
Kelvin setelah mengetahui kalau Nisa mengalami kecelakaan dan sudah mengetahui lokasinya dimana, dia bergegas meninggalkan restoran lalu memasuki mobilnya dan meminta Doni untuk segera menuju rumah sakit yang dekat dengan lokasi kecelakaan Nisa.
Doni pun mengendarai mobilnya menuju rumah sakit mengikuti perintah bosnya, sesampainya di rumah sakit Kelvin langsung meminta Doni untuk menanyakan apa di rumah sakit ini ada pasien yang baru saja datang bernama Nisa.
“Coba kamu tanya Don, ada pasien yang baru datang tidak yang bernama Nisa” pintah Kelvin
“Baik tuan” sahut Doni
Doni pin langsung menanyakan ada Nama Nisa tidak di rumah sakit ini, dan ternyata sesuai dugaan suster mengatakan ada pasien yang belum lama datang atas nama Arisha alfatunisa, Doni pun langsung menanyakan di ruangan apa posisnya sekarang, setelah di beritahu kalau Nisa masih di ruang IGD, Doni dan Kelvin pun langsung berjalan menuju ruang IGD.
Sesampainya di ruang IGD Kelvin langsung masuk dan mencari Nisa dengan di ikuti oleh Doni di belakangnya , setelah menemukan Nisa yang tengah duduk di ranjang pasien dan sedang mengobrol dengan seorang, Kelvin pun langsung memeluk Nisa, Nisa yang tiba tiba ada yang memeluknya kaget dan ibu tadi yang sedang mengobrol dengan Nisa pun langsung membulatkan matanya melihat pria tampan yang sangat ia kenali tiba tiba memeluk seorang perempuan di hadapannya.
“Mas Kelvin, ko mas bisa ada disini?” Tanya Nisa setelah mereka melarai pelukannya.
Bukannya menjawab pertanyaan Nisa, Kelvin malah balik nanya kepada Nisa tentang keadaannya, “kamu gak papa kan, mana yang sakit, kenapa bisa kecelakaan sih?” Tanya Kelvin secara terus menerus.
“Mas aku tidak papa, hanya luka kecil dan kakinya sepertinya hanya terkilir” jelas Nisa
Mendengar kalau ucapan Nisa bahwa kakinya terkilir Klevin pun langsung mengalihkan pandangannya ke kaki Nisa.
Sedangkan Doni dan seorang Ibu yang kini masih duduk di bangku samping ranjang pasien melihat kepanikan dan ke khawatirkan Kelvin hanya mengulum senyum.
“Mana yang terkilir, ini yang terkilir?” Tanya Kelvin sembari menunjuk sebelah kaki Nisa yang pergelangan kakinya masih begitu sakit jika di gerakan.
“Mas uda ah, orang aku gak papa, malu itu loh di lihatin sama asisten Doni dan bu safa” ucap Nisa, ya ibu yang menolong Nisa dan juga pernah Nisa tolong itu adalah Bu Safa ya g tak lain adalah Mommynya Kelvin.
Mendengar ucapan Nisa, kalau di ruangan ini ada orang lain otomatis Kelvin menengok ke arah ranjang, dan dia kaget mendapatkan Mommynya disitu, kenapa Mommynya bisa sama Nisa pikir Kelvin dalam hati.
“Mommy, mommy ngapain disini?” Tanya Kelvin memperlihatkan wajah kagetnya melihat Mommynya ada bersama wanita pujaan hatinya.
__ADS_1
Nisa yang mendengar dari bibir Kelvin ketika melihat bu safa menyebutkan kata Mommy, Nisa pun bingung ada hunungan apa anatara Kelvin dan juga bu safa.
Bukan menjawab pertanyaan putranya, Mommy safa malah menyindir putranya.
“Oh jadi ini, perempuan yang selama ini kamu incar vin, boleh juga, mom setuju ko” ucap Mommy sapa membuat Kelvin salah tingkah dan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Dari pada penasaran Nisa pun akhirnya menanyakan apa hubungan bu safa dan juga Kelvin, “maaf, ini kalian sudah saling kenal?” Tanya Nisa menatapa wajah Momny safa dan juga Kelvin secara bergantian.
“Kamu tahu pria tampan yang sekarang di hadapan kamu itu adalah putra ibu” jelas Mommy safa
Nisa hanya menggelengkan kepalanya dia belum percaya kalau Kelvin adalah anak dari ibu safa orang yang telah menolongnya.
“Kenapa Mommy bisa ada sama Nisa?” Tanya Kelvin
“orang bu safa dan pak joko yang membawa aku ke rumah sakit” ujar Nisa
“Jadi Mommy yang menolong Nisa?” Tanya Kelvin memastikan dan menatap wajah sang mommy, dan langsung dapat anggukan dari Mommy safa.
“Iya mom” sahut Kelvin
“Ibu pamit dulu ya Nak” ucap Mommy safa kepda Nisa
“Iya bu, sekali lagi terimakasih ya bu” ucap Nisa
“Iya sama sama, cepat sembuh ya” sahut Mommy safa beranjak dari duduknya sembari mengelis pundak Nisa.
“Iya bu” sahut Nisa
“Mommy, mau Kelvin antar ke mobil?” Tanya Kelvin, melihat mommynya beranjak dari duduknya.
__ADS_1
“Tidak usah, nanti kapan kapan ajak nak Nisa main ke mansion Vin” ucap Mommy Safa
“Iya mih” sahut Kelvin
“Assalamualaikum” ucap Momny safa
“Wa’alaikumsalam” sahut Nisa dan juga Kelvin, lalu Kelvin mengkode kepada Doni lewat matanya untuk mengantar sang mommy sampai mobil, Doni pun mengetahui kode dari bosnya langsung beranjak meninggalkan ruang IGD.
Sepeninggalan Mommy dan Doni dari ruang IGD, Kelvin beranjak mendekati bangku samping tempat tidur Nisa yang tadi di duduki sang Mommy.
Lalu Kelvin menanyakan kronologi kejadiannya seperti apa dan Nisa pun menceritakan dari dia keluar restoran dengan menggunakan motor, ingin menuju rumah klien tetapi tidak jauh dari resto dia seperti di ikuti sebuah motor dari belakang, dan ketika jalanan mulai sepi tiba tiba motor itu menarik tas Nisa hingga otomatis Nisa dan motor ya pun ikut tertarik dan secara tidak langsung tas yang di tarik preman langsung di lepas hingga membuat Nisa oleng dan nabrak trotoar, lalu Nisa jatuh denagn satu kakinya tertiban motor.
“Terus kata dokter tadi gimana hasil pemeriksaannya?” Tanya Kelvin
“Kata dokter Nunggu hasil Rontgennya dulu katanya, perkiraan dokter tulangnya ada yang tergeser” jelas Nisa
Kelvin masih tetap setia menunggu Nisa di rumah sakit sampai Dokter datang sedangkan Doni, Kelvin perintahkan untuk kembali ke kantor dengan menggunakan taksi.
Selang beberapa menit setelah kepergian Doni dari rumah sakit, Dokter memasuki ruangan IGD dan menghampiri Nisa dan juga Kelvin, lalu dokter menjelaskan tentang hasil rontgen kaki Nisa ternyata sesauai dugaan dokter kalau kaki Nisa tulangnya sedikit tergeser, itu lah yang membuat pergelangan kakinya menjadi sakit jika di gerakan, hingga dokter pun memutuskan untuk menggips pergelangan kaki Nisa dan meminta Nisa jangan banyak untuk jalan dulu salah satu kakinya yang di gips selama dua minggu.
Setelah Dokter dan suster memasang gips pada pergelangan kakai Nisa, dokter dan suster pun pamit untuk keluar dari ruang IGD yang di tempati Nisa dan sebelum keluar dokter memberi tahu setelah infus habis Nisa sudah di perbolehkan pulang dan segera untuk mengurus administrasinya.
Sepeninggalan dokter dan suster, Kelvin pamit ke Nisa kalau dia akan mengurus administrasi rumah sakit Nisa, agar bisa langsung pukang ketika infusnya sudah habis, Nisa awalnya menolak biar dia saja yang mengurus administrasinya sekalian nanti pas pulang, tetapi Kelvin tetap kekeh ingin mengurus administrasi Nisa dan akhirnya Nisa pun pasrah mengikuti keinginan Kelvin.
“Aku mau ngurus administrasi kamu dulu ya, biar setelah infus habis kita langsung pulang” ucap Kelvin
“Tidak usah mas, biar nanti aku aja yang ngurusnya sekalian pulang” tolak Nisa
“Pokok aku aja yang ngurus administrasinya, kamu diam disini saja, lagian nunggu kamu yang bayar mah nanti keburu ngantri di kasir rumah sakitnya” ucap Kelvin, dengan alasan seperti itu akhirnya Nisa todak bisa menolak lagi dan Kelvin pun langsung beranjak meninggalkan ruang IGD menuju kasir rumah sakit untuk membayar administrasi Nisa.
__ADS_1
Tidak lama setelah kelvin meninggalakan dirinya, Mita pun datang, tadi sebelum datang kesini Mita sudah menghubungi Nisa terlebih dahulu untuk menanyakan keberadaan Nisa sekarang ada di rumah sakit mana, setelah mengetahui nama rumah sakitnya, Mita pun langsung menuju rumah sakit yang di beritahukan oleh Nisa.