Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra Part 10


__ADS_3

Kini Niko dan Rina sudah sampai di Airport Jeddah, Niko sengaja mengambil pemberangkatan malam agar mereka bisa istirahat di pesawat ketika Landing sampai jedsah pagi hari, dari airport mereka akan menuju hotel terlebih dahulu dan istirahat di hotel. Baru besok paginya lagi mereka akan melaksanakan ibadah Umroh bersama.


"Capek banget ya sayang?" Tanya Niko ketika melihat wajah lelah istrinya.


"Gak papa mas, aku enjoy ko apalagi besok kita mau umroh, terima kasih mas sudah mau menyempatkan dan memilih Honeymoon kita ke mekkah" ucap Rina yang kini sedang saling berpelukan di tempat tidur.


"Jujur nih ya sayang mas sama kamu, tapi kamu jangan marah" ucap Niko


"kenapa mas?" Tanya Rina penasaran sembari mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.


"Jujur mas sebenarnya dari dulu ingin sekali kesini waktu mas masih menikah sama Nisa, karena dulu pikir mas mungkin dengan mas pergi umroh bersama dia kita bisa di kasih momongan tapi karena mas sibuk dengan pekerjaan mas, mas lupa akan hal itu" ucap Niko merasa bersalah.


"Tunggu mas, mungkin saja faktor mas susah punya anak tuh karena mas itu kebanyakan bekerja dan kurang istirahat, makanya hormon mas Niko itu jadi berantakan" ucap Rina yang memang mengerti akan masalah kesehatan.


"Mas juga gak tahu sayang, tapi mas bersyukur, Alhamdulillah dengan segala cobaan yang telah mas lewati, mas akhirnya bertemu dengan kamu yang bisa mengisi hati mas yang kosong ini, terima kasih sayang kamu sudah mau menjadi teman hidup mas, kamu merelakan masa muda kamu menikah dengan pria yang jauh lebih tua dari kamu usianya, apalagi mas punya kekurangan yang kamu tahu akan hal itu" ucap Niko sembari sesekali mencium puncak kepala istrinya.


"Sama sama mas, Aku juga berterimaksih kepada mas yang sudah memperjuangkan aku sampai mas nyusul aku ke kalimantan" ucap Rina


"Iya lah, kalau gak di susul takut di embat orang nanti, bisa gila mas kalau kamu sampai menikah sama pria lain, sudah dua hari gak ada kabar dari kamu aja sudah buat mas kalang kabut apalagi sampai lihat kamu menikah dengan pria lain" ucap Niko


"Tapi mas harus berterima kasih loh sama mbak Mita dan mbak Amel" ucap Rina

__ADS_1


"Kenapa haris berterimaksih sama mereka sayang?" Tanya Niko


"Kata mbak Amel, mas Niko bisa nyusul aku ke Kalimantan karena di kerjain sama mereka" ucap Rina


"Ko kamu bisa tahu kalau mas nyusul kamu karena dengar omongan mereka?" Tanya Niko


"Ya tahu lah, orang mereka cerita semuanya dan mas tahu gak yang mereka ceritain tuh hanya ngarang , dan pas mas masih di sana aku selalu di telfon sama mama dan mbak amel" ucap Rina


"Jadi kamu sama mereka kerjain mas nih ceritanya, kamu tega ya sama mas di kira perasaan mas ini bisa buat main main" ucap Niko pura pura merajuk, dia melepas pelukan dari Rina lalu tidur merubah posisinya jadi membelakangi istrinya.


"Gimana ini, mas Niko jadi marah sama aku" batin Rina lalu dia mendekat ke arah Niko langsung melingkarkan tangannya di perut Niko, memeluknya dari belakng.


Niko yang sudah mendengar suara istrinya dengan nada sedih akhirnya dia pun membalikkan badannya dan menatap wajah istrinya dengan instens.


"Mas akan maafin kamu tapi cium mas dulu seperti kemarin" ucap Niko dengan memasang wajah dinginnya.


Rina pun akhirnya mengikuti keinginan suaminya dia tidak mau membuat suaminya semakin marah, dia mengulang kembali menciumi setiap inci wajah suaminya. Niko yang sudah menahan gairahnya dari kemarin malam dia pun tergoda dengan ciuman yang di berikan istrinya, dia langsung menahan tengkuk Rina dan langsung memperdalam ciumana mereka sampai Runa pun ikut terbuai dengan sentuhan Niko.


"Maaf sayang, mas gak bisa menahannya lagi, apa boleh mas melakukannya sekarang?" Tanya Niko di akhir cumbuan mereka dengan mata yang saling tatap penuh dengan perasaan akhirnya Rina pun menganggukkan kepalanya.


Setelah mendapat persetujuan dari sang istri, Niko pun langsung berdoa, setelah itu dia mulai menciumi setiap inci wajah istri ya dari kening, kedua matanya, kedua pipinya dan yang terakhir tepat di bibir tipis istrinya yang sedari tadi sudah membuat Niko tergoda, dia terus membuat Rina semakin menginginkan dirinya dengan memberikan sentuhan sentuhan lembut di setiap inci tubuh sang istri.

__ADS_1


Rina yang baru merasakan sensasi seperti itu, dia hanya mengikuti nalurinya agar bisa memberikan hak suaminya, dia merasakan sensasi luar biasa apalagi ketika Niko berhasil menerobos gawang pertahanannya yang selama ini selalu dia jaga untuk kelak yang akan menjadi suaminya, dan Niko bersyukur bisa menjadi orang yang pertama yang mengambil mahkota istrinya dalam keadaan mereka sudah sah menjadi suami istri.


2 jam berlalu Niko tidak memberikan cela pada istrinya untuk istirahat, kini berakhir sudah permainan panas mereka, Niko tatap wajah istrinya yang sudah terlihat sangat kelelahan karena ulahnya, tangan mereka sama sama mengulurkan tangannya mengusap keringat yang bercucuran di wajah mereka satu sama lain, Niko menghapus keringat Rina, begitu pun sebaliknya Rina menghapus keringat sang suami.


"Terimkasih sayang, kamu sudah menjaganya selama ini buat mas" ucap Niko lalu di akhiri dengan mencium kening istrinya dengan cukup lama, lalu dia langsung merebahkan badanya tepat di samping sang istri dan langsung membawa istrinya dalam dekapannya.


"Kita istirahat dulu ya sayang sambil menunggu waktu dzuhur" ucap Niko dan Rina hanya menganggukkan kepalanya dia langsung membenamkan wajahnya tepat di dada sang suami, dan langsung memejamkan matanya rasanya dia sangat kelelahan.


***


Setelah mereka istorahat, akhirnya Niko pun mengajak Rina untuk mandi bersama untuk mempersingkat waktu karena waktu dzukur akan segera habis, awalnya Rina menolak karena malu, tapi akhirnya dengan bujukan suaminya Rina pun pasrah mengikuti perintah suaminya tapi dengan di imingi janji oleh Niko kalau dia tidak akan mengulang kembali aktivitas panas mereka di kamar mandi hanya sekedar mandi saja karena mereka juga mengejar waktu dzuhur karena terlalu lama tidurnya.


Selang beberapa menit mereka selesai shalat dzuhur, mereka mendengar suara adzan berkumandang, itu menandakan jika sudah memasuki waktu ashar. Akhirnya mereka pun sekalian menunaikan ibadah shalat ashar, setelah itu karena perut mereka minta di isi, Niko pun memesan makanan kepada pihak hotel untuk di antar ke kamarnya.


"Mas kita jadi shalat magrib di masjid nabawi kan nanti?" Tanya Rina yang kini mereka sedang dusuk di sofa, Niko tiduran dengan berbantal paha sang istri.


"Kalau kamu itunya masih sakit kita shalat di kamar saja sayang, mas gak tega sama kamu" ucap Niko menatap wajah cantik istrinya.


"Gak papa mas, hanya tinggal ngilu sedikit kalau buat jalan, aku kuat ko jalan sampai masjid" ucap Rina dengan memohon, dengan tangan yang terus mengelus rambut suaminya.


"Iya sayang, tapi kalau tiba tiba di jalan masih terasa sakit nanti bilang mas ya" ucap Niko, dan Rina pun langsung menganggukkan kepalanya, dia sudah tidak sabar ingin menginjakkan kakinya di masjid Nabawi.

__ADS_1


__ADS_2