
Hari ini tepat dimana Nisa akan menghadiri Sidang perceraiannya di pengadilan agama, kini Nisa sedang menunggu Kelvin untuk pergi bersama ke pengadilan, awalnya Nisa tidak ingin Kelvin ikut serta datang ke pengadilan tetapi Kelvin memaksa karena dia tidak ingin Nisa dekat dekat dengan mantan suaminya.
Sesampainya Kelvin di apartemen, Kelvin langsung memberikan satu buah map yang berisi tentang kelicikan Misya semuanya dan juga ada sebuah flashdisk berisi rekaman cctv saat Misya menjebak Niko hingga bisa terjadi penghianatan dari Niko.
"Mas, sudah datang?" Tanya Nisa
"Hem, sudah siap?tanya balik Kelvin dan di anggukin oleh Nisa
"Nih" ucap Kelvin saat dirinya mendudukan pantatnya tepat di samping Nisa swmbari menyerahkan Map yang Kelvin bawa.
"Apa ini mas?" Tanya Nisa menerima map yang di beri Kelvin.
"Buka saja, nanti juga kamu tahu isinya" ucap Kelvin
Lalu Nisa pun membuka isi map itu, ketika di buka Nisa tidak menyangka kenpa Kelvin bisa mendapatkan itu semua, dari tes DNA bayi yang di kandung Misya, terus ada hasil pemeriksaan kandungan Misya yang selama ini dia palsukan harusnya usia kandungannya 9 bulan tapi surat yang di palsukan Misya tertulisnya 8 bulan agar bertepatan dengan ketika Misya dan juga Niko berhubungan badan.
"Mas kamu dapet ini semua dari mana?" Tanya Nisa
"Dari orang suruhan aku, dan itu di flashdisk nya ada video cctv ketika mantan suami kamu di jebak oleh istrinya" jelas Kelvin
"Terima kasih mas, aku sangat membutuhkan ini banget" ucap Nisa reflek kedua tangan Nisa menggenggam tangan Kelvin.
Kelvin pun yang tangannya tiba tiba di genggam oleh Nisa seketika terdiam dan tatapannya langsung tertuju pada wanita cantik di depan nya, Nisa menyadari apa yang dia lakukan dia langsung menarik tangannya tetapi tiba tiba salah satu tanganya di tahan oleh Kelvin dan langsung di genggam kembali, setelah menggenggam tangan Nisa, Kelvin langsung berdiri dan mengajak Nisa untuk segera pergi.
"Yuk, kita pergi sekarang" ucap Kelvin sembari menggenggam tangan Nisa dan menatap wajah Nisa yang tengah bengong memperhatikan tangannya yang di genggam Kelvin.
"Iya mas, tapi ini tangannya lepas dulu gak enak nanti di lihat orang" ucap Nisa ketika dia sudah berdiri dan mereka berjalan keluar dari unit apartemen Kelvin, sembari tangannya masih tetap di genggam oleh Kelvin.
Kelvin pun terus menggengam tangan Nisa, dia tidak peduli dengan omongan Nisa yang meminta di lepas tanganya, mereka pun berjalan keluar dari apartemen menuju lift untuk turun ke basman, karena mobil Kelvin terparkir di basmand.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil, Kelvin mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju pengadilan Agama, Kali ini yang turut hadir di sidang untuk menemani Nisa hanya Kelvin dan Mita selaku orang terdekat Nisa.
***
__ADS_1
Sedangkan Niko di rumahnya tengah siap siap untuk pergi juga, dengan hati yang tidak rela sebenarnya, kenapa harus berpisah dengan Nisa padahal dari hati yang paling dalam, dia masih sangat mencintai Nisa, tapi Niko berfikir lagi apa yang pernah adiknya bicarakan, apa bener setelah Niko melepas Nisa, Nisa akan terlihat lebih bahagia, jika memang iya, Niko mencoba untuk mengikhlaskan semuanya.
Kali ini Niko pergi ke pengadilan dengan di temani oleh sang mama dan juga istrinya yang sedang hamil besar, awalnya Niko tidak mengizinkan Misya untuk ikut ke pengadilan tetapi Misya kekeh malah ingin menangis dengan alasan bayi yang di kandungannya sedang tidak mau jauh dari papahnya , Misya hanya takut jika dia tidak ikut suaminya, Nisa akan membongkar semua kebohongannya.
Ternyata ketika Nisa dan Kelvin sampai di pengadilan, ketika mereka keluar mobil dari parkiran ternyata Niko sekeluarga juga baru saja memarkirkan mobilnya yang tepat di hadapan mobil Kelvin, interaksi Kelvin dan Nisa dia mereka perhatika dari dalam mobil apalagi Misya sengaja membuat situasi menjadi memanas, hingga suaminya semakin benci dengan Nisa.
"Loh mas, mah, bukannya itu mba Nisa yah" ucap Misya memberi tahu suami dan juga ibu mertuanya bahwa ada Nisa yang tengah keluar dari mobil mewah di hadapannya.
Otomatis Niko dan Mama Erina pun mengarahkan pandangannya kepada mobil mewah di hadapan mobil mereka, bener kata Misya itu adalah Nisa, dan Niko sangat kenal siapa laki laki yang bersama Nisa adalah tuan muda Osmond.
"Pantesan mba Nisa mau cerai sama kamu mas, orang dia sudah dapat pengganti kamu yang lebih dari segalanya, liat aja tuh mobilnya" ucap Misya memanasi suaminya
"Jangan jangan dia hanya jadi wanita simpanannya saja, mana ada yang mau sama wanita mandul seperti dia" ucap Mama Erina
"Apa bener Nisa kamu mau cerai sama mas bukan karna mas waktu itu menalak kamu, tapi karena laki laki itu" ucap Niko dalam hati
"Mungkin saja mah, dia jadi wanita simpanan pengusaha dari waktu masih sama mas Niko, buktinya kartunya di pegang sama mama juga masih bisa belanja" ucap Misya menyambungi ucapan ibu mertuanya.
Nisa dan Kelvin sudah berjalan menuju gedung pengadilan dengan Nisa yang terus di gandeng tangannya oleh Kelvin, Kelvin sengaja melakukan itu dengan tujuan biar dia bisa manas mansin mantan suaminya Nisa.
"Mas, apaan sih lepasih ini tanganya" ucap Nisa mencoba menarik tangannya dari genggaman Kelvin.
"Emang kenapa sih sayang" ucap Kelvin
"Ya itu tidak enak di liatin sama orang, apalagi itu panggil panggil sayang sayang" protes Nisa dengan wajah yang sudah memerah karena di panggil sayang oleh Kelvin.
"Gak papa, orang juga gak peduli dengan kita atau kamu takut di lihat mantan suami kamu ya" ucap Kelvin menyindir.
"Bukan begitu mas, tahu ah terserah kamu saja lah" ucap Nisa menyerah selalu kalau berdebat sama Kelvin selalu kalah, Kelvin tersenyum melihat ekspresi wanita pujaan hatinya yang tengah merajuk yang menurut Kelvin sangat menggemaskan.
"Ya sudab nih mas lepas sayang, tapi sebelum mas lepas tanganya, itu senyum dulu" ucap Kelvin akhirnya mengalah untuk melepas genggaman tangannya dan Nisa pun langsung memberikan senyum terpaksanya.
Kini semua sudah di dalam ruangan sidang, dan mereka semua sudah duduk di tempat masing masing, dan akhirnya yang mulia hakim pun mengetuk palu menandakan kalau saudari Arisha Alfatunisa dan saudara Niko Pratama telah resmi bercerai.
__ADS_1
"Selamat Ya Nis akhirnya kamu terbebas dari mereka semua" ucap Mita ketika Nisa menghampirinya dan langsung saling berpelukan.
"Sama sama Mit, terimakasih juga kamu selalu ada buat aku di saat aku sedang ada di titik paling rapuh" ucap Nisa, lalau melarai palukannya.
"Sudah yuk kita keluar" ucap Kelvin, dan langsung di angguki noleh Nisa dan juga Mita.
Mereka bertiga berjalan keluar dari gedung pengadilan agama, dan ketika sampai depan gedung pengadilan Kalvin pamit dengan Nisa kalau dia akan mengambil mobilnya terlebih dahulu dan meminta Nisa untuk menunggu dirinya.
Sepeninggalan Kelvin menuju ke parkiran, Niko, Misya dan juga mama Erina datang dari arah belakang menghampiri Nisa dan juga Mita.
"Wah wah wah, kayaknya ada yang dapat mangsa baru nih" ucap Misya berdiri tepat di samping Nisa.
"Mas gak nyangka Nisa, kamu secepat ini bisa menemukan pengganti mas" sambung Niko yang muncul dari arah belakang.
Nisa hanya diam dia malas meladeni omongan mereka semua, sedangkan Mita geram melihat wanita ular di samping sahabatnya itu, ingin rasanya Mita mencabik cabik wajahnya karena sudah membuat sahabatnya menderita dan juga sudah berani membuat suaminya selingkuh darinya.
"Sudah lah nik ngapain kamu masih ngurusin dia lagi, mama pikir juga sama seperti Misya sepertinya dia sudah menjadi simpanan para pengusaha semenjak dia masih menjadi istri kamu" ucap mama Erina
"Cukup nyonya Erina yang terhormat, selama ini saya menjadi menantu anda saya hanya bisa diam anda bilang saya ini itu karena saya menghormati anda selaku ibu dari suami saya, tetapi sekarang saya tidak akan tinggal diam lagi, jika anda masih saja menghina saya, dan untuk kamu mas, terserah mas Niko mau percaya sama aku atau tidak bahwa selama pernikahan kita berjalan, aku tidak pernah sedikit pun niat untuk berhianat dari kamu, jika memang mas Niko tidak percaya sama aku, berarti tidak ada artinya kita selama ini menikah dan menjadi pasangan suami istri jika kamu lebih percaya sama wanita ular ini dari pada aku" ucap Nisa sembari menatap ketiga orang di hadapannya.
Lalu Nisa berjalan menghampiri Misya, seakan memeluk Misya dari depan lalu membisikan sesuatu kepadanya.
"Kamu tahu wanita di samping aku siapa, dia adalah istri sah Ayah kandung dari bayi yang kamu kandung, dan bentar lagi suminya menjemputnya, jadi Cepat bawa suami dan ibu mertua kamu sebelum semuanya terbongkar disini" bisik Nisa membuat Misya langsung menegang dan wajahnya pucat.
"Dan kamu mas, ini ada hadiah terakhir dari aku buat kamu, semoga kamu tidak sock ya saat membukanya" ucap Niko sembari memberikan sebuah Map yang berisi semua kelicikan Misya.
"Ada apa ini?" Tanya Kelvin yang tiba tiba datang menhampiri Nisa ketika Nisa sedang berhadapan dengan Niko.
"Gak papa mas, yuk Kita pergi sekarang" ucap Nisa langsung menarik tangan Kelvin untuk menjauh dari mereka bertiga.
Nisa langsung pamit kepada Mita kalau dia akan pulang bersama dengan Kelvin, sedangkan Mita sedang menunggu jemputan suaminya.
Sepeninggalan Nisa, tiba tiba Misya langsung mengajak Suami dan ibu mertuanya untuk pulang, dengan alasan kalau perut dia mengalami keram, dan akhirnya mama Erina dan juga Niko mengikuti keinginan Misya karena mereka juga melihat wajah Misya yang sudah pucat.
__ADS_1