Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 19


__ADS_3

Dokter keluar dari ruang IGD langsung menghampiri Niko dan juga mama Erina.


"Keluarga Nyonya Misya" panggil dokter ketika keluar dari ruangan.


"Saya suaminya dok, gimna keadaan anak dan istri saya dok?" Tanya Niko dengan khawatir.


"Iya dok gimana keadaan cucu saya dan menantu saya?" Sambung mama Erina menanyakan hal yang sama.


"Pendarahannya hanya sedikit, jadi tidak terpengaruh sama janinnya, jadi bayi dan ibunya baik baik saja, hanya perlu istirahat lebih banyak lagi, dan saya berpesan jangan sampai terjadi pendarahan lagi itu akan berakibat fatal dengan kandunganya, buatlah suasana hati ibu hamil senang, jangan banyak pikiran karena itu bisa berpengaruh pada kehamilannya, nanti setelah infusnya habis pasien sudah diperbolehkan pulang" jelas Dokter


"Baik dok, apa kita sudah bisa masuk?" Tanya Niko


"Silahkan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dokter


"Iya dok, makasih dok" ucap Niko


"Makasih dok" ucap Mama Erina bergantian.


"Sama sama pak, bu" sahut Dokter lalu meninggalkan ruang IGD.


Niko dan Mama Erina memasuki ruang IGD dan berjalan menuju dimana adanya Misya.


Seampainya Niko di ruangan yang dimana Nisa tengah berbaring tertidur karna efek obat, Niko langsung mendudukkan dirinya di kursi tepat samping tempat tidur Misya lalu dia usap perut istrinya.


"Terimakasih nak, kamu sudah mau bertahan demi papa" ucap Niko sembari mengusap perut buncit istrinya.


Mama Erina hanya berdiri diujung ranjang tempat Misya beristirahat.


"Untung tadi kita cepat sampai rumah, coba kalu tadi kita sampai telat, mungkin cucu mama sudah tidak bisa di selamatkan" ucap Mama Erina


"tapi mah aku yakin mungkin Nisa hanya tidak sengaja mendorong Misya" ucap Niko mencoba membela Nisa


"kamu masih saja belain dia, jelas jelas tadi sudah terbukti di depan mata kepala kamu sendiri masih belum percaya" ucap mama Erina menatap putranya dengan emosi.


"bukan begitu mah, selama ini Nisa yang aku kenal itu tidak kasar seperti itu" jelas Niko


"ya itulah kamu gampang di bodohin sama wanita mandul itu, mama tidak mau ya sampai nanti Misya bangun kamu membicarakan mantan istri kamu itu" ucap Mama Erina

__ADS_1


"Nisa itu masih istri aku mah" pekik Niko


"kamu lupa kalau kamu sudah menalak dia, jadi secara Agama Nisa bukan lagi istri kamu dan kamu sudah tidak berhak atas dia lagi, bisa jadi sebentar lagi Nisa akan menggugat kamu ke pegadilan”ucap Mama Erina


Niko langsung mengusap wajahnya dengan kasar dan menarik rambutnya dengan kasar , memang benar apa yang di ucapkan mama Erina kalau dirinya sudah tidak berhak lagi atas Nisa.


selang bebrapa menit Misya terbangun dari tidurnya, sebenarnya Nisa sudah bangun sedari tadi sempat mendengar kalau suaminya tetap membela Nisa mantan istrinya, dia melihat di depannya masih ada Niko dan Mama Erina, Misya pun memulai kembali dramanya.


"hikss hikss...?" kenapa Nisa


"misya kmau sudah bangun?" tanya Niko tetapi tidak ada jawaban dari sang istri.


"hiks..hiks..." tangis Misya


"kenapa Misya, apa ada yang sakit aku panggil dokter ya?" tanya Niko


"hiks..mas maafin aku yah, gara gara kau kamu dan mbak Nisa bertengkar" ucap ucap Misya


“Sidah kamu tidak usah mikirin itu lagi, yang penting yang kamu pikiran sekarang adalah keadaan anak kita kamu harus menjaga lebih ekstra lagi” ucap Niko


“Iya mas” sahut Misya


***


Nisa langsung melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju lantas atas, dimana ruangan sahabatnya berada.


Seampainya di lantai atas Nisa langsung memasuki ruangan Mita sahabatnya, Mita pun tiba tiba kaget melihat pintu ruangannya terbuka dan nampak ada sahabatnya di tengah pintu.


Nisa langsung menghampiri sahabatnya dan meninggalkan kopernya di pintu lalu dia langsung memeluk sahabatnya dan menangis di pelukan Mita.


“Hiks.. hiks...” tangisan Nisa


“Nisa kamu kenapa ?” Tanya Mita yang melihat sahabatnya datang-datang langsung menangis.


“Mas Niko mit, hiks..., mas Niko nalak aku mit” ucap Nisa


“Ko bisa, kamu tenang dulu deh baru kamu cerita sama aku ya” ucap Mita sembari melerai pelukannya dan Nisa pun menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Lalu Mita memberikan segelas air putih kepada Nisa supaya sahabatnya itu menjadi lebih tenang, Nisa pun menerimanya dan meneguk air itu sampai habis tak tersisaa.


Setelah Nisa mulai tenang, Nisa mulai menceritakan kronologi kejadiannya seperti apa hingga membuat suaminya marah besar, dan dia baru tahu ternyata selam ini Misya selalu menceritakan yang jelek jelek tentang Nisa ke suaminya padahal yang dia ceritakan itu tidaklah benar tetapi dengan Niko melihat kejadian tadi membuat Niko percaya bahwa yang selama ini di ceritakan Misya ke dirinya tuh benar.


“Kamu yang sabar ya” ucap Mita sembari menggosok-gosok punggung Nisa.


“ aku capek mit selama ini selalu di salahkan dan selalu mengalah terus” ucap Nisa


“Ya terus sekarang keputusan kamu giaman?” Tanya mita


“Secepatnya aku akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan” ucap Nisa


“Ya sudah aku akan selalu mendukung apapun keputusan kamu ya, jangan pernah merasa sendiri masih ada aku disini” ucap Mita


“Makasih ya mit” ucap Nisa


“Nah sekarang kamu mau tinggal dimana, mau diresto atau dimana?” Tanya Mita.


“Aku mau tinggal di rumah peninggalan mama dan papa saja mit, kebetulan kemarin baru aku bersihin” jawab Nisa


***


Sore harinya Nisa memutuskan pulang dari resto menuju ke rumah peninggalan orang tuanya sembari ada beberapa makanan yang di bawakan oleh Mita untuk Nisa di rumahnya.


Ketika di pertengahan jalan Nisa melihat ada seorang laki laki yang tengah duduk di pinggir jalan dengan pakaian yang sudah lusuh, Nisa merasa kasihan dia melihat orang tersebut seperti sedang kelaparan, akhirnya Nisa meminta pak supir taksi untuk berhenti di pinggir jalan, lalu Nisa keluar dari taksi menghampiri orang tersebut.


“Maaf pak permisi, ini saya ada sedikit makanan untuk bapak mohon terima ya pak” ucap Nisa ketika sudahbdi hadapan pria pinggir jalan itu.


Pria pinggir jalan itu terbengong menatap wajah cantik Nisa dan berfikir, kenapa ada yang mengira dia seperti pengemis.


“ tapi nona saya” ucap pria pinggir jalan tersebut terpotong ketika Nisa mulai bicara kembali.


“Tidak papa pak ini buat bapak jangan lupa dimakan ya pak” ucap Nisa langsung pergi meninggalkan pria pinggir jalan tersebut dan kembali menaiki taksi untuk melanjutkan perjalanannya.


Sedangkan pria pinggir jalan tersebut masih merasa bingung kenapa mbaknya tadi memberi dirinya makanan memangnya dirinya pengemis.


“Ya sudah lah lumayan dapat makanan gratis” ucap pria pinggir jalan itu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian ada sebuah mobil mewah yang menghampiri pria pinggir jalan itu, dan pria tersebut langsung menaiki mobil mewah itu.


__ADS_2