Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 66


__ADS_3

Misya akhirnya terkapar lemas setelah beberapa pelepasan setelah melakukan orgasme sendiri akibat obat laknat yang di berikan Kelvin, anak buah Kelvin yang sedari tadi menyaksikan Misya melakukan orgasme sendiri menjadi terpancing gairahnya, ketika melihat Misya sudah terkapar lemas, 2 orang mulai memasuki jeruji besi itu dimana Misya berada, mereka melihat sepertinya efek obat itu sudah mulai hilang dan karena melihat tubuh polos Misya yang sangat terlihat seksi walaupun dia sudah pernah melahirkan seorang anak, mereka berdua pun siap untuk menggilir Misya yang sudah lemas.


Sedangkan Kelvin setelah melihat calon istrinya sudah tenang dan tadi juga Kelvin langsung mengobati pipi Nisa yang memerah seperti habis terkena tamparan itu akibat di usap , dan Kini Kelvin akan mencoba untuk mengajak Nisa bicara dengan serius.


"Sayang, mau minta sesuatu sama kamu boleh?" Tanya Kelvin yang kini tengah menggenggam kedua tangan Nisa sembari sama sama duduk di tepi ranjang.


Nisa pun menganggukkan kepalanya, "tadi mas di telfon sama pihak polisi, karena para penculiknya tidak mau mengaku siapa yang menyuruh mereka, kamu diminta datang ke kantor polisi untuk di mintai keterangan apa kamu mau? kalau kamu gak mau juga gak papa" tanya Kelvin dengan menggerakkan salah satu tangannya mengelus rambut Nisa.


Nusa pun menganggukan kepalanya, "mau, tapi di temenin mas, aku takut" ucap Nisa dengan lirih.


"Ya pasti dong sayang, mas pasti menemani kamu, masa mas tega membiarkan calon istri mas yang cantik ini pergi ke kantor polisi sendirian nanti kalau kamu di godain sama pak polisinya gimana coba" ucap Kelvin sembari tersenyum lalu menarik hidung Nisa.


"Ya sudah kamu sekarang istirahat ya" pintah Kelvin lalu membantu Nisa merebahkan badannya di tempat tidur.


"Mau mas temani?" Tanya Kelvin modus.


Nisa pun menganggukan kepalanya, membuat Kelvin bersorak kegirangan dalam hatinya, "tapi gak mau sama mas, maunya sama mommy boleh?" Tanya Nisa dengan lirih


Mendengar ucapan calon istrinya sektika membuat Kelvin menjadi lesu, dikira dia Nisa mau tidurnya di temani dirinya tapi ternyata mau sama mommynya.


Melihat raut wajah Kelvin membuat Nisa mengira kalau Kelvin tidak mengizinkan dirinya tidur dengan Mommynya, "sabar Kelvin sabar, minggu depan kamu bisa sepuasnya tidur sampai memeluk dia bahakan akan lebih dari sekadar pelukan" batin Kelvin menyemangati dirinya sendiri.


"Gak boleh ya mas, kalau gak boleh juga gak papa" ucap Nisa membuat Kelvin tersadar dari lamunannya.


"Eh.., apa sayang, boleh ko boleh, mau mas panggilkan mommy sekarang?" Tanya Kelvin dan langsung di angguki oleh Nisa, "tapi kalau mommynya tidak mau gak usah ya mas" ucap Nisa ketika Kelvin hendak berjalan keluar kamar.


"Iya sayang, di jamin Mommy pasti mau" sahut Kelvin lalu keluar kamar langsung menuju kamar oramgtuanya.


Tok tok

__ADS_1


"Masuk" sahut Mommy safa dari dalam kamar.


"Siapa sih honey ganggu waktu kita berdua saja" ucap Daddy Albert


Mommy safa dan Daddy Albert matanya lansgung tertuju ke arah pintu melihat siapa yang masuk.


"Ternyata kamu boy, ganggu saja sih boy, gak tahu apa daddy sama Mommy tuh mau buat adik biat kamu" ucap Daddy Albert becanda.


"Adik, adik, gak ada, sadar dad sudah tua juga, mommy sama Daddy tuh sudah sepantasnya buat gendong cucu bukan gendong anak lagi" ucap Kelvin sembari mendekat ke arah tempat tidur dimana orangtuanya tengah duduk.


"Ya orang anak daddy juga baru laku gimana mau gendong cucu" sindir Daddy Albert.


"Uda udah ah kalian tuh ya ribut terus, kamu mau ngapain kesini sayang?" Tanya Mommy safa.


"Itu mom, Nisa mau tidur di temani sama mommy katanya" ucap Kelvin


"Oh.., ya sudah tunggu mommy ganti baju dulu" sahut Mommy safa


"Minta aja di temenin sama anak kamu tuh" sahut Mommy safa


"Sudah lah dad, toh cuman sehari doang" sambung Kelvin.


"Kenapa tidak kamu saja boy yang menemani Nisa, biar mommy sama Daddy disini" ucap Daddy Albert memberi ide yang menurutnya putranya pasti setuju.


"Kalau Nisa nya mau sih sudah dari tadi dad, orang ini dia nya gak mau, maunya sama Mommy" sahut Kelvin


***


Keesokan harinya Nisa dan Kelvin selesai sarapan mereka bersiap untuk ke kantor polisi untuk memenuhi panggilan polisi yang meminta untuk Nisa memberi keterangan tentang kejadian penculikan itu karena Nisa di sini setatusnya sebagai korban dan juga saksi.

__ADS_1


"Sudah siap sayang?" Tanya Kelvin yang memasuki kamar tamu di lihat calin istrinya yang sudah rapih tengah bercermin di depan meja riasnya.


"Sudah mas" sahut Nisa langsung menyambut uluran tangan Kelvin untuk di genggamnya.


Mereka keluar kamar langsung berpamitan dengan Mommy safa dan juga Daddy Albert, kalau mereka akan pergi ke kantor polisi untuk di minta keterangan. Mereka berdua berjalan menuju mobil yang sudah di siapakan tepat di depan mansion, kali ini Kelvin meminta Doni untuk menemani dan mengantar mereka ke kantor polisi tapi tetap bodygard mereka menhikuti dari belakang dengan menggunakan mobil lain.


Sesampainya di kantor polisi Nisa dengan di temani oleh Kelvin menuju ruang interograsi buat di minta keterangan, setelah Nisa selesai memberi keterangan polisi langsung menuju ke rumah kediaman pratama untuk memberi surat laporan penangkapan terhadap Misya.


Tok tok


"Selamat siang benar ini kediaman bapak Niko dan Ibu misya" ucap polisi


"Iya pak betul, ada apa ya pak?" Tanya balik bi ijah


"Kami ingib memberi surat penangkapan kepada ibu Misya atas penculikan terhadap nona Nisa" ucap Pak polisi


"Tunggu dulu sebentar pak saya panggilkan tuan Nikonya terlebih dahulu" ucap Bi ijah langsung balik lagi memasuki rumah, dan kebetulan Niko juga belum pergi kerja.


Setelah di beri tahu oleh bi ijah, Niko pun menemui polisi dan memberi tahu jika istrinya itu sudah lama tidak tinggal disini, 1 bulan yang lalu istri ya mengalami koma di rumah sakit ketika sadar istrinya kabur dari rumah sakit. Semua orang rumah kaget ketika mendengar kalau Misya menjadi tersangka penculikan terhadap Nisa.


Baru saja polisi pergi meninggalkan kediaman rumah pratama mereka dapat kabar jika Misya sudah ada orang yang membawanya ke kantor polisi dan akhirnya mereka pun memutuskan langsung kembali ke kantor polisi.


Kedatangan Misya bersama dengan anak buah Kelvin ke kantor polisi, bersamaan dengan Nisa yang hendak pulang bersama Niko, Misya yang berpapasan dengan Nisa ketika hendak memasuki kantor polisi seketika memberhentikan langkahnya dan menatap tajam kearah Nisa.


Nisa pun ketika di tatap tajam seperti itu oleh Misya dia langsung sembunyi di balik badan Kekvin.


"Tenang sayang, disini ada mas kamu gak usah takut ya" ucap Kelvin yang melihat Nisa mulai ketakutan sembari mengelus lengan Nisa. Ketika Misya hendak masuk dia melihat pistolmilik salah satu polisi tidak tertutup rapat oleh tempatnya dengan senyum liciknya muncul lah ide untuk melarikan diri dari kantor polisi, karena tangannya belum terborgol hingga dia langsung memberontak dari tahanan anak buah Kelvin dan bergerak mengambil pistol milik polisi dan menodong pistol kesemua orang.


"Jangan bergerak kalian, kalau tidak aku tembak"ucap Misya sembari melangkah mundur keluar dari area kantor polisi, semua orang disitu kaget termasuk Nisa dan Kelvin mereka langsung di halang oleh beberapa bodygard yang memang di tugaskan untuk menjaga mereka, Misya terus berjalan mundur dengan menodongkan pistol ke arah semua orang, ketika sudah melewati gerbang kantor polisi dia langsung balik badan dan berlari, hingga tiba tiba terdengar suara.

__ADS_1


Brakkkk


__ADS_2