
Setelah mama Erina meminta maaf kepada Nisa secara langsung kemarin ketika bertemu di eumah sakit, membuat mama Erina seketika hatinya merasa tenang dan rasa bersalah itu tiba tiba hilang dengan sendirinya. Mama Erina juga sangat berterimaksih kepada calon menantunya yang sudah membuat dia bisa berbicara berdua dengan Nisa, dia juga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Nisa karena dengan berlapang dada mau memaafkan segala kesalahannya yang dulu . Sekaligus mama Erina pun meminta maaf kepada Mommy safa dan menyesali semua perbuatannya, mommy safa pun melihat kesungguhan dari mama Erina dan meminta persetujuan menantunya akhirnya dia memaafkan mama Erina.
Hari ini diaman semua keluarga Pratama tengah menyiapkan untuk acara lamaran Niko, Niko sudah merencanakan semuanya, dia sudah memesan privat room di M&B Resto untuk melamar Rina secara langsung kepada dokter Faisal sebagai perwakilan keluarga dari Rina.
Dari Keluarga Rina hanya Dokter Faisal dan Rere sahabatnya yang datang sedangkan mama dari Dokter Faisal walaupun di undang dia tidak berkenan hadir, dan dari keluarga Niko banyak yang hadir ada mama Erina, Miko serta istri dan anaknya, Bagas dengan istri dan anaknya juga, dan secara khusus Mama Erina dan Rina mengundang Nisa secara langsung untuk datang ke acara lamarannya itu dan yang pastinya Nisa akan datang bersama suaminya yang sangat posesif itu.
“Sayang susah siap belum?” Tanya Kelvin yang sudah menggunakan setelan kemejanya.
“Tunggu mas aku bingung nih, masa baju aku sudah pada gak muat ini” sahut Nisa
“Pakai yang seadanya saja dulu sayang, nanti habis pulang dari acara itu baru kita mampir ke butik” ucap Kelvin, karena keseringan di rumah dan tidak pernah kemana mana semua baju Nisa yang untuk pergi jarang dia pakai sekali pakai ketika mencoba sudah tidak muat lagi.
“Janagan cantik cantik sayang nanati dilirik orang lagi” ucap Kelvin ketika melihat penampilan istrinya.
“Siapa yang mau lirik sih mas orang perut buncit begini mana ada yang lirik, ada ada aja kamu mah, sudah yuk nanti kita terlambat” ucap Nisa langsung menggandeng tangan suaminya.
“Aku gendut banget ya mas, sampai sampai baju baju aku gak pada muat loh?”tanya Nisa
“Kamu tambah sexy tau gak yank, wajar kalau gak muat sayang kan disini ada ketiga anak kita” ucap Kelvin sembari mengelus perut istrinya.
“makanya sayang itu mas kasih kartu tuh di pakai jangan di anggurin, kan kamu bisa beli keperluan kamu apa saja” sambung Kelvin
“males mas, pikir aku kan semuanya sudah tersedia di mansion mau belanja apa lagi coba” sahut Nisa, lalu mereka bergegas menaiki mobilnya menuju Resto.
***
Kini semua anggota keluarga dari dua belah pihak sudah hadir semua, acara lamaran pun akan segera di mulai. Semua sudah duduk rapih di tempat duduknya masing masing, Niko dan Rina duduk terpisah, mereka duduk dengan keluarga masing masing dengan saling berhadapan terhalang oleh meja panjang yang ada di ruang Privat room, sedangkan anak anak kecil sedang bermain di luar bersama suster mereka masing masing.
“assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ” ucap Niko
__ADS_1
“Wa’alaikim salam warokhmatullahi wbarokatuh” jawab semuanya
“Saya Niko Pratama, disini saya di hadapan kalian semua dan juga Dokter Faisal yang selaku perwakilan dari keluarga Rina, saya ingin menyampaikan dan meminta restu atau orang biasa orang bilang melamar saudari Rina Indriyani untuk menjadi istri saya” ucap Niko di hadapan semua orang yang hadir termasuk ada Nisa dan juga Kelvin.
Kelvin merasa tenang melihat mantan suami dari istrinya telah meminang seseorang itu berarti tidak ada kemungkinan lagi untuk Niko mengganggu istrinya atau berharap dengan istrinya, dan sekarang pun Kelvin dan Niko sudah seperti partner kerja setiap bertemu pasti mereka selalu membicarakan tentang bisnis.
“Saya sebelumnya minta maaf karena mama saya tidak ikut hadir, dan saya sebagai perwakilan dari keluarga Rina hanya bisa merestui kalian untuk sepenuhnya terserah kepada adik saya, bagaimana dek, apa kamu mau menerima lamaran dari tuan Niko?” Ucap Dokter Faisal lalu dia menanyakan langsung kepada adik sepupunya itu.
Jangan di tanya bagaimana perasaan Niko seperti apa, walaupun dia sudah mengetahui bagaimana perasaan Rina di tetap merasa cemas dia takut Rina dengan tiba tiba membatalkan rencana pernikahan mereka yang sudah di sepakati bersama sebelumnya.
“Bismillahhirokhmanorokhim, saya terima mas Niko sebagai calon suami saya” ucap Rina seketika semua yang ada di ruangan itu pun mengucap syukur karena lamaran Niko sudah di terima dengan baik oleh Rina.
“Alhamdulillah” ucap semuanya secara bersamaan.
“Alhamdulillah adik saya sudah menerima lamaran dari anda tuan Niko” ucap Dokter Faisal
“Eum.., Rina hanya ingin ijab kabul saja juga gak papa mah” ucap Rina
“Kenapa sayang, ini kan pernikahan pertama kamu, kamu berhak memilih mau pernikahan seperti apa, apa kamu gak mau seperti orang orang buat pesta yang meriah?” Tabya Niko
“Gak usah mas, aku maunya Ijab Kabul saja di rumah dengan mengadakan syukuran kecil kecilan, itu saja sudah cukup ko” jawab Rina
“Ya sudah kalau kamu maunya seperti itu, mas juga gak mau maksa tapi kalau kamu berubah pikiran bilang saja sama mas ya” ucap Niko dan di angguki oleh Rina.
Keputusan akhir mereka jadinya, mereka hanya akan mengadakan ijab kabul di rumah Niko yang akan di laksanakan 2 minggu yang akan datang.
Setelah acara lamaran selesai kini mereka semua tinggal menikmati makan siang bersama dan sembari mengobrol satu sama lain.
“Mama kaget loh Nis, waktu Amel bilang jika kamu hamil kembar tiga, penetesan mama lihat perut kamu waktu itu baru tiga bulan ko sudah besar banget” ucap Mama Erina di sela sela makan mereka.
__ADS_1
“Iya mah, alhamdulillah sekali hamil di kasih tiga, cucu mama nambah banyak jadinya” sahut Nisa
“Pas trimester pertama gimana mbak nyidam apa saja?” Tanya Amel
“Yang sering nyidam sih papanya ya mel bukan mbak, tapi bulan bulan pertama tuh aku sama mas Kelvin tanpa di rencanakan makanan yang kita ingin makan tuh sama, kaya waktu itu pernah aku lagi mau Rawon eh ternyata papanya juga makan rawon di kantor” jelas Nisa
“Lucu juga ya nyidamnya bisa seperti itu” sahut Amel
“Nah di trimester kedua ini, mereka gak mau jauh dari papanya, waktu itu pernah di tinggal papanya ke Jerman satu minggu, setiap malam mau tidur tuh mereka bergerak gerak terus gak bisa diam sampai aku gak bisa tidur, akhirnya di sarankan sama dokter setiap mau tidur itu harus kasih dengar suara papanya dan ternyata setelah di coba benar mereka langsung diam setelah mendengar suara papanya.
“Aduh..., cucu cucu nenek, kayaknya nanti kalau sudah besar jadi tim papa ya” ucap mama Erina sembari mengelus perut buncit Nisa, kebetulan duduk mereka bersebelahan.
“Yank kita pergi sekarang yuk, mas ada kerjaan medadakan soalnya” ucap Kelvin yang tiba tiba mendekati istrinya dan di angguki oleh Nisa.
“Mah aku pamit dulu ya” ucap Nisa dengan mencium tangan mama Erina.
“Hati hati di jalan ya, salam buat Mommy ya” sahut mama Erina
“Baik mah” sahut Nisa
“Tante, saya pamit ya ada kerajaan mendadak soalnya” pamit Kelvin lalu mencium tangan Mam Erina.
“Iya nak gak papa, hati hati di jalan ya” ucap Mama Erina
“Iya tan” sahut Kelvin
“mari semuanya kita pamit duluan ya” ucap Nisa sembari melambaikan tangannya.
Langsung di sahuti oleh semuanya dan membalas lambaian tangan Nisa. Sepeninggalan Nisa dan Kelvin pergi satu persatu semuanya ikut pergi meninggalkan restoran hanya Mita dan Bagas yang masih stay di Resto.
__ADS_1