Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
Ekstra Part 4


__ADS_3

Melihat calon istrinya di peluk oleh laki laki lain tepat di hadapannya membuat Niko cemburu dan langsung menghampiri dokter Faisal dan melepas pelukan dari Rina dengan paksa.


“Ngapain anda main peluk peluk calon istri orang sembarangan” ucap Niko dengan emosi dia berdiri tepat di hadapan Rina sembari menggenggam tangannya.


“Anda yang siapa, main bawa seorang gadis pergi tengah malam bikin semua orang khawatir” sahut Dokter Faisal


“Apa hak anda melarang larang saya untuk membawa calon istri saya?” Tanya Niko yang sudah mulai terpancing emosi.


“Oh jadi ini laki2 yang sudah buat Rina mutusin untuk ikut dinas kesini karena mau menghindari laki laki ini” ucap dokter Faisal dalam hati. Ya dokter Faisal curiga dengan adik sepupunya itu yang tadinya tidak ingin ikut dinas ke kalimantan tiba tiba meminta untuk ikut. Dia sempat menanyakan alasannya kenapa tiba tiba Rina memutuskan untuk ikut dinas ke kalimantan padahal sebelumnya dia sempat menawarkan tapi di tolak, tapi Rina tidak memberi alasannya dengan jujur dia hanya bilang ke dokter Faisal jika dia ingin mencari pengalaman baru.


“Ya jelas lah, saya berhak atas Rina karena saya..” ucap Dokter Faisal sembari mendekat ke arah Rina dan menggengam tangan satunya, hingga posisinya Rina itu tangannya di gandeng dua pria tampan di samping kanan kirinya.


“Ka sudah lah, jangan bikin gara gara” ucap Rina ketika mendengar ucapan kakak sepupunya itu.


“Apa yank, kamu panggil dia kakak, mas baru tahu kamu sedekat itu sama dia sampai sampai kamu panggil kakak”


“Ya jelas lah kita sangat dekat, malah kita berdua sudah tahu luar dalamnya sifat kita berdua masing masing, ya gak sayang” ucap Dokter Faisal memanas manasin Niko.


“Apa maksud semua ini Rin, kenapa dia panggil kamu sayang terus kamu panggil dia kakak, dia bilang seperti itu?” Tanya Niko dengan emosi.


“Uda ah kalian apaan sih ribut ribut kaya anak kecil” ucap Rina sembari melepas kedua tangannya yang sedang di genggam oleh kedua pria tamapan di samping kanan kirinya.


“Dia yang mulai duluan yank, main peluk peluk sembarangan” ucap Niko membela dirinya sendiri.


“Gini ya mas Niko, kenalin ini ka Faisal dia adalah kakak sepupu aku, dan ka ical kenalin ini mas Niko dia...”


“Calon suaminya” sambung Niko melanjutkan ucapan Rina.


“Oh jadi gara gara menghindari laki laki ini kamu memohon mohon sama kakak untuk ikut dinas kesini dek” ucap Donter Faisal membuat wajah Rina pun memerah karena malu akhirnya kakak sepupunya bisa mengetahui alasannaya kenapa mutusi ingin ikut dinas ke kalimantan.


“Ya sudah cepetan masuk, jangan lama lama di luar, tidak enak sama warga sekitar, dan untuk anda tuan Niko saya percayakan Rina sama anda, jika sekali saja anda menyakiti dia jangan harap nada bisa bertemu lagi dengan dia” ucap Dokter Faisal penuh ancaman.


“Baik kakak ipar, terimakasih sudah mengizinkan Rina untuk bersama saya” sahut Niko sembari menundukkan kepalanya.


“Hemm” sahut Dokter Faisal lalu beranjak memasuki rumah.


“Jadi alasan kamu ikut dinas kesini karena mas yank, karena mau menghindari mas?” Tanya Niko yang baru mengetahui alasan Rina pergi dinas ke desa.


Rina pun mengangguakan kepalanya.


“Kenapa yank, kenapa kamu ingin menghindari mas?” Tanya Niko


“Ya karena, jika aku terus bekerja di rumah mas, aku takut perasaan aku semakin dalam sama mas, semakan aku tidak mau berharap lebih dengan perasaan aku, aku harus tahu diri aku tidak pantas buat mas Niko, makanya aku memutuskan untuk melupakan perasaan ini dengan cara pergi dari kehidupan mas Niko” jelas Rina sembari menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Tangan Niko meraih dagu Rina dan menegakan kepalanya hiangga pandangan mereka saling bertemu.


“Kalau sekaramg sudah tahu perasaan mas, kamu tidak akan menghindari mas lagi kan?” Tanya Niko san Rina pun menggelengkan kepalanya.


“Sekarang mas tanya sekali lagi ya sama kamu, sayang jadilah istri mas, menjadi mendamping hidup mas dalam suka maupun duka, mas mau setiap waktu menghabiskan waktu bersama kamu dan mas tidak mau jauh jauh dari kamu” ucap Niko sembari menggenggam kedua tangan Rina dengan mata yang masih saling pandang.


Mendengar permintaan Niko yang serius tidak seperti situasi tadi, jantung Rina merasakan berdetak semakin cepat.


“Iya mas aku mau jadi istri kamu, dan hidup beraam kamu sampai maut memisahkan kita” jawab Rina dia merasa senang dalam hatinya ternyata perasaannya terbalaskan oleh pria pujaan hatinya itu.


Mendengar jawaban gadis yang di cintainya, Nikon pun tersenyum dan langsung memberikan ciuman di kening Rina.


“Cup”


“Ekhm ekhm.., lama banget gak pulang pulang, sudah malam nih” ucap Dokter Faisal yang tiba tiba membuka pintunya dan berdiri di pintu.


“Ganggu aja sih nih orang” batin Niko


“Ya sudah yank, mas pulang dulu ya, besok jangan pergi ke klinik dulu sebelum mas jemput ya, mas mau antar kamu pergi ke klinik” pintah Niko


“Gak usah mas kan kliniknya dekat ko” jawab Rina


“Pokoknya besok jangan pergi sebelum, Mas jemput, tidak ada penolakan, ya sudah mas pergi dulu ya” ucap Niko setelah itu pulang ke rumah penginepannya.


“Hati hati ma” ucap Rina


“Iya sayang, ya sudah ya, cup” ucap Niko lalu mencium kening Rina setelah itu mengendarai kembali motor yang tadi dia pakai jalan jalan untuk di kembalikan ke pemiliknya.


Sepeninggalan Niko, Rina pun langsung memasuki rumah lalu menutup dan memgunci pintu rumah dengan rapat, lalu dia bersandar di belakang pintu dengan tangan satunya memegangi dadanya yang serasa mau copot jantungnya sembari terus tersenyum, dia merasa mimpi di lamar langsung oleh laki laki pujaan hatinya.


“Duhh...yang lagi kasmaran” ledek Dokter Faisal yang kini tengah berdiri sambil bersandar di pintu kamar sedari tadi memperhatikan adik sepupunya itu dari masuk rumah terus tersenyum.


“Ka ical, ngagetin tahu gak, kakak sendiri tadi gimana lamarannya di terima gak sama Rere?” Tanya Rina saking bahagianya dia sampai lupa menanyakan bagaimana proses lamaran kakak sepupunya itu.


“Sukses dong, memang adik kakak saja yang sukses di lamar sama seorang Niko Pratama” jawab Dokter Faisal sembari meledek Rina kembali.


“Uda ah.., begini nih malesnya aku kalau cerita sama kakak tuh gitu selalu ngeledik aku terus” omel Rina sembari cemberut berjalan menuju sofa ruang tamu dan mendudukkan pantatnya di sofa.


“Iya deh iya kakak gak akan ngeledekin kamu lagi, tapi apa kamu sudah benar yakin dek mau menerima lamaran tuan Niko, soalnya kan tuan Niko..?” Tanya Dokter Faisal sembari berjalan menghampiri Rina dan duduk tepat di samping adik sepupunya itu.


“Duda maksud kakak” sambung Rina dan Dokter Faisal pun menganggukkan kepalanya.


“Ka sebenarnya mas Niko itu dulu sangat mencintai mantan istrinya, hanya karena mamanya tidak merestui hubungan mereka mamanya yang membuat mas Niko menjadi menikah lagi dengan wanita lain dan gagalnya pernikahan mas Niko karena mamanya” jelas Rina menatap wajah kakak sepupunya takut kakak sepupunya itu tidak merestuinya dengan alasan setatus Niko yang duda.

__ADS_1


“Ya sudah, kakak hanya bisa merestui dan mendoakan semoga kamu selalu bahagia, dan dia bisa menjadi laki laki yang bertanggung jawab dan sayang sama kamu” ucap Dpkter Faisal dengan merangkul pundak Rina.


“Terimaskah ka, kak Ichal selama ini sudah banyak berjasa dalam hidup aku, semenjak mama dan papa tidak ada, kakak icah yang menggantikan mereka mengurus dan menjaga aku sampai sampai kakak sendiri lupa mencari jodoh untuk kakak sendiri” ucap Rina langsung memeluk kakak sepupunya itu.


Ya, semenjak orang tua Rani meninggal, hanya dokter Faisal yang selalu menemaninya, Dokter Faisal itu anak dari kakaknya mamanya Rani, mereka sama sama kehilangan orang yang paling mereka sayang di waktu yang sama. Maka dari itu mama dari Dokter Faisal tidak suka dengan Rani karena menganggap jika penyebab suaminya meninggal itu adalah kedua orangtua Rani.


“sudah ah..., jangan melow melow lagi, sudah sana istirahat supaaya besok lebih frash lagi kerjanya” ucap Dokter Faisal sembari melerai pelukan dari Rina, lalu Rina pun menghapus air matanya dan menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka pun beranjak dari sofa dan berjalan berbarengan menuju kamar masing masing.


***


Keesokan paginya, sesuai ucapannya tadi malam Niko selepas sarapan dia langsung berjalan kaki menelusuri jalan desa dengan berpakaian olahraga dia akan menuju rumah calon istrinya untuk mengantarnya kerja ke klinik.


“Mas kamu sudah datang?” Tanya Rina


“Baru saja ko sekitar 5 menit yang lalu, sudah siap?” Tanya Niko


“Tunggu aku ambil tas dulu” ucao Rina, setelah itu mereka berjalan berdua menelusuri jalan desa dengan Rina menggandeng lengan Niko dengan posesif karena begitu banyak gadis desa sekaan akan terpesona dengan wajah taman Niko.


“Kenapa sayang?” Tanya Niko yang melihat Rina memegangi lengannya dengan sangat erat karena Rina sedang kesel.


“Tuh liat gadis gadis desa liatin kamu sudah kaya mau nelen kamu mas” jawab Rina


“Aduh calon istri aku cemburu ternyata” ucap Niko gemas dengan mengacak ngacak rambut Rina.


Tidak terasa mereka berjalan menelusuri jalan kini telah sampai di klinik.


“Aku kerja dulu ya mas” ucap Rina langsung berjalan meninggalkan Niko tapi tangannya di tahan oleh Niko.


“Tunggu yank” ucap Niko langsung menarik Rina dalam pelukannya.


“Yank apa gak bisa kamu di gantiin sama perawat lain gitu, terus kita pulang ke jakarta”ucap Niko


“ gak bisa mas” jawab Rina sembari mengelus punggung Niko


“Ya sudah sekalian mas mau pamit ya, tadi asisten aku nelfon katanya ada kerjaan mendadak yang mengharuskan aku harus ikut” pamit Niko


“Ya sudah kan kita juga bisa video call mas” ucap Rina


“Tapi habis kamu pulang ke jakarta nanti kita langsung nikah saja ya yank, aku gak mau jauh dari kamu lagi” ucap Niko dengan memohon.


“ ya kita lihat saja nanti mas, minta restu sama mama Erina juga belum main nikah nikahin saja” ucap Rina


“Ya sudah sini peluk yang lama buat obat kangennya” ucap Niko dengan manja.

__ADS_1


“Ada ada saja kamu mas” sahut Rina dengan membalas pelukan Niko. Setelah acara pelukan sudah selesai dan Rina pun sudah harus mulai bekerja, Niko langsung meninggalkan kelinik untuk bersiap siapa pulang ke Jakarta karena asistennya tadi pagi menghubunginya jika dirinya ada meeting sore ini yang tidak bisa di wakilkan oleh siapa pun.


__ADS_2