Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 64


__ADS_3

Mita, Bagas dan juga Niko dari tempat penculikan mereka langsung menjalankan mobilnya menuju kediaman Bagas dan juga Mita, sepanjang jalan tidak henti hentinya Mita minta maaf dan menangisi Tasya karena sudah lalai menjaganya.


Sesampainya di rumah Mita langsung mengecek seluruh badan Tasya ada yang terluka atau tidak, dia takut Tasya kenapa kenapa. Dengan di temani Bagas mengecek dikamarnya sedangkan Niko dia menunggu di ruang keluarga, setelah selesai mengecek seluruh badan Tasya, Mita langsung membersihkan badan Tasya sedangkan Bagas turun ke lantai bawah menghampiri Niko.


"Gimana Tasya? Kalian sudah cek apa ada yang luka" Tanya Niko ketika bagas datang menghampirinya.


"Gak papa bang, gak ada luka sama sekali, sekarang sedang di mandiin sama bundanya" jawab Bagas lalu duduk di sofa ruang keluarga.


"Syukur Alhamdulilah" sahut Niko. Ketika mereka sedang menhobrol tentang masalah penculikan itu tiba tiba Niko dapat telfon dari no baru enatah siapa itu.


"Siapa bang?" Tanya Bagas


"Gak tahu nomer baru" jawab Niko ketika dia hendak memasukan lagi handphonenya ke dalam saku, Bagas menyarankan untuk mengangkat telefonnya.


"angkat saja bang, siapa tahu penting" saran Bagas dan Niko pun langsung mengangkat telefon itu.


"Hallo" sahut Niko


"Hallo, tuan Niko saya Kelvin, bisa kita bertemu sekarang, saya sudah tahu siapa dalang penculikannya dan itu semua berhubungan dengan anda" ucap Kelvin dengan suara garangnya.


"Baik tuan Kelvin, siahkan anda kirim alamat nya kita akan bertemu dimana" ucap Niko setelah itu sambungan telfonnya langsung di matikan oleh Kelvin


"Siapa bang?" Tanya Bagas

__ADS_1


"Tuan Kelvin dia mengajak bertemu dan katanya dia sudah mengetahui siapa dalang dari penculikan tadi" jawab Niko


"Yang bener bang?" tanya Bagas memastikan.


"Iya makanya dia ngajakin ketamuan buat membahas masalah ini, ya sudah aku pergi dulu, nih tuan Kelvin sudah memberi tahu tempatnya" pamit Niko


"Tunggu bang aku ikut, aku pamit ke Mita dulu" ucap Bagas, lalu langsung bernajak menuju kamarnya untuk meminta izin kepada istrinya, setelah memberi tahu istrinya Niko dan Bagas mereka menaiki mobil yang sama pergi meninggalkan halaman rumah Bagas.


Sesampainya di tempat yang di tuju, Niko dan juga Bagas langsung turun dari mobil dia memasuki sebuah rumah yang cukup besar dengan di kelilingi para penjaga di setiap sudutnya, "ini tempat apa sih bang, ko menyeramkan begini orang2nya?" Tanya Bagas yang sedari tadi mereka turun dari mobil langsung dapat tatapan tajam dari para penjaga.


"Aku juga gak tahu" jawab Niko, lalu berjalan menghampiri penjaga yang ada di depan pintu, "maaf pak, apa tuan Kelvinnya ada?" Tanya Niko


"Siapa kalian mencari tuan muda kami?" Tanya balik si penjaga.


"Saya Niko dan ini adek saya Bagas, kita sudah janjian dengan tuan Kelvin untuk bertemu disini" jelas Niko, lalu sang penjaga seperti bicara sesuatu lewat mikrofon yang menempel di bajunya, sepertinya dia melapor kepada taunnya bahwa ada orang yang datang.


Ya dugaan Niko benar tempat yang dia tuju adalah ruang bawah tanah, mereka berdua melihatnya ada beberapa sket sket seperti sel di penjara, dan dia melihat Kelvin yang sedang duduk menghadap ke arah salah satu sel besi itu dengan di tamani seekor harimau yang duduk tegak tepat di samping Kelvin.


"Maaf tuan, tamunya sudah datang"


"Hemm" sahut Kelvin langsung mengibaskan tangnnya mengartikan si penjaga di minta untuk pergi meninggalkan tempat.


"Hai tuan Niko dan tuan Bagas, apa kalian mengenal wanita yang ada di sel itu" ucap Kelvin menujuk ke arah sel yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Misya" sahut Bagas dan Niko bersamaan.


"Ternyata ingatan kalian masih sangat kuat ya, ups saya lupa kalian itu kan suami dan mantan selingkuhannya wanita brengsek itu" jelas Kelvin sembari berdiri dengan gaya memasukkan kedua tangannya di saku celanajya.


"Apa masudnya semua ini tuan Kelvin, kata anda, anda akan membahas tentang dalang dari penculikan itu dimana dia?" Tanya Niko


"Nah kebetulan tadi anak buah saya sudah menemukan dalang dari penculikan Nisa, dan anda tahu siapa orangnya?" Tanya Kelvin, Niko pun menggelengkan kepalanya.


"Dia orangnya yang sudah menculik calon istri saya” ucap Kelvin sembari menunjuk ke arah Misya, “Dan anda tahu apa yang mau dia lakuin kepada Nisa sebelum kita datang ke tempat penyekapan, dia memerintah anak buahnya untuk menikmati tubuh Nisa agar saya merasa jijik dengan Nisa, dan anda tahu akibatnya apa pada Nisa?" Tanya Kelvin dan Niko pun langsung menggelengkan kepalanya, "Nisa semenjak pulang dari tempat penyekapan dia terus terus historis dan tidak mau di sentuh oleh siapapun" jelas Kelvin lalu kembali duduk di tempat duduknya sembari tangannya mengelus harimau peliharaannya.


Setelah Kelvin menghubungi Niko untuk menemuinya, dia dapat kabar dari anak buahnya bahwa mereka sudah menemukan Misya dan sedang dalam perjalanan menuju markas, dan tempat yang di datangi Niko dan Bagas itu adalah markas milik keluarga Osmond.


Niko tidak menyangka Misya nekat bisa melakukan itu semua kepada Nisa, "Misya" panggil Niko ketika dia sudah mendekat ke arah tempat Nisa berada.


"Mas, tolong aku mas Niko" ucap Misya mendekat ke arah Niko tapi masih terhalang oleh jeriji besi.


"Kamu tega melakukan itu kepada Nisa dan anak kamu sendiri Misya, perempuan macam apa kamu" ucap Niko


"Karena kalau bukan karena dia mas Niko gak mungkin akan menceraikan aku dan akan selalu menganggap kalau bayi itu adalah anak mas Niko dan kita bisa hidup bahagia bersama mas, tapi gara gara dia yang mau balas denadam ke aku dia merusak semua kebahagiaan kita mas" racau Misya


"Gak ada kebahagiaan di rumah tangga kita Misya, aku menikah sama kamu karena kamu mengakui kalau Tasya adalah anak kandung aku dan semuanya adalah kebohongan, sampai detik ini pun hati dan perasaan aku masih sama hanya ada satu wanita yang aku cintai yaitu Nisa" ucap Niko yang terdengar olah Kelvin ada rasa cemburu ketika mendengar mantan suami dari calon istrinya itu mengatakan masih mencintai calon istrinya.


"Nisa memberi tahu bukti kelicikan kamu itu karena dia kasihan dengan laki laki bodoh ini yang terus di bodohi oleh perempuan licik seperti kamu" ucap Niko sembari menunjuk ke dirinya sendiri lalau beralih ke Misya, "dan sesuai janji, setelah kamu sadar dari koma aku akan menceraikan kamu Misya" ucap Niko

__ADS_1


"Tidak mas, aku tidak mau cerai sama kamu, aku mohon mas jangan ceraikan aku mas" mohon Nisa sembari menangis di depan Niko.


"Maaf Misya semua perbuatan kamu sudah sangat keterlaluan, bismillah hirohman nirokhim saudari Misya Cyzarrine saya talak kamu, mulai hari ini detik ini kamu bukan istri saya lagi" ucap Niko dengan lalu beranjak dari hadapan Misya, lalu dia berjalan ke arah Kelvin, "sekarang dia bukan istri saya lagi tuan Kelvin, jadi terserah anda mau kasih dia hukuman apa, saya sudah tidak peduli lagi" ucap Niko dan langsung berlalu meninggalkan markas dengan di ikuti oleh Bagas dari belakang.


__ADS_2