Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 31


__ADS_3

Selepas makan siang, Nisa di tinggal Oleh Kelvin menuju ruang kerja sang Daddy, ada yang mau Daddy Albert bicarakan kepada Kelvin.


Sepeninggalan Kelvin ke ruang kerja Daddynya, Nisa mengobrol di ruang keluarga bersama Mommy safa, Mommy safa dengan antusias menceritakan dan memperlihatkan ada beberapa foto Kelvin sewaktu dari bayi sampai remaja.


Sedangkan Kelvin di ruang kerja Daddynya, ketika dia baru memasuki ruang kerja sang Daddy, Kelvin melihat raut wajah Daddy Albert sudah sangat serius, itu berarti Daddy Albert akan membahas masalah yang serius.


Dan Ketika Kelvin baru saja mendudukkan pantatnya di kursi tepat di hadapan Daddy Albert, Kelvin dapat lemparan sebuah map dari Daddy Albert tepat di hadapannya.


Lalu Kelvin membuka map tersebut, ketika melihat isinya sesuai dugaan, pasti yang mau di tanyakan Daddy adalah tentang masalah Nisa.


“Boy, apa kamu Yakin berhubungan serius dengan Nisa?” Tanya Daddy Albert


“Iya Dad, aku serius ingin menikahi Nisa Dad selepas masa idah dia selesai” jawab Kelvin


“Terus kenapa kamu belum cerita ke mommy kamu, siapa Nisa itu sebenarnya, dan statusnya apa sekarang, jangan kamu buat istri Daddy merasa kecewa ya, atas pilihan kamu, jangan kira Daddy tidak tahu apa saja yang kamu lakuin di luar sana” Daddy Albrt memberi tahu putranya seperti ini, bukanya Daddy Albert tidak setuju, Daddy Albert akan setuju setuju saja siapun yang akan menjadi istri dari putranya yang penting selam perempuan itu baik, dan jika memang Kelvin memantapkan hatinya kepada Nisa, Daddy Albert tidak keberatan karena dia tahu Nisa itu anak yang baik, hanya Daddy Albert memberi pertanyaan seperti itu karena tidak mau sampai putranya di kemudian hari setelah menikahi Nisa dia akan menyakiti perasaan hati Nisa, Daddy Albert hanya kasihan melihat penderitaan Nisa selama menjalani pernikahannya tidak pernah bahagia, karena sebelumnya Daddy Albert sudah mencari tahu seluk beluknya kehidupan Nisa sebagai orang yang sedang dekat dengan putranya.


“Apa kamu akan dia terima apa adanya, jika dia tidak bisa memberikan kamu keturunan atau anak jika nanti kalian menikah?” Tanya Dadsy Albert


“Kelvin yakin Dad Nisa itu tidak mandul yang seperti orang orang katakan, dia masih bisa mengandung dan mempunyai anak” ucap Kelvin


“Iya Daddy tahu, kan yang Daddy tanyakan SEANDAINYA Nisa tidak bisa memberi kamu anak, apa kamu akan menerima dia dan tidak akan menyakitinya?” Tanya Daddy Albert


“Iya Dad, Kelvin akan terima semuanya” ucap Kelvin dengan tegas.


“Bagus, begitu dong jawabnya yang tegas jadi Daddy juga percaya” ucap Daddy Albert menepuk pundak Kelvin dan langsung beranjak keluar dari ruangan dengan di ikuti Kelvin dari belakang.


“Sayang, yuk kita pulang, Mom kita pergi dulu ya, Kelvin mesti kembali ke kantor dan mengantar Nisa pulang terlebih dahulu” ucap Kelvin


“Ya kamu kalau mau ke kantor kantor saja boy, biar Nisa disini sama Mommy” tolak Mommy safa


“Mom, come on, Nisa juga mesti minum obat dan istirahat, dan obatnya tidak di bawa, nanti kan bisa kapan kapan main lagi “ bujuk Kelvin


“Ya baiklah” ucap Mommy safa pasrah.

__ADS_1


“Aku pamit ya Mom” ucap Nisa langsung mencium tangan Mommy safa.


“cepat sembuh ya kakinya, oh ya Sabtu ini Mommy ada arisan di rumah nanti kamu dateng ya bantuin mommy masak, Ok” ucap Mommy safa, lalu Nisa menatap Kelvin, dan Kelvin hanya menaikkan kedua bahunya menandakan itu terserah Nisa untuk jawab iya atau tidak.


“Iya Mom” jawab Nisa, Nisa bingung mau menolak tapi tidak enak dengan Mommy safa yang sangat antusias mengharapkan dirinya datang dan akhirnya Nisa mengiyakan ajakan Mommy safa dan Mommy safa langsung memeluk Nisa.


“Dad, aku pamit pulang dulu ya” pamit Nisa kini beralih ke Daddy Albert, Nisa langsung menyalami Daddy Albert.


“Iya hati hati ya nak, bilang Daddy kalau putra Daddy nakal ya” uvap Daddy Albert sembari mengusap kepala Nisa ketika sedang mencium tangannya.


Nisa pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Daddy Albert, berbeda dengan Kelvin dia langsung protes tidak terima omongan Daddynya.


Setelah acara pamit selesai kini mereka keluar dari mansion dan berjalan memasuki mobil Kelvin. Kelvin mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang melaju menuju apartemennya untuk mengantarkan Nisa terlebih dahulu baru setelah itu dia langsung kembali ke kantor.


Di dalam mobil Nisa langsung menanyakan, perihal kenapa Mommy safa bilang kalau dirinya adalah calon memantunya padahal dirinya bukan siapa siapanya Kelvin.


“Mas, aku mau bicara sama kamu” ucap Nisa menengok ke arah Kelvin yang sedang fokus mengemudi.


“Mau bicara apa sayang?” Tanya Kelvin sekilas menengok ke Nisa lalu kembali lagi fokus ke jalan.


“Ya kan memang benar kamu calon menantu Mommy sayang sekaligus calon istri mas” jawab Kelvin


“Aku serius mas, jangan becanda” ucap Nisa kesel dia anggap omongan kelvin hanya candaan.


“Lah dari kemarin kemarin juga mas sudah serius kan sama kamu, kamu nya saja yang tidak menganggap mas serius, apa segala tindakan dan perhatian mas ke kamu belum bisa membuktikan kalau mas itu cinta ke kamu dan mas mau kamu menjadi istri mas Nisa” ucap Kelvin


“Masa secepat itu mas bisa cinta sama aku, kan kita baru kenal juga belum lama” ucap Nisa dia hanya tidak mau Kelvin mencintai dia hanya sesaat karena masih banyak gadis cantik di luar sana yang lebih dari segalanya dari Nisa, sedangkan Nisa apa, hanya seorang wanita yatim piatu dan hidup sebatang kara dengan status sudah janda lagi.


“Kata siapa mas baru kenal sama kamu, mas sudah lama kenal kamu kaumnya saja yang tidak tahu” ucap Kelvin membuat Nisa mengerutkan keningnya sejak kapan pria tampan di sampingnya mulai mengenal dirinya.


“Kamu tahu mas itu suka sama kamu, dari awal pertam kita bertemu, ya bisa di bilang cinta pada pandangan pertama kali ya, kamu ingat pria yang dengan berpakaian lusuh, pakai topi dan duduk di pinggir jalan seperti pengemis, yang kamu kasih makanan ketika kamu lewat malam malam itu orangnya adalah mas sayang” ucap Kelvin


“Masa sih, dikira aku itu pengemis atau pemulung, makanya aku kasih makanan, dan kebetulan aku pas mau pulang di bawain makanan banyak dari resto” ucap Nisa tidak percaya mendengar pernyataan dari pria tampan di sampingnya.

__ADS_1


“Ketika itu mas mau di pertemukan dengan anaknya teman mommy dan karena takut ketahuan mas pergi diam diam dari mansion dengan memakai pakaian tukang kebun rumah yang baru saja datang waktu itu, dan pas malam itu tuh mas lagi nunggu di jemput sama Doni, eh kamu malah mengira mas pengemis ngasih makanan, ya lumayan sih makanan gratis kebetulan mas belum makan malam, dan pas mas coba in makanannya rasanya ternyata sangat lezat, dan semenjak itu mas mencari kamu tetapi tidak juga menemukan kamu dimanapun, mas bingung mau cari kamu ke mana lagi karena mas tidak tahu nama kamu siapa, dan mau meminta bantuan orang, yang tahu wajah kamu ketika itu hanya mas dan pada akhirnya mas bertemu kembali sama kamu ya ketika itu yang kamu mau jatuh dari tangga dan itu mas baru selesai meeting sama mantan suami kamu” jelas Kelvin


“Aku tahunya pertemuan pertama kita ya itu pas aku mau jatuh dari tangga” ucap Nisa


“Bukan sayang, dan semenjak mas tahu kamu bekerja dan tinggal dimana mas menyempatkan diri setiap pagi dan malam menjemput dan mengantar kamu pulang dengan menyamar menjadi supir taksi, karena mas gak bisa sehari gak liat wajah kamu” ucap Kelvin


Mendengar pernyataan dari Kelvin segala tindakan yang Nisa tidak tahu membuat Nisa merasa bingung akan perasaannya,” Ya allah apalgi ini, kenapa engkau dekatkan aku dengan pria sebaik mas Kelvin, aku tidak sanggup untuk menyakiti perasaannya Ya Allah” batin Nisa


“Sayang ko malah bengong” Panggil Kelvin sembari tangan satunya menggenggam tangan Nisa.


“Emm, iya kenapa mas?” Tanya Nisa ketika tersadar dari lamunannya.


“Kamu kenapa melamun?” Tanya Kelvin


“Gak papa, aku hanya kangen rumah saja” ucap Nisa


“Sabar ya 2 hari lagi kan kita ke rumah sakit buat cek up dan lepas gipsnya, mas tidak tenang soalnya kalau ninggalin kamu di rumah sendirian kalau gipsnya belum di lepas” ucap Kelvin


“Hemm” sahut Nisa


Mobil yang di kendarai Kelvin melaju menelusuri jalan ramainya ibu kota, seampainya di Apartemen Nisa langsung memasuki Unitnya dan Kelvin hanya bisal mengantar Nisa sampai di depan pintu unit apartemenny karena dia harus segera kembali ke kantor.


Seampainya di kantor Kelvin langsung memanggil Doni asistennya untuk datang ke ruangnya.


“Tuan memanggil saya?” Tanya Doni


“Don, tolong kamu beli rumah kedua orang tua Nisa yang di ambil oleh tantenya, jika mereka tidak mau menjualnya, tawar dengan harga tinggi supaya mereka mau menjual rumahnya” pintah Kelvin


“Baik tuan, apa ada lagi yang mau di bicarakan tuan?” Tanya Doni


“sudah cukup itu saja” jawab Kelvin


“Kalau begitu saya permisi kembali ke ruangan saya dulu tuan” ucap Doni.

__ADS_1


“Hemm” sahut Kelvin, asisten Doni pun beranjak keluar dari ruangan kelvin dan kembali ke ruang kerjanya.


__ADS_2