Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 73


__ADS_3

"Terimaksih sayang" ucap Kelvin, entah berapa kali Kelvin mengucapkan terima kasih sama istrinya itu.


"Sama sama mas, maaf karena bukan kamu yang pertama" ucap Nisa sembari masuk ke dalam pelukan suaminya.


"Hus, jangan bicara begitu lagi sayang, mas tidak suka, seakan akan kamu mengingat kenangan bersama dia, sekarang kamu tidak usah khawatir lagi kan tadi mas sudah menghapus semua jejak sentuhan dia pada tubuh kamu, dan sekarang kamu hanya milik mas seorang selamanya" ucap Kelvin sembari mengelus kepala sang istri dan sesekali menciumi puncak kepala sang istri.


"Iya mas maaf ya, aku berjanji tidak akan bicara seperti itu lagi" ucap Nisa, "gitu dong baru itu istri mas" sahut Kelvin, tidak lama kemudian Nisa dan Kelvin sama sama tertidur sembari saling memeluk, untung saja sebelum ke hotel mereka sudah sempat makan siang bersama tamu tamu undangan di masjid.


Suara bell pintu kamar hotel membangunkan pasangan suami istri yang tengah terlalap tidur di dalam kamar hotel itu, setelah melakukan kegiatan panas mereka.


"Ya allah mas, ini sudah jam lima sore loh, kita mesti siap siap loh buat acara nanti malam" ucap Nisa


"Kan masih ada waktu sayang, kamu tenang saja" sahut Kelvin dengan suara khas bangun yidur dan terlihat Kelvin masih sangat mengantuk.


"Kamu sih enak dandannya gampang, lah aku make upnya saja lama, cepetan bangun mas kita shalat dulu, tuh pasti mommy tuh yang mencet bell tadi" ucap Nisa


"Kamu mandi dulu saja sayang" ucap Kelvin dengan masih posisi yang sama terlantang dan menutupi matanya dengan salah satu lengan tangannya.


"Bareng saja mas, menghemat waktu sebentar lagi sudah habis waktu asaharnya" ucap Nisa membuat Kelvin langsung merubah posisinya menjadi duduk dia tak percaya istrinya mengajak mandi bareng."bener sayang mandi bareng?" Tanya Kelvin untuk memastikan apa ucapan istrinya sunguh-sungguh.


"Iya tapi hanya mandi saja tidak lebih" ucap Nisa


Mendengar jawaban istrinya Kelvin pun menghela nafasnya, "gak papa deh yang penting bisa mandi bareng" gumam Kelvin. Akhirnya mereka pun mandi bersama agar mempersingkat waktu karena mengejar waktu shalat ashar yang sebentar lagi akan habis.

__ADS_1


Mommy Safa dengan cemberut kembali ke kamarnya dan duduk di samping Daddy Albert yang tengah menonton tv dan duduk bersandar di tempat tidur.


"Kenapa honey ko datang datang cemberut begitu?" Tanya Daddy Albert.


"Anak kamu tuh pasti sudah buat menantu mommy kelelahan sampai mommy beberapa kali membunyikan bell kamarnya tidak ada yang keluar, sudah tahu nanti malam mau ada pesta, gak sabaran banget sih nunggu pesta selesai sama aja sama bapaknya" omel Mommy safa.


"Loh ko bawa bawa Daddy" protes Daddy Albert menatap wajah cantik sang istri.


"Iya lah siapa coba yang gak sebaran buat melakukan itu pas kita baru nikah dulu" jelas Mommy safa


"Ya bener Kelvin lah honey, kan sudah sah ngapain di anggurin, sudah dari pada kamu mengomel mendingan kita juga ikutan merak yuk" goda Daddy Albert


"Jangan macem macem ya dad, sebentar lagi mau siap siap buat ke pesta ya, sudah ah aku mau mandi dulu" ucap Mommy safa sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Tunggu Honey mas ikut" ucap Daddy Albert sembari mengikuti mommy safa dari belakang menuju kamar mandi.


Di kediaman keluarga pratama mama Erina sekarang bicaranya sudah mulai lancar walaupun masih terbata bata tapi lebih mending dari sebelumnya, karena dia melakukan terapi dengan baik apalagi ada perawat yang selalu menemaninya setiap waktu.


Mama Erina merasa senang di saat keadaan dia seperti ini putranya menyediakan seorang perawat untuk merawatnya jadi mama Erina tidak merasa kesepian ada taman untuk bercerita. Mama Erina sesekali bercerita kepada Rina bagaimana dia dulu sangat jahat kepada menantunya dan mama Erina sekarang sangat menyesali itu.


Rina hanya bisa menjadi pendengar yang baik, dan menenangkan mama Erina ketika sudah mulai menangis, dan Rina pun mencoba meminta mama Erina untuk belajar beribadah lagi agar hatinya lebih tenang. Alhamdulillahnya mama Erina pun tidak menolak.


Niko hanya bisa tersenyum melihat perubahan sang mama, ketika melihat mama Erina tengah di ajarkan tentang bacaan bacaan untuk shalat oleh Rina.

__ADS_1


"Nik" ucap Mama Erina ketika menengok melihat ada putranya mengintip dari balik pintu kamarnya.


Mendengar mamanya memanggilnya Niko pun memasuki kamar mamanya, "Niko senang mama sudah mulai berubah dan berusaha belajar Agama lagi" ucap Niko yang kini berlutut sembari menggenggam tangan mamanya.


"Mam..a Sena..ng kalau ka..mu sen..ang nak" sahut mama Erina sembari tangannya mengelus kepala putranya.


"Ya sudah Niko mau siap siap dulu ya mah, mau ke acara resepsinya Nisa" ucap Niko


"Kamu perg..i a..ma siapa?" Tanya mama Erina, dia merasa bersalah kepada putranya. "Sendiri mah, mau sama siapa lagi" sahut Niko.


"Gima..na kalau sa..ma Ri..na, mau kan Nak?" Tanya Mama Erina sembari melihat ke arah ke gadis cantik yang sudah beberapa bulan ini merawatnya.


"Jangan Nyonya, nanti saya bikin malu tuan Niko lagi" tolak Rina


"Gak bakal..an nak, iya kan Nik, kamu mau ya pe..gi sama Ri..na" mohon mama Erina dia akan mencoba mendekatkan putranya dengan perawat pribadinya itu, setelah melihat perawat pribadinya itu sosok gadis yang baik dan juga perhatian.


"Baiklah, segera bersiap tidak pake lama" ucap Niko dengan dingin.


"Baik tuan" sahut Rina sembari menundukan kepalanya. Sepeniggalan Niko, Mama Erina meminta Rina untuk memanggil Amel menantunya untuk make over Rina dan kebetulan Amel masih mempunyai gaun yang masih baru yang bisa di pakai oleh Rina untuk menemani kakak iparnya ke pesta. Sebenarnya Amel dan Miko juga di undang oleh Nisa tapi mereka memutuskan untuk tidak datang karena dia tidak mungkin tega meninggaalkan ibu mertua dan juga anaknya.


Sedangkan Kelvin sedari tadi dia mengikuti istrinya terus kemana istrinya melangkah, seperti sekarang istrinya akan make up di kamar hotel khusus yang dia sediakan untuk make up.


"Kelvin, kamu ngapain sih ngikutin Nisa terus dari tadi, bukan siap siap sendiri sana, jadi Nisa selesai kamau juga sudah selesai" omel Mommy safa yang melihat kelakuan putranya yang makin bucin kepada Nisa setelah resmi menjadi pasangan suami istri.

__ADS_1


"Nanti lah mom, lagian aku mau siap saipanya nanti di temani istri aku, iya gak sayang" sahut Kelvin yang kini tengah duduk di hadapan sang istri. Sedangkan Nisa hanya geleng gelang kepala melihat kelakuan suaminya.


Dan sesuai permintaan Kelvin ketika Nisa sudah selesai make up dia meminta semuanya untuk keluar kamar, karena Kelvin mau yang melayani dirinya adalah Nisa, Nisa pun tidak menolak karena memang mengurus keperluan suaminya adalah tugasnya, jadi sebelum dia berganti pakaian dengan gaun pengantinnya Nisa pun membantu suaminya memakai kemeja dan juga jasnya setelah itu berggantian Nisa yang memakai gaunnya.


__ADS_2