
Hari ini adalah satu hari sebelum hari pernikahan Nisa dan juga Kelvin bagaimana mereka akan resmi menjadi suami istri, dan pagi pagi sekali setelah shalat Subuh Nisa di bawa oleh mommy safa menuju hotel Osmond Group yang dimana disana akan di adakan resepsi pernikahan mereka dan paginya akan di adakan ijab kabul di masjid terdekat dari Hotel ya itu di masjid Agung Al-ahzar.
Nisa akan menempati kamar punya Kelvin, dan setelah mengantar Nisa mommy safa akan kembali lagi ke mansion dia akan mengurus anak dan suaminya terlebih dahulu baru malamnya dia akan menemani Nisa menginap di hotel.
“Pagi mom, Dad” sapa Kelvin ketika melihat orang tuanya di meja makan, Kelvin belum menyadari jika Nisa tidak ada di mansion pikir dia Nisa seperti biasa ada di dapur.
“Pagi boy” sahut Daddy Albert
“pagi sayang” sahut Mommy safa bersamaan.
Lalu Kelvin mendudukan diri di bangku yang biasa dia tempati ketika maka di meja makan. Hingga mereka sudah mulai sarapan, Kelvin heran kenapa calon istrinya tidak kunjung datang ke meja makan untuk sarapan.
“Mom, Nisa kemana? Ko tidak ikut sarapan”tanya Kelvin
“Oh.., Nisa Mommy sembunyikan sampai besok pas hari pernikahan kalian” jawab mommy safa.
“Come on mom, masa mommy tega sih sama aku” rengek Kelvin
“Uda baik hati loh mommy tidak sembunyikan Nisa dari seminggu yang lalu, iya gak dad” ucap Mommy safa dan Daddy Albert pun hanya menganggukkan kepalanya.
Kelvin pun hanya pasrah mendengar keputusan mommynya, yang terpenting besok dia jadi menikah dengan Nisa wanita yang dia cintai.
Sedangkan Nisa kini juga tengah menikmati sarapan yang di sediakan oleh pihak hotel, semua pegawai hotel sangat menghormati Nisa karena mereka tahu jika Nisa adalah calon menantu dari keluarga Osmond.
Siang harinya, Nisa menghubungi Mita sahabatnya menanyakan sahabatnya sedang sibuk tidak, jika tidak Nisa meminta sahabatnya untuk datang menemuinya di Hotel Osmond Group.
“Hai Aunty Nisa” sapa Mita ketika mengangkat panggilan Video dari Nisa.
“Hai sayangnya aunty” sahut Nisa ketika melihat ada Tasya di layar handphonenya.
“Kami lagi dimana Nis?” Tanya Mita
“Aku di kurung nih sama Mommy di hotel, kamu sini dong mit temenin aku, hari ini sibuk gak?” tanya Nisa
“Gak terlalu sibuk sih, boleh deh nanti aku sama Tasya kesana sekalian bawa makan siang ya” ucap Mita
“Boleh deh, aku kangen sama makanan di resto, lalu seperti biasa ya, geratis kan bu bos?” Tanya Nisa
“Kamu tuh sudah mau istri milyarder juga masih aja cari geratisan” sahut Mita
Akhirnya Mita memutuskan untuk menemui Nisa di hotel bersama Tasya dengan di antar oleh sopir, sesampainya Mita di Hotel dengan di ikuti sopirnya dari belakang sembari membawa makanan, dia langsung melapor kepada resepsionis jika dia ingin menemui Nisa.
“Selamat siang ada yang bisa saya bantu?” Tanya Resepsionis
__ADS_1
“Iya mbak, saya disini mau menemui saudara Nisa yang katanya menginap di hotel ini” jawab Mita
“Baik bu, tunggi saya cek terlebih dahulu”
Lalu Resepsionis langsung mengecek apa ada tamu yang atas nama Nisa, “maaf bu disini tidak ada tamu yang bernama Nisa” ucap Resepsionis, karena Nisa menggunakan kamar milik Kelvin jadi tidak tercatat namanya di daftar tamu Hotel.
“Ko aneh ya mbak, tunggu mbak saya coba hubungin teman saya” ucap Mita lalu langsung menghubungi Nisa.
“Hallo mit”
“Nis aku sudah di lobby kata resepsionisnya aku lapor ingin menemui kamu katanya kamu gak ada di daftar tamu” ucap Mita
“Oh kamu sudah di lobby, ya sudah kamu tunggu disitu aku jemput ke lobby sekarang” ucap Nisa langsung mengakhiri panggikan telfonnya.
“Bagaimana bu apa sudah mengetahui temannya di kamar berapa biar petugas hotel mengantarnya?” Tanya Resepsionis.
“Sudah mbak katanya nanti dia mau jemput saya di lobby” jawab Mita.
“Oh ya sudah kalau begitu ibu bisa menunggu di sofa depan agar lebih nyaman babynya” ucap Resepsionis menunjuk sofa tamu tepat di hadapan meja Resepsionis.
“Iya mbak, makasih ya” ucap Mita
“Sama2 bu” sahut Resepsionis
“Hai Mit” sapa Nisa
“Hai” sahut Mita
“Wah Tasanya bobo ya” ucap Nisa sembari mengelus pipi baby Tasya, “yuk masuk saja biar Tasya di tidurin di kamar” ucap Nisa dan Mita pun langsung beranjak dari duduknya, kereta bayi sudah di dorong oleh Nisa lalu Mita mengambil makanan yang di bawa oleh sopirnya tadi
“Makasih ya pak” ucap Mita ketika menerima makanan yang dia bawa dari resto.
“Sama2 bu, kalau begitu saya tinggal dulu ya bi” sahut Pak supir
“Iya pak, ini buat bapak buat makan siang” ucap Mita menyerahkan satu kotak makanan untuk pak supir.
“Makasih bu” ucap pak supir
“sama sama pak” sahut Mita lalu langgung mengikuti Nisa dari belakang.
“Siang nona” sapa Resepsionis ketika melihat Nisa melewati mejanya.
“siang mbak” sahut Nisa
__ADS_1
“Oh.., yang di maksud Nisa teman ibunya tadi tuh Nona Nisa” gumam Resepsionisnya.
Sesampainya di kamar yang di tempati Nisa, Mita takjub dengan seisi kamar hotelnya baru kali ini dia melihat kamar hotel yang begitu mewah, terlihat seperti sebuah apartement.
Di lain tempat Kelvin sedang uring uringan karena Nisa tidak bisa di hubungi, karena Nisa sedang asik mengobrol dengan Mita di kamar hotel. Sampai akhirnya Kelvin memutuskan untuk nge-gym dari pada pusing mikirin Nisa yang tidak bisa di hubungin.
***
Malam berlalu kini saatnya semuanya bersiap untuk menuju masjid dimana tempat untuk Kelvin mengucapkan janji suci yang tak lain sering orang bilang ijab kabul. Mommy safa akan pergi dari hotel dengan Nisa karena seperti yang di bilang kemarin mommy safa akan menemani Nisa tidur di hotel, awalnya Nisa menolak karena takut Daddy Albert keberatan akan keputusan mommy safa untuk menemaninya tidur di hotel, tetapi namanya Mommy safa dengan segala cara dia bisa membujuk suaminya agar di perbolehkan menemani calon menantunya itu.
Sedangkan Kelvi dia akan pergi ke masjid dengan di temani oleh Daddy Albert dari mansion, jangan di tanya bagaiman perasaan Kelvin, dia merasakan gugup yang luar biasa dan juga rasa bahagia yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata karena bisa menikah dengan wanita yang sangat amat dia cintainya.
“Jangan gugup boy, rileks tarik nafas buang pelan pelan” ucap Daddy Albert sembari menepuk punggung tangan putranya dia mencoba membantu menenangkan putranya agar tidak gugup.
“Huuuuf...” Kelvin membuang nafasnya sesuai ajaran sang Daddy, “apa Daddy juga gugup seperti ini dulu ketika menikah dengan mommy?” Tanya Kelvin
“Lebih dari itu Daddy, apalagi dulu Daddy baru saja mengikuti ajaran kalian, Daddy belajar agama sama kiyai kiyai di masjid sekitar kompleks dan setelah Deddy meyakinkan hati Daddy, Daddy pun bertekad mengikuti ajaran agama kalian, bukan karena ingin menikah dengan Mommy karena memang dari dulu Daddy tertarik dengan ajaran islam setiap pagi Daddy senang mendengar suara adzan subuh berkumandang rasanya hati Daddy rasanya tenang sekali, mungkin Daddy bisa mendapatkan dan menikah dengan mommy kamu itu hadiah terindah dari Allah karena Daddy menjadi mualaf” jelas Daddy Albert.
Tidak terasa mendengar banyak cerita dari Daddy Albert kini mereka telah sampai di halaman masjid, terlihat beberapa tamu undangan sudah berdatangan, di antaranya ada Mita dan juga suaminya, ada Doni dan juga sang istri, sedangkan Niko walaupun di undang dia memutuskan untuk tidak datang, dia akan datang pas pestanya saja.
Dengan di dampingi Daddy Albert dan Mommy safa kini Kelvin telah duduk berhadapan dengan pak penghulu dan wali hakim.
“Mom, Nisanya mana?” Tanya Kelvin melihat ibunya datang tetapi calon istrinya gak ada, sedangkan Nisa menunggu di mobil bersama Mita dan menyaksikan siarang langsung dari dalam mobil.
“Sabar dong sayang, nanti kalau sudah ijab baru Nisa keluar” ucap Mommy safa membuat Kelvin hanya menghela nafasnya.
“Sudah siap saudara tuan Kelvin” ucap pak penghulu
“Siap pak” sahut Kelvin.
“Baik ikutin kata kata saya ya”
“Baik pak”
“Bismillahhirokhmanorokhim”
“Saya NikahkaN engkau saudara Kelvin Osmond bin Albert Osmond dengan saudari Arisha Alfatunisa binti Aris Rakhman dengan mas kawin seperangkat alat shalat, dan saham 10 persen dari Osmond Group di bayar tunai”
“Saya Terima nikah dan kawinnya Arisha Alfatunisa dengan mas kawin tersebut tunai” ucap Kelvin dengan lantang.
“Bagaimana saksi sah”
SAH...
__ADS_1