
Semenjak melihat Niko di restoran kemarin, Misya menjadi tertarik untuk mendekati Niko, apalagi sekarang Niko sudah terlihat nambah tampan, gagah dan pengusaha sukses siapa sih yang tidak mau sama dia, apalagi ada kesempatan dan celah Misya untuk mendekati Niko karena istri Niko di kabarkan mandul.
Sedangkan Nisa kini tengah di sibukan membangun bisnis dengan sahabtanya, kini mereka sepakat untuk rencana awal, Nisa kan jadi koki di resto Mita tetapi dia hanya datang dalam satu Minggu hanya 2 kali kunjungan sisanya dia serahkan kepada Asisten Koki yang sebelumnya sudah di mempelajari resep2 Nisa.
Seperti siang ini mama Erina minta di temani Nisa untuk belanja di salah satu mall di Jakarta, kalau mertua dan menantu lain mah kalau ikut belanja yah belanja bersama pilih baju, tas dan yang lainnya secara bersama, tapi lain dengan mama Erina dia mengajak Nisa untuk ikut dengannya hanya untuk di jadikan sebagai pembawa barang belanjaan diirinya selayaknya seperti pembantu bahkan Nisa mau ganti baju pakai baju untuk pergi saja sama mama Erina tidak perbolehkan.
“Nis, Nisa..” panggil mama Erina teriak
“iya mah, Nisa di dapur” ucap Nisa dari arah dapur langsung lari menghadap ke mama mertuanya.
“cepetan kamu ikut saya belanja” pintah mama Erina menatap menantunya yang berpakaian rumah yang di lihatnya sama mama Erina seperti Pembantu.
“Tunggu mah, Nisa ganti baju dulu” ucap Nisa ketika ingin berjalan menuju kamarnya seketika berhenti karena ucapan ibu mertuanya.
“lama Nisa, mendingan sudah begitu saja, gak usah ganti baju lagi” ucap mama Erina
“baik mah” jawab Nisa lirih
Akhirnya Nisa mengikuti langkah ibu mertuanya tanpa dia ganti pakaia terlebih dalu, Nisa hanya memakai pakaian rumah tetapi masih tetap sopan dan wlaupun tanpa make up tetap cantik, tetap saja mungkin jika dia berjalan dengan mama Erina yang berpenampilan semuanya bermerek pasti orang mengira Nisa adalah pembantu mama Erina bukan menatunya, tetapi memang itu yang di harapkan mama Erina kalau orang2 itu menganggap menantunya itu gembel.
Sesampainya di mall, Nisa terus mengikuti kemana ibu mertunya melangkah, hingga mereka memasuki toko pakain bermerek. Mama Erina dengan asiknya memilih pakaian sendiri sedangkan Nisa hanya mmenikuti dari belakang dan menerima pakaian yang sudah ibu mertuanya pilih untuk di bawa ke kasir.
Waktu mama Erina ingin bayar di kasir seperti sedang ada keributan antara custemer dan pelayan tokonya.
“maaf mba bisatunggu sebentar, saya mau menghubugi manager saya soalnya dompet saya di pegang dia, ini pasti saya bayar ko” ucap custemer tersebut.
“jangan banyak alesan kalau gak bisa bayar ya sudah gak usah belana di toko ini”omel pelaian toko, tiba2 mama Erina dengan di ikuti Nisa dari belakang menanyakan apa yang terjadi.
“ada apa ini Mba?” tanya mama Erina kepada pelayan toko
“ini nyonya, nona ini gak bisa bayar tapi pake sok sokan belanja disini” jelas pelayan toko. Lalu custemer itu pun menengok ke sumber suara yang menanyakan kepada pelayan toko.
“loh tante” panggil Misya
“Misya” panggil balik mama erna
“kamu ngapain disini?” tanya mama Erina
“ini tan, aku mau beli baju tinggal bayar ternyata dompet aku ada sama managerku,saya bilang ke mereka saya tunggu manager saya datang baru bayar, malah dikira aku mau mencuri.
__ADS_1
“ya sudah kamu tenang saja, Nis letakan belanjaanya di meja kasir” pintah mama Erina
“nih mba punya saya dan nona ini sekalian, biar saya yang bayar” ujar mama Erina
“baik nyonya” sahut kasir toko dan langsung meng-scan pakaian yang di beli satu persatu.
Nisa yang masih tetap setia berdiri di belakang ibu mertuanya melihat interaksi Misaya dan ibu mertuanya begitu terlihat akrab itu berhasil membuat Nisa iri, kapan ibu mertuanya akan bersikap hangat kepadanya ucap Nisa dalam hati.
“ini nyonya belanjaannya” ucap pelayan toko menyerahkan paper bag yang berisi pakaian yang tadi di beli.
“kasih ke mbak di belakang saya aja mba” pintah mama Erina.
Dan pelayan tokopun memberi belanjaanya kepada Nisa.
“ini mbak, blanjaan nyonyanya” ucap pelayan toko kepada Nisa dan Nisa hanya tersenyum.
“iya mba, terima kasih ya” ucap Nisa kepda pelayan toko.
“terima kasih ya tante, kalau gak ada tante mungkin aku sudah dikira pencuri lagi” ucap Misya
“iya sama2” sahut mama Erina
“boleh deh tante, aku juga pengen banyak ngobrol sama tante sudah lam aku penegen ngobrol sama tante” jawab Misya
“Ya sudah yuk” ajak mama Erina,
Misya kira perempuan yang mengikuti mama Erina dari belakang adalah pembantu mama Erina hingga dia berani meminta di bawakan belanjaannya, awal Nisa ingin menolak tetapi tidak jadi ketika ibu mertuanya menatap dirinya dengan tajam.
“oh ya mba, tolong bawain belanjaan saya dong” pintah Misya kepada Nisa.
“maaf mbak” ucap Nisa ingin menolak.
”Nisa” panggil mama Erina dan menatap menantunya dengan tajam mengisyaratkan kalau dia tidak boleh menolak, dan akhirnya Nisa meraih belanjaan yang di tangannn Misya.
Akhirnya mereka bertiga menuju salah satu cafe untuk mereka mengobrol kecuali Nisa ya, mama Erina dan Misya jalan di depan sedangkan Nisa mengikutinya dari belakang dengan membawa papper bag yang begitu banyak milik ibu mertuanya dan teman suaminya itu.
Sesampainya di cafe mama Erina meminta Nisa untuk pisah meja dengannya dan juga Misya, karena mama Erina tidak mau Nisa sampai mendengarkan obrolan mereka berdua.
“Nisa, kamu di meja sana tuh duduknya jangan disini, saya mau ngobrol berdua sama Misya” ucap mama Erina
__ADS_1
Nisa tidak menjawab dia langsung beranjak menuju meja yang di tunjuk oleh ibu mertuanya yaitu jarak 2 meja dari mama Erina.
Ketika Nisa sedang menikmati minuman jusnya yang ada di hadapnnya tiba2 handphonya bergetar dan bertanda ada panggilan masuk dilihatnya di layar benda pipih itu tertulis nama suaminya.
“Hallo mas” jawab Nisa
“Sayang kamu masih di mall xx?” tanya Niko
“masih mas, kenapa emangnya mas, mas sudah pulang?” tanya balik Nisa
“gak sayang, ini mas juga srdang ada di mall yang sama sama kmu, mas baru selesai meeting, kamu dimana mas samperin kesana? Jelas Niko lalu dia menanyakan dimana posisi istrinya.
“oh aku di SB Cofee mas” ucap jawab Nisa
“Ya sudah kamu tunggu disitu jangan kemana2 dulu mas mau samperin kamu ya” uca0 Niko
“Iya mas” aahut Nisa
Tutt tuttt (panggilan telfon berakhir)
Sedangkan mama Erina sedang mengobrol dengan Misya dan ingin mengutarakan niatnya atau rencananya untuk menjadikan Misya istri keduanya Niko.
“Misya tante boleh minta tolong?” tanya mama Erina seketika dengan memasang wajah sedihnya, lalu Misya langsung meraih tangan mama Erina.
“minta tolong apa tante, selama misya bisa bantu pasti Misya bantu tan” sahut Misya membuat mama Erina senang dalam hatinya.
“tante ingin kamu menikah dengan Niko mau tidak?”mama Erina menawarka itu secara tiba tiba membuat misya kaget tapi dalam hatinya dia senang, emang niatnya dari awal ingin mendekati Niko eh ini malah mamahnya sudah memberi lampu hijau.
“hah..., apa tan, jadi istrinya Niko, bukannya Niko sudah punya istri tan?” tanya balik Misya, pura pura terkejut, ingin di perjelas gimana yang di maksud mama Erina.
“Iya masih, tapi kamu sendiri pasti sudah dengar kalau berita tentang istri Niko mandul itu, Nisa gak bisa memberikan tante cucu, dan tante percaya kamu akan memberikan tante cucu” ucap mama Erina
“Jadi maksud tante aku jadi istri kedua Niko gitu tan?” Tanya Misya lagi
“Iya, tapi tenang aja setelah kmu jadi istri Niko kita sama2 buat Niko dan Nisa cerai” ucap mama Erina dengan rencana jahatnya.
“nanti deh tan, aku pikirin dulu ya, sebenerya aku senng tante menawarkan untuk menikah dengan Niko karena semenjak masa kuliah pun aku sudah menyukai Niko tan, tapi aku juga mau menikah dengan orang yang bisa mencintaiku” jelas Misya pura pura sedih.
“Ya sudah kalau kamu berubah pikiran kamu hubungin tante saja ya, nih nomer tante “ ucap mama Erina sembari menyerahkan kartu namanya.
__ADS_1
"baik tan" sahut Misya sembari meraih kartu namanya.