Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 23


__ADS_3

Dua minggu dari Nisa menggugat cerai Niko ke pengadilan dan swkarang mereka dapat panggilan dari pengadilan agama meminta mereka untuk melakukan mediasi, Niko sudah sangat bersemangat pagi ini, karena kemungkinan ini kesempatan dia untuk bertemu Nisa di proses mediasi ini dan dia akan meminta untuk rujuk kembali kepada Nisa.


Terlihat wajah bahagia Niko di pagi hari ini ketika dia sedang sarapan, dan itu membuat istri dan mamanya terheran heran kenapa Niko pagi ini terlihat sangat senang padahal sebelumnya semenjak Nisa pergi dari rumah Niko selalu murung dan terlihat tidak bersemangat.


"Bahagia banget kayanya mas, habis dapat proyek baru yah?" Tanya Misya melihat suaminya yang sedari tadi terlihat bahagia.


"Tidak, hari ini aku dapat panggilan mediasi dari pengadilan, berarti kemungkinan Nisa juga akan datang, dan rencananya aku akan minta Nisa untuk rujuk lagi" jawaban Niko membuat Mama Erina dan juga Misya terdiam.


"Nisa lagi Nisa lagi, kenapa sih Niko kamu masih mikirin wanita mandul itu" ucap Mama Erina


"Mah, di mata negara Nisa itu masih menjadi istri Niko dan jika aku mau rujuk lagi sama dia pun itu bisa, Niko sangat mencintai dia mah" ucap Niko


"Kamu lupa apa yang sudah dia lakukan sama Misya dan calon anak kamu" omel mama Erina


Sedangkan Misya hanya diam menyaksikan perdebatan antara ibu dam anak di hadapannya, dia sudah mempunyai rencana akan membuat Nisa untuk tidak datang ke mediasi itu, padahal sebenarnya Nisa pun enggan ingin datang ke pengadilan untuk mediasi.


"Niko yakin mah itu semua bukan Nisa yang ngelakuin, Nisa tidak mungkin berubah jadi kasar seperti itu" ucap Niko membela Nisa mantan istrinya.


"Jadi mas Niko menggap kalau aku yang menjatuh kan diri ke lantai dan membuat aku dan bayi ku celaka sendiri seperti itu, tega kami mas" ucap Misya pura pura tidak terima akan ucapan suaminya.


"Ishh eshh, aduh perut ku" ucap Misya meringis seketika memegang parutnya.


Mendengar istrinya dan menantunya meringis kesakitan mama Erina dan Niko langsung panik, mama Erina langsung beranjak dari duduk nya dan menghampiri menantunya.


"Kamu kenapa Misha?" Tanya Niko melihat istrinya kesakitan.


"Kamu sih Nik, di bilang janagan bikin emosi istrimu naik jadinya kan begini, sudah cepetan bawa istri kamu ke rumah sakit" omel mama Erina


"Gak usah mah, aku sudah gak papa ko, aku mau istirahat saja di kamar" ucap Misya


"Ya sudah cepetan Nik bawa istri kamu ke kamar" pintah mama Erina


"Yakin kamu gak mau ke rumah sakit?" Tanya Niko


"Hem" sahut Misya menganggukkan kepalanya.


Akhirnya Niko mengikuti kemauan istrinya, Niko beranjak dari duduknya dan langsung menghendong istrinya untuk istirahat di kamar.


Sesampainya di kamar Niko langsung merebahkan istrinya di ranjang dan Niko duduk tepat di tepi ranjang samping sang istri.


"Mau aku temenin disini?" Tanya Niko


"Gak usah, katanya kamu mau ketemu sama mba Nisa" jawab Misya


"Ya kan ke pengadilannya siang" ucap Niko


"Mas Niko pergi aja, aku mau istirahat sekarang" ucap Misya langsung memiringkan badannya membelakangi Niko.


"Ya sudah aku pergi ke kantor dulu" pamit Niko lalu mencium puncak kepala Misya.


"Hemm" sahut Misya.


Lalu Niko meninggalkan Misya sendiri di kamar, dan siap siap untuk pergi ke kantor.


Sepeninggalan Niko dari kamarnya Misya langsung meraih Handphone nya yang ia letakan di meja nakas samping ranjang untuk menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Hallo" ucap Misya


"...." seseorang suruhan Misya


"Sudah saya kirim foto orangnya, awasi orangnya dan jangan sampai dia datang ke pengadilan ngerti"


"......" seseorang suruhan Misya.


Tututtt (panggilan telfon berakhir)


Misya menghubungi seseorang untuk mengawasi dan membuat Nisa tidak akan datang ke pengadilan untuk bertemu suaminya.


***


Nisa pagi ini dia akan pergi bekerja lebih pagi dari pada biasanya, karna hari ini dia akan ikut belanja untuk mencari bahan baku untuk resto.


Sedangkan Kelvin dia tidak tahu kalau pagi ini Nisa akan pergi bekerja lebih awal, dia datang seperti biasanya dan ternyata dia tunggu tungguin Nisa tidak kunjung keluar rumah, dia menjadi khawatir Nisa kenapa kenapa di dalam rumahnya, dengan terpaksa dia turun sendiri untuk mengecek keadaan Nisa baik baik saja tidak.


Tok tok tok


Tok tok tok


Kelvin terus mengetuk pintu, tetapi tidak ada sautan dari dalam rumah, tetapi tiba tiba ada bapak bapak lewat yang menegurnya.


"Maaf pak, anda mencari mba Nisa?" Tanya tetangga Nisa yang kebetulan lewat.


"Oh iya pak, apa mbak Nisanya ada?" Tanya.Kelbin


"Maaf pak sepertinya tadi pagi saya melihat mba Nisa sudah pergi bekerja" ucap Tetangga Nisa


"Oh begitu ya pak, terima kasih pak kalau begitu saya permisi dulu" ucap Kelvin


Kelvin pun kembali melajukan taxinya kembali menuju kantor, dan Kelvin langsung menghubungi asisten nya untuk meminta asistennya dan juga supir taxi yang asli langsung menuju kantor.


***


Nisa selesai mencari bahan baku untuk resto, dia memutuskan untuk mencari sarapan sekitar super maret, ketika melewati salah satu super market dia melihat ada ibu ibu di lobby super market yang sepertinya sedang menunggu taxi atau supir, tiba tiba ada yang menabraknya sehingga belanjaan yang ibu itu bawa semuanya jatuh, sedangkan orang yang menabrak ibu itu hanya mengucapkan maaf terus langsung tinggal pergi.


“Maaf bu maaf” ucap penabraknya dan langsung berlalu memasuki super market.


Nisa melihat kejadian itu pun otomatis langsung menghampiri ibu tersebut dan membatu mengambil beberapa belanjaan yang terjatuh, dan tidak lama kemudian ada seorang bapak bapak menghampiri Nisa dan ibu tersebut, Nisa sudah menebak pasti bapak itu adalah supirnya.


“Saya bantu ya bu” ucao Nisa


“Oh iya maksih nona” sahut si ibu


“Maaf nyonya saya terlambat” ucap si supir


“Iya pak tolong ini belanjaannya simpan si mobil dulu” ucap si ibu sembari memberikan belanjaan kepada si supir.


“Baik nyonya” sahut si supir


“Ini pak belanjaan punya ibunya juga” ucap Nisa sembari memeberikan belanjaan punya si ibunya.


“Oh iya nona, terimakasih” ucap si supir

__ADS_1


“Iya pak sama sama” sahut Nisa


“Sekali lagi terimakasih nona” ucap si ibu


“Sama sama bu, kebetulan saja saya lewat tadi” ucap Nisa


“Kalau begitu saya permisi ya nona” pamit si ibu


“Iya bu, hati hati bu” ucap Nisa


“Iya” sahut si ibu setelah pamit si ibu langsung memasuki mobilnya.


Lalu Nisa melanjutkan langkahnya untuk mencari makanan untuk sarapannya, setelah mendapatkan makanannya yang ia inginkan dia memutuskan untuk kembali ke resto.


***


Niko siang ini dia terburu buru untuk menuju pengadilan karena akan ada mediasi antara dirinya dan juga Nisa, dia berharap nanti Nisa bisa memafkan kesalahan dirinya dan dia akan mengajak Nisa untuk rujuk, lalu dia berjanji setelah rujuk dia tidak akan tinggal bersama mamanya dan juga misya.


Sesampainya di pengadilan dia langsung memasuki ruangan yang di sediakan untuk mediasi, menunggu dari menit ke menit dari jam ke jam ternyata Nisa tidak datang, pupus sudah harapan Niko untuk rujuk kembali bersama Nisa.


Sedangkan Nisa dengan tenang dia menikmati makan siang bersama dengan Mita seperti biasanya.


“Nis, bukannya kamu ada panggilan buat mediasi ya?” Tanya Mita dan hanya di jawab oleh Nisa dangan anggukan kepalanya.


“Terus kenapa kamu tidak datang” ucap Mita


“Ya males saja, malah nanti kalau aku datang, akan di persulit sidang perceraiannya, apalagi kalau mas Niko menolak untuk bercerai sama aku” jelas Nisa


“Owh..” sahut Mita


***


Kelvin selesai meeting di SJ group dia kembali ke kantor tenyata melewati restoran milik Mita, dia pun meminta ke asistennya untuk makan siang di restoran milik Mita.


Setelah sampai restoran Kelvin dan Doni memasuki restoran dan langsung di sambut oleh para pelayan, mereka sudah tahu siapa yang datang karena sesuai perintah bosnya Doni mengkonfirmasi untuk salah satu ruang vip room akan di gunakan untuk osmond group mengadakan meeting.


Mereka berdua langsung memasuki ruang vip room, dan Kelvin meminta Doni untuk meminta kepada pihak restoran yang melayani mereka harus Nisa.


Dan pelayan resto pun langsung menghampiri Mita yang sedang makan siang di rooftop bersama Nisa, pelayan tersebut mau melapor kepada Mita selaku bos mereka kalau ada tamu VIP room ya g minta di layani oleh Nisa.


“Tamu siapa sih Mit, kol minta aku yang ngelayani dia?” Tanya Nisa


“Ada, sia bos dari Osmond Group, dan seminggu yang lalu juga mereka membooking ruang vip untuk kalau mereka ada meeting di luar kantor mereka akan meeting di restoran kita” jelas Mita


“Aku jadi takut” ucap Nisa


“Please ya Nis mau ya melayani tuan siapa sih ya namanya tuh aku lupa, dia tamu spesial restoran kita, ya please” ucap Mita dengan memohon.


“Baiklah” jawab Nisa


“Thank you Nisa” ucap Mita sembari memeluk sahabatnya.


“Ya sudah yuk, takutnya orangnya nunggu lama” ucap Mita


Mita dan Nisa pun langsung turun ke lantai bawah, di bawah sudah beberapa makanan yang sudah siap di trolly makanan untuk di antar ke ruang vip.

__ADS_1


“good luck” ucap Mita


“Ya sudah yuk mba” ucap Nisa mengajak pelayan resto untuk mendorong trollynya menuju ruang vip.


__ADS_2