syarat apa mah?” Tanya Niko
“Yang pertama Rina harus memanggil mama dengan sebutan mama tidak nyonya lagi dan yang kedua mulai lusa mama mau Rina yang menemani mama untuk terapi, apa sanggup?” Tanya Mama Erina menatap calon menantunya itu.
Rina terdiam dia masih belum percaya calon mertuanya mengajukan syarat yang sangat mudah sekali untuk dia lakukan.
“Sayang, ko diam itu di tanya mama loh” ucap Niko menyadarkan lamunan Rina.
“Bagaimana, apa sanggup dengan syarat yang mama ajukan?” Tanya mama Erina lagi dengan otomatis Rina pun menganggukan kepalanya.
“Bisa nyo..., eh mah” jawab Rina langsung mencium tangan mama Erina dan meneteskan air matanya terharu.
“Hei kenapa nangis sayang?” Tanya mama Erina ketika merasakan tangannya basah karena air mata Rina.
“terima kasih mama sudah mau menerima aku di keluarga ini” jawab Rina, Niko yang melihat calon istrinya seperti itu dia pun mengulurkan tangannya mengelus punggung Rina.
“Kan memang mama yang merencanakan kedekatan kalian Rin” ucap Amel
“Hah maksud kamu mel?” Tanya Niko kaget dengan pernyataan adik iparnya.
“Sudah kalian berdua bangun dulu dan duduk di sofa, capek berlutut terus, nanti mama jelaskan” sahut mama Erina meminta anak dan calon menantunya untuk duduk di sofa.
Niko dan Rina pun beranjak dan langsung duduk di sofa dengan Rina duduk di sofa tepat samping kursi roda mama Erina dan Niko duduk di samping Rina tentunya. Setelah itu baru mama Erina menjelaskan bagaimana dia pernah bilang ke Amel menantunya itu, jika dia ingin mendekatkan antara Niko dan juga Rina, dia suka dengan sosok Rina itu karena dia melihat Rina itu anak yang baik, Sholeha dan penyabar buktinya dia dengan telaten mengajarkan mama Erina tentang ibadah dan Rina juga banyak memberi motivasi motivasi kepada mama Erina, tapi mama Erina tidak berani untuk memintanya langsung kepada Rina karena dia juga sadar diri putranya itu seorang duda dua kali dan selain itu juga putranya punya kekurangan tentang masalah keturunan dia takut Rina menerima Niko karena terpaksa.
__ADS_1