Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 35


__ADS_3

Sesampainya Niko dan Misya di rumah sakit, Dokter langsung memeriksa kandungan Misya ternyata memang Misya sudah waktunya akan melahirkan karena dari silkus pembukaannya sudah pembukaan 3, tetapi karena Misya mengalami pendarahan akibat keram diperutnya itu, sehingga dokter menyarankan untuk melakukan oprasi caesar.


Dan dokter pun langsung menyampaikan itu semuanya kepada Niko selaku suami Misya, dan Niko pun memutuskan istrinya untuk di oprasi demi keselamatan keduanya, Niko merasa kasihan dengan anak yang di dalam kandungan Misya walaupun memang kenyataannya anak itu bukan anaknya tetap saja Niko tidak tega, karena bayi itu tidak bersalah yang salah itu ibunya, lalu dokter pun meminta persetujuan Niko untuk melakukan oprasi sebagai waljnya.


“Gimana keadaan istri saya dok?” tanya Niko ketika dokter uang menangani Misya keluar dari ruangannya.


“Maaf pak karena istri anda mengalami pendarahan, saya kan mengambil tindakan oprasi caesar untuk menyelamatkan keduanya” ucap Dokter


“Lakuanlah apa pun yang terbaik untuk mereka dok” ucap Niko


“Baik pak, nanti dari tim kami akan meminta surat persetujuan kepada bapak untuk di tanda tangani untuk tindakan operasinya” ucap Dokter


“Baik dok” sahut Niko


Setelah kepergian dokter, selang beberapa menit kemudian ada petugas rumah sakit yang meminta tanda tangan Niko untuk surat persetujuan oprasi yang akan di lakukan pada Misya, dan Niko yang sebagai wali dari Misya harus menandatangani surat persetujuan tersebut buat penanggung jawaban dari pihak keluarga.


Di saat oprasi sudah di mulai, Niko menunggu Misya di depan ruang oprasi dengan posisi menyenderkan badanya ke bangku tunggu rumah sakit dan mendongakkan kepalanya, sesekali dia mengusap wajahnya dengan kasar.


Niko masih belum percaya kalau mama nya yang selama ini dia hormati yang dia sayangi tega merusak rumah tangganya, hanya karena dia tidak menyukai Nisa dan Nisa tidak bisa memberikannya keturunan, padahal kenyataannya dirinyalah yang bermasalah bukan Nisa.


Dia makin merasa bersalah kepada Nisa, kenapa dia dengan bodohnya percaya saja atas apa yang terjadi dan Niko merasa di bodohi oleh mamanya, dia jadi berfikir mungkin ini alasan Miko sang adik tidak mau mengajak istri nya untuk tinggal di rumah kediaman pratama karena dia tidak mau pernikahannya akan di ikut campuri oleh sang mama.


***


Di waktu yang sama, tepatnya di mansion Osmond, semua tamu sudah pada berdatangan, acara arisan pun akan segera di mulai, sesuai janjinya mommy safa ketika acara akan di mulai, dia akan memanggil Nisa untuk ikut hadir juga di acara arisan tersebut, yang pasti sih mommy safa mau memperkenalkan Nisa sebagai calon menantunya kepada teman teman arisannya.


“Mbak” panggil Momny safa kepada salah satu pelayan di mansion.


“Iya nyah, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Pelayan


“Tolong kamu panggikan Nona muda ya di kamar Kelvin, bilang saja di panggil saya gitu ya, tapi jika nona mudanya sedang tidur biarkan saja ya, jangan di bangunkan” pintah mommy safa


“Baik nyah, kalau begitu saya permisi ke atas dulu nyah” ucap Pelayan


“Hemm” sahut momny safa


Salah satu teman mommy safa yang mendengar kata kata nona muda, dia di buat penasaran siapa nona muda yang di bilang yang punya rumah, karena setahu mereka momny safa hanya memiliki satu orang putra yaitu Kelvin tuan muda osmond.


“Sorry nih jeng, tadi saya tidak sengaja denger, jeng nyebutin nona muda, nkna muda itu siapa jeng, padahal setahu saya jeng safa hanya punya satu putra?” Tanya bu Lidiya salah satu teman arisan mommy safa.


Mendengar pertanyaan dari temennya, mommy hanya memberikan senyuman kepada bu Lidiya, mendengar pertanyaan bu Lidiya, ibu ibu yang lainnya menjadi ikutan penasaran ingin tahu siapa nona muda yang di maksud.


“Ko jeng malah senyum senyum saja bukannya jawab pertanyaan saya” ujar bu Lidiya


“Iya jeng jangan bikin penasaran” sambung ibu yang lain.

__ADS_1


“Nanti saya akan kenalkan kepada kalian, saya sedang menunggu pelayan memanggilnya untuk turun ke bawah, karena dia sedang istirahat tadi di kamar atas” jelas mommy safa dengan suara lembutnya.


Tidak lama kemudian pelayan tadi yang diperintahkan Mommy safa untuk memanggil Nisa datang menghampiri majikannya itu.


“Maaf nyah, nona mudanya sedang tidur, jadi saya tidak membangunkannya” ucap pelayan.


“biarkan saja mba jangan di ganggu, oh ya bilang sama yang lain untuk siapin makanannya sekarang di meja makan saja ya mbak” pintah mommy safa


“Baik nyah, kalau begitu saya permisi ke belakang dulu” ucap pelayan mansion


“Iya mbak” sahut mommy safa


Nisa ketika di minta untuk istirahat dikamar Kelvin sebenarnya merasa tidak enak sama Mommy safa, masa dia tamu disini malah enak enakkan istirahat di kamar, setelah memasuki kamar Kelvin, Nisa melihat suasa kamar yang begitu estetik ada beberapa furniture yang minimalis tetapi terkesan mewah.


Ketika sedang memperhatikan sekitar kamar tiba tiba dia mendapat pesan dari sahabatnya, Nisa pun mendudukkan pantatnya di tepi ranjang lama kelamaan rasa kantuk menyerang dirinya, Nisa pun mencoba merebahkan badannya di ranjang milik Kelvin sembari berbalas pesan dengan sahabatnya dan lama kelamaan Nisa memejamkan matanya menuju alam mimpi.


***


Sedangkan di lantai bawah teman Mommy safa, yang masih penasaran dengan nona muda yang di maksud mommy safa dia pun mencoba menanyakannya lagi kenapa dari tadi tidak kunjung datang nona mudanya.


“Mana nih jeng nona mudanya, ko kita tungguin tidak keluar keluar, bikin penasaran saja nih jeng safa” ucap bu Lidiya.


“Memangnya nona muda itu siapanya jeng safa sih?” Tanya ibu yang lain.


“Dia itu calon menantu saya jeng, saya sengaja mengundang dia hari ini mau aku kenalkan ke kalian, tetapi sepertinya dia sedang kecapean karena sebelum kalian datang, dia habis masak makanan untuk hidangan kita nanti” jelas Mommy safa menceritakan Nisa dengan bangga.


“Oh ya, putra jeng safa sudah dapat calon toh, coba nanti kita lihat ya seenak apa sih makanan calon menantu jeng safa”


“Dulu juga mantan menantunya jeng Erina jago masak ya gak jeng” ucap bu lidiya mengarahkan pertanyaannya ke mama Erina, dan mama Erinapun hanya menganhgukan kepalanya bahwa dia menyetujui ucapan temannya.


Ya ternyata mama Erina turut hadir juga di acara arisan tersebut, mama Erina mendapat pertanyaan sepeti itu dari temannya dia pun mengiyakan ucapan temannya, karena memang mama Erina mengakui kalau Nisa mantan menantunya itu jago masak.


“Mantan menantu, kenapa bisa bercerai jeng?” Tanya Momny safa penasaran menatap wajah mama Erina, “maaf nih kalau pertanyaan saya mengarah ke hal pribadi” sambung mommy safa, sebenarnya dia merasa tidak enak hati menanyakan hal yang bersifat pribadi.


Sebenarnya mama Erina enggan menjawab pertanyaan dari mommy safa, tetapi pertanyaan mommy safa malah di jawab langsung oleh bu Lidiya.


“Karena menantunya jeng Erina mandul jeng safa, makanya dia di ceraikan oleh putranya jeng Erina, iya kan jeng” jelas Bu Lidiya dengan lantang menceritakan penyebab cerainya Nisa dan juga Niko, mama Erina hanya diam saja dia dalam hatinya sudah kesel dengan temannya yang satu itu.


Di tengah tengah mereka sedang mengobrol, pelayan pun memberi tahu kepada mommy safa kalu makanan semuanya sudah siap, dan sudah teraji di meja makan. Lalu mommy safa mengajak teman temannya menuju ruang makan untuk menikmati hidangan yang sudah dia sediakan, satu persatu makanan mereka coba dan memang terbukti kalau masakannya enak, sedangkan mama Erina ketika baru saja mencoba makanan tiba tiba dia terdiam, dan dalam hatinya dia merasa sangat mengenal dengan ciri khas makanannya, seperti masakan Nisa, apa nona muda yang teman temannya bicarakan itu mantan menantunya.


“Gak mungkin nona muda yang mereka maksud adalah Nisa, mana mungkin Nisa yang kampungan bisa mengenal keluarga osmind di anggap calon menantu lagi” ucap Mama erina dalam hati.


Banyak yang memuji masakan Nisa sangat lezat, seperti masakan restoran bintang lima, mommy safa pun mendengar teman temannya menyukai masakan Nisa, dia semakin bangga dengan Nisa yang dia anggap sebagai calon menantunya itu.


Ketika semuanya sudah selesai menikmati hidangan yang sudah mommy safa sediakan, akhirnya mereka mereka kembali mengobrol di ruang tengah, ada juga yang pamit untuk pulang lebih cepat, di tengah tengah obrolan mereka tiba tiba Nisa datang menuruni anak tangga dan langsung menghampiri mommy safa, mama Erina dan Nisa tidak menyadari kalau di ruang keluarga itu ada mantan ibu mertuanya karena ketika dia datang dari arah tangga posisi mama Erina membelakangi Nisa begitu pun sebaliknya mama Erina belum menyadari kalau yang datang menghampiri temannya itu Nisa mantan menantunya karena posisi Nisa membelakangi mama Erina.

__ADS_1


“Mom, maaf ya aku tadi ketiduran di kamar mas Kelvin” ucap Nisa dengan lirih ketika dia sudah di hadapan mommy safa, dia merasa tidak enak hati dengan Mommy safa, dia yang di undang malah tertidur sampai acara hampir selesai.


Mendengar suara seorang wanita yang sedang berbicara dengan mommy safa, mama Erina langsung terdiam sembari menatap punggung wanita tersebut, mama Erina seperti sangat mengenal suara siapa, tapi apa mungkin Nisa ada disini dan bisa kenal akrab dengan istri pengusaha no satu itu.


“Gak papa sayang, kamu pasti tadi capek karena bantuin mommy masak, lebih tepatnya kamu yang masak semua sih mommy hanya liatin saja” ucap mommy safa sembari mengelus pundak Nisa.


“ oh ya teman teman mommy, semuanya suka loh sama masakan kamu dan mereka mau kenalan sama kamu katanya sayang” ucap Mommy safa


“Alhamdulillah kalau semuanya suka masakan aku” ucap Nisa, dia merasa senang kalau orang bisa menikmati hasil masakannya.


“Nih jeng nona muda yang saya maksud, dia adalah calon menantu saya, perkenalkan sayang” ucap Momny sfa memperkenalkan Nisa dengan bangga dengan kedua tangannya memegang pundak Nisa dan langsung memutarkan tubuh Nisa menjadi menghadap kepada teman teman mommy safa.


Seketika Nisa langsung terdiam, ketika pandangan dia bertemu dengan mata tajam mama Erina.


“Kenapa mama Erina ada di sini juga” ucap Nisa bertanya tanya dalam hatinya, ketika dia melihat mantan mertuanya adalah bagian dari salah satu teman momny safa.


Momny safa melihat menantunya terdiam langsung menepuk pundak Nisa untuk menyadarkan Nisa dari lamunannya.


“Sayang kamu kenapa?” tanya Mommy safa ketika melihat Nisa terdiam.


“Oh.., gak papa mom” jawab Nisa sembari memggelengkan kepalanya.


Mama Erina tidak kalah kagetnya sesuai dugaan kalau tadi yang dia makan adalah masakan Nisa dan sekarang wanita yang tengah berdiri di hadapan para tamu itu adalah Nisa mantan menantunya. Mama Erina pun mulai berfikir negatif dan membenarkan perkataan Misya ketika itu kalau Nisa sudah menjadi simpanan para pengusaha.


“Loh itu kan mantan menantunya jeng Erina ya “


“Iya, ternyata calon menantu jeng safa seorang janda, mandul lagi, padahal kan pitranya jeng safa itu tampan bisa dapat yang masih gadis kenapa harus dengan janda ya”


Nisa seketika memejamkan matanya saat mendengar omongan teman teman mama Erina dan juga mommy safa, yang pelan tapi masih bisa terdengar oleh yang lainny.


Mommy safa mendengar omongan teman temannya, belum mengerti apa maksud dari pembicaraan mereka.


“Maksud kalian apa sih, siapa yang kalin maksud mantan menantunya jeng Erina” tanya Mommy safa menatap tajam teman temannya yang di hadapannya.


“Gini jeng safa, wanita yang di samping anda itu adalah mantan menantu saya, kalau bisa anda hati hati sama dia, dia itu wanita mandul yang memanfaatkan kemandulannya untuk menjadi simpanan para pengusaha” ucap Mama Erina sembari mantap tajam ke arah Nisa.


“Apa maksud anda nyonya, itu semua tidak benar mom, sumpah Nisa tidak bohong, kalau untuk masalah status aku yang janda di kira aku mommy sudah tahu dari mas Kelvin makanya aku tidak pernah cerita sama mommy” ucap Nisa menatap mommy safa yang masih membeku mendengar kenyataan yang baru saja dia dengar.


“Jangan percaya jeng, itu hanya alasan dia saja, mendingan jeng meminta putra jeng untuk menjauhi wanita mandul ini, dia hanya memanfaatkan kekayaan keluarga jeng saja, buktinya dia ketika datang ke pengadilan baru saja akan ketuk palu dia sudah bawa gandengan baru” uacp mama Erina terus memojokkan Nisa


Mommy safa masih terdiam masih mencerna ucapan temannya itu. Nisa yang melihat mommy safa tidak memberi respons apapun dia menganggap mommy safa marah dengannya, Nisa menggerutu kebodohannya sendiri dalam hatinya, mana ada sih yang seorang ibu yang mau anak nya didekati oleh wanita yang setatusnya sudah menjadi janda apalagi dia di cap sebagai wanita mandul.


Nisa pun mendekati momny safa yang masih terdiam duduk si sofa dengan pandangan kosong lurus kesepian, Nisa berjongkok di hadapan Mommy safa dan mencoba meraih tangan mommy safa untuk dia genggam, mommy safa terus terdiam tidak menolak juga tangannya di genggam oleh Nisa.


“Tidak papa jika mommy masih belum percaya dengan Nisa, Nisa bisa mengerti ko perasaan mommy, Nisa hanya mau ucapin terimaksih ke mommy untuk akhir akhir ini sudah memberikan kasih sayang mommy untuk Nisa, Nisa merasa seperti punya mama baru walaupun hanya sesaat, dan maafkan Nisa yang sudah berani berani dekat dengan putra mommy, tapi jujur Nisa dari awal tidak ada niat sedikit pun untuk mendekati putra momny, sekali lagi maafin Nisa ya mom jika Nisa sudah mengecewakan Mommy, terimaksih untuk semuanya mom, Nisa sayang banget sama mommy dan juga daddy” ucap Nisa dengan air mata yang sudah menetes di pipinya, dia mengeluarkan semua isi hatinya tentang apa yang selama ini ia rasakan selama bersama Mommy safa, lalu Nisa berdiri dan sebelum pergi meninggalkan mommy safa dia mencoba untuk mencium salah satu pipi mommy safa, setelah itu dia langsung berlari keluar dari mansion.

__ADS_1


__ADS_2