Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 78 TAMAT


__ADS_3

Nisa dan Mommy safa membawa pulang kabar gembira, Nisa masih belum percaya jika dirinya kini tengah mengandung dan Allah maha baik memberinya sekaligus 3 anak, dia berjanji akan menjaga kandungannya dengan baik ini moment yang di nantikan Nisa dari pernikahannya yang dulu.


Sebelum pulang ke mansion Nisa dan Mommy safa akan mencari makan siang terlebih dahulu.


“Sekarang cucu Omah mau makan apa sayang buat makan siang?” Tanya Mommy safa menengok ke arah menantunya.


“Eumm, aku lagi kepingin rawon, lalu makan Ayam bakar pakai pete rebus dan sambal terasi, lalu sama sayur asem, dan satu lagi soto ayam pakai telur rebus” jawab Nisa


Mendengar jawaban Nisa membuat mommy safa menelan ludahnya sendiri.


“Ya Allah sayang, sebanyak itu apa nanti kamu habis semua?” Tanya mommy safa membayangkannya saja mommy safa perutnya sudah merasa sesak.


“Gak boleh ya mom, kalau gak boleh juga gak papa gak usah mom” ucap Nisa dengan nada sendu.


“Eh..., bukan gak boleh sayang, boleh ko, boleh banget apa sih yang gak buat calon cucu cucu mommy” ucap Mommy safa hampir saja dia membuat menantunya sedih, dia lupa jika orang hamil itu lebih sensitif.


“Bener mom boleh” ucap Nisa dengan ceria kembali.


“Bener dong sayang masa mommy bohong, mommy punya rekommen restoran yang enak semoga saja ada semua ya disitu makanan yang kamu mau, kita ke sana sekarang ya” ucap Mommy safa dan di angguki oleh Nisa.


Mobil yang di kendarai Nisa dan Mommy safa menelusuri jalan ibu kota mereka akan menuju salah satu mall di jakarta, sesampainya di mall tersebut mereka langsung berjalan menuju restoran yang di maksud oleh Mommy safa.


“Silahkan mau pesan apa bu?” Tanya pelayan Resto ketika mereka sudah mendapatkan meja di restoran tersebut.


“Kamu saja dulu sayang mau pesan apa” ucap Mommy safa


“Emm, pesan Rawon 1 porsi jangan lupa telur asinnya ya mbak” ucap Nisa dan di angguki oleh pelayannya, “lalu paket nasi timbel tapi aku tambah lalapnya petai ada mbak?” Tanya Nisa


“Ada bu” jawab pelayan resto


“Tapi saya minta petenya di rebus ya mbak jangan di bakar atau di goreng” ucap Nisa


“Baik bu” sahut pelayan Resto.


“Dan satu lagi mbak, tambah soto Ayam jangan lupa pakai telur rebus tapi jangan di belah ya biar bulatan saja” ucap Nisa sembari mata masih tertuju kepada daftar menu makanan.


“Baik bu” sahut Pelayan Resto


“Kalau mommy mau pesan apa?” Tanya Nisa, mendengar pertanyaan Nisa pelayan resto memandang Nisa dengan aneh, di kira makanan sebanyak tadi itu untuk berdua ternyata untuk sendirian.


Setelah mommy safa memesan makan untuk dirinya dan juga minuman, Mommy safa izin ke Nisa jika dia akan mencuci tangannya di wastafel yang disediakan oleh resto, padahal mommy safa hanya ingin menjelaskan kepada pelayan resto tadi agar tidak memandang menantunya dengan aneh.


“Mbak maklumin menantu saya ya, dia lagi hamil kembar 3 jadinya begitu makannya” ucap Mommy safa ketika menghampiri pelayan tadi yang melayaninya.


“Oh iya bu” sahut si pelayan reato merasa tidak enak karena tadi sudah memandang Nisa dengan aneh. Setelah itu Mommy safa langsung kembali ke mejanya yang dia tempati dengan Nisa.


Makanan sudah datang dan tertata rapih di meja makan ketika Nisa dan mommy safa baru mulai makan tiba tiba Kelvin menelfon Nisa dengan panggilan Video.


“Siapa sayang?” Tanya Mommy safa ketika mendengar suara nada dering dari handphone Nisa.


“Mas Kelvin mom, Nisa angkat dulu ya mom” jawab Nisa, dan di angguki oleh mommy safa.


“Hallo sayang”


“Iya mas”

__ADS_1


“Kamu lagi dimana sayang, sudah selesai antar mommy ke rumah sakitnya?” Tanya Kelvin


“Sudah mas, nih aku lagi makan siang sama Mommy” ucap Nisa dengan mengarahkan kameranya ke makanan yang di meja dan juga ke arah Mommy safa, “mas Sudah makan?” Tanya Nisa


“Sudah sayang baru selesai 15 menit yang lalu” jawab Kelvin


“Mas Pesan makan apa sama pak Doni?” Tanya Nisa


“Tadi mas Minta suruh Doni cari Rawon sama sop ayam, gak tahu tiba tiba mas pengen makan itu sayang padahal sebelumnya mas belum pernah mencoba rawon itu bagaimana rasanya” jawab Kelvin


Mendengar jawaban Kelvin, mommy safa dan Nisa pun saling pandang.


“Ko bisa sama mas, aku juga lagi makan itu, nih lihat” ucap Nisa langsung mengarahkan kameranya ke makananya satu persatu.


“Banyak banget sayang, itu kamu semua yang makan?” Tanya Kelvin setelah melihat banyak makanan yang di perlihatkan istrinya dan Nisa pun mengagukkan kepalanya.


“Kenapa mas, Nisa sekarang gemukan ya, karena makannya banyak?” Tanya Nisa


“Ya gak papa dong sayang kamu gemukan itu tandanya kamu bahagia hidup sama mas, dari pada kamu kurusan di kira orang kamu gak bahagia lagi jadi istri mas” jawab Kelvin


“Oh jadi bener, mas kelvin bilang aku gemuk, pasti mas ilfil ya sama aku” ucap Nisa setelah mendengar jawaban suaminya.


“Eh..., bukan begitu sayang maksud mas..” belum juga Kelvin melanjutkan ucapnya Nisa sudah mematikan telefonnya secara sepihak.


Mendengar obrolan Nisa dan Kelvin, Mommy safa ikut menggerutu ucapan putranya kenapa pakai bicara seperti itu, sudah menantunya lagi sensitif malah di bilang gemuk, geregetan ingin rasanya Mommy safa memberi tahu putranya itu.


Sedangkan Kelvin setelah panggilan telefonnya di matikan secara sepihak oleh Nisa, dia mencoba menghubungi istrinya lagi dan lagi tapi tidak ada jawaban dari sang istri, dia mengirim pesan pun tidak ada balasan dari sang istri membuat Kelvin merasa frustasi kalau sudah di cuekin sama istrinya seperti ini, mau menyusul istrinya ke mall tapi 10 menit lagi dia mau meeting dengan klien penting.


***


“Kamu mau beli apa lagi sayang?” Tanya Mommy safa yang kini mereka tengah keliling mall, siapa tahu ada seauatu yang ingin Nisa beli.


“Boleh juga tuh sayang, lucu juga begitu, ya sudah yuk kita cari setelah itu kita ke super market bawah, kita belanja kebutuhan susu hamil dan yang lainnya ya” ucap Mommy safa


“Siap mommy ku sayang” sahut Nisa, mereka pun berjalan menelusuri mall tersebut mencari babyshop untuk mencari barang yang Nisa inginkan.


Setelah acara belanja belanja telah usai, Nisa dan Mommy safa langsung pulang ke mansion, sebelumnya Nisa sudah izin kepada Mita jika dirinya tidak akan balik lagi ke resto. Sesampai di mansion Nisa langsung dapat ucapan selamat dan pelukan dari Daddy Albert yang sebelumnya memang sudah di beri tahu oleh mommy safa, Daddy Albert juga merasa sangat bersyukur sudah di beri cucu 3 sekaligus.


***


Sore Hari selesai Meeting Kelvin langsung menyerahkan sisa kerajaannya kepada sang asisteen karena dari tadi siang dia tidak kunjung dapat balasan dari sang istri ditelefon juga tidak ada jawaban, dia mencoba menghubungi mommynya juga tidak kunjung ada jawaban, lalu dia mencoba menghubungi Mita menanyakan apa ada Nisa di Resto dan Mita memberi tahu jika Nisa langsung izin pulang setelah makan siang tidak kembali lagi ke resto. Dan Kelvin pun akhirnya memutuskan dari tempat meeting langsung pulang ke mansion untuk menemui istrinya.


“Bi, istriku mana?” Tanya Kelvin ke salah satu pelayan di mansion.


“Nona Nisa di kamar tuan” jawab bi Inah, setelah mengetahui keberadaan istrinya Kelvin pun langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya


“Sayang, sayang kamu dimana” panggil Kelvin berjalan menelusuri kamarnya tidak kunjung mendapatkan keberadaan sang istri, karena merasa sangat gerah Kelvin memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu setelah itu dia akan mencari istrinya kembali.


Sedangkan Nisa sedang di salah satu kamar bawah, karena Mommy safa meminta Nisa untuk pindah kamar yaitu di kamar bawah agar tidak terlalu capek naik turun tanggan atau pun lift takut membahayakan Nisa dan juga calon cucunya. Dia mulai memindahkan sebagian barang barangnya dengan di bantu oleh para pelayan, Nisa lupa jika belum membicarakan soal pemindahan kamarnya kepada Kelvin hingga Kelvin mengira Nisa pindah kamar karena sedang marah dengannya.


“Loh bi, itu barang2 istri saya pada di bawa Kamana?” Tanya Kelvin saat dia keluar dari ruang ganti mendapatkan salah satu oelyan mansion sedang membereskan barang barang istrinya yang ada di meja rias.


“Ini tuan, mau saya bawa ke kamar bawah di suruh sama non Nisa” jawab pelayan tersebut.


“Apa bi, istri saya pindah ke kamar bawah?” Tanya Kelvin.

__ADS_1


“Iya tuan” sahut pelayan tersebut , tanpa basa basi Kelvin langsung meninggalkan kamarnya langsung menghampiri istrinya di kamar bawah.


“Sayang, maafin mas ya, tolong jangan pindah kamar” ucap Kelvin langsung memeluk istrinya yang tengah berdiri di depan meja rias kamar bawah. Nisa kaget mendapatkan suaminya sudah pulang kantor.


“Mas kamu sudah pulang, ko aku gak tahu, ko kamu gak bilang mau pulang cepat sama aku” ucap Nisa membalikkan badannya dan menatap wajah tampan suaminya.


“Coba cek handphone kamu mana, mas dari tadi telfon kamu dan kirim pesan ke kamu kamu gak balas-balas, dikira mas kamu marah sama mas gara-gara tadi siang” ucap Kelvin, lalu Nisa pun melepas pelukan dari suaminya dia langsung mencari ponselnya di tas yang tadi dia bawa pergi.


“Pantas Lowbet mas, aku lupa charge, tadi aku gak angkat telfon kamu tuh karena baterai aku sudah Lowbet tinggal beberapa persen makanya aku langsung matiin telfonnya dan aku simpan di tas, bukan aku marah sama kamu mas” jelas Nisa


“Terus ini semua kenapa barang barang kamu di pindah semua ke sini?” Tanya Kelvin


“Nanti deh aku jelasinnya selepas makan malam ya, mendingan kita ambil wudhu terus shalat magrib dulu, tuh uda adzan, apa mas mau shalat di masjid?”tanya Nisa.


“Tidak ah, aku shalat sama kamu saja di rumah, aku kangen sayang” ucap Kelvin menghampiri istrinya dan langsung memeluknya.


Nisa pun tersenyum, begini lah akhir akhir ini suaminya menjadi manja seperti sekarang ini, mungkin ini efek dari kehamilannya, suaminya jadi manja.


“ sudah kalu begitu kita Shalat sekarang” ucap Nisa langsung melepas pelukannya lalu menggandeng tangan suaminya menuju kamar mandi untuk ambil wudhu.


Setelah shalat magrib seperti biasa semuanya berkumpul di meja makan dan siap untuk menikmati makan malam mereka. Kelvin juga merasa aneh terhadap istrinya semenjak makan siang di kantor waktu itu makannya sangat banyak tidak seperti biasanya.


Setelah selesai makan malam usai, mereka berempat tegah menikmati waktu santai sembari mengobrol di ruang keluarga, sebelum memberi tahu kelvin tentang ke hamilnya, Nisa melirik kepada mommy safa memberi kode jika dia akan memberi tahu suaminya sekarang tentang kabar gembira ini dan mommy safa pun langsung mengaggukan kepalanya.


“Mas, aku punya sesuati buat kamu” ucap Nisa, menengok ke samping menatap wajah suaminya


“apa itu sayang?” tanya Kelvin semabri mengwlus punggung tangan istri yang yang dalam genggamannya.


“tunggu, mas tunggu dulu sebentar disini, aku ambil dulu” ucap Nisa langsung beranjak dari sofa menuju kamarnya yang ada di bawah.


Kelvin yang penasaran apa yang ingin di berikan oleh istrinya, pandangan dia pun tidak luput dari sang istri, di lihat istrinya keluar kamar membawa sebuah kotak persegi panjang dan berjalan menghampirinya.


“Apa ini sayang, padahal ulang tahun mas kan sudah kelewat?” Tanya Kelvin ketika menerima kota pemberian istrinya itu.


“Buka saja” pintah Nisa


Dengan perlahan Kelvin membuka kotak tersebut dengan sesekali memandang wajah cantik istrinya. Setelah di buka di lihatnya ada 3 sepatu bayi dan ada sebuah photo hasil USG dan sebuah tespeck lalu mata dia tertuju pada sebuah kertas kecil, Kelvin pun meraih kertas tersebut dan membacanya.


“Hai papa kami sudah hadir di perut mama loh” itu lah tulisan yang ada di kertas kecilnya.


“Sayang ini?” Tanya Kelvin dan Nisa pun langsung mengaggukan kepalanya, dengan cepat Kelvin langsung memeluk sang istri, setelah itu dia langsung berlutat di depan istrinya dan langsung menciumi perut Nisa.


“Hai sayang, ini papa” sapa Kelvin sembari mengelus perut sang istri.


“Boy, kamu tahu gak cucu Daddy ada berapa di perut istri kamu?” Tanya Daddy Albert yang menyadari jika putranya belum sadar jika maksud dari 3 sepatu di dalam kotak itu berarti dia akan mendapatkan 3 anak sekaligus.


“Ya satu lah dad, mamangnya ada berapa?” Tanya balik Kelvin.


“Coba kamu hitung itu di kotak ada berapa sepatu” pintah daddy Albert


“Tiga” jawab Kelvin, ketika dia sudah mengerti apa maksud dari pertanyaan Daddynya, Kelvin pun langsung menatap sang istri.


“Bener sayang anak kita kembar tiga?” Tanya Kelvin memastikan dan ketika melihat istrinya menagnggukan kepalanya dia langsung memeluk istrinya dan memberikan ciuman bertubi tubi di wajah sang istri.


“Terimaksih ya Allah atas nikmat dan kepercayaan yang telah engkau berikan, hingga Aku bisa membuktikan jika AKU BUKAN WANITA MANDUL” batin Nisa dia tersenyum sembari mengelus kepala suaminya yang tengah memeluk perutnya.

__ADS_1


TAMAT


(Jangan khawatir ya nanti ada ekstra partnya ya Readers).


__ADS_2