
Setelah Kelvin dan Daddy Albert selesai meeting dengan para pemegang saham, Daddy dan Mommy Safa langsung pulang ke masnion.
“Mommy sama Daddy mau langsung pulang?” Tanya Kelvin ketika dia dan Daddynya baru memasuki ruang kerjanya.
“Iya mommy mau pulang, sudah gak ada meeting lagi kan dad?” Tanya Mommy safa kepada suaminya.
“Gak ada Mom” jawab Daddy Albert
“Ya sudah yuk sekalian kita ke lobby bareng” ajak Kelvin
“Lah emang kamu mau kemaa boy?” Tanya Daddy Albert.
“Aku mau ke lokasi proyek Dad, ada kunjungan bareng Tuan Hotman selaku perwakilan dari SJ Group” jawab kelvin
“Ya sudah yuk, bareng sama mommy, kamu hati hati disana takutnya kejatuhan apa gitu” ucap Mommy safa langsung menggandeng lengan sang putra dengan di sampingnya Daddy Albert mereka bertiga jalan bersama menuju lobby.
“Iya mom, insya allah Kelvin akan hati hati” ucap ucap Kelvin, tidak tahu mengapa perasaan Mommy safa seperti tidak enak mendengar putranya akan pergi ke lokasi proyek.
Sepeninggalan Daddy dan juga Mommy dari lobby menuju pulang ke mansion, Kelvin pun langsung bergegas menuju lokasi proyek dengan Doni karena sudah si tunggu Kliennya untuk melihat perkembangan pembangunan Rumah sakit baru.
Sesampainya di lokasi proyek Kelvin langsung di sambut oleh Tuan Hotman selaku rekan bisnisnya lalu mereka di minta untuk memekai perlengkapan lengkap seperti helm kontraktor dan yang lainnya sebelum memasuki lokasi proyek.
***
Sedangkan Nisa hari ini sedang sibuk sekali karen mendapatkan orderan Catring yang cukup banyak untuk makan siang, ketika menjelang waktu makan siang, catring sudah siap di antar menggunakan mobil ternyata driver yang biasa mengantar makanan untuk catring tidak masuk kerja karena sedang sakit.
“Kenapa belum pergi juga mba Susi?” Tanya Nisa ketika melihat salah satu petugas pengantar catring masih di dalam resto.
“Itu chef, Drivernya hari ini gak masuk karena sakit, terus driver yang biasa ngantar dilevery pake motor juga tidak ada yang bisa menyetir mobil, gimana dong chef?” Tanya Susi pelayan resto.
__ADS_1
“Gimana ya, sebentar lagi sudah masuk jam makan siang lagi” ucap Nisa sembari berfikir.
“Apa di antar pakai motor saja chef?” Tanya Susi memberi ide.
“Jangan kalau pakai motor harus berapa kali ngantar soalnya itu pesanannya banyak banget, sedangkan motor kita cuman ada 2, gini saja deh biar saya yang nyetir, tunggu saya mau kasih tahu Riri dulu, biar gantiin saya sebentar” ucap Nisa, memutuskan untuk dia yang mengendarai mobilnya, lalau beranjak menuju dapur resto untuk memberitahu asistennya yang bernama Riri untuk menggantikan dia masak sebentar.
“Ri, saya mau antar catring dulu soalnya driver yang biasa sedang tidak masuk dan tidak ada yang bisa gantiin buat nyetir mobil, kamu gantiin saya dulu ya” ucap Nisa
“Baik chef” sahut Riri asisten Nisa.
“Saya tinggal dulu ya” ucap Nisa sembari membuka apron dan penutup kepala yang biasa dia pakai jika sedang memasak.
“Iya chef” sahut Riri.
Nisa langsung meninggalkan arwa dapur dan langsung menghampiri Susi yang kini sudah siap duduk di dalam mobil samping pengemudi. Nisa pun ketika sudah melihat Susi sudah berada di dalam mobil dia langsung memasuki mobil dan menepati bagian pengemudi.
“Sudah siapa semuanya mba sus, gak ada yang ketinggalan?” Tanya Nisa memastikan ada yang ketinggalan tidak.
“Baik kalau begitu kita jalan sekarang ya, mana alamat tempat pengirimannya?” Tanya Nisa, lalu susi menyerahkan selembar kertas yang berisi alamat tujuan pengirimannya.
Nisa mengemudi mobilnya dengan kecepatan sedang karena perkiraan dari Map tempatnya tidak terlalu jauh, sampai Akhirnya mobil yang Nisa kendarai telah sampai ke tempat tujuan ternyata ctring yang di pesan untuk para pekerja yang sedang membangun sebuah Rumah sakit, setelah memarkirkan Mobilnya Nisa dan Nisa langsung turun dari mobil dan langsung mengeluarakan kotak makanan yang sudah mereka sesusun satu ikat menjadi 5 kotak.
“Maaf pak, ada pesanan catring dari M&B Resto aras nama Bapak Hotman Sanjaya” ucap Nisa ketika sudah di hadapan satpam penjaga setempat.
“Oh ya silahkan masuk saja mbak tadi asisten tuan Hotman sudah memberi tahu, mbak langsung antar ke rumah kecil itu saja nanti juga disana ada orang” ucap pak satpam.
“Baik pak, bisa bapak ikut bawakan pak soalnya masih banyak di dalam mobil” ucap Nisa meminta tolong agar cepat selesai.
“Oh iya boleh boleh mbak” sahut pak satpam langsung bernajak dari posnya menuju mobil.
__ADS_1
Semua kotak makanan sudah di antar semua ketika Nisa mengantar kotak makan yang terkahir Nisa melihat sekeliling tempat, lalu mata dia tertuju ke seseorang yang selama ini selalu mengganggu pikirannya, melihatnya dari jauh Nisa tersenyum sekaan mengobati rasa rindu kepada orang yang tengah ia pandang.
Ya yang Nisa lihat adalah Kelvin yang tengah keliling melihat lokasi proyek bersama rekan bisnisnya, Kelvin tidak menyadari kalau Nisa tengah berada di lokasi yang sama dengannya, sampai ketika Nisa melihat ada sesuatu yang akan jatuh dari bangunan atas ke tempat yang akan di lewati Kelvin, Nisa refleks langsung berlari walaupun awalnya pas satpam yang tadi membantu Nisa melarang Nisa untuk memasuki lokasi proyek, tetapi Nisa tidak mempedulikan ucapan satpam itu dan terus berlari menghampiri Kelvin.
“Mas Kelvin Awaass....” ucap Nisa ketika sudah di dekat Kelvin dan langsung mendorongnya.
“Bugh” Kelvin terjatuh jauh dari tempat tadi dia berdiri, sedangkan Nisa sudah tergeletak dengan posisi tengkurap dan punggungnya tertimpa kayu pondasi yang terjatuh dari banguna atas.
Kelvin terdiam sesaat, lalu dia melihat siapa yang tengah tengkurap terbitan kayu, dia langsung beranjak memghampiri orang yang menyelamatkannya, ketika Kayu sudah di angkat oleh para pekerj, Kelvin langsung membalikkan badan orang tersebut dia kaget melihat Nisa yang tergeletak lemah di hadapannya.
“Don cepat siapkan mobil” ucap Kelvin langsung mengangkat Nisa menuju mobilnya.
“Baik tuan” sahut Doni langsung berlari menuju mobil.
Sedangkan susi yang tadi sedang menunggu Nisa di mobil, ketika melihat Nisa di gendong seseorang langsung menghampirinya ketika ingin menanyakan keadaan Nisa tetapi Kelvin keburu memasuki mobil, dan akhirnya Susi bertanya kepada salah satu orang disitu apa yang telah terjadi dengan Nisa.
“ pak itu kenapa dengan temen saya?” Tanya Susi.
“Itu mbak, tadi temannya kejatuhan kayu dari atas, dan sekarang sedang di bawa ke rumah sakit” jelas salah satu pekerja.
“astagfirallah, chef Nisa, ya sudah pak terima kasih” ucap Susi, beranjak menghampiri pos satpam untuk menitipkan mobilnya, setelah itu dia langsung memesan ojek online untuk kembali ke resto, sesampai di resto Susi langsung menghubungi Mita selaku bosnya mengabarkan Pa yang terjadi dengan Nisa dan siapa yang akan mengambil mobilnya.
Mita yang mendengar kabar tentang Nisa sangat kaget dan khawatir dengan keadaan Sahabtnya itu, lalu dia menghubungi suaminya untuk meminta orang mengmbil mobil di lokasi proyek tadi dan juga meminta suaminya untuk mencari tahu Nisa telah di bawa ke rumah sakit mana.
Sedangkan Kelvin di mobil dengan posisi memangku kepala Nisa yang tengah berbaring di mobilnya dengan perasaan takut akan terjadi sesuatu dengan wanita yang di cintainya.
“Nisa kenapa kamu melakukan ini semua, disaat mas memutuskan ingin melupakan kamu tapi kamu semakin membuat mas gak bisa lepas dari kamu, kenapa Nisa” ucap Kelvin dengan lirih swmbari memandang wajah Nisa, “ Don cepatan bawa mobilnya” pintah Kelvin.
“Maaf tuan di depan macet kita gak bisa bergerak mobilnya” saut Doni
__ADS_1
“Kenapa pakai macet segala sih, gak tahu orang lagi darurat” gumam sendiri, “Rumah sakitnya masih jauh tidak Don?” Tanya Kelvin, dia harus melakukan sesuatu tidak bisa dia hanya berdiam diri menunggu macet usai, dia takut terjadi sesuatu dengan Nisa.
“Sudah dekat tuan di perempatan depan pas lampu merah” jawab Doni sembari menengok ka arah bosnya yang tengah memangku Kepala Nisa. Mendengar jawaban Doni kalau rumah sakitnya sudah dekat, lalu Kelvin keluar dari mobil lalu meminta Doni memegang pintu mobil penumpang dan Kelvin pun langsung menggendong Nisa menuju Rumah sakit, dia tidak peduli banyak pengendara yang melihat ke arahnya yang penting bagi Kelvin dia harus sampai ke rumah sakit segera.