Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 68


__ADS_3

Selepas Nisa dan Mommy safa pergi meninggalkan kantor dan menuju butik, Kelvin dengan cepat melesaikan pekerjaannya karena ingin buru buru menyusul Nisa ke butik sekaligus dia juga akan fitting buat acara ijab dan resepsinya.


Sedangkan Nisa dan juga Mommy safa sesampainya di butik langsung di sambut oleh yang punya butiknya langsung yang tak lain adalah teman Mommy safa waktu masih tinggal di jerman.


“Hai jeng, apa kabar?” Tanya Mommy safa ketika pemilik butik sembari cipika cipiki.


“Alhamdulillah baik jeng, jeng sendiri apa kabar?” Tanya Nyonya Boa


“Baik jeng, maaf ya kemarin saya gak datang ke acara Nikahan anak jeng, soalnya lagi banyak kejadian yang tidak terduga jeng” ucap Mommy safa


“Gak papa jeng, saya bisa ngerti ko, saya juga sempat dengar beritanya dari suami saya” sahut Nyonya Boa, “dan ini calon menantu mu jeng?” Tanya Nyonya Boa.


“Iya jeng, sayang kenalin ini tante Boa yang punya butik ini dia dulu teman main mommy waktu di jerman” ucap Mommy safa memperkenalkan Nisa.


“Nisa tante” sapa Nisa sembari meraih tangan Nyonya Boa untuk di cium.


“Kamu cantik banget sayang” puji Nyonya Boa


“Tante bisa saja, tante juga cantik banget” ucap Nisa


“Makasih loh atas pujiannya” ucap nyonya Boa, “Kelvin gak ikut jeng?” Tanya Nyonya Boa


“Nanti nyusul jeng, dia lagi ngebut ngurus kerjaannya bentar lagi mau cuti soalnya” jawab Mommy safa.


“Ok sekarang mau fitting sekarang atau nanti nunggu Kelvin sekalian?” Tanya Nyonya Boa.


“Sekarang saja jeng, biar nanti kita tinggal ngobrol ngobrolnya enak” jawab Momny safa

__ADS_1


“Baik jeng, yuk sayang ikut tante” ajak Nyonya Boa menuju ruang ganti, dengan di bantu salah satu pelayan butik Nisa mencoba kebaya untuk acara ijab kabulnya, setelah selesai ganti pakaian dengan kebaya Nisa pun langsung keluar dari ruang ganti dan memperlihatkan kepada mommy safa yang kini tengah duduk berdua dengan Nyonya Boa.


“Wah sayang, kamu cantik banget pasti Kelvin terpesona lihat kamu” uvap Mommy safa langsung berdiri dan menghampiri calon menantunya.


“Gimana sayang, apa ada yang mau di perbaiki untuk kebayanya?” Tanya Nyonya Boa, takut ada bagian yang tidak nyaman saat di pakai kebayanya.


“Sudah pas tante, sangat nyaman ko di pakainya” jawab Nisa


“Memang kamu gak pernah mengecewakan jeng” puji mommy safa kepada Nyonya Boa.


“terimakasih loh jeng, ini desainnya yang buat anak ku loh” ucap nyonya Boa


“Oh ya, wah kayaknya sudah nurun nih bakatnya dari mamanya, siapa namanya kalau gak salah Yu..Yuna ya” ucap Mommy safa.


“Oh bukan jeng, kalu itu dia masih sibuk kuliah dan sedang hamil sekarang, kalau ini dia anak angkat aku, dia yang selama ini menggantikan aku menjalankan butik, nanti deh aku kenalin kalau orangnya sudah datang, sekarang dia lagi ketemu klien di luar” jelas Nyonya Boa.


“Ok deh” sahut Mommy safa, sedangkan Nisa kembali lagi ke ruang ganti untuk mencoba gaun pengantinnya buat acara resepsinya nanti.


2 jam berlalu Niko dan polisi masih menunggu di luar ruang oprasi, dengan harap harap cemas Niko menunggu hasil operasinya bagaimana, walaupun sekarang setatus Misya sudah bukan istrinya lagi, dia masih punya hati tidak mungkin meninggalkan Misya begitu saja dalam keadaan yang seperti ini, Niko hanya berdoa semoga Misya selamat dan semoga dengan kejadian ini Misya bisa berubah menjadi pribadi yang baik agar bisa merawat Tasya dengan sama sama walaupun mereka berdua sudah bukan sepasang suami istri lagi dia akan tetap menganggap Tasya seperti anakannya sendiri.


“Bagaimana dok oprasinya?” Tanya Niko menghampiri dokter ketika pintu ruang oprasi terbuka dan menampakkan dokter keluar sembari melepas atribut yang di gunakan paska oprasi.


“Maaf kan kami pak, kami tidak bisa menyelamatkan ibu Misya, ketika oprasi hampir selesai tiba tiba jantung bu Misya melemah dan dari tenaga medis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan bu Misya tetapi tuhan berkehendak lain, sekali lagi dari pihak rumah sakit mohon maaf yang sebesar besarnya” jelas Dokter


“Inalilahi wainailihi roji’un” ucap Niko


“Kalau begitu saya permisi dulu pak nanti bapak bisa informasikan kepada perawat yang mengurus jenazah bu Misya, akan di bawa Kamana jenazah istri anda” ucap dokter sebelum meninggalkan ruang oprasi.

__ADS_1


“Baik dok” sahut Niko, akhirnya Niko dengan besar hati meminta kepada perawat jenazah untuk mengantar jenazah menuju rumahnya. Setelah itu dia langsung menghubungi Bagas dan juga Mita, mereka pun samapi tidak percaya jika Misya sudah tiada.


Bunyi sirinye terdengar menelusuri jalan ibu kota dengan di ikuti mobil Niko dari belakang, mereka akan membawa jenazah Misya menuju rumah kediaman keluarga pratama, mungkin ini hal terakhir yang bisa Niko lakukan buat Misya yaitu akan mengurus pemakaman Misya sampai tempat peristirahatan terakhirnya.


Mama Erina dan juga Amel yang sedang menemani cucunya bermain di ruang keluarga dia pun bertanya tanya kenapa ada suara ambulance terdengar sangat dekat sekali.


“A...da a...pa?” Tanya Mama Erina dengan bicara yang masih terbata bata dia menanyakan m kepada Amel.


Amel pun juga sama bertanya tanya kenapa ada suara ambulance terdengar di rumahnya, “Amel juga gak tahu mah, coba aku luhat dulu ya mah” jawab Amel lalu di angguki oleh mama Erina yang kini masih duduk di kurdi roda.


Lalu Amel meraih ankanya untuk di gendong dan membawanya menuju pintu utama melihat apa yang terjadi di halam rumahnya, dan memang benar ada sebuah mobil ambulance memasuki gerbang rumah denagn di ikuti mobil kakak iparnya. Lalu Amel pun meminta kepada pengasuh anaknya untuk membawa anaknya ke kamar dia ingin tahu sebenarnya siapa yang di dalam ambulance tersebut.


Semenjak Amel dan Miko memutuskan untuk tinggal di rumah pratama dan ikut membantu merawat mama Erina, Niko menyarankan kepada Amel dan juga Miko untuk menggunakan jasa baby sitter.


Melihat menantunya tidak kunjung datang, mama Erina pun di buat menjadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi, lalu dia menekan tombol yang terpasang di kursi rodanya untuk memanggil perawat yang memang di tugaskan merawat mama Erina di rumah.


“S..us, ba...tu a...ya ke..de..an” ucap mama Erina (sus bantu saya kedepan)


“Baik bu” sahut perawat yang bernama Rina, lalu Rina pun mendorong kursi roda yang di naikai mam Erina menuju pintu utama.


“Ka ada apa?” Tanya Amel kepada Niko yang baru saja hendak memasuki rumah.


“Misya meninggal mel” ucap Niko membuat Amel dan juga mama Erina kaget, bukannya terakhir yang mereka dengar Misya kabur dari rumah sakit.


“Ko bisa ka?” Tanya Amel lagi.


“Karena kecelakaan ketika mau memasuki kantor polisi dia mencoba kabur dan ternyata ada mobil menghantam tubuhnya” jelas Niko

__ADS_1


“Inalilahi wainailaihi roni’un” ucap Amel


Lalu jenazah Misya pun langsung di bawa oleh perawat rumah sakit memasuki ruang tamu yang memang sudah Niko minta kepada pelayan untuk memindahkan sofa dan meja yang ada di runag tamu. Tidak lama kemudian Bagas dan mita dengan membawa Tasya datang untuk melayat dan menghantarkan jenazah Nisa sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya nanti, sedangkan Tasya sesampainya di rumah Niko langsung di bawa menuju kamar dimana ada anak dari Amel dan juga Miko agar mereka bisa main bersama.


__ADS_2