Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 40


__ADS_3

Doni melajukan mobilnya sesuai perintah bosnya, yaitu menuju apartement, yang dulu pernah di tinggali Nisa selama Nisa sakit, Doni mengerti keadaan bosnya sedang tidak baik baik saja, selepas melihat wanita pujaan hatinya tengah berbincang dan terlihat akrab dengan mantan suaminya.


Sesampainya di lobby apartement, Kelvin keluar dari mobil dengan membantingkan pintu mobil dengan kencang, sebelum itu Kelvin memerintahkan Doni untuk pulang sekarang juga, dari lobby Kelvin terus berjalan sampai dia berhenti di depan lift, ketika pintu lift telah terbuka, Kelvin langsung masuk ke dalam lift menuju lantai sepuluh diaman letak unit apatrementnya berada.


Ketika sudah di lantai sepuluh, Kelvin langsung keluar dari lift langsung menuju unit apartement miliknya, tangannya terulur untuk men-scan sidik jarinya agar dia bisa memasuki apartemennya, setelah dia masuk spot pertama yang dia tuju adalah kamarnya yang dulu juga sempat di pakai Nisa ketika tinggal dia apartemennya, Kelvin berjalan menuju ruang ganti dengan emosi dia keluarkan semua baju baju Nisa yang masih tersimpan di lemarinya sampai berserakan di lantai.


"Bodoh Kelvin, kami Bodoh" ucap Kelvin sembari mengeluarkan barang barang milik Nisa dari dalam lemari.


Kelvin melihat pemandangan Nisa berdua dengan Niko tadi, dia merasa menjadi lelaki sangat bodoh kenapa dia tidak berfikir kalau Nisa itu berharap untuk kembali kepada suaminya, dengan waktu singkat Nisa baru bercerai dari suaminya, mungkin tidak mudah untuk Nisa berpaling ke laki laki lain secepat itu pikir Kelvin.


***


sedangkan Nisa setelah mengobrol dengan Niko, dia meminta Niko untuk menunggunya sebentar karena dia ingin membicarakan masalah tentang anak Misya kepada sahabatnya. karena setelah itu Nisa minta kepada Niko untuk mengantar mereka ke rumah sakit karena untuk sekarang yang lebih berhak atas anak itu adalah Niko sebagai walinya.


"Mas Niko bisa antar kita ke rumah sakit sekarang, kalau tidak bisa juga tidak papa?" Tanya Nisa


"Bisa bisa, kebetulan aku juga lagi tidak ada kerjaan" jawab Niko, dia merasa senang Nisa sudah bisa memaafkannya dan bersikap tidak dingin lagi kepadanya.


"Mas Niko tunggu disini sebentar bisa, aku mau coba bicara dulu sama sahabat aku, setelah itu baru kita ke rumah sakit" ucap Nisa, dia ingin coba membicarakan tentang anak Misya ini kepada sahabatnya.


"Iya gak papa, kamu pergi saja supaya lebih cepat lebih baik" ucap Niko


"Ya sudah aku tinggal dulu, nanti aku suruh pelayan untuk buatin minum buat mas Niko ya" ucap Nisa sebelum memasuki resto.


"Baiklah" sahut Niko sembari memperhatikan Nisa yang hilang di balik pintu memasuki resto.

__ADS_1


Nisa memasuki resto langsung meminta kepada salah satu pelayan untuk mengantar satu cup kopi untuk di meja yang di tempati Niko di luar, setelah itu Nisa langsung berjalan menaiki tangga menuju ruangan Mita.


Tok tok.


"Masuk"sahut Mita dari dalam ruangan, "eh kamu Nis, gimana nostalgia bersama mantan suami mu, ngomongin apa saja, kepo nih?" Tanya Mita ketika melihat sahabatnya memasuki ruangannya.


"Mit, suami kamu lagi sibuk tidak sekarang?" Tanya Nisa, bukannya menjawab pertanyaan Mita, malah Nisa menanyakan suami sahabatnya, itu yang membuat Mita seketika pandangannya terfokuskah kepada sahabatnya. kenapa Nisa tiba taiba nanyain tentang mas Bagas batin Mita.


"Belum tahu, kenapa kamu nanyain mas Bagas Nis?" Tanya Balik Mita penasaran.


"Pokoknya kamu minta suami kamu untuk datang ke SJ Hospital sekarang juga karena anak suami kamu yang di kandung Misya sudah lahir dan Misya sekarang terbaring koma" ucap Nisa membuat Mita terkejut yang tadinya sedang duduk di bangku kerjanya, tiba tiba langsung berdiri.


"Yang bener Nis, kamu kata siapa?" Tanya Mita


"Ya dari mas Miko lah terus dari siapa lagi, dan kata mas Niko kalau kalian menginginkan anak itu kalian bisa bawa pulang untuk sementara selama Misya belum sadar dari komanya, karena dari 3 hari yang lalu bayinya sudah boleh di bawa pulang hanya saja mas Niko menunggu hasil tes DNA dulu" jelas Nisa


"Hasilnya 99,9% mas Niko bukan Ayah biologos dari bayi itu" jawab Nisa


"Jadi anak itu benar anak dari mas Bagas, Alhamdulillah ya Allah, semoga nanti Misya bangun dia mau mengizinkan aku dan juga mas Bagas ikut untuk merawat anaknya" ucap Mita, dia memang sangat mengharapkan seorang anak tapi takdir berkata lain dia di vonis dokter bahwa dirinya mandul.


"Ya sudah cepetan kamu telfon mas Bagas suruh langsung ke rumah sakit saja, kita ketemu disana dan kita ke rumah sakit sekarang bareng sama mas Niko, mas Niko sudah nunggu di depan" ucap Nisa


"Ok" sahut Mita


Setelah menghubungi suaminya Mita dan Nisa mengendarai mobilnya mengikuti mobil Niko dari belakang untuk menuju rumah sakit dimana tempat Misya melahirkan putrinya.

__ADS_1


Bagas merasa senang kini anaknya lahir dengan selamat, dan di juga turut prihatin atas yang di alami oleh Misya.


Sesampainya di rumah sakit Nisa dan Mita mengikuti Niko menuju ruang bayi, sesampainya di ruang bayi Niko meminta izin untuk menjenguk bayinya. Karena tidak boleh banyak orang yang masuk ke dalam ruang bayi, yang pertama masuk yaitu Nisa dan Niko karena Mita sedang menunggu suminya datang.


"Lucu banget ya mas, mas Niko sudah kasih nama?" Tanya Nisa, dan Niko pun menggelengkan kepalanya.


"Belum, karena aku rasa aku tidak berhak untuk memberi nama kepada baby girl ini" jelas Niko, Nisa hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Niko.


"Hai baby girl, ini aunty Nisa" ucap Nisa dengan menirukan suara anak kecil sembari tangannya menggenggam tangan mungil sang bayi.


Sedangkan di luar ruang bayi, Bagas baru saja sampai, dia langsung menghampiri sang istri.


"Hai sayang, giman kamu sudah lihat babynya?" Tanya Bagas meraih pundak istrinya untuk di peluk dari samping, Mita hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku mau sama kamu saja lihatnya, nanti gentian sama mas Niko dan Nisa" ucap Mita dan Bagas hanya menganggukkan kepalanya menurut apa kata sang istri.


Jantung Mita dan Bagas tidak bisa di kontrol lagi, rasnaya dag dig dug ingin menemui bayi yang sudah satu minggu itu lahir ke dunia, tetapi sayang sang ibunda tengah terbaring lemah di rumah sakit.


Selesai Nisa dan Niko melihat baby girl, mereka keluar langsung menghampiri Bagas dan Mita, Bagas mengucapkan terima kasih kepada Niko karena sudah di izinkan untuk menenmui anaknya, dan Niko pun tidak mempermasalahkan hal itu, kini giliran Bagas dan juga Mita memasuki ruang bayi, selepas Bagas dan Mita masuk ke ruang bayi, Niko bernajak menuju ruang dokter untuk meminta izin membawa putrinya pulang dari rumah sakit, sedangkan Nisa langsung pamit kepada Mita dan yang lainnya ketika Mita dan Bagas memasuki fiang bayi.


"Sayang, kamu gak papa kan?" Tanya Bagas melihat istrinya meneteskan air matanya ketika sedang melihat bayinya.


"Gak papa mas, lihat dia lucu sekali mata dan hidungnya mirip banget sama kamu" ucap Mita sembari meraih jemari si bayi.


"Hai sayang, ini bunda dan Ayah datang, untuk sementara sembari nunggu mama bangun kamu tinggal sama Bunda sama Ayah dulu Ya cantik" ucap Mita kepada si bayi.

__ADS_1


Bagas takut istrinya merasa sakit hati ketika melihat bayi itu, seakan mengingatkan kalau dirinya telah berselingkuh dari istrinya tetapi dugaan bagas salah Mita malah senang dengan hadirnya bayi mungil itu selain itu anak dari suaminya dia juga memang sangat menginginkan seorang anak, untuk mengobati itu semua Mita juga selalu mendatangi panti untuk sekedar bermain dan memberikan santunan kepada anak anak panti.


Sebenarnya bisa saja Mita mengadopsi atau mengangkat anak dari panti asuhan, tetapi Mita berfikir lagi selama suaminya bisa memiliki anak dari perempuan lai tidak papa dia tidak akan masalah, toh selama ini semenjak dia di vonis dokter mandul dia sudah mengizinkan suaminya untuk menikah lagi, biar jika suaminya punya anak dengan istri barunya, Mita bisa ikut merawatnya secara bersamaan.


__ADS_2