Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 62


__ADS_3

Kelvin mengendarai mobilnya menuju lokasi yang di share oleh bodygard Nisa dengan di ikuti oleh Niko dari belakang, Niko pun ketika sudah mengetahui dimana lokasi Nisa dan Tasya berada dia langsung menghubungi Bagas untuk segera datang menyusul mereka dan membawa polisi.


Sedangkan di lain tempat kedua bodygard Nisa, mereka kehilangan jejak mobil yang membawa Nisa entah kemana, sepertinya si penculik menyadari kalau mereka tengah mengikutinya.


"Gimana sih, kenapa lo gak sambil melihat kemana arah mereka, kalau begini kan kita bisa kena marah sama si bos" ucap salah satu Bodygard yang bernama Yuda kepada temannya.


"Ya gua tadi terfokuskan bicara sama tuan Kelvin, lah lo nyetir gimana harusnya kan lo lihat ke depan perhatikan mereka" ucap Edi


Merka berdua terus berdebat menyalahkan satu sama lain, hingga Kelvin dengan di ikuti mobil Niko datang menghampiri mereka.


"Gawat, tuan Kelvin datang lagi" ucap Yuda


"Hey kalian, sekarang kasih tahu saya diaman mereka membawa calon istri saya?" Tanya Kelvin


"Maaf tuan" ucap kedua bodygard tersebut.


"Apaan ini, kenapa kalian minta maaf, memangnya ini lebaran pake maaf maafan" sahut Kelvin


"Maaf tuan, kita kehilangan jekak mereka, sepertinya mereka menyadari kalau kita mengikutinya" jelas Yuda


"Bener bener bodoh ya kalian, percuma badan gede gede kalau gak bisa jaga calon istri saya" ucap Kelvin mengusap wajahnya dengan kasar, sementara kedua bodygard tadi hanya bisa menundukan kepalanya.


Lalu tangan Kelvin bergerak mengambil benda pipihnya untuk menwlfon snag daddy.


"Hallo boy" sahut Daddy Albert.


"Hallo dad, Kelvin minta tolong lacakin Nisa dad, Kelvin tahu di gelang pemberian mommy yang di pakai Nisa terpasang GPS, Nisa di culik Dad, dan Bodygard aku kecolongan dan kehilangan jejaknya" ucap Kelvin


"kmau gimana sih boy, awas saja ya kalau putri daddy sampai kenapa kenapa jangan harap kamu jadi nikah smaa dia" sahut Daddy Albert


Ya ketika acara pertunangan telah usai, Nisa yang hendak pulang dari Hotel ke rumahnya tiba tiba dia dipanggil oleh mommy safa untuk ke kamarnya, lalu memberikan satu gelang tangan yang dulu itu adalah pemberian dari Grandmanya Kelvin, dan memang gelang itu sudah terpasang GPS dari dulu.


"Dad come on, jangan begitu lah"


"Ok, Daddy Share lokasi Nisa sekarang, apa kamu butuh orang orang daddy boy?" Tanya Daddy Albert


"Tidak usah dad, di sini masih ada si dua sontoloyo ini dan juga ada mantan suami Nisa" ucap Kelvin sembari melirik ke arah Niko.


"Ya sudah, cepat kabari daddy jika terjadi sesuatu sama putri daddy" ucap Daddy Albert


"Baik dad" sahut Kelvin, setelah itu dia langsung menutup telefonnya selang beberapa menit dia langsung mendapat sharelock lokasi dimana Nisa dan Tasya berada ternyata tempatnya tidak jauh dari tempat Kelvin berada.

__ADS_1


"Kalian ikutin saya" pintah Kelvin


"Baik tuan" sahut para bodygard.


Walaupun Kelvin tidak meminta bantuan, Tapi tetap Daddy Albert berjaga jaga dia meminta orang suruhannya untuk memantau tempat penyekapan Nisa dan juga Tasya, karena dia juga tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan putra dan calon menantunya.


***


Sedangkan di dalam sebuah gedung kosong di pinggir kota, Nisa tengah duduk di sebuah kursi dengan tangan di ikat ke belakang dan kaki juga terikat, dalam keadaan belum sadarkan diri, sedangkan Tasya dia terus menangis dan tergelatak di sofa butut yang ada di dalam gedung tersebut yang posisinya tepat di hadapan Nisa.


"Bangunkan dia" pintah Misha, Yang menculik Nisa dan Tasya adalah Misya yang memang sudah satu minggu ini dia selalu mengintai Nisa dan mencari celahq untuk menculiknya.


Anak buah Misya pun mengikuti perintah bosnya, dia menyiram wajah Nisa dengan air minum.


"Huhhuh"


Melihat Nisa sudah sadar Misaya mendudukan dirinya di kursi tepat di jadan Nisa.


"Misya" uca0 Nisa ketika melihat siapa di hadapannya.


"Kenapa kaget melihat gua sudah bangun dari koma" ucap Misya


"Kenapa lo khawatir begitu dengan bayi itu, kan dia bukan anak lo" ucap Misya dengan santai.


"Misya aku serius dimana Tasya, bayi itu namanya Tasya Misya dia itu anak kamu sama mas Bagas" ucap Nisa


"Iya sekarang dia jadi anak mas Bagas jika lo tidak membongkar semuanya kepada mas Niko, dan gara gara lo mas Niko akan menceraikan gua, padahal lo sudah menemukan pengganti mas Niko yang lebih dari segalanya, kenapa lo ngelakuin itu sama gua Nisa jawab" uca0 Misya sembari mencengkram dagu Nisa dengan sangat kuat.


"Aku hanya merasa kasihan dengan Mas Niko jika terus di bohongin Misya" jawab Nisa sembari meringis menahan rasa sakit akibat cengkeraman Nisa di dagunya.


"Ya itu tidak ada hubungannya sama lo, dan lo harusnya tidak ikut campur sama urusan rumah tangga gua dan Mas Niko" ucap Misya yang belum terima kalau Nisa telah membongkar semua kebohongan dan kelicikannya.


"Dan sekarang gua akan membuat tunangan lo itu menjadi jijik sama lo sekarang, karena gua akan menyuruh merek menikmati tubuh lo secara geratis" ucap Misya


"Jangan Misya aku mohon jangan ngelakuin itu sama aku, aku minta maaf jika gara gara aku mas Niko jadi menceraikan kamu, tapi tolong jangan ngelakuin itu semua sama aku" ucap Nisa dengan memohon san mencoba memberontak berusaha membuka ikatan di tangan dan kakinya.


"Diam" teriak Misya, jika lo gak bisa diam gua akan melukai bayi itu" sambung Misya sembari menunjuk ke arah Tasya.


"Misya kamu tega mau melukai bayi kamu sendiri, ibu macam apa kamu Misya" ucap Nisa


"Tahu apa lo tentang seorang ibu, lo saja belum pernah menjadi seorang ibu, ups..bukan belum sih lebih tepatnya tidak akan pernah merasakan menjadi ibu karena lo adalah wanita mandul" ucap Misya lalu melangkah menuju ke arah Tasya.

__ADS_1


"Kalian, lakukan seperti rencana semula jangan lupa buat videonya biar nanti saya akan kasih video itu buat calon suaminya" ucap Misaya


"Misya aku mohon jangan lakuin itu" ucap Nisa dengan memohon dan meronta mencoba melepas ikatannya lagi.


"Dan lo jagain nih bayi, dan salah satu dari kalian telfon bapaknya minta tebusan untuk bayi ini nanti uangnya bisa buat kalian semua" pintah Misya kepada salah satu anak buahnya.


"Benar bos?" Tanya salah satu anak buah Misya yang merasa senang ketika mendengar ide dari bosnya.


"Hemmm, tapi saya ingatkan ke kalian semua jangan sampai siapa pun tahu kalau saya yang meminta kalian untuk menculik wanita mandul itu dan bayi ini" ucap Misya


"Baik bos"


Lalu Misya langsung meninggalkan gedung itu dari arah belakang. Dan anak buah Misya mulai beraksi mendekati Nisa dan mulai mengelus pipi Nisa tapi Nisa langsung memalingkan wajahnya menghindari sentuhan dari anak buah Misya.


"Saya mohon jangan ngelakuin itu sama saya hiks...hiks..." rengek Nisa


Plak


"Berisik saya sudah bersikap dengan lembut tapi anda sepertinya lebih suka permainan yang kasar nona, baik saya akan kabulkan sesuai keinginan anda nona" ucap anak buah Nisa tanpa membuka ikatan di tangan atau kaki Nisa dia mulai membuka satu persatu kancing baju Nisa.


"Ya Allah, tolong lindungilah hamba dan bayi yang tak berdosa itu ya Allah, mas Kelvin tolong Nisa mas" batin Nisa, ketika orang itu baru membuka 3 kancing baju Nisa bagian atas tiba tiba ada polisi, Kelvin dan yang lainnya.


Kelvin melihat calon istrinya hampir saja di lecehkan dia langsung berlari dan menghajarnya dengan babi buta orang yang akan melecehkan calon istrinya itu.


"Brengsek lo, lo berani menyentuh calon istri gua, nih rasain pembalasannya" uacp Kelvin ketika sedang menghajar orang yang akan melecehkan Nisa.


"Mas, mas Kelvin cukup mas, aku tidak mau mas jadi seorang pembunuh, biar polisi yang menangani mereka mas" ucap Nisa ketika melihat Kelvin dengan kejamnya memukuli orang yang akan melecehkannya tadi.


"Mas itu Tasya mas" ucap Mita ketika melihat orang yang membawa Tasya akan kabur lewat pintu belakang gedung tersebut.


Mendengar ucapan Mita bagas pun langsung menghampiri orang tersebut dan mencekal lehernya dari arah belakang.


"Sayang ambil Tasya sekarang" pintah Bagas san Mita pun langsung mengambil Tasya dari tangan penculiknya setelah melihat Tasya sudah di tangan Mita, Bagas langsung menghajar orang yang akan membawa putrinya itu.


Kelvin pun akhirnya melepaskan orang tersebut setelah mendengar ucapan Nisa, dia langsung mendorong orang tersebut hingga terjatuh, setelah itu Kelvin langsung menghampiri Nisa dan membuka jasnya untuk menutupi bagian atas pakaian Nisa dan langsung memeluknya, karena sebelumnya ikatan ditangan dan kakinya sudah di buka oleh Niko.


"Mas hiks...aku takut mas hikss..." ucap Nisa di sela sela tangisannya.


"Tenang sayang, sekarang sudah ada mas tidak ada lagi yang berani macam macam sama kamu ya" ucap Kelvin sembari mengelus kepala Nisa dan Nisa pun menganggukkan kepalanya ketika mendengar ucapan Kelvin menjadi lebih tenang.


Akhirnya para penjahat semuanya di bawa oleh polisi, Kelvin langsung membawa Nisa pulang ke mansion nya kalau sudah ada kejadian seperti ini Kelvin tidak akan mengizinkan Nisa untuk tinggal sendiri di rumahnya, dia tidak peduli mau mereka sedang masa pingitan ke apa yang terpenting bagi Kelvin adalah keselamatan Nisa.

__ADS_1


__ADS_2