Aku (Bukan) Wanita Mandul

Aku (Bukan) Wanita Mandul
BAB. 77


__ADS_3

Satu minggu berlalu, semenjak 1 minggu yang lalu Doni terus melihat ke anehan dalam diri bosnya itu, dia curiga jika istri bosnya itu tengah mengandung karena dia yang sudah berpengalaman tentang menghadapi orang hamil, Karena Doni sudah mengalami itu semua ketika istrinya mengandung banyak keanehan yang terlihat pada istrinya kala itu.


Akhirnya Doni pun memberi tahu Nyonya besarnya dan menyampaikan semua keanehan pada bosnya itu, dan menyampaikan kecurigaan Doni, mommy safa pun sangat senang ketika mendengar laporan dari asisten putranya itu, Mommy safa berharap semua itu benar, kalau tanda tanda yang di alami oleh putranya itu bertanda kalau dirinya akan mendapatkan cucu, karena tanda tanda itu pun sama seperti dirinya tengah hamil Kelvin yang nyidam dan yang lainnya itu yang mengalami Daddy Albert selaku Ayahnya.


Mommy safa pun langsung menelefon dokter Kandungan dan membuat janji ketika makan siang nanti, setelah itu Mommy safa langsung menghubungi menantunya.


"Hallo, assalamualaikum Mom" saut Nisa


"Wa'alaikim salam sayang" balas mommy safa, "sayang nanti siang kamu sibuk tidak?" Tanya Mommy safa.


"Tidak mom, kenapa? Mommy mau aku temani ke suatu tempat" tanya Nisa


"Syukur deh kalau kamu tidak sibuk, nanti pas jam makan siang temani mommy ke rumah sakit ya" ucap Mommy safa


Mendengar kata rumah sakit membuat Nisa khawatir dengan Mommy mertuaya.


"Mommy sakit, kalau gitu Nisa antar sekarang saja ya, jangan nunggu siang kelamaan, sekarang Nisa pulang ya jemput Mommy lalu kita ke rumah sakit" ucap Nisa dengan nada bicara yang terburu buru.


"Hey sayang tenang, mommy tidak papa, mommy minta antar kamu ke rumah sakit hanya ingin cek up sayang, mommy tidak sakit" jelas mommy safa membuat Nisa lega.


"Alhamdulillah kalau mommy tidak sakit, kirain Nisa mommy kenpa-napa, ya sudah nanti Nisa yang jemput apa mommy yang ke resto?" Tanya Nisa


"Mommy aja yang ke resto ya, habis itu baru kita ke rumah sakit" jawab mommy safa


"Baik mom" sahut Nisa.


"Ya sudah hati hati kerjanya ya sayang, jangan terlalu capek" pesan Mommy safa sebelum mengakhiri panggilan telfonnya.


"Iya mom"sahut Nisa dengan tersenyum dia sangat senangmendapat perhatian dari ibu mertuanya, dia merasa sangat di sayang oleh ibu mertuanya itu.


"Ya sudah assalnualaikum" ucap mommy safa.


"Waalikum slaam" sahut Nisa


Panggilan telefon pun berakhir, sedari tadi ternyata ketika Mommy safa sedang telfon dengan menantuny Daddy Albert memperhatikan istrinya yang telfonan sembari senyum yang terus mengembang di wajah cantiknya.


"Kenapa sih mom, Daddy perhatikan dari tadi senyum senyum sendiri?" Tanya Daddy Albert yang tiba tiba datang menghampiri Mommy safa di kamar.


"Daddy ngagetin aja" saut Mommy safa ketika mendengar suara Daddy Albert.

__ADS_1


"Tuh tidak sadar mas masuk kamar, ada apa honey sepertinya lagi bahagia banget" ucap Daddy Albert sembari menghampiri istrinya yang tengah duduk di sofa kamar.


"Sepertinya kita akan mendapatkan cucu Dad, tadi aku dapat laporan dari Doni, dia bilang sudah seminggu ini kelakuan Kelvin tuh aneh apalagi soal makanan dia makan makanan yang tidak pernah dia makan seperti Daddy dulu waktu aku hamil Kelvin ingat yidak" jelas Mommy safa menatap wajah Daddy Albert yang tengah bersiri di hadapannya.


"Tentu ingat dong honey itu sesuatu pengalaman yang tidak pernah mas lupakan" jawab Daddy Albert


"Makanya nanti siang aku mau ajak Nisa cek ke dokter kandungan buat memastikan semuanya, Daddy mau ikut?" ucap Mommy safa


"Tidak deh honey, mas di rumah saja, kamu saja sama Nisa, nanti jangan lupa kasih kabarnya yah" ucap Daddy Albert dengan mengelus kepala sang istri.


"Ya sudah, mommy siap siap dulu ya, Daddy mandi sana bau kringat itu" ucap Mommy safa melihat keringat suaminya yang bercucuran karena habis ng-gym.


"Bau kringet gini juga kamu suka Honey" goda Daddy Albert.


***


Rina hari ini dia akan pamit kepada keluarga Pratama kecuali kepada Niko, sebelum dia pergi dia sudah memberi tahu semua tugas yang dia kerjakan kepada salah satu pembantu yang sementara menggantikan dia sampai perawat baru datang.


"Nyonya, saya pamit dulu ya, Nyonya sehat sehat terus dan rajin terapinya agar nyonya cepat pulih kakinya dan bisa berjalan lagi" ucap Rina yang kini tengah berlutut di depan kursi roda mama Erina di ruang keluarga.


"Padahal saya masih maunya di rawat sama kamu loh Rin, kamunya malah pergi, kamu juga hati hati nanti di desa sering kasih kabar ya" ucap Mama Erina


"Di bilang panggil mama saja, nyonya lagi nyonya lagi, kalau panggil nyonya lagi gak saya kasih izin nih buat pergi" ancam mama Erina


"Baik mah" sahut Rina menurut apa yang di minta mama Erina.


"Nah gitu kan, enak di dengar" ucap mama Erina. Setelah berpamitan kepada Mama Erina kini Rina berpamitan kepada Amel yang kini tengah duduk di sofa sembari mengawasi anaknya bermain.


"Mbak Amel aku pamit dulu ya, aku nitip mama" pamit Rina meraih tangan Amel, dan Amel pun langsung memeluk Rina.


"Iya, kamu juga hati hati kerjanya pas di desa nanti ya" ucap Amel sembari menepuk kedau lengan Rina.


"Iya mbak" sahut Rina


"Kamu sudah pamit ke Niko kan Rin?" Tanya Mama Erina


"Sudah mah" sahut Rina Bohong.


"Mau nitip salam gak buat bang Niko" goda Amel yang memang tahu kedekatan Niko dan Rina seperti apa sekarang, tetapi sepertinya kakak iparnya itu mencoba menyangkal bahwa dia itu sebenarnya sudah mulai suka dengan Rina.

__ADS_1


"Mbak Amel apaan sih" sahut Rina dengan wajah yang sudah memerah menahan malunya.


Setelah berpamitan ke seluruh penghuni rumah Pratama, Kini Rina langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Pratama, yang pertama dia akan ke kontrakannya terlebih dahulu untuk mempacking barang2nya yang akan dia bawa ke desa nanti, setelah itu dia akan langsung menuju rumah sakit dan menginap disana bersama teman temannya yang akan ikut bakti kesehatan ke desa.


***


"Hai sayang" sapa Mommy safa ketika Nisa sudah memasuki mobil.


"Hai mom" balas Nisa


"Bagaimana hari ini, capek tidak sayang kerjanya?" Tanya Mommy safa karena dia takut jika memang menantunya benar hamil dia takut terjadi sesuatu sama kandungannya jika Nisa sampai kelelahan.


"Alhamdulillah lancar mom, kan sekarang aku tidak boleh terjun ke dapur sama mas Kelvin, jadi aku hanya mengarahkan mereka saja" jelas Nisa dan Mommy safa hanya mengagukkan kepalnya setuju apa yang di lakukan putranya.


Tidak terasa mobil yang di kendarai mereka sudah sampai di SJ Hospital Jakarta, mereka berdua langsung turun di lobby, lalu kedua wanita berbeda generasi ini berjalan menelusuri lorong rumah sakit menuju ruangan dokter kandungan.


"Loh mom, ngapain kita ke dokter kandungan, jangan bilang mommy hamil" ucap Nisa, dia malah mengira kalau dirinya akan punya adik ipar


"Hus..., kamu ngaco masa mommy yang sudah tua mau kasih kamu adik, sudah yuk kita masuk saja dulu nanti dokter yang akan jelasin" ucap mommy safa lalu langsung memasuki ruangan dokter.


Saat di dalam ruangan dokter, Mommy safa memberi tahukan kepada menantunya apa yang di alami oleh putranya itu seperti yang di katakan oleh Doni, tapi memang benar sih suaminya itu akhir akhir ini aneh menjadi lebih manja kepadanya, terus Nisa juga merasa jika dirinya juga dari satu minggu yang lalu porsi makannya tambah banyak tidak seperti biasanya.


"Jadi bagaimana hasilnya dok?" Tanya Mommy safa yang kini sedang menyaksikan menantunya tengah melakukan pemeriksaan USG.


"Selamat Nyonya anda akan menjadi Oma dari ketiga cucu anda" ucap Dokter


"Apa dok, tiga?" Tanya Mommy safa tidak percaya, Nisa juga merasa tidak percaya apa yang di katakan oleh dokternya itu.


"Iya nyonya, coba nyonya lihat disini ada 3 titik dan itu adalaha calon cucu anda" jelas Dokter, Nisa langsung meneteskan air matanya ketika mendengarkan penjelasan dokter, dan Mommy safa pun juga sama sampai menutup mulutnya tidak percaya bahwa di akan di kasih cucu 3 sekaligus.


"usia kandungannya sudah 5 minggu nona dan kandungannya sangat kuat, apa nona mengalami mual muntah setiap paginya?" Tanya Dokter.


"Tidak dok" sahut Nisa, Mommy safa mendekati Nisa dan berdiri di sampingnya, dia langsung mencium kening menantunya.


"Ini adalah hasil dari kesabaran kamu sayang" ucap Mommy safa


"Iya mom, pasti mas Kelvin senang banget dengar berita ini, mommy jangan kasih tahu mas Kelvin dulu ya biar nanti Nisa yang akan kasih tahu" uvap Mommy safa.


"Iya sayang" sahut Mommy safa sembari mengelus kepala sang menantu.

__ADS_1


__ADS_2